cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Pembuatan Fuel dari Liquid Hasil Pirolisis Plastik Polipropilen Melalui Proses Reforming Dengan Katalis NiO/γ-Al2O3 Mahendra Fajri Nugraha; Arifuddin Wahyudi; Ignatius Gunardi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.597 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3560

Abstract

Estimasi jumlah timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 38,5 juta ton/tahun. Melihat dari sifat penyusun plastik yang tersusun dari komponen hidrokarbon minyak bumi, maka limbah plastik sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi BBM. Tujuan penelitian ini Mempelajari proses konversi limbah plastik khususnya jenis polipropilen (PP) menjadi fuel serta pengaruh berbagai macam komposisi katalis NiO/γ-Al2O3, temperatur, laju alir reaktan pada reactor reforming terhadap kualitas fuel (yield aromatis) yang dihasilkan. Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan merupakan plastik jenis Polipropilen (PP). Pada penelitian ini minyak yang telah dihasilkan pada proses pirolisis selanjutnya akan di reforming. Pada penelitian ini digunakan logam NiO dengan penyangga γ-Al2O3 (NiO/γ-Al2O3) sebagai katalis untuk proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen. Variabel penelitian meliputi Loading Ni (% massa) : 6; 10; 14, Laju alir (ml/jam) : 2I7; 500; 690, Suhu reaksi (oC) : 400; 450; 500. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa diketahui bahwa % yield aromatis terbesar pada proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen dihasilkan dengan kondisi operasi 14 % loading Ni pada katalis, temperatur reforming 500oC serta laju reaktan sebesar 217 mL/jam. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini, hasil terbaik didapat pada variabel flowlaju terendah dan variabel suhu tertinggi. Kondisi operasi efektif dalam pembuatan fuel pada proses reforming diperoleh saat loading Ni pada katalis NiO/γ-Al2O3 14 %, temperatur reforming 400oC serta laju reaktan 500 mL/jam.
Studi Proses Pemisahan Bitumen dari Asbuton dengan Proses Hot Water Menggunakan Bahan Pelarut Kerosin dan Larutan Surfaktan Mochamad Sidiq; Surya Rachmadani; Ali Altway; Siti Nurkhamidah
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.254 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3567

Abstract

Penelitian ini merupakan studi proses pemisahan bitumen dari asbuton dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Asbuton adalah aspal alam yang terdeposit dalam batuan dengan kadar bitumen antara 15-30% yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan jumlah deposit aspal sebesar 677juta ton. Bitumen dapat digunakan sebagai campuran aspal minyak untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana infrastruktur berupa jalan raya. Salah satu cara pemisahan bitumen dari mineral adalah dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Sistem yang ditinjau dalam penelitian ini adalah tangki berpengaduk berbentuk silinder dengan kapasitar 2000cm2. Dalam penelitian ini akan ditinjau pengaruh dari penambahan ratio larutan surfaktan/asbuton dan penambahan kerosin terhadap %recovery bitumen. Proses ekstraksi dilakukan selama 20 menit dengan suhu proses 90oC dan kecepatan putar pengaduk 1500 rpm. Hasil proses ini akan terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas terdiri dari larutan bitumen (kerosin dan bitumen), lapisan tengah terdiri dari air, larutan surfaktan dan mineral murni yang terpisah, dan lapisan bawah terdiri dari asbuton yang tidak terekstrak, kerosin dan sedikit air. Lapisan paling atas di ambil dan dilakukan analisa densitasnya untuk diketahui konsentrasi bitumennya. Sehingga dapat dihitung %recovery bitumen yang dihasilkan. Lapisan paling atas dipisahkan dan dianalisa konsentrasi bitumennya dengan mengukur densitasnya. Dari hasil eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa (%) recovery bitumen tertinggi adalah pada penambahan kerosin 50% dan 0,1% konsentrasi larutan surfaktan 35 % sebesar 80,797%.
Implementasi Metode Optimasi Particle Swarm Optimization (PSO) untuk Tuning Pengendali Model Predictive Control (MPC) pada Quadruple Tank Kamal Fu'ad; Bambang L Widjiantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.567 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3570

Abstract

Pada penelitian ini telah dibangun mode kontrol Model Predictive Control (MPC) dengan metode optimasi Particle Swarm Optimization untuk mencari nilai terbaik pada parameter beban sinyal kontrol Wu dan sinyal control error W∆u yang kemudian diimplementasikan secara online pada rancang bangun system Quadruple Tank. Metode IMOPSO untuk MPC dengan nilai sinyal control Wu =0.0076 dan sinyal control error Wdu = 0.1221 menghasilkan respon system terbaik dengan maximum overshoot = 4% error steady state 1% settling time 55 detik dibandingkan MOPSO dengan nilai sinyal control Wu 0.0397 dan sinyal control error Wdu 0.1780 menghasilkan respon sistem dengan maksimum overshoot = 5% Error Steady State = 3 % settling time 65 detik. Selain itu, dibangun juga control PSO – PID yang digunakan sebagai pembanding dimana mode MOPSO menghasilkan nilai Kp = 3.0828 Ki = 0.4219 memiliki respon sistem dengan maksimum overshoot = 3 % Error Steady State = 2% dan settling time 250 detik. Sedangkan pada mode IMOPS nilai Kp = 2.9388 Ki = 0.2166 memiliki respon system dengan maksimum overshoot = 3 % Error Steady State 1.5% dan settling time 150 detik.
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/KI/γ-Al2O3) Dalam Reaktor Fluidized Bed Sunu R Puspitaningati; Renata Permatasari; Ignatius Gunardi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.655 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3573

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KIγ-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada γ-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/γ-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam) memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt).
Perbandingan Metode Steam Distillation dan Steam-Hydro Distillation dengan Microwave Terhadap Jumlah Rendemen serta Mutu Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Wildan Habibi; Ayong Ziyaul Haq; Pantjawarni Prihatini; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.925 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3574

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari dan membandingkan proses pengambilan minyak dari daun cengkeh kering dengan menggunakan metode steam distillation dan steam-hydro distillation dengan pemanfaatan gelombang mikro (microwave). Beberapa faktor seperti pengaruh waktu operasi, perlakuan bahan (dicacah ±0.5–1 cm dan utuh), dan massa bahan juda dipelajari untuk mendapatkan rendemen dan mutu minyak cengkeh yang sesuai standar SNI. Metode yang digunakan adalah steam distillation dan steam-hydro distillation dengan microwave. Pada metode steam-hydro distillation dengan microwave ditambahkan solvent berupa air pada daun cengkeh untuk melarutkan minyak yang ada di dalamnya. Kondisi operasi untuk kedua metode ini adalah tekanan atmosferik (1 atm) dan suhu steam 108oC. Variabel massa yang digunakan adalah pada massa 50, 75, 100, dan 125 gram. Secara prinsip, steam yang dihasilkan mengangkat minyak dalam destiler kemudian steam dan uap minyak dikondensasi. Distilat yang berupa campuran minyak dipisahkan dari air sehingga didapatkan minyak cengkeh murni. Dari pernelitian yang dilakukan, pengambilan minyak cengkeh menggunakan metode steam-hydro distillation dengan microwave menghasilkan rendemen lebih banyak 0.07% sampai 1.77% untuk daun utuh dan untuk 0.03% sampai 1.96% daun cacah jika dibandingkan dengan metode steam distillation. Waktu optimum untuk metode steam distillation adalah 6 jam sedangkan untuk steam-hydro distillation dengan microwave adalah 2.5 jam. Setelah waktu optimum, rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan cenderung konstan. Pencacahan bahan meningkatkan jumlah rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan sebesar 0.05% sampai 0.36% untuk metode steam distillation dan 0.19% sampai 0.6%. untuk metode steam-hydro distillation dengan microwave. Rendemen minyak optimum untuk metode steam distillation pada 75 gram sedangkan untuk steam-hydro distillation dengan microwave pada 125 gram.
Pengaruh Media Pendingin Pada Proses Hardening Terhadap Strukturmikro Baja Mangan Hadfield AISI 3401 PT Semen Gresik Mohammad Ismanhadi Syahputra; Yuli Setiyorini
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.241 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3582

Abstract

Baja Mangan Hadfield termasuk dalam kategori baja mangan austenitic dengan kandungan Mn (mangan) yang tinggi, antara 12-14% Mn dan 0.8-1.25% C. Baja mangan hadfield memiliki kekerasan, kekuatan, ketangguhan, serta ketahanan terhadap aus yang tinggi. Proses hardening diberikan dengan melakukan pendinginan yang relatif cepat dengan menggunakan media pendingin air, oli, polivinylalcohol 10%, dan polyvinylalcohol 40% bertujuan untuk mendapatkan nilai kekerasan yang lebih tinggi yakni dengan pendinginan air 275VHN sedangkan tanpa perlakuan 206VHN. Viskositas dari media pendingin yang berbeda-beda berpengaruh terhadap laju pendinginan pada baja mangan hadifield.. Jenis media pendingin yang bervariasi mempengaruhi perubahan austenit menjadi martensit.  Strukturmikro yang terbentuk pada baja mangan hadfield yang mengalami proses hardening tampak butir-butir kristal yang seluruhnya martensit, sedangkan pada baja mangan hadfield yang tanpa mendapatkan perlakuan tampak karbida mangan lamellar dengan matriks austenit.
Evaluasi Reliability dan Safety pada Sistem Pengendalian Level Syn Gas 2ND Interstage Separator Di PT. Petrokimia Gresik Dewi Nur Rahmawati; Ya’umar Ya’umar; M Ilyas Hs
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.927 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3615

Abstract

Telah dilakukan evaluasi reliability dan safety pada sistem pengendalian level separator. Tujuan dilakukan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui evaluasi perhitungan reliability dan nilai SIL yang terpakai pada sistem pengendalian level separator. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Synthesis gas compressor adalah plant untuk menaikkan pressure dari 30 kg/cm2 menjadi 180 kg/cm2. Plant ini terdiri dari 4 tingkat yang didalamnya terdapat cooler dan separator. Separator merupakan tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan gas dengan air. Didalam separator diharapkan tidak terdapat air karena air dapat menyebabkan vibrasi dikompressor. Dari hasil evaluasi didapatkan nilai reliability terendah dimiliki oleh komponen LV 1159 sebesar 0,58574 selama 8760 jam. Untuk tingkat safety komponen sistem pengendalian level separator berada pada SIL 1, namun pada komponen LV 1159 dilakukan penurunan nilai PFD dengan metode redundant yang semula nilai PFD-nya 0,05220 menjadi 0,00892 sehingga nilai SIL-nya menjadi SIL 2. Berdasarkan batas acuan nilai reliability untuk dilakukan preventive maintenance sebesar 0,8 maka untuk komponen LV 1159 memiliki waktu preventive maintenance 1900 jam atau 2,5 bulan, LT 1159 t = 13900 jam atau 19 bulan, dan LIC 1159 t = 17300 jam atau 2 tahun. Dengan biaya preventive maintenance keseluruhan komponen sebesar Rp. 516.120,00 pertahunnya.
Desain dan Implementasi Kontroler Fuzzy-Supervised PID berbasis PLC pada Sistem Kontrol Level Cairan Coupled-Tank Shaumi Arif Al Faizin; Josaphat Pramudijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.832 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3638

Abstract

Karena sistem pengaturan level pada coupled-tank mempunyai karakter nonlinear, dicirikan oleh pengendaliannya berhubungan dengan kondisi plant saat dioperasikan, maka kontroler PID dengan parameter tetap tidak bisa menjamin performa yang diinginkan untuk semua kondisi operasi. Oleh karena itu fuzzy-supervised PID didesain untuk memodifikasi parameter PID secara online sesuai kondisi plant. Strategi kontrol diprogramkan pada PLC yang banyak digunakan pada otomasi industri. Hasil simulasi menunjukan bahwa kontrol fuzzy-supervised PID dapat mempertahankan spesifikasi respon dengan ts(5%) sebesar 30 detik, tidak ada overshoot, dan zero offset pada nilai set point 10, 15, 20, dan 25. Sedangkan respon PID dengan parameter tetap menunjukan adanya error steady-state (ess). Hasil implementasi dengan nilai set point 10, 13, 15, 18, 20, 22, dan 25 cm menunjukan metode fuzzy-supervised PID memiliki %ess sebesar 0,74% dan ts(5%) sebesar 34,71 detik lebih baik dibanding PID dengan nilai 3,1% dan 37,7 detik.
Pengaruh Variasi Temperatur Austenisasi pada Proses Heat Treatment Quenching Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Friction Wedge AISI 1340 Fahmi Aziz Husain; Yuli Setiyorini
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3767

Abstract

Permasalahan yang sering timbul dalam pembuatan friction wedge AISI 1340 adalah adanya Crack yang terjadi setelah proses quenching dalam pembuatan friction wedge. Kemungkinan penyebab kegagalan yang terjadi yakni kurang tepatnya perlakuan panas yang dilakukan.Oleh karena itu perlu adanya suatu penelitian untuk mencari perlakuan panas yang tepat. . Metodologi yang digunakan adalah heat treatment quenching dengan variasi temperatur austenisasi 830°C, 850°C, 870°C dan 920°C dengan waktu penahanan 20 menit, kemudian didinginkan cepat dengan media pendingin oli. Hasil dari penelitian ini adalah semua spesimen hasil treatment memenuhi standar kekerasan friction wedge. Nilai kekerasan naik seiring naiknya temperatur austenisasi. Hasil paling baik didapat dari spesimen heat treatment quenching di media pendingin oli pada temperatur austenisasi 830oC dengan nilai kekerasan 458 BHN, tidak ada Crack yang terjadi dan memiliki nilai elongasi yang paling rendah yaitu 0,43%, sehingga bisa tahan pada temperatur kerja daripada spesimen yang lain. Struktur mikro yang dihasilkan berupa martensit dan austenit sisa. Dari pengujian XRD didapatkan fasa Fe1.91 C0.09 (Martensit BCT) dan Fe15.1 C (Austenit FCC).
Perancangan Sistem Monitoring Pengambilan Keputusan Pemakaian Bahan Bakar pada Kapal Berbasis Logika Fuzzy Riche Reinewati Wahyusah; Aulia Sitin Aisjah; Agoes Achmad Masroeri
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3650

Abstract

Banyaknya kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen kapal dengan melakukan pencurian dan penjualan bahan bakar pada saat kapal melakukan pelayaran membuat pihak manajemen kapal banyak mengalami kerugian tidak hanya itu belum adanya sistem monitoring pemakaian bahan bakar pada kapal secara langsung yang bisa diakses oleh pihak manajemen kapal. Sistem pengambilan keputusan yang dirancang menggunakan logika fuzzy dengan tipe mamdani dengan 5 variabel masukan yaitu Engine (Rpm), Load (Ton),  laju aliran rata-rata (kg/h), SFOC (Specific Fuel Oil Consumption) (gram/kWh) dan jarak pelayaran (miles) dan variabel keluaran yaitu Fuel Oil Consumption. Keakuratan hasil sistem pengambilan keputusan dibandingkan dengan data aktual mencapai  96.38% dan sistem logika fuzzy yang dikembangkan dapat diaplikasikan dalam sistem monitoring konsumsi bahan bakar di kapal.Dari sistem monitoring yang dikembangkan bukan hanya berada pada pihak ABK (Anak Buah Kapal) tetapi juga berada di pihak manajemen pusat yang dapat memonitor pemakaian bahan bakar dan bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar.