cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Studi Perlindungan Pipeline PT. Pertamina Gas di Pesisir Indramayu Gilang Wijaya; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.354 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4787

Abstract

Pada pantai limbangan, Indramayu terdapat jalur pipeline yang merupakan transporter  minyak dan gas PT. Pertamina Gas Area JBB (Jawa Bagian Barat). Kondisi pantai ini mengalami abrasi yang membahayakan jalur pipeline tersebut. Berdasarkan pengamatan visual, beberapa bagian pipeline telah tergenang air laut yang disebabkan oleh perubahan garis pantai. PT. Pertamina membangun beberapa alternatif perlindungan pantai, antara lain breakwater­, seawall dan penanaman tumbuhan bakau. Namun tidak efektif, karena beberapa bagian masih terkena gelombang dan terjadi transpor sedimen sehingga perubahan garis pantai tetap terjadi, hal ini dikarenakan breakwater yang ada mengalami over toping sehingga gelombang gagal teredam. Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisa ulang breakwater dan merekomendasikan desain breakwater yang efektif dalam meredam gelombang. Metode yang digunakan ialah dengan Analisa Gelombang, Analisa Laju Sedimen dan Analisa Perubahan Garis Pantai. Dari analisa tersebut didapat hasil spesifikasi Breakwater dengan tinggi elevasi 6,05 meter, lebar puncak 5,55 meter, dan dibangun pada kedalaman laut 4 meter. Spesifikasi ini efektif karena dari analisa perubahan garis pantai setelah terdapat breakwater dengan spesifikasi diatas perubahan garis pantai tidak lagi terjadi sehingga pipeline dinyatakan aman.
Analisa Variasi Temperatur dan Salinitas Air Laut di Perairan Samudra Pasifik Akibat Pengaruh El Nino dan La Nina Firra Hasita; Muhammad Zikra
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.135 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4809

Abstract

Semakin banyak fenomena alam yang menyebabkan perubahan musim, salah satunya yang terjadi belakangan ini di perairan Samudera Pasifik, seperti perubahan temperatur dan kenaikan muka air laut yang belum dapat dimengerti sepenuhnya. Perubahan temperatur biasanya dinamakan El Nino dan La Nina yang merupakan suatu penyimpangan iklim di Samudera Pasifik. Dengan adanya fenomena-fenomena alam yang terjadi di perairan Samudera Pasifik, maka dilakukan penelitian di sekitar Samudera Pasifik dengan menggunakan pelampung Triangle Trans-Ocean Bouy Network (TRITON). Salah satu pelampung TRITON berada pada posisi 0°N 138°E sebelah barat daya samudra pasifik. Data-data yang berasal dari pelampung tersebut berupa data temperatur dan salinitas dari tahun 2005 hingga 2011. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa daerah di sekitar Indonesia memiliki lapisan thermocline dan halocline pada kedalaman 250 meter. Hubungan temperatur dan salinitas tidak berbanding lurus dan nilainya berubah dengan bertambahnya kedalaman. Tahun 2007 kejadian La Nina mengakibatkan banjir bandang di Timor Leste. Secara global kejadian El Nino dan La Nina menyebabkan turunnya tinggi permukaan air di lautan dan menambah volume air tanah yang menyebabkan banjir di Indonesia dan Australia, misalnya.
Pengembangan Rancangan Nozzle Waterjet untuk Meningkatkan Kecepatan Renang pada Tank BMP-3F (Infantry Fighting Vehicle) Rozzaqi Anata; Surjo Widodo Adji
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1619.775 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4930

Abstract

Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) memiliki wilayah  perairan yang luas, sehingga pertahanan negara di sektor perairan menjadi lebih dirapatkan. Strategi yang dibentuk adalah dengan memproduksi dan membeli kendaraan tempur. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah tank amphibi BMP-3F buatan rusia. Kendaraan tank ini ketika dioperasikan di perairan hanya mencapai kecepatan 10 km/h, oleh karena itu akan dilakukan pengembangan perancangan nozzle waterjet untuk dapat meningkatkan kecepatan renang dari tank BMP-3F. Sehingga dilakukan beberapa modifikasi dari variasi nozzle yang akan dianalisa menggunakan SolidWorks yakni variasi diameter nozzle dari kondisi awal 140 mm hingga menjadi 110 mm, serta perbedaan sudut nozzle yang nantinya akan membentuk cone, dari 10 hingga 40, serta penambahan ulir pada sisi outlet water jet. Dari hasil analisa data dan perhitungan diperoleh untuk hasil thrust tertinggi dengan bentuk nozzle cone variasi 40 menghasilkan thrust sebesar 146,347 kN dengan kecepatan renang meningkat sebesar 89% dari kecepatan awal yakni menjadi 10,017 knot pada saat thrust deduction factor sebesar 0,3076.
Penerapan Sistem Pendulum pada Lengan Angguk untuk Pengembangan Energi Gelombang Laut Eky A.N. Eky; Irfan Syarief Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.895 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4933

Abstract

Lengan angguk adalah sebuah  alat atau simulator yang dapat mengkonversikan energy gelombang air laut menjadi energi listrik. Alat ini akan mengangguk–angguk jika terkena gelombang dari air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar gaya yang ditimbulkan lengan angguk saat terkena ombak. Alat ini bekerja dengan menggunakan sensor yang disebut Force Sensor and Measurement System serta membutuhkan waktu yang panjang dalam melakukan penelitian tersebut.
Prediksi Performa Linear Engine Bersilinder Tunggal Sistem Pegas Hasil Modifikasi dari Mesin Konvensional Yamaha RS 100CC Fakka Kodrat Tulloh; Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah Fathallah; Semin Semin
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.685 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4892

Abstract

Linear engine adalah salah satu inovasi dari engine yang dikembangkan karena memiliki performa yang lebih baik bila dibandingkan dengan mesin konvensional. Peningkatan performa yang dialami karena berkurangnya gaya gesek yang terjadi. Sehingga perlu dilakukan pembuktian untuk mengetahui performa linear engine hasil modifikasi dari mesin konvensional Yamaha RS 100 CC dengan cara memprediksi melalui simulasi. Dalam analisa ini akan dibandingkan performa mesin  konvensional dengan linear engine dalam bentuk  perbandingan tekanan dengan volume, daya, torque, BSFC, Brake efficiency dalam variasi kecepatan antara 3.2 m/s – 19.2 m/s. Hasil penelitian menunjukan bahwa performa yang dihasilkan linear engine hasil modifikasi tersebut meningkat. Daya maksimal dari linear engine meningkat sekitar 7.2% dari daya sebelumnya 6.9 kW menjadi  7.4 kW. Begitu juga torque yang dihasilkan meningkat menjadi 12.4 N/m , selain itu BSFC dari linear engine mengalami perbaikan sekitar 2 – 10% dari BSFC sebelumnya.
Analisa PerfomaMotor Diesel Berbahan Bakar Komposisi Campuran Antara Minyak Tuak Dengan Minyak Diesel Yusuf Isnaini; Aguk Zuhdi Fathallah; Indrajaya Gerianto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.063 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4905

Abstract

Solar merupakan salah satu jenis minyak bumi yang berasal dari fosil dan diperkirakan akan habis dalam jangka beberapa tahun kedepan. Selain itu, solar juga melepaskan gas-gas antara lain karbon dioksida(CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara. Untuk mengantisipasi semakin menipisnya cadangan minyak bumi dan semakin meningkatnya pencemaran udara, dilakukan upaya penelitian terhadap bahan bakar alternatif. Penelitian ini mendiskusikan secara detail tentang perbandingan antara bio solar dengan bahan bakar emulsi 10% minyak tuak melalui proses  pengujian peforma motor diesel yang meliputi torsi, daya dan kebutuhan bahan bakar spesifik serta kadar nilai NOx yang terkandung dalam kedua bahan bakar dan disesuaikan dengan standar nilai dari IMO (International Marine Organization) yang tertera dalam MARPOL Annex IV Regulation 13 mengatakan untuk motor diesel dengan putaran diatas 2000 rpm, maka kadar NOx yang diperbolehkan tidak kurang dari 7,7 g/kWh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terhadap peforma motor bahan bakar emulsi 10% minyak tuak lebih baik dibandingkan bio solar sedangkan terhadap pengujian emisi bio solar lebih baik dari pada emulsi 10% minyak tuak dan dari standart IMO kedua bahan bakar ini masih memenuhi toleransi berat Nox.
Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Menggunakan Es Kering dengan Penambahan Campuran Silika Gel Djoko Tri Ismanto; Taufik Fajar Nugroho; Alam Baheramsyah
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.555 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4922

Abstract

Proses pendinginan dengan menggunakan es basah sebagai media pendinginan  hanya bertahan dalam waktu singkat (35 jam). Penambahan  campuran silica gel  merupakan salah satu alternatif bahan refrigerant (pendingin). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lama waktu yang dicapai alat pendingin dengan penambahan uap es kering dan campuran silika gel . Sistem pendingin ini dirancang dengan menggunakan cool box pertama sebagai tempat ikan dengan es basah dan coolbox kedua sebagai tempat es kering dan campuran silika gel tersebut . Uap dingin yang keluar dari es kering dan campuran silica gel dialirkan ke kotak yang pertama dengan menggunakan blower. Silika gel  mampu mempertahankan suhu rendah dalam waktu yang lama akan tetapi kurang stabil. Suhu terendah (-2°C) dicapai pada menit ke-1950 hingga menit ke-2610, dengan rentang waktu pendinginan total adalah 8310 menit atau setara dengan ( 138 jam 30 menit).
Analisa Penerapan Bow Tipe Axe Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Pada Utility Vessel 48 Meter Agustinus Prastyawan; Agoes Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.231 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4946

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu energi tidak terbarukan akan semakin berkurang dan pada akhirnya nanti akan habis. Krisis energi yang terjadi dapat menimbulkan reaksi negatif. Untuk mencegah krisis energi terjadi maka banyak inovasi yang dilakukan untuk melalukan penghematan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pada sektor transportasi laut,hal ini dikarenakan kapal merupakan transportasi antar pulau dengan jumlah pengguna yang paling tinggi terlebih untuk Negara maritime seperti Indonesia. Utility vessel 48 meter dengan penerapan axe bow dapat mengurangi tahanan sebesar  1.23% dengan metode holtrop dan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sebesar 40 liter/jam. Analisa penerapan axe bow tidak hanya baik dalam pengurangan tahanan tetapi juga baik dalam stabilitas, hal ini terbukti dengan memenuhi regulasi IMO chapter 3.  
Simulasi Peredaman Getaran Mesin Rotasi Menggunakan Dynamic Vibration Absorber (DVA) Yudhkarisma Fitri; Yerri Susatio
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.672 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3609

Abstract

Suatu mesin jika mendapatkan gangguan maka akan menghasilkan getaran. Pada mesin rotasi gangguan tersebut ditimbulkan dari rotornya. Untuk meredam getaran ini digunakan peredam dynamic vibration absorber (DVA). Dynamic vibration absorber (DVA) adalah sebuah peredam getaran dinamik yang bergerak secara bersama-sama dengan sistem utama guna membantu meredam getaran yang terjadi pada sistem utama tersebut. Dalam tugas akhir ini penggunaan DVA dipasang dengan posisi tergantung dibawah sistem utama kemudian dibuat pemodelan matematisnya. Mensimulasikan sistem ini yaitu dengan memvariasikan nilai pegas, damper dan massa pada DVA. Sementara nilai pegas dan damper pada sistem utama sudah ditentukan berturut-turut yaitu 35000 N/m dan 2700 Ns/m. Dari hasil simulasi didapatkan nilai parameter DVA terbaik yang mampu meredam getaran mesin rotasi ini yaitu pegas 10000 N/m, damper 2000 Ns/m dan massa 783,845 kg. DVA ini mampu meredam getaran sebesar 16,6% untuk max overshoot dan 65,5% untuk min overshoot.
Pengolahan Limbah Cair Industri Pewarnaan Jeans Menggunakan Membran Silika Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Warna dan Kekeruhan Veny Rachmawati; Alia Damayanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.658 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4964

Abstract

Limbah cair industri tekstil disamping mengandung bahan pencemar organik yang tinggi, juga mengandung bahan pewarna organik rantai panjang yang relatif sukar diolah dengan proses biologis. Sedangkan proses pengolahan secara kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge. Sehingga dipilih teknologi membran sebagai media filtrasi baik yang digunakan pada skala laboratorium maupun industri, proses berlangsung cepat, cara pengoperasian sederhana, mudah dalam penggandaan skala, tidak memerlukan ruang yang besar, dan dapat mendapatkan permeat dengan kualitas sangat baik. Pasir silika merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai sumber silika untuk pembuatan membran. Metode yang digunakan untuk sintesis silika yaitu metode alkalifussion dikarenakan  metode ini menghasilkan silika dengan kemurnian 99%.Membran silika merupakan membran yang terbuat dari silika dengan perekat poly vinyl alcohol (PVA), pengemulsi poly ethylen glykol (PEG), dan semen putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa silika dan konsentrasi limbah terhadap koefisien rejeksi, fluks, struktur dan morfologi membran. Uji struktur dan morfologi membran dilakukan dengan FTIR serta SEM.  Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah warna dan kekeruhan. Nilai koefisien rejeksi tertinggi sebesar 96,86% untuk warna dan 99,31% untuk kekeruhan yang diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt), volume limbah 100% dengan kandungan warna 1,123 Co dan kekeruhan 180,5 NTU. Nilai fluks tertinggi sebesar 3,432 liter.m-2.jam-1 yang diperoleh dari massa campuran silika 8 gram (39,12 %wt) dengan penggunaan volume limbah 25% yang mengandung  warna 0,525 Co dan kekeruhan 40,9 NTU. Membran silika yang optimum untuk menurunkan warna dan kekeruhan diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt) dengan % volume limbah 100%.