cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 155 Documents clear
Pengelolaan Sampah Perumahan Kawasan Pedesaan Berdasarkan Karakteristik Timbulan Sampah di Kabupaten Gresik Yuzarian Faulizar Pohan; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.552 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2468

Abstract

Permasalahan sampah yang terjadi di kawasan pedesaan Kabupaten Gresik adalah karakteristik kawasan pedesaan yang mengelolah sampahnya mengubur, membakar dan membuangnya kesaluran air/lahan kosong sehingga menimbulkan dampak negatif.  Dampah negatif yang ditimbulkan adalah pembakaran yang menyebabkan polusi, penanaman sampah yang dapat merusak sumber air tanah dan pembuangan sampah kesaluran air (Got, sungai, dll) dapat meningkatkan potensi bencana. Penelitian ini terbagi empat tahapan analisa yakni, Menganalisa tipe-tipe kawasan berdasarkan karakteristik timbulan sampah di kawasan pedesaan di Kabupaten Gresik dengan analisis data kuartil, mengindentifikasi cara masyarakat dalam  mengelola sampah di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, Menganalisa pengelolaan sampah perumahan pedesaan di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, dan menyusun arahan pengelolaan sampah perumahan di kawasan pedesaan di perbatasan Gresik-Surabaya untuk megatasi permasalahan sampah yang ada dengan analisa triangulasi. Menurut hasil analisa dari 47 Desa yang ada diwilayah penelitian, didapatkan 8 desa berada di Kawasan Tipe 1 dan 10 Desa berada di Kawasan Tipe 2 serta 29 Desa pada Kawasan Tipe 3. Cara pengelolaan masing-masing Kawasan Tipe adalah dengan pola komunal di Kawasan Tipe 1 dan individual di Kawasan Tipe 2 dan 3. Hasil arahan dalam penelitian adalah pengelolaan dititik beratkan pada pengolahan sampah di sumber sampah dengan mengikutsertakan masyarakat. Pada Kawasan Tipe 1 dilakukan secara komunal dengan pengomposan dan daur ulang kemudian pengelolaan pada kawasan tipe 2 dilakukan dengan cara pengelolaan di sumbernya dengan menjual hasil sisa pertanian atau membakar sampah sisa hasil pertanian, sedangkan pada Kawasan Tipe 3 dilakukan pengomposan secara individual dan daur ulang secara komunal di TPS.
Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Akibat Luapan Kali Kemuning Di Kabupaten Sampang Afrizal Triwidiyanto; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.327 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2469

Abstract

Keberadaan Kali Kemuning seringkali menjadi ancaman bagi masyarakat perkotaan di Sampang. Sebabnya, ketika musim hujan tiba, sungai tersebut meluap hingga menggengani permuhan warga maupun areal persawahan yang sangat merugikan. Selain itu, terjadinya banjir mengakibatkan terhentinya aktivitas harian masyarakat dan juga terputusnya jalur darat yang menghubungkan Kab. Pamekasan dan Kab. Bangkalan. Ditambah dengan iklim yang tak tentu, mengakibatkan sulitnya antisipasi terjadinya banjir. Perlu adanya pemetaan atau zonasi tingkat risiko bencana banjir agar mengetahui posisi masyarakat terhadap ancaman bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemintakatan bencana banjir di Kecamatan Sampang dan Kecamatan Kedungdung. Tahapan yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi bahaya bencana banjir, tingkat kerentanan bencana banjir, dan risiko bencana banjir. Alat analisis yang digunakan adalah Composite Mapping Analysis (CMA) untuk mengetahui penyebab bencana banjir dan menentukan bobot setiap faktor penyebab banjir. AHP digunakan untuk menganalisis bobot dari aspek kerentanan dan weighted sum overlay yang digunakan untuk melakukan analisis overlay. Berdasarkan analisis CMA faktor utama penyebab terjadinya banjir adalah penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisa AHP didapatkan bahwa kerentanan aspek ekonomi memiliki bobot paling tinggi atau yang paling rentan terhadap bencana banjir. Tahap terakhir dari penelitian ini adalah dihasilkannya peta pemintakatan risiko bencana banjir di Kecamatan Sampang dan Kecamatan Kedungdung dengan 3 tingkatan risiko bencana yaitu tidak berisiko, sedikit berisiko, dan cukup berisiko. Kecamatan Kedungdung mempunya luasan tidak berisiko paling tinggi dan Kecamatan Sampang sebagian besar memiliki tingkatan sedikit berisiko
Optimasi Biaya Penggunaan Alat Berat Untuk Pekerjaan Pengangkutan Dan Penimbunan Pada Proyek Grand Island Surabaya Dengan Program Linier Qariatullailiyah Qariatullailiyah; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.498 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2863

Abstract

Proyek Grand Island adalah salah satu proyek kawasan perumahan yang terdapat di dalam area Pakuwon city. Proyek ini memiliki luas 1.550.267,97 m2 atau sekitar 155 ha. Sebelumnya kawasan tersebut merupakan area hutan bakau dan tambak. Untuk mencapai elevasi yang sesuai dengan perencanaan maka di area tersebut perlu dilakukan penimbunan material. Material yang digunakan untuk penimbunan antara lain kapur, sirtu dan paras. Dalam pelaksanaan penimbunan diperlukan beberapa alat berat agar pelaksanaan dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Penggunaan alat berat harus dianalisa agar optimal, yaitu mencapai biaya minimum tanpa mengabaikan target waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan biaya minimum adalah programa linier. Biaya yang akan dihitung adalah biaya pengangkutan dan biaya penimbunan. Sebagai variabel keputusan adalah jumlah jam operasional pemakaian alat berat. Kendala yang diperhitungkan adalah kendala waktu, kendala sewa alat berat, kendala waktu penyelesaian pekerjaan dan kendala volume. Berdasarkan analisa perhitungan, biaya minimum yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengangkutan kapur adalah Rp. 61.411.547.565,94, untuk pekerjaan pengangkutan sirtu adalah Rp. 72,998,010,635.29, dan untuk pekerjaan pengangkutan paras adalah Rp 66,448,466,086.83. Untuk pekerjaan penimbunan biaya minimum yang dibutuhkan adalah Rp. 8,271,827,597.23
Analisa Kelayakan Teknis dan Finansial pada Proyek Apartemen Dian Regency Surabaya Leonardo Andos Roganda L. Gaol; Farida Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.177 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3033

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di Surabaya menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan untuk tempat hunian. Proyek Apartemen Dian Regency dibangun sebagai salah satu solusi untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan tempat hunian. Setiap rencana proyek harus didahului dengan studi kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan Apartemen Dian Regency Surabaya dari aspek teknis dan finansial. Aspek teknis menganalisa tentang luasan bangunan, mobilisasi material dan ketersediaan lahan parkir sesuai dengan persyaratan Pemerintah. Sedangkan aspek finansial menganalisa berdasarkan perhitungan Net Present Value dan masa pengembalian investasi. Dari segi teknis, berdasarkan perhitungan analisa luasan bangunan dan ketersediaan lahan parkir kendaraan,  perencanaan pembangunan Apartemen Dian Regency Surabaya telah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan dari segi finansial, harapan pengembalian investasi dengan masa investasi 10 tahun dapat dipenuhi. Nilai investasi sebesar Rp. 175.527.087.514 diperoleh dengan pinjaman bank sebesar 60% dari modal, dengan bunga 12% pertahun. Proyek Apartemen Dian Regency Surabaya mampu menghasilkan NPV sebesar Rp. 4.016.380.123 dan IRR sebesar 22.6% dimana MARR sebesar 12%. Dari analisa sensitivitas, dapat dilihat investasi Apartemen Dian Regency Surabaya akan menjadi tidak layak dari aspek finansial jika tingkat penjualan kurang dari 97,1% dan tingkat bunga diatas 22,4%.
Analisa Investasi Hotel Axana (Ex Ambacang) Padang Gusriani Gusriani; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3049

Abstract

Gempa bumi pada tahun 2009 mengakibatkan bangunan-bangunan di Padang banyak yang runtuh, salah satunya adalah Hotel Ambacang. Pemilik  membangun kembali Hotel  Ambacang dengan desain struktur  tahan gempa dan ini  membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari bangunan semula. Hotel Axana adalah hotel berbintang empat dengan jumlah lantai empat lantai, lantai satu terdiri dari kafe, lobby, gudang, coffe, dan ballroom, sedangkan untuk lantai dua terdiri dari 39 unit kamar, lantai tiga terdiri dari 37 unit kamar, lantai empat terdiri dari 38 unit kamar,  gym dan kolam renang. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa kelayakan dengan meninjau aspek finansial. Analisa finansial ini dilakukan dengan menganalisa variabel investasi, kemudian menghitung pengeluaran dan  penerimaan  yang selanjutnya dapat dibuat cashflow selama masa investasi, kemudian dilakukan analisa sensitivitas terhadap variabel tingkatan jumlah pengunjung, tarif sewa kamar, dan suku bunga bank. Dari hasil analisa data diketahui bahwa Investasi total Hotel Axana Sebesar Rp 130.293.467.888,00 dengan NPV selama masa investasi  sebesar   Rp 1.712.634.662,00, sedangkan analisa Profitability Index (PI) Hotel Axana ini = 1,3%, positif berarti hotel ini profit dan dikatakan layak dari segi finansial. Hasil analisa sensitivitas antara variabel okupansi, tarif sewa kamar, dan suku bunga terhadap NPV diketahui bahwa Hotel  Axana Padang layak jika  tingkat hunian lebih dari 40%, penurunan tarif sewa kamar tidak lebih dari 5% dari taraf saat ini,  suku bunga tidak lebih lebih dari 12,6 %.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan Jl. Gubeng Raya No. 54 Surabaya Akmaluddin Akmaluddin; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.834 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3052

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di  kota-kota besar seperti Surabaya, bertolak belakang dengan  ketersediaan lahan yang terbatas. Selayaknya properti yang akan dibangun di atas suatu lahan dapat memberikan manfaat yang maksimal serta efisien agar hasilnya dapat dirasakan demi pembangunan wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan  penggunaan yang paling memungkinkan dan diizinkan dari suatu tanah kosong atau tanah yang  sudah dibangun, dimana secara fisik dimungkinkan, didukung atau dibenarkan oleh peraturan, layak secara keuangan dan menghasilkan nilai tertinggi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Highest and Best Use (HBU) pada lahan di Jl. Gubeng Raya No. 54 Surabaya seluas 1.150 m2 yang direncanakan akan dibangun hotel. Lahan tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti hotel, apartemen, perkantoran dan pertokoan. Analisis tersebut menggunakan tinjauan terhadap aspek fisik, legal, finansial dan produktivitas maksimumnya. Dari hasil penelitian ini didapatkan alternatif properti komersial hotel yang memiliki penggunaan tertinggi dan terbaik pada pemanfaatan lahan dengan nilai lahan Rp. 67.069.980,31/ m2.
Analisis Teknis dan Ekonomis Ketebalan Bilah Laminasi Bambu sebagai Material Lambung Kapal Andika Prabowo; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.749 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2475

Abstract

Laminasi bambu terdiri dari bilah-bilah yang nantinya akan direkatkan menjadi satu lapisan dan kemudian dibuat laminasi dari beberapa lapisan tersebut sehingga perlu dilakukan pengujian pengaruh ketebalan bilah terhadap mechanical properties dan sisi ekonomis laminasi bambu. Konfigurasi bilah yang digunakan dalam proses laminasi adalah sistem carvel dengan variasi ketebalan bilah 5 mm, 8 mm, dan 10 mm. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik (Tensile Test) dan pengujian tekan (Compressive Test) dengan menggunakan standar pengujian SNI. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa besar ketebalan bilah berbanding terbalik dengan kuat tariknya meskipun tidak begitu signifikan. Nilai kuat tarik tertinggi dihasilkan oleh laminasi bambu dengan ketebalan bilah 5 mm sebesar 135,87 MPa dengan selisih terhadap kuat tarik terendah hanya 1,72 MPa. Sedangkan hasil pengujian tekan menunjukkan bahwa kuat tekan berbanding lurus dengan ketebalan bilah laminasi bambu. Kuat tekan tertinggi dihasilkan oleh laminasi bambu dengan ketebalan bilah 10 mm dengan nilai 52,56 MPa. Perhitungan ekonomis menunjukkan bahwa besar ketebalan bambu berbanding lurus dengan semakin sedikitnya biaya material total kulit lambung kapal yang harus dikeluarkan. Biaya material total terkecil dihasilkan dengan ketebalan bilah 10 mm dengan nilai Rp 11.203.049,00/m3. Ketebalan bilah 10 mm merupakan ketebalan bilah laminasi bambu yang paling baik karena menghasilkan kuat tarik yang tidak jauh berbeda dengan kuat tarik tertinggi, memiliki kuat tekan dan nilai ekonomis paling tinggi.
Study Penggunaan Bambu Sebagai Material Alternative Pembuatan Kapal Kayu dengan Metode Wooden Ship Planking System Kembara Rizal Ramadhana; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.088 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2477

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam proses produksinya, kapal kayu banyak sekali menggunakan kayu berjenis kayu jati. Namun, seiring berjalannya waktu kayu jati kini mulai mengalami kelangkaan serta harganya yang merangkak naik mencapai Rp 24.000.000,00 per meter kubik nya. Tugas akhir ini bertujuan untuk menjadikan bambu sebagai material alternative pembuatan kapal kayu. Hal yang dilakukan pertama kali dalam melakukan penelitian ini adalah dengan mencari nilai mechanical properties dari masing-masing jenis variasi arah serat laminasi bambu. Jenis pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan tekan. Setelah diperoleh nilai mechanical properties untuk masing-masing jenis variasi arah serat dan dilakukan analisa secara teknis dan ekonomis maka diperoleh kesimpuan sebagai berikut. Bambu dapat digunakan sebagai material alternative pembuatan kapal kayu dan arah serat laminasi yang palong ekonomis untuk digunakan sebagai material pembuatan kulit lambung kapal katu adalah variasi 3 dengan specifikasi ketebalan kulit lambung 5 cm dan biaya produksi sebesar Rp 43.000.000,00.
Analisa Tegangan pada Cross Deck Kapal Ikan Katamaran 10 GT menggunakan Metode Elemen Hingga Erik Chabibi; Totok Yulianto; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.104 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2478

Abstract

Dalam bidang kekuatan kapal, perlu memperhitungkan kekuatan memanjang dan melintang suatu konstruksi kapal. Distribusi beban yang tidak merata dan gelombang air laut yang tidak beraturan dan berulang pada kapal yang berlayar menyebabkan struktur kapal terjadi tegangan dan regangan. Kapal katamaran (multi hull) merupakan inovasi untuk kemajuan sarana transportasi laut dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan  penelitian ini membuktikan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh kapal ini saat terkena beban gelombang dengan variasi arah gelombang 00 (following sea), 900 (beam sea) dan 1800 (head sea) memenuhi tegangan ijin standar BKI (Biro Klasifikasi Indonesia). Pada kapal katamaran terjadi kombinasi beban gaya hidrostatis dan  hidrodinamis (gelombang) yang menyebabkan terjadi momen bending dan gaya geser. Untuk mengetahui tegangan Von Mises maksimum yang terjadi dilakukan analisa dengan menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan bantuan software MSC Nastran 2010. Hasil perhitungan analisa manual didapatkan nilai tegangan terbesar pada arah gelombang 180o (head sea) sebesar 9,389 N/mm2. Sedangkan hasil pemodelan dengan menggunakan metode elemen hingga didapatkan tegangan maksimum terjadi pada arah gelombang 900 (beam sea) sebesar 33,2 N/mm2. Tegangan ijin yang disyaratkan oleh BKI sebesar 39,311 N/mm2.Dari hasil analisa tegangan tersebut, struktur kapal ikan katamaran memenuhi standar dari ketentuan BKI.
Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas Aulia Firmansah; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.722 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2479

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy) pada seluruh tabung (full wrapped). Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010). Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

Page 8 of 16 | Total Record : 155