cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 57 Documents clear
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Komoditas Unggulan Hortikultura di Kawasan Agropolitan Ngawasondat Kabupaten Kediri Dwi Agustina Wantika Sari; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.538 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14195

Abstract

Kawasan agropolitan Ngawasondat merupakan salah satu kawasan agropolitan di Kabupaten Kediri yang memiliki potensi sumberdaya alam yang baik untuk dikembangkan. Kawasan agropolitan Ngawasondat terdiri dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Ngancar, Wates, Plosoklaten, Ringinrejo, dan Kandat. Terdapat komoditas unggulan kawasan agropolitan Ngawasondat terutama pada sub sektor hortikultura buah-buahan yaitu nanas dan pepaya. Namun dikarenakan belum adanya integrasi yang optimal antara kegiatan on farm dengan off farm maka diperlukan suatu upaya untuk dapat meningkatkan produksi dari komoditas unggulan yang menunjang pendapatan dan nilai tambah bagi kawasan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis LQ dan SS untuk mengidentifikasi komoditas unggulan hortikultura buah-buahan kawasan agropolitan Ngawasondat di setiap kecamatan. Input data yang digunakan pada perhitungannya adalah nilai produksi masing-masing komoditas di setiap kecamatan dan nilai produksi komoditas total. Selanjutnya dilakukan teknik analisis Delphi berdasarkan opini/pendapat dari stakeholders penelitian untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat. Sehingga faktor-faktor yang didapat dari hasil analisis Delphi adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan komoditas unggulan kawasan. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sepuluh faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat yaitu daya dukung fisik, karakteristik petani, sarana dan prasarana, aksesibilitas, kelembagaan, keterkaitan kegiatan on farm dengan off farm, teknologi, kebijakan, kepemilikan modal, dan kemitraan.
Variabel Prioritas Pengembangan Sentra Industri Batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember Heru Purwadio; Prasetyo Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.13789

Abstract

Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember memiliki budaya kerajinan batik yang telah berkembang secara turun-temurun sejak tahun 1935, dan berkembang menjadi sebuah industri pada tahun 1965. Sejak sekitar tahun 1985 industri-industri batik di kawasan tersebut mengalami penurunan bahkan kebangkrutan akibat permasalahan seperti permodalan, tenaga kerja, infrastruktur, bahan baku dan belum layak disebut sebagai sebuah sentra industri. Agar tidak mengalami penuruan yang lebih jauh lagi, industri batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember memerlukan sebuah arahan pengembangan sentra industri batik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan variabel prioritas yang mempengaruhi pengembangan sentra industri di kawasan tersebut. Untuk memperoleh variabel prioritas tersebut, terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sentra industri batik dengan menggunakan teknik Analisa Triangulasi. Setelah itu, langkah berikutnya adalah melakukan pembobotan dengan mengaplikasikan teknik analisa Analytical Hierarchy Process (AHP), yang selanjutnya dikombinasikan dengan Rumus Sturgess dalam penyajian datanya. Dan dari hasil analisa-analisa tersebut, diketahui bahwa variabel prioritas yang mempengaruhi pengembangan sentra industri batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember antara lain: Prioritas 1 adalah kualitas tenaga kerja; Prioritas 2 adalah modal; Prioritas 3 meliputi jaringan penjualan, bahan baku, kelengkapan prasarana; Prioritas 4 meliputi lokasi sentra terhadap pengrajin, kuantitas tenaga kerja; Prioritas 5 meliputi lokasi sentra terhadap pasar, pelaku usaha, koperasi/lembaga keuangan, kebijakan pemerintah, kelengkapan sarana, jaringan bahan baku, omzet, lokasi sentra terhadap penyedia bahan baku, program pelatihan, organisasi pengrajin batik
Studi Implementasi Reparasi Kapal Berbasis Keandalan untuk Galangan Kapal Ahmad Muhtadi; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.223 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15789

Abstract

Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk memperbaiki kondisi keandalan pada perbaikan kapal di galangan kapal saat ini dengan melakukan pendekatan implementasi keandalan. Dengan pendekatan ini peneliti melakukan penyelesaian masalah ketidakandalan dan implementasi keandalan pada reparasi/perbaikan kapal di galangan kapal. Pertama, dilakukan kunjungan ke galangan untuk mencari kondisi keandalan pada proses dan hasil perbaikan kapal. Kegiatan yang dilakukan berupa pengambilan data docking repair list kapal dan diskusi tentang aktifitas perbaikan kapal yang dilakukan di galangan kapal. Kedua, data yang didapat kemudian diolah berdasarkan teori Reliability Analysis dan teknik Root Cause Analysis. Ketiga, hasil dari pengolahan data dianalisa untuk mendapatkan model identifikasi ketidakandalan pada perbaikan kapal. Model ini digunakan sebagai landasan untuk melakukan mitigasi dan implementasi keandalan pada perbaikan kapal. Setelah mitigasi dan implementasi dilakukan, diciptakanlah sebuah bagan alur pengimplementasian beserta target dan strategi implementasi pada perbaikan kapal. Hasil yang didapatkan dari  tugas akhir ini berupa kerangka kerja peningkatan keandalan pada galangan kapal yang berisi identifikasi faktor SDM, Material, Sarana & Prasarana, SOP, Kondisi Lapangan, dan desain
Analisis Sloshing 2D pada Dinding Tangki Tipe Membran Kapal LNG Akibat Gerakan Rolling di Gelombang Regular Ericson Estrada Sipayung; IKetut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.448 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15797

Abstract

Pemakaian kapal sebagai sarana distribusi LNG ke berbagai wilayah merupakan salah satu cara yang menguntungkan dan efisien. Penggunaan kapal sebagai sarana distribusi LNG membuat hal-hal yang berhubungan dengan tangki kapal menjadi menarik untuk diteliti. Salah satu yang paling banyak diteliti adalah fenomena sloshing. Simulasi gerakan fluida pada tanki dilakukan dalam time-domain. Gelombang pada saat kapal berlayar di laut tidak dapat diprediksi dengan akurat. Gelombang yang datang dengan sudut hadap 90o (beam sea) dapat menimbulkan gerakan rolling yang sangat berpengaruh pada gerakan fluida di dalam tangki atau sering disebut fenomena sloshing. Gerakan fluida ini menimbulkan gaya berupa tekanan pada dinding tangki berupa dynamic pressure. Tangki jenis membrane banyak digunakan pada kapal LNG. Sehingga, banyak penelitian yang berkaitan dengan tangki membrane. Tangki membrane dimodelkan 3D dengan menggunakan software maxsurf yang berukuran panjang 32.46 m, tinggi 27.32 m dengan lebar moulded belakang 39.17 m, lebar belakang bagian bawah 31.29 m, lebar belakang bagian atas 31.29 m. lebar moulded depan 39.17 m, lebar depan bagian bawah 31.29 m, lebar depan bagian atas 31.29 m. Volume cairan LNG divariasikan dengan 3 (tiga) ketinggian yaitu ketinggian cairan 30% dari tinggi tangki, 50% dari tinggi tangki, dan 80% tinggi tanki. Analisa dilakukan dengan menggunakan software Ansys Fluent dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Dari hasil analisa dengan ansys fluent dapat disimpulkan bahwa dynamic pressure terbesar terjadi pada filling level 30% H dalam tanki yaitu sebesar 16513.720 Pa yang terjadi pada bagian kanan dinding tanki pada ketinggian 8,655 m dari dasar tank
STUDI KASUS : PENERAPAN ENERGY SAVING DEVICE DALAM RANGKA MENAIKKAN EFISIENSI THRUST PADA KAPAL TANKER PERTAMINA 40000 LTDW Garry Raditya Putra; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15815

Abstract

Energy Saving Devices (ESD) merupakan alat yang berfungsi menekan hambatan gesek yang terjadi pada buritan kapal, sehingga energi yang dikeluarkan oleh mesin kapal tidak mengalami loss energy yang cukup berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Alat ini dipasang di sekitar propeler, yang tujuannya untuk mengurangi kavitasi pada daerah propeler sehingga hambatan yang dialami oleh kapal dapat berkurang. PT. Pertamina (PERSERO) selaku BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas, membutuhkan kapal tanker yang efisien dalam hal konsumsi bahan bakar. Dari kasus ini, kemudian dicari model ESD yang akan dipakai untuk kapal tanker, mengetahui efisiensi dari ESD dan perbandingan hambatan sebelum dan setelah dipasang ESD.
Desain Self-Propelled Oil Barge (SPOB) Untuk Distribusi Crude Oil di Kabupaten Sorong, Papua Barat Nandika Bagus Prayoga; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.257 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15822

Abstract

Papua Barat merupakan provinsi penghasil minyak bumi yang ada di Indonesia bagian timur, salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah di Kabupaten Sorong. Dengan dikenal sebagai julukan kota minyak, kabupaten yang memiliki ibukota dengan nama Sorong tersebut memiliki 350 sumur minyak dan mampu memproduksi sekitar 3.321.698.000 barrel per tahun [1]. Dari hasil tersebut menjadikan produksi minyak bumi sebagai penyumbang devisa daerah terbesar setelah sektor perikanan dan industri kayu. Jalur distribusi minyak bumi daerah kabupaten Sorong terdapat di sepanjang selat yang memisahkan antara Pulau Papua dan Pulau Salawati. Berdasarkan dampak turunnya harga minyak dunia dan dilakukan langkah penghematan pengeluaran biaya perusahaan, maka dibutuhkan suatu inovasi alat transportasi pengangkutan minyak bumi dari yang selama ini hanya menggunakan tongkang yang ditarik oleh kapal tunda. Self-Propelled Oil Barge (SPOB) diharapkan menjadi inovasi solusi yang cukup baik dalam hal sarana transportasi minyak bumi di daerah Kabupaten Sorong. Dengan mencari rata-rata payload dari hasil perhitungan optimasi penentuan rute distribusi dengan metode Traveling Salesman Problem, yang  selanjutnya akan dijadikan nilai owner requirement. Lalu dengan menggunakan metode optimation design approach, Self-Propelled Oil Barge dihitung dan dirancangan dengan beberapa batasan untuk mencari nilai pembangunan kapal yang paling minimum. Dari proses optimasi didapatkan ukuran utama barge adalah L = 70.31 m, B = 12 m, H = 5.50 m, T = 4.40 m.
Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Kapal Ikan 30GT Konstruksi FRP Menggunakan Metode Laminasi Vacuum Infusion Rengga Eka Putra Atmanegara; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Mohammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.608 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15827

Abstract

Produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP di Indonesia masih menggunakan metode laminasi hand lay up. Metode hand lay up memiliki kekurangan pada kebutuhan jam orang dan kualitas produksi. Metode vacuum infusion merupakan salah satu metode laminasi fibreglass yang memiliki keunggulan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk menganalisis secara teknis dan ekonomis produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP menggunakan metode laminasi vacuum infusion. Pertama, produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP diobservasi. Kedua, data produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP dikumpulkan. Ketiga, menganalisis teknis dan ekonomis pembangunan kapal ikan 30GT konstruksi FRP metode laminasi hand lay up dan vacuum infusion yang telah dilakukan. Hasil dari penerapan metode vacuum infusion pada produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP mengalami pengurangan sebesar 7,26%. Kualitas produksi vacuum infusion lebih baik 22,83% dibandingkan hand lay up. Dari hasil analisis ekonomis, biaya produksi kapal ikan 30GT konstruksi FRP metode laminasi vacuum infusion lebih mahal 12,9% dari pada metode laminasi hand lay up. Produktivitas tenaga kerja metode laminasi vacuum infusion lebih tinggi 24,94% dari pada metode laminasi hand lay up. Pembangunan galangan kapal konstruksi FRP metode vacuum infusion membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 14.383.141.000 dan Payback Period (PP) pada tahun ke-10.
ANALISIS CFD HAMBATAN LAMBUNG KAPAL TRIMARAN ASIMETRIS FLAT SIDE INSIDE DENGAN VARIASI JARAK ANTAR LAMBUNG SECARA MEMBUJUR Andrew Gibson; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15830

Abstract

Kapal dibuat dengan fungsi sebagai sarana transportasi untuk kebutuhan niaga maupun perang. Saat ini kebutuhan kapal cepat meningkat sehingga diperlukan kapal dengan bentuk multihull, salah satunya adalah kapal Trimaran. Kapal Trimaran merupakan kapal yang mempunyai 3 lambung, yaitu satu mainhull dan dua side-hull atau disebut juga outriggers sehingga mempunyai nilai stabilitas yang tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuat kapal Trimaran yang memiliki hambatan yang kecil sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari segi efisiensi mesin dan performa kapal yang baik. Berbagai bentuk badan kapal kemudian dikembangkan untuk mendapatkan desain lambung kapal Trimaran yang paling optimum salah satunya adalah kapal Trimaran flat side inside, yaitu sebuah konfigurasi baru dengan lambung yang memiliki bidang datar atau asimetris di dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan variasi letak stagger atau jarak antar lambung secara membujur (R/L) kapal Trimaran asimetris flat side inside yang menghasilkan hambatan paling kecil dengan menggunakan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Dengan melakukan variasi kecepatan yaitu 12, 14, 16, dan 22 knot dan variasi jarak antar lambung (R/L) dimana R merupakan jarak antar lambung secara membujur dan L adalah panjang kapal mainhull, yaitu untuk R/L = 0.1, R/L = 0.2 dan R/L = 0.3  pada ketentuan jarak antar lambung secara melintang (S/L) = 0.4 dapat dilihat pengaruh interaksi gelombang terhadap nilai hambatan gelombang kapal Trimaran asimetris flat side inside. Hasil pengujian didapatkan bahwa  model C dengan R/L = 0,3 dan S/L = 0,4 adalah variasi model paling baik dalam tugas akhir ini karena menghasilkan hambatan viscous dan hambatan total        terkecil dengan presentase yang dibandingkan dengan model awal masing-masing 7,137 % dan 24,965 %.
Studi Penerapan Kebijakan Subsidi Bunga pada Galangan Kapal untuk Pembangunan Kapal Ikan 30 GT Miftakhul Riza Risqi Fauzi; Sri Rejeki Wahyu Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.128 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15873

Abstract

Permasalahan galangan kapal dalam melakukan pembangunan kapal ikan adalah tidak mencukupinya modal kerja dan agunan sehingga galangan kapal tidak dapat melakukan pinjaman modal ke bank. Untuk itu diperlukan solusi berupa penerapan kebijakan subsidi bunga pada galangan kapal untuk pembanguan kapal ikan 30 GT. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk melakukan studi penerapan kebijakan subsidi bunga pada galangan kapal untuk pembangunan kapal ikan. Pertama, kondisi pembiayaan pembangunan kapal saat ini diidentifikasi. Kedua, skema kebijakan subsidi bunga diformulasikan. Ketiga, strategi penerapan kebijakan subsidi bunga disusun. Perhitungan dan simulasi subsidi bunga dilakukan menggunakan metode proyeksi alur kas. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa: Pembiayaan skema I menunjukkan bahwa galangan kapal mampu membayar dengan suku bunga 14 %, sehingga galangan kapal belum membutuhkan subsidi bunga tetapi membutuhkan bantuan penjaminan. Pembiayaan skema II menunjukkan bahwa galangan kapal hanya mampu membayar dengan suku bunga 6,4%, sehingga galangan kapal membutuhkan subsidi bunga 7,6% dan bantuan penjaminan. Pembiayaan skema III menunjukkan bahwa galangan kapal hanya mampu membayar dengan suku bunga 9,13%, sehingga galangan kapal membutuhkan subsidi bunga 4,87% dan bantuan penjaminan. Pembiayaan skema VI menunjukkan bahwa galangan kapal hanya mampu membayar dengan suku bunga 13,03%, sehingga galangan kapal membutuhkan subsidi bunga 0,97% dan bantuan penjaminan. Hasil dari penyusunan strategi penerapan menunjukkan bahwa: Sebelum penerapan, perlu adanya mediasi dari pemerintah kepada galangan kapal dan bank. Galangan kapal perlu mempersiapkan syarat kebijakan subsidi bunga. Bank perlu menyiapkan skema kebijakan subsidi bunga. Ketika penerapan, pemerintah perlu membuat mekanisme kredit pada kebijakan subsidi bunga yang melibatkan galangan kapal, Bank Pelaksana, Perusahaan Penjamin, owner, dan SIKP. Setelah penerapan, bank perlu membimbing galangan kapal dalam mengatur laba yang didapatkan.
Analisa Peningkatan Kualitas Layanan Jasa Reparasi Kapal Di Galangan Kapal Jawa Timur Rani Nurwanti; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.707 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15945

Abstract

Jawa Timur adalah daerah dengan banyak perusahaan galangan kapal dimana layanan jasa reparasi kapal menjadi salah satu jasa utama yang ditawarkan kepada pemilik kapal/perusahaan pelayaran. Kualitas layanan jasa reparasi dan tingkat kepuasan penggunanya sangat mempengaruhi keberlangsungan galangan kapal tersebut. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan jasa reparasi kapal berdasarkan penilaian pemilik kapal/perusahaan pelayaran yang pernah melakukan reparasi kapal di galangan kapal yang ada di daerah Jawa Timur. Pertama, dilakukan analisis kepuasan dan penilaian pemilik kapal/perusahaan pelayaran terhadap layanan jasa reparasi kapal di galangan kapal Jawa Timur yang mencakup empat variabel yaitu biaya reparasi, mutu pekerjaan, waktu reparasi, serta pelayanan dan fasilitas. Kedua, dilakukan analisis komponen galangan kapal yang mempengaruhi layanan jasa reparasi sehingga diketahui komponen yang memberikan konstribusi terhadap kepuasan dan penilaian pemilik kapal/perusahaan pelayaran. Ketiga, dihitung besarnya fasilitas yang perlu ditingkatkan berdasarkan keterlambatan dari pekerjaan reparasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistika deskriftif dan pembobotan dari setiap variabel yang dinilai. Hasil analisis menunjukan bahwa kedelapan galangan kapal di Jawa Timur yang dibagi kedalam tiga kategori berdasarkan kapasitasnya menunjukan perlu dilakukan peningkatan komponen penunjang layanan jasa reparasi kapal. Galangan kapal kategori A perlu meningkatkan fasilitas konstruksi sebesar 97% dan fasilitas bengkel outfitting sebesar 89%. Galangan kapal kategori B perlu meningkatkan fasilitas konstruksi sebesar 85,4%, fasilitas bengkel mesin sebesar 76,92%, fasilitas bengkel outfitting pipa sebesar 42,11%, fasilitas bengkel kayu sebesar 94,74%, fasilitas bengkel listrik sebesar 57,14%, dan faslitas bengkel fashar sebesar 100%. Sedangkan galangan kapal kategori C, fasilitas dengan peningkatan sebesar 100% yaitu faslitas docking, fasilitas lifting, dan fasilitas workshop, untuk fasilitas pendukung perlu ditingkatkan sebesar 60%.