cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 70 Documents clear
Analisa Highest And Best Use (Hbu) Pada Lahan Kosong Nomor 52-58 Di Jalan Dinoyo Surabaya Muhammad Rizal Azinuddin; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.79 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.6790

Abstract

Pada Jalan Dinoyo terdapat lahan kosong yang berfungsi sebagai lahan parkir. Lahan ini terletak pada lokasi yang terdapat pemukiman penduduk, perkantoran, pertokoan, dan Universitas. Berdasarkan potensi yang ada, lahan seluas ± 3145 m2 ini dapat dikembangkan menjadi properti lain tanpa menghilangkan fungsi awal sebagai lahan parkir. Analisa lahan kosong ini menggunakan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis ini meliputi empat hal pokok yaitu, analisis kelayakan secara fisik (physically feasible), analisis kelayakan secara peraturan (legally permissible), analisis kelayakan secara keuangan (financially feasible), dan analisis produktivitas yang maksimal (maximally productive). Berdasarkan hasil analisa, alternatif properti yang memungkinkan dibangun pada lahan tersebut adalah hotel, pertokoan, dan gedung perkantoran. Dari alternatif properti tersebut, alternatif yang bisa meningkatkan nilai lahan dan merupakan produktivitas maksimum adalah alternatif hotel dengan nilai lahan sebesar Rp 13.088.424/m2.
Analisa Pembiayaan Investasi Properti Perkantoran di Jakarta Selatan Anita Maulanasari; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.944 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10551

Abstract

Salah satu karakteristik dari proyek adalah selalu memerlukan biaya investasi yang relatif besar untuk pendanaan. Pendanaan proyek biasanya dengan modal sendiri dan pinjaman jangka panjang dengan komposisi tertentu. Pendanaan dengan metode seperti ini seringkali mengakibatkan cost of capital yang tidak optimal sehingga kurang menguntungkan perusahaan. Paper ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pembiayaan yang paling menguntungkan dalam proyek pembangunan Properti Perkantoran Nifarro Office Tower- Sky18 menggunakan 4 alternatif yaitu 100% modal sendiri, 60% modal sendiri dan 40% pinjaman, 50% modal sendiri dan 50% pinjaman, serta 40% modal sendiri dan 60% pinjaman. Metode yang digunakan untuk menentukan biaya modal yang paling ringan adalah WACC (Weight Average Cost of Capital), yang kemudian akan dicari (Net Present Value)  dan IRR (Internal Rate Of Return) dari arus kas. Dari hasil perhitungan NPV akan didapatkan ROR (Rate Of Return) dan ROE (Return Of Equity) yang digunakan untuk memperoleh peluang keuangan (Leverage) dari besarnya komposisi hutang yang masih meringankan pengembalian modal. Berdasarkan hasil analisa cost of capital yang paling ringan yaitu 40% modal sendiri dan 60% pinjaman dengan nilai 11.69%, NPV sebesar Rp 302,164,947,669 dan IRR 75% serta memiliki tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan dalam keadaan harapan pengembalian modal sendiri lebih besar dari pada pinjaman. Sedangkan jika bunga pinjaman lebih besar daripada harapan pengembalian modal sendiri maka alternatif pembiayaan yang dipilih adalah dengan 100% modal sendiri yang memiliki cost of capital paling ringan sebesar 10.02% dengan nilai NPV sebesar Rp 282,087,757,189 dan IRR 25%, tetapi pada 100% modal sendiri tidak memberikan tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan atau yang paling positif.
ANALISA BIAYA TETAP DAN VARIABEL PADA PENETAPAN HARGA POKOK SEWA APARTEMEN DI YOGYAKARTA Gracea Elyda Safaret Sembiring; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.586 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10747

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang banyak di datangi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Sebagian besar mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di kota ini tinggal untuk sementara yaitu selama masa pendidikan mereka. PT Jogjakarta Artha Makmur melihat masalah ini sebagai peluang untuk berinvestasi, maka dari itu PT Jogjakarta Artha Makmur membangun sebuah apartemen yang bernama Student Castle Apartement. Dalam membangun sebuah apartemen jelas ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membangun apartemen ini harus dikembalikan dengan harga pokok sewa, oleh sebab itu biaya tetap dan biaya variabel akan mempengaruhi harga pokok sewa. Tujuan Tugas Akhir ini untuk mengetahui berapa harga pokok sewa untuk setiap tipe per unit per tahun pada Student Castle Apartement berdasarkan simulasi keuntungan yang ditetapkan. Penetapan harga pokok sewa dilakukan menggunakan metode analisa titik  impas melalui analisa biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi dengan margin keuntungan yang ditetapkan yaitu 10%, 20%, dan 30% pada setiap tipe per unit  per tahun. Dari hasil analisa yang dilakukan, didapatkan harga pokok sewa tipe studio dengan margin profit 10% adalah Rp 20,600,157.72 /unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 22,472,899.33/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 24,345,640.94/unit/tahun. Tipe Studio Deluxe dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah 24,250,092.90/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 26,454,645.80/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 28,659,200.70/unit/tahun. Tipe 1BR dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah Rp 39,986,855.31/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 43,622,023.98/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 47,257,192.64/unit/tahun. Dan tipe 2BR dengan margin profit 10% maka harga pokok sewanya adalah Rp 53,583,341.60/unit/tahun, margin profit 20% maka harga pokok sewanya adalah Rp 58,454,554.47/unit/tahun dan margin profit 30% maka harga pokok sewanya adalah Rp 63,325,767.34/unit/tahun.
Penilaian Tingkat Keberlanjutan Kawasan Pantai Timur Surabaya sebagai Kawasan Konservasi Berkelanjutan Yani Wulandari Wulandari; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10834

Abstract

Kawasan Pantai Timur Surabaya memiliki peran yang sangat penting bagi Kota Surabaya, yaitu  sebagai penjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan peran ekologis sebagai barier alami dari proses abrasi dan intrusi air laut, sehingga perlu dijaga keberlanjutannya. Penilaian keberlanjutan pada Kawasan Pantai Timur Surabaya dilakukan dengan tahapan : 1) mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan dengan teknik analisis regresi linier berganda dan 2) menilai tingkat keberlanjutan kawasan konservasi berdasarkan variabel yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penilaian keberlanjutan dilakukan pada semua variabel yang berpengaruh dari tiap aspeknya dan hasil penilaian tingkat keberlanjutan Kawasan Pantai Timur Surabaya adalah cukup berkelanjutan.
Arahan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Rumput Laut di Pulau Poteran, Kabupaten Sumenep Norul Fajariyah; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.968 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10836

Abstract

Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan laut, Pulau Poteran merupakan penghasil rumput laut yang melimpah di kabupaten Sumenep, Madura. Akan tetapi sulitnya pemasaran hasil budidaya rumput laut serta belum terdapatnya industri pengolahan hasil budidaya rumput laut di Pulau Poteran mengakibatkan jatuhnya harga rumput laut yang berpengaru hterhadap kesejahteran ekonomi masyarakat Pulau Poteran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Klaster pengembangan ekonomi local rumput laut di Pulau Poteran. Dilakukan dua  tahapan analisis dalam penelitian ini. Untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dalam mendukung pengembangan ekonomi rumput laut di Pulau Poteran menggunakan analisis Likert  yang kemudian diteruskan dengan Analisis Faktor yiatu Confirmatory Factor Analysis, dari hasil analisis konfirmatori faktor didapat 4 faktor yang berpengaruh, yaitu faktor Sumber Daya Manusia, Produksi, Kelembagaan/Institusi, serta Sarana dan Prasana. Sselanjutnya Analisis untuk mengidentifikasi Klaster pengembangan ekonomi rumput laut di tiap desa Pulau Poteran menggunakan teknik analisis Klaster (Hierarchy Cluster). Hasil analisis tersebut didapatkan 3 klaster pengembnagan, yaitu: Kalster 1merupakan wilayah pemasaran, Klaster 2 merupakan wilayah pembudidayaan dan pengolahan, serta Klaster 3 termasuk Wilayah pendukung pembudidayaan.
Faktor Penentu Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Di Kabupaten Sidoarjo melalui Pengembangan Ekonomi Lokal Sayyidatu Ulish Shofa; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.009 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10863

Abstract

Wilayah bagian timur Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi pengembangan sub sektor perikanan, khususnya Kecamatan Candi, Sedati, Sidoarjo, Buduran, Jabon, dan Waru. Potensi tersebut belum didukung pengembangan industri pengolahan perikanan secara optimal sehingga belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Industri pengolahan perikanan masih bersifat sederhana, marketshare terbatas, dan belum ada kemitraan usaha. Pendekatan pengembangan ekonomi lokal menjadi bentuk pengembangan yang cocok dalam permasalahan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengembangan ekonomi lokal. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor penentu pengembangan industri melalui teknik analisis konten dan CFA (Confirmatory Factor Analysis). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 faktor penentu pengembangan industri pengolahan perikanan, yaitu sumberdaya, kelembagaan, ekonomi, pasar dan pemasaran, transportasi, serta sarana dan prasarana pendukung pengolahan perikanan.
Arahan Peningkatan Daya Saing Daerah Kabupaten Kediri Eka Putri Anugrahing Widi; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.794 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10864

Abstract

Kabupaten Kediri memiliki daya saing kurang optimal yang disebabkan oleh faktor perekonomian daerah dan sumber daya manusia. Namun, terdapat faktor lain yang juga menjadi penyebabnya yang memiliki keterkaitan dengan faktor perekonomian daerah dan sumber daya manusia. Dengan demikian, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Kabupaten Kediri berdaya saing kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan peningkatan daya saing daerah Kabupaten Kediri. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan tiga tahapan analisis yaitu pertama, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh meningkatkan daya saing daerah Kabupaten Kediri menggunakan alat analisa   Confimatory Factor Analysis. Kedua, menganalisis faktor prioritas dalam peningkatan daya saing daerah Kabupaten Kediri menggunakan alat analisa  Analytic Hierarchy Process. Ketiga, menentukan arahan peningkatan daya saing daerah Kabupaten Kediri menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam peningkatan daya saing daerah Kabupaten Kediri yaitu, perekonomian dan keuangan daerah, SDM dan ketenagakerjaan, infrastruktur dan SDA, serta lingkungan usaha produktif. Dari keempat faktor tersebut yang menjadi prioritas pertama dalam peningkatan daya saing daerah Kabupaten Kediri adalah faktor SDM dan ketenagakerjaan. Selanjutnya, faktor lingkungan usaha produktif sebagai prioritas kedua, faktor infrastruktur dan SDA sebagai prioritas ketiga, dan faktor perekonomian dan keuangan daerah sebagai prioritas terakhir.
Penentuan Rute Angkutan Umum Optimal Dengan Transport Network Simulator (TRANETSIM) di Kota Tuban Any Riaya Nikita Ratriaga; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.809 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10890

Abstract

Seiring perkembangan ekonomi, jumlah penduduk yang mendiami Kota Tuban terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menimbulkan dampak terhadap kegiatan di beberapa ruas jalan pada Kota Tuban. Perkembangan permukiman yang ekspansif ke pinggiran Kota Tuban juga menimbulkan bangkitan-bangkitan pergerakan baru.. Sirkulasi angkutan umum yang terdapat di Kota Tuban memiliki kondisi eksisting yang belum mencakup keseluruhan zona yang menjadi bangkitan dan tarikan pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute angkutan umum yang optimal untuk Kota Tuban. Untuk itu, dilakukan tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut. Tahap pertama adalah mengukur bangkitan dan tarikan pergerakan tiap zona dengan matriks asal-tujuan. Tahap selanjutnya adalah melakukan pembobotan terhadap faktor-faktor penentu rute angkutan umum dengan teknik analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice. Tahap terakhir adalah menentukan rute angkutan umum yang optimal menggunakan software Transport Network Simulator (TRANETSIM). Berdasarkan analisis yang digunakan dalam tahapan penelitian, hasil yang diperoleh yaitu rute Terminal Kambang Putih – Desa Tunah (PP), Desa Tunah – Terminal Kambang Putih (PP), Terminal Kambang Putih – Desa Semanding (PP), serta Desa Semanding – Desa Tunah (PP).
Pengembangan Kawasan Agrowisata melalui Pendekatan Community Based Tourism di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Atras Radifan Puspito; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.138 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10900

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Batu Tahun 2010-2030, Kecamatan Bumiaiji ditetapkan wilayahnya sebagai pusat pengembangan kegiatan agrowisata khususnya di Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, dan Desa Pandanrejo dengan komoditas yang berbeda. Hal tersebut juga didukung oleh potensi baik dari sisi keindahan alam maupun karakter masyarakat lokal. Namun faktanya agrowisata masih belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat selaku pengelola utama yang kemudian berdampak pada aspek lainnya. Untuk itu diperlukan penelitian untuk dapat mengetahui faktor – faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agrowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu berbasiskan community based tourism yang mengedepankan peran masyarakat lokal dalam meningkatkan pendapatan mereka sebagai petani sekaligus pelaku agrowisata. Dalam proses analisa tersebut digunakan salah satu teknik analisa faktor yaitu confirmatory factor analysis (CFA) dengan hasil kuisioner skala likert sebagai input. Hasil akhir dari penelitian ini faktor - faktor pengembangan kawasan agrowisata di Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, dan Desa Pandanrejo berdasarkan kelima dimensi konsep community based tourism yaitu lingkungan budaya, hubungan integrasi, sarana prasarana, kelembagaan, dan pengembangan masyarakat.
Kriteria Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Kebutuhan Oksigen di Kota Malang Maria Febriana Bewu Mbele; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10901

Abstract

Pemenuhan RTH publik 20% adalah tetapan yang dianggap kaku, sebaiknya pemenuhan RTH publik juga memperhitungkan fungsi ekologisnya yaitu sebagai produsen oksigen. Terdapat kemungkinan Kota Malang membutuhkan RTH publik kurang atau bahkan lebih dari tetapan 20%. Oleh sebab itu perlu dilakukan perhitungan kebutuhan RTH publik di Kota Malang berdasarkan kebutuhan oksigen. Untuk mengoptimalkan fungsi ekologis RTH maka perlu didapatkan kritera-kriteria penyediaan RTH publik di Kota Malang. Langkah pertama adalah menghitung luas RTH publik berdasarkan kebutuhan O2 tiap BWK  Malang, kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan RTH publik menggunakan metode delphi, dan merumuskan kriteria penyediaan RTH publik di berdasarkan kebutuhan O2 secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa berdasarkan fungsi ekologisnya sebagai produsen oksigen, luas RTH yang dibutuhkan Kota Malang lebih dari 20% dari luas wilayahnya.Kata Kunci: