cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 70 Documents clear
Hidrolisis Eceng Gondok dan Sekam Padi untuk Menghasilkan Gula Reduksi sebagai Tahap Awal Produksi Bioetanol Wilda Azmia Naufala; Ellina S. Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.229 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11308

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air dengan pertumbuhan cepat yang disebabkan oleh eutrofikasi di badan air. Eceng gondok yang mengandung struktur lignoselulosa ini memiliki ketersediaan yang sangat melimpah. Lignoselulosa yang terdiri dari lignin, selulosa, dan hemiselulosa ini juga terkandung dalam sekam padi. Sekam padi merupakan limbah pertanian yang pemanfaatannya masih belum maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran terbaik eceng gondok dan sekam padi yang dapat menghasilkan gula reduksi terbanyak. Perbandingan campuran eceng gondok dan sekam padi yang digunakan adalah 100:0, 75:25, 50:50, 25:72, 0:100 dengan berat total 100 gram. Tahap awal penelitian ini yaitu pretreatment dengan H2SO4 1% sebanyak 1000 mL dan pemanasan suhu 100oC selama 60 menit. Tahap selanjutnya adalah hidrolisis enzimatik dengan memanfaatkan Aspergillus niger dan Trichoderma viride dengan perbandingn 2:1. Reaktor yang digunakan merupakan reaktor kaca dengan volume 2 L. Parameter yang diukur meliputi lignoselulosa dan gula reduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang mengandung 100:0 eceng gondok dan sekam padi mampu menghasilkan kadar gula reduksi tertinggi, yaitu sebesar 23,33 mg/g.
Studi Pemilihan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Fivid Rivantoro; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.097 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11582

Abstract

Desain dari Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) secara umum terdiri dari turbin dan mooring. Pemilihan desain terbaik dari PLTAL , yaitu memilih jenis turbin dan jenis mooring yang terbaik menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Metode AHP merupakan salah satu metode pemilihan dengan menggunakan hirarki, yatu langkah pertama adalah menentukan kriteria yang dibandingkan baik untuk turbin dan mooring. Kriteria pemilihan untuk turbin adalah daya yang dibangkitkan, keandalan, perawatan, faktor lingkungan, lokasi, biaya. Sementara kriteria untuk mooring adalah teknologi, biaya investasi, perawatan dan lokasi. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data mengani pilihan – pilihan baik turbin. Pilihan untuk turbin adalah straight axis, inclined axis, savonnius turbine, darrieus turbine dan h-rotor turbine. Sementara pilihan untuk mooring adalah vertical lift, monopole, dan tripod pile. Langkah terakhir adalah penyebaran kuesioner, kuesioner disebar kepada para ahli energi laut. Hasil perhitungan menghasilkan urutan pilihan turbin adalah h-rotor turbine, straight axis, inclined axis, darrieus turbine dan savonnius turbine. Sementara urutan dari mooring adalah vertical lift, tripod pile dan mono pile. Sehingga desain PLTAL menggunakan h-rotor turbine dan vertical lift mooring.
Analisa Kinerja Bandul Vertikal dengan Model Plat pada PLTGL Honey Rambu Anarki; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11625

Abstract

Sumber energi seperti energi fosil yang semakin menipis. Hal ini mendorong semua pihak untuk dapat menjadi lebih baik hingga ilmu yang terdapat didalam dunia perkapalan dapat melahirkan inovasi terbaru, salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga gelombang laut – sistem bandulan. Ponton yang menggunakan sistem bandul adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengkonversi dari energy laut menjadi energi listrik. Dalam kajian ini menggunakan kondisi uji onshore tanpa menggunakan ballast dan uji off-shore dengan ballas. Dari kajian ini didapatkan banyaknya putaran yang dapat dihasilkan bandul dengan variasi bentuk sudut juring, tebal plat juring dan sudut kemiringan ponton. Untuk uji on-shore daya terbesar didapatkan pada pengujian dengan menggunakan sudut juring 60 o, tebal 3 mm,sudut kemiringan 60 o daya yang dihasilkan 0.107 watt. Untuk pengujian offshore pada ballas 12 cm, 15 cm,17.5 cm, daya terbesar dihasilkan pada ballas dengan daya 0.124 watt pada juring, tebal, dan sudut kemiringan yang sama dengan pengujian onshore. Jumlah putaran dengan waktu, pada pengujian on-shore yang menghasilkan nilai paling besar pada juring dengan sudut 45 o, tebal 2 mm sudut kemiringan 45 o nilai yang didapatkan 1,176 rad/s. Pada pengjuain off-shore paling besar ada pada ballas 17.5 dengan 1.93 rad/s.
Optimasi Boost Converter Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif Penerangan Kmp Allu. Dengan Metode Logika Fuzzy Eko Haryanto; Agoes A. Masroeri; Adi Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11807

Abstract

Optimalisasi daya yang dihasilkan sel surya dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga arus dan tegangan pada titik maksimum. Salah satu upaya untuk mencapai titik daya maksimum ini adalah dengan menggunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) berbasis logika fuzzy. MPPT logika fuzzy diterapkan sebagai sistem kendali operasi pada konverter peningkat tegangan dc (dc – dc boost converter). MPPT logika fuzzy berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi yang mengendalikan besarnya duty cycle yang diterapkan pada sistem switching transistor boost converter. Pada penelitian ini ditampilkan pemodelan sistem transmisi daya sel surya berbasis MPPT logika fuzzy. Sebanyak 16 modul sel surya disusun menjadi susunan 8 seri dan 2 paralel. Pada susunan ini sistem sel surya dapat menghasilkan daya maksimum sebesar 3203 watt. Pada hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa MPPT logika fuzzy dapat bekerja optimal pada suhu 35oC dan irradiasi 800W/m2. Pada kondisi ini sistem sel surya dan MPPT logika fuzzy memiliki selisih tegangan 0.37%. Namun, peningkatan daya maksimum terjadi pada suhu 40 oC dan irradiasi 950 W/m2 dengan besar peningkatan daya 33.94%.   Kata kunci : MPPT logika fuzzy, sel surya, boost konverter, tegangan referensi.
Desain Konseptual Hybrid Propulsion Mesin Diesel dengan Motor Listrik pada Tugboat 70 Ton Bollard Pull Untuk Aplikasi di Pelabuhan Imron Noor Ardiwijaya; Indrajaya Gerianto; I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11906

Abstract

Tugboat Adalah Salah Satu Jenis Kapal Yang Berfungsi Untuk Membantu Menarik Kapal Besar Di Area Pelabuhan. Dalam Menjalankan Kerjanya, Tugboat Beroperasi Pada Mode Operasi Yang Berbeda – Beda. Mode Operasi Kerja Tugboat Tersebut Adalah Sebagai Berikut Mode Standby, Mode Cruising, Dan Mode Assisting. Mode Operasi Tugboat Yang Berbeda – Beda Mengakibatkan Konsumsi Bahan Bakar Tidak Optimal. Salah Satu Alternative Untuk Mengatasi Hal Tersebut Adalah Dengan Menggunakan System Tenaga Penggerak Hybrid Atau Hybrid Propulsion System. Hybrid Propulsion System Adalah Konfigurasi Permesinan Dengan Dua Sistem Tenaga Penggerak. Sistem Tenaga Penggerak Hybrid Bekerja Pada Setiap Mode Operasi Dari Tugboat Untuk Mengoptimalkan Kerja Dan Konsumsi Bahan Bakar Penggerak Utama. Hybrid Propulsion System Tersusun Dari 2 Mesin Diesel Dan 2 Motor Listrik. Dengan Menggunakan System Tenaga Penggerak Hybrid Dapat Menghemat Bahan Bakar Hingga 30 % Dari Permesinan Konvensional.
Analisa Teknis Perancangan Turbin Pada Turbocahrger Menggunakan CFD Intan Essy Pandini; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12168

Abstract

Fungsi tambahan dari Turbocharger terhadap motor yakni dapat mengurangi SFOC (Specific Fuel Oil Consumption), memperkecil getaran, serta meningkatkan efisiensia. Prinsip kerja dari turbocharger adalah gas buang dari mesin diesel dialirkan menuju gas inlet cashing untuk menggerakan turbin turbocharger, setelah turbin bergerak aliran fluida akan keluar melalui gas outlet cashing. Karena turbin berputar maka shaft turbin yang telah terhubung dengan kompresor otomatis akan memutar impeller kompresor tersebut. Sehingga mengakibatka udara luar masuk melalui air inlet casing, akibat putaran kompresor fluida gas menjadi bertekanan dan dapat mensuplay ke mesin diesel tersebut. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas tentang analisa teknis perancangan turbin turbocharger dengan mevariasikan nilai putaran turbin sejumpah 5000 rpm,10000 rpm, 15000 rpm, 20000 rpm 25000 rpm dan 30000 rpm. Sedangkan mass flow rate fluida disesuaikan dengan exhaust gas mass flow rate berdasarkan kondisi engine 100%, 85%, 75 % sedangkan nilai mass flow rate sebesar 1.7 kg/s, 1.45 kg/s dan 1.28 kg/s. Jumlah blade dan diameter blade telah ditentukan dan tidak mengubah sudut setiap putaran turbin. Analisa menggunakan Computational Fluids Dynamics (CFD) dengan memasukan nilai-nilai yang telah ditentukan. Dengan menghasilkan putaran RPM ketika engine power sebesar 75% maka putaran 18944 RPM,Ketika engine power sebesar 85% maka putaran 22346 RPM.,Ketika engine power sebesar 100% sebesar 26956 RPM.
Performansi Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan MC22 Dan R407F Sebagai Alternatif Refrigeran Ramah Lingkungan Dengan Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Agung Dwi Perkasa
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.13181

Abstract

Dewasa ini, pengaruh pemakaian refrigeran tidak hanya masalah potensi kerusakan ozon (ODP) dan efek pemanasan permukaan bumi (GWP), tetapi juga mencakup pada masalah efisiensi energi. Bersamaan dengan faktor ODP dan GWP, diupayakan alternatif pengganti refrigeran halo-karbon yang dapat meningkatkan penghematan energi. Data penelitian kali ini didapatkan dengan melakukan pengujian pada peralatan sistem refrigerasi di laboratorium pendingin dan pengkondisian udara, dengan menguji performa sistem refrigerasi  cascade menggunakan intermediate tipe PHE yang menggunakan refrigeran MC22 di high stage dan R407F di low stage. Variasi yang dilakukan adalah laju pengeluaran kalor pada kondensor dengan mengatur kecepatan aliran udara fan yang melalui kondensor yaitu mulai dari kecepatan 1, 2, 3, 4, 5. Hasil yang didapatkan dari performansi studi eksperimen ini adalah pada variasi kecepatan fan tertinggi 2,8 m/s, coefficient of performance sistem sebesar 1.70, kapasitas refrigerasi sebesar 1,34 kW, heat rejection ratio sistem sebesar 1.63, temperatur evaporator LS sebesar -42.48 °C, dan temperatur kabin terendah sebesar -35.22 °C, dan nilai effectiveness alat penukar kalor tipe plate heat exchanger sebesar 95.93%.
Pemodelan Sistem Hidrolis Terhadap Variasi Tinggi Gelombang Air Laut Pada Sistem Wave Energy Hyperbaric Converter (WEHC) Frengki Mohamad Felayati; Taufik Fajar Nugroho; Sutopo Purwono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12513

Abstract

Perbedaan karakteristik gelombang berpengaruh terhadap listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Termasuk WEHC (Wave Energy Hyperbaric Converter) dalam instalasinya perlu dianalisa aliran energi terhadap variasi tinggi gelombang air laut dan mengetahui tinggi gelombang optimum untuk instalasinya. Sistem ini bekerja dengan sub sistem antara lain buoy, arm, hydraulic pump, hyperbaric accumulator, hyperbaric chamber, dan turbin pelton. Sistem bekerja secara tertutup dengan menggunakan fluida fresh water. Implementasi dari converter ini yaitu di daerah pantai curam atau dengan rekayasa struktur yang sesuai. Pembuatan simulasi menggunakan MATLAB Simulink dengan memvariasikan tinggi gelombang laut antara 1 – 2 m dan periode gelombang 5 – 7 m. Rancangan sistem ini menghasilkan daya terkecil 8.8 kW yaitu pada periode gelombang 7 s dan tinggi gelombang 1 m. Sedangkan daya terbesar yaitu 24.9 kW pada periode gelombang 5 s dan tinggi gelombang 2 m dengan efisiensi sebesar 82.8%.
Pengujian Karakteristik Kerja Pada Low Stage Sistem Refrijerasi Cascade Dengan Refrijeran R-407f Sebagai Alternatif Ramah Lingkungan Dari R-404a Dengan Variasi Beban Pendinginan Ruben Indurain Pinnata; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.5 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12593

Abstract

Sistem refrijerasi Cascade terdiri dari dua sistem refrijerasi uap tunggal dimana evaporator dan kondensor dari kedua sistem tunggal digabungkan pada sebuah intermediate heat exchanger. Sistem refrijerasi Cascade menggunakan dua jenis refrijeran temperature tinggi dan temperatur rendah dimana R-404a paling banyak digunakan di Indonesia sebagai refrijeran temperatur rendah ini. Meskipun banyak digunakan, R-404a memiliki Global Warming Potential yang tinggi sehingga penggunaan refrijeran alternatif yang mampu bekerja di sistem R-404a namun tetap menghasilkan performa yang baik perlu untuk dicari. Pada penelitian ini, R-407f yang diklaim cocok [1] sebagai refrijeran pengganti dan memiliki kadar GWP [2] yang rendah digunakan sebagai refrijeran alternatif. Data pada eksperimen yang dilakukan ini didapatkan dari mesin sistem refrijerasi Cascade, sistem refrijerasi dua tahap dimana pada High stage digunakan refrijeran Musicool-22 (propane) dan menggunakan R-407F pada Low stage. Karakteristik kerja evaporator low stage diukur pada keadaan tanpa beban, dengan penambahan beban yaitu heater yang dialiri tegangan 0, 120, 180 dan 240 Volt. Hasil yang didapatkan dari pengujian eksperimen ini adalah sistem cascade dengan R407f sebagai refrijeran tanpa mengganti komponen lainnya beroperasi dengan lebih baik. Dari pengujian didapatkan bahwa sistem memerlukan laju masa R407f yang lebih rendah sehingga lebih hemat pada rata-rata 0.001 kg/s, Temperatur terendah evaporator mencapai -42.5°C dan temperatur kabin -35.15°C, Kompresor membutuhkan daya yang lebih rendah sehingga koefisien prestasi rata-rata yang didapatkan adalah 1.32 sementara rasio pembuangan kalor yang didapat lebih mendekati angka 1 yaitu 1.74. Efektivitas dari evaporator low stage yang didapat secara rata-rata 99.99%, daya keluaran kompresor LS minimum adlaah 75[W] dan maksimum 150[W] sementara efisiensi isentropis kompresor LS maksimum 59.41%.
Pengaruh Perbandingan Rasio Inlet Dan Oulet Pada Tabung Reservoir Oscillating Water Column (Owc) Menggunakan Fluida Cair Mochammad Abdul Aziz; Toni Bambang Musriyadi; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.236 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12686

Abstract

Untuk menjaga ketersediaan energi listrik maka diperlukan suatu alternatif pembangkit listrik yang menggunakan energi yang ramah lingkungan dan bisa diperbarui. Salah satu tenaga alternative adalah tenaga air. Salah satunya menggunakan sistem Oscillating Water Column (OWC). Komponen utama yang menggerakkan generator karena terkena energi potensial air laut yang tersimpan di reservoir dan mendapatkan supply atau asupan akibat energi kinetik gelombang yang kemudian diarahkan untuk mengisi reservoir pada Oscillating Water Column (OWC). Metode pengerjaan yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan video perlambatan 250 fps dengan tujuan membantu penulis dalam analisa. Berdasarkan hasil perhitungan data menunjukkan ketika rasio antara diameter pipa inlet dan outlet serta ditunjukkan dalam grafik bahwa semakin besar rasio maka akan semakin tinggi juga kecepatan yang di hasilkan. Daya yang di dapat juga membuktikan bahwa semakin besar kecepatan yang di dapat maka semakin besar juga daya yang di hasilkan. Kata Kunci: Oscillating Water Collumn (OWC), Rasio inlet dan outlet Fluida,Reservoir,Tabung