cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Desain Maximum Power Point Tracking Untuk Turbin Angin Menggunakan Modified Perturb & Observe (P&O) Berdasarkan Prediksi Kecepatan Angin Dwiyan Anugrah Ernadi; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.818 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16170

Abstract

Perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan menjadi persoalan yang mendunia saat ini. Berbagai cara seperti kecerdasan buatan, algoritma peramalan dan optimasi kontrol dilakukan untuk mendapatkan hasil yang stabil dan dapat diaplikasikan pada masa yang akan datang. Pada buku tugas akhir ini akan dibahas mengenai implementasi Maximum Power Point Tracking (MPPT) pada sistem turbin angin skala kecil yang dikontrol menggunakan metode Modified Perturb & Observe (P&O) pada kontrol konverter buck berdasarkan nilai arus dan tegangan yang dihasilkan pada keluaran Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG). P&O merupakan metode yang paling banyak digunakan pada MPPT. Dengan modifikasi pada hal mendasar dari algoritma P&O, MPPT dapat menghasilkan daya optimal dan kecepatan yang lebih baik dalam pencarian nilai daya maksimum. Modifikasi pada metode P&O dapat dilakukan dengan cara menambahkan strategi kontrol dalam perubahan besarnya step dari duty cyle (∆D). Seiring dengan perubahan besarnya tegangan dan arus masukan pada MPPT, keluaran daya yang dihasilkan juga akan berubah-ubah. Perubahan daya tersebut akan memengaruhi perubahan ∆D. Dengan modifikasi metode P&O pada MPPT ini, osilasi daya keluaran pada turbin angin dapat diredam dengan baik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah turbin angin skala kecil menggunakan sistem MPPT berdasarkan metode Modified P&O dapat menghasilkan daya maksimum yang optimal dengan kecapatan tracking yang cepat. Efesiensi daya yang dihasilkan mencapai 97.3% dan waktu yang dibutuhkan kurang dari 20.3 detik.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI PENYEIMBANG BATERAI LITHIUM POLYMER BERBASIS DUAL INDUCTOR Darus Setyo Widiyanto; Heri Suryoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.752 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16171

Abstract

Baterai Lithium Polymer merupakan baterai yang banyak digunakan pada saat ini, baterai Lithium Polymer dapat mensuplai dengan arus yang tinggi hingga mencapai dua puluh kali kapasitasnya. Selain itu desain baterai Lithium Polymer lebih kecil dibangkan dengan baterai Lead Acid maupun Ni-CD dengan kapasitas yang sama. Akan tetapi baterai Lithium Polymer mempunyai beberapa kelemahan. Salah satunya yaitu dapat rusak jika overcharging dan over discharging. Pada alat – alat tertentu sel baterai Lithium Polymer disusun secara seri untuk menaikkan tegangannya. Penyusunan sel baterai secara seri membuat perbedaan tegangan saat charging maupun discharging pada masing – sel baterai. Perbedaan tegangan tersebut menyebabkan sel baterai tidak terisi penuh secara bersamaan sehingga menyebabkan overcharging pada sebagian sel baterai. Hal ini menyebabkan rusaknya sel baterai dan bisa menyebabkan baterai meledak. Pada penelitian ini akan didesain dan diimplementasikan Penyeimbang Baterai Lithium Polymer Berbasis Dual Inductor. Penyeimbang ini merupakan pengembangan dari Buck-boost converter dengan penambahan induktor dan flying capacitor . Hasil implementasi menunjukkan bahwa penyeimbang baterai dapat menyeimbangkan tegangan tiga sel baterai dengan perbedaan tegangan yang tinggi. Disamping itu desain alat ini lebih sederhana dibandingkan dengan metode lain sehingga mudah untuk diaplikasikan.
Desain Sistem Monitoring State Of Charge Baterai Pada Charging Station Mobil Listrik Berbasis Fuzzy Logic Dengan Mempertimbangkan Temperature Ahmad Faiz Farizy; Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.822 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16203

Abstract

Baterai memiliki peran penting dalam perkembangan kebutuhan energi. Peforma baterai yang baik, akan mendukung perangkat yang ditunjangnya. Energi yang dapat disimpan baterai jumlahnya terbatas, maka baterai akan mengalami siklus charge dan discharge. Proses charge dan discharge yang tidak tepat dapat menyebabkan peforma baterai menurun. Oleh karena itu manajemen baterai diperlukan agar peforma baterai dapat mencapai maksimal. Salah satu aspek manajemen baterai adalah pemantauan state of charge yang merupakan rasio kapasitansi energi yang tersedia dengan kapasitas energy maksimum. Salah satu metode untuk mengestimasi state of charge adalah metode fuzzy logic yaitu dengan menilai input dan output system dari hasil pengamatan. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan analisis dan monitoring baterai terkait proses charge discharge pada baterai agar diperoleh state of charge yang akurat sehingga membuat baterai tidak cepat rusak. Hasil monitoring dan analisis baterai menunjukkan bahwa state of charge pada baterai telah diukur secara akurat dan bisa memperkirakan kerusakan baterai. Akan tetapi pada tugas akhir ini masih belum dapat dilakukan perkiraan umur dan kerusakan baterai.  
Dynamic Economic Dispatch dengan Mempertimbangkan Kerugian Transmisi Menggunakan Metode Sequential Quadratic Program Dika Lazuardi Akbar; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.134 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16217

Abstract

Economic dispatch (ED) merupakan hal penting dalam kontrol dan operasi pada sistem tenaga. Fungsi utama dari ED adalah untuk menjadwalkan pembangkitan dari setiap pembangkit yang beroperasi untuk dapat memenuhi kebutuhan beban pada biaya pembangkitan paling minimal. ED konvensional hanya dapat digunakan untuk satu level beban. Dynamic economic dispatch (DED) adalah perubahan beban secara  real time pada sistem tenaga. DED merupakan pengembangan dari ED konvensional. DED digunakan untuk menentukan pembagian pembebanan unit pembangkit secara ekonomis dalam rentang waktu tertentu dari unit pembangkit. Parameter yang akan dipertimbangkan adalah kerugian transmisi dengan memenuhi batasan ramp rate.. Kerugian transmisi dapat mempengaruhi daya yang dibangkitkan oleh generator dan total biaya yang digunakan untuk pembangkitan daya. Untuk mendapatkan biaya yang optimal dengan melibatkan kerugian transmisi maka diperlukan proses optimal power flow (OPF). Proses OPF ini akan dilakukan terus menerus setiap perubahan interval (jam). Untuk melakukan proses OPF, digunakan metode sequential quadratic program (SQP). SQP merupakan metode pengembangan dari quadratic program yang dilakukan iterasi dalam setiap prosesnya. Aplikasi untuk melakukan proses dynamic economic dispatch dengan mempertimbangkan kerugian transmisi adalah MATLAB. Matpower yang merupakan toolbox program MATLAB akan digunakan untuk proses optimasi. Hasil dari simulasi menggunakan MATLAB, didapatkan total biaya untuk DED tanpa melibatkan kerugian transmisi lebih murah jika dibandingkan hasil DED dengan melibatkan kerugian transmisi dalam proses optimasi
Economic and Emission Dispatch Pada Sistem Transmisi Jawa Bali 500 kV Berdasarkan RUPTL 2015-2024 Menggunakan Modified Artificial Bee Colony Algorithm Dio Adya Pratama; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.864 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16233

Abstract

Biaya bahan bakar sebuah pembangkit termal merupakan fungsi beban pembangkit tersebut. Pada unit pembangkit termal pertambahan beban akan mendorong pertambahan jumlah bahan bakar per satuan waktu dan pada akhirnya akan meningkatkan pertambahan biaya per satuan waktu. Selain itu, beban listrik merupakan fungsi biaya pembangkitan, maka perlu dicari solusi untuk mengoperasikan unit-unit pembangkit secara optimum dengan menekan biaya bahan bakar seminimum mungkin namun tetap memperhatikan constraint operasional. Selain itu, tiap pembangkit thermal yang beroperasi menghasilkan emisi seperti Nitrogen oksida (NOx). Dengan demikian perlu adanya minimalisasi emisi yang dihasilkan oleh tiap pembangkit. Penggabungan kedua permasalahan di atas disebut dengan economic and emission dispatch. Pada tugas akhir ini menggunakan kasus kelistrikan pada sistem transmisi jawa bali 500 kV. Pada penelitian ini diaplikasikan Modified Artificial Bee Colony Algorithm (MABCA) untuk menghitung economic and emission dispatch. Simulasi dilakukan dengan menggunakan faktor pembobotan dan diketahui bahwa Pada kondisi W1=1 dan W2=0, maka biaya pembangkitan memiliki nilai yang paling murah namun memiliki emisi yang paling tinggi. Jika W1=0.5 dan W2=0.5, maka biaya pembangkitan dan emisi akan sama-sama diprioritaskan. Jika W1=0 dan W2=1, maka biaya pembangkitan akan menyentuh harga termahal, namun memiliki emisi yang minimum.
Manajemen Optimal Power Flow Pada Jaring Terhubung PV Dilengkapi Baterai Menggunakan Bellman Algorithm Rizky Ramadyan Widiarto; Rony Seto Wibowo; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.526 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16257

Abstract

Optimal Power Flow (OPF) atau aliran daya optimal merupakan kombinasi antara metode Economic Dispatch dan Power Flow. Metode ini digunakan untuk mendapatkan aliran daya optimal dari suatu sistem kelistrikan agar didapatkan biaya operasi sistem seminimal mungkin. Dewasa ini penggunaan sumber energi listrik terbarukan seperti PV dan Baterai dalam membantu kebutuhan energi listrik semakin marak digunakan. Hal ini terjadi karena diprediksikan energi fosil dalam waktu dekat akan habis. Paper ini melakukan proses optimalisasi aliran daya pada sistem dengan memasukan pemodelan PV dan Baterai pada sistem. Pemodelan digunakan untuk mempertimbangkan biaya pergantian baterai karena harga baterai yang cukup mahal dan usia pemakaian baterai yang relatif singkat. Untuk meyelesaikan masalah ini digunakanlah metode Bellman Algorithm. Dengan memberikan batasan tertentu pada baterai, metode ini mampu mengatur energi baterai dari waktu ke waktu dengan menghitung setiap kemungkinan yang ada yang akhirnya akan dipilih jalur termurah dari semua perhitungannya.Simulasi dibuat pada software MATLAB dengan memasukkan data profil beban, PV (Data Sheet, Radiasi, Suhu) dan baterai untuk dihitung biayanya. Hasil simulasi didapatkan metode ini mampu memberikan aliran daya optimal dari sistem sehingga akhirnya didapatkan biaya pengeluaran yang minimal. Penggunaan baterai mampu memenuhi kebutuhan beban puncak yang pada titik tersebut tidak mampu dipenuhi oleh grid karena terbatas. Hasil simulasi menunjukkan baterai mampu melalui proses charge dan discharge dengan baik. Semakin kecil nilai δSOC maka usia baterai semakin lama.
Pemodelan Arus Arcing Tegangan Rendah pada Kabel Fleksibel (Serabut) menggunakan Elman Neural Network Liga Primabaraka; Dimas Anton Asfani; I Made Yulistya Negara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.336 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16265

Abstract

Penggunaan listrik dapat menyebabkan bahaya jika tidak diperlakukan dengan baik. Salah satu bahaya yang dapat terjadi adalah kebakaran akibat dari adanya arc flash yang berasal dari peristiwa hubung singkat. Maka dari itu, diperlukan sebuah analisa bahaya listrik pada tegangan rendah sehingga keamanan pada sisi pelanggan dapat tetap terjaga. Arus Arc flash pada tegangan rendah memiliki karakteristik berupa bentuk gelombang yang nilainya tinggi, namun durasi yang relative singkat. Hal ini berakibat pada tidak bereaksinya alat pengaman dalam mengatasi gangguan ini. Dalam tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah pemodelan terhadap arus arcing pada tegangan rendah. Tujuan dari melakukan pemodelan adalah untuk memudahkan analisa terhadap fenomena arc flash pada tegangan rendah sehingga nantinya ditemukan solusi untuk mengatasi bahaya yang dapat diakibatkan oleh fenomena arc flash itu sendiri. Pemodelan ini menggunakan metode Elman Neural Network yang berfungsi untuk membentuk karakteristik dari bentuk arus arc flash dengan menentukan nilai hambatan pada tempat terjadinya arcing. Pemodelan dilakukan berdasarkan kasus arc flash pada kabel fleksibel dengan jumlah serabut yang berbeda-beda. Keluaran dari tugas akhir ini adalah sebuah arus arcing pemodelan yang bentuknya mirip dengan arus arcing hasil percobaan. Hasil yang didapatkan adalah arus arcing pemodelan memiliki bentuk yang mirip dengan arus arcing percobaan.
Economic Dispatch untuk Grid Mikro Hibrida dengan Distributed Energy Storage Berbasis Metode Quadratic Programming Kemas Robby Firmansyah; Rony Seto Wibowo; Adi Soeprijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.642 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16278

Abstract

Kebutuhan daya listrik saat ini meningkat pesat dengan perkembangan teknologi. Peningkatan kebutuhan daya listrik bertolak belakang dengan ketersediaan sumber energi tak terbarukan. Permasalahan ini akan berdampak pada ketahanan listrik nasional, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik yang besar dengan wilayah yang luas diperlukan pembangkit –pembangkit tersebar dengan skala kecil. Pembangkit tersebar diupayakan bersumber pada energi terbarukan untuk meminimalkan pemakaian sumber energi tak terbarukan. Selain itu diperlukan adanya Energy Storage, Energy Storage diperlukan untuk menyimpan kelebihan energi yang dihasilkan oleh pembangkit lainnya. Dengan adanya pembangkit tersebar dan Energy Storage yang dihubungkan dengan grid utama Perusahaan Listrik Negara melaui Grid Mikro, maka penting untuk menentukan optimisasi besarnya pembangkit daya listrik untuk masing-masing pembangkit yang sesuai dengan kebutuhan daya listrik. Optimisasi ini dikenal dengan istilah Economic Dispatch.  Metode yang diterapkan untuk optimisasi Economic Dispatch adalah dengan menggunakan Quadratic Programming. Simulasi dilakukan pada sistem IEEE 14 bus menggunakan software MATLAB. Hasil simulasi dan analisis menunjukkan bahwa program dapat memenuhi batasan yang ditentukan dan biaya pembangkitan tenaga listrik untuk pengoperasian Grid Mikro Hibrida adalah  25,53 $
Dynamic Economic Dispatch Pada Sistem Kelistrikan Microgrid Dengan Penambahan Media Penyimpan Energi Menggunakan Quadratic Programming Fakhruddin Wirakusuma; Heri Suryoatmojo; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.345 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16283

Abstract

Kebutuhan daya listrik saat ini meningkat pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Peningkatan kebutuhan daya listrik ini bertolak belakang dengan menipisnya ketersediaan sumber energy minyak dan batu bara. Permasalahan ini berdampak pada ketahanan listrik nasional. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik yang besar dengan cakupan wilayah yang luas diperlukan pembangkit tersebar berskala kecil. Pembangkit tersebar ini diupayakan bersumber pada energi terbarukan untuk meminimalkan pemakaian dari sumber energy minyak dan batu bara lalu dihubungkan ke Micro Grid serta digunakan baterai sebagai power balance. Oleh karena banyaknya pembangkit tersebar dan penggunaan baterai maka penting untuk menentukan besarnya pembangkitan daya listrik yang optimal dari masing-masing pembangkit serta penggunaan baterai berdasarkan kapasitas yang optimal sehingga kebutuhan daya listrik dapat dipenuhi dengan biaya yang minimal tiap waktunya. Optimisasi ini dikenal dengan istilah Dynamic Economic Dispatch. Optimisasi ini sudah banyak dilakukan dilakukan dengan berbagai macam metode Artificial Intelligence. Pada penelitian ini, metode Artificial Intellegence yang diaplikasikan yakni Quadratic Programming. Metode ini diterapkan pada software MATLAB. Dengan metode tersebut, diketahui bahwa penggunaan baterai mampu mengurangi total biaya pembangkitan.
Load Frequency Control (LFC) Menggunakan Metode Noise-Tolerable PID Feedback pada Power Generation Plant Simulator PLTU PT. Pembangkitan Jawa dan Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Paiton Rahmadhi Prihandono; Mochammad Rameli
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.721 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16401

Abstract

Frekuensi sebesar 50 Hz harus dijaga agar memberikan kualitas energi listrik yang baik. Pengaruh dari switching pada sisi beban akan membuat frekuensi energi listrik menjadi fluktuatif. Nilai frekuensi yang fluktuatif akan membuat fungsi derivatif pada kontroler Proportional Integral Derivative (PID) menjadi sangat besar, sehingga akan mempengaruhi sinyal kontrol. Nilai tersebut memaksa aktuator bekerja sangat cepat dan akan mengurangi masa pemakaian aktuator. Penambahan filter pada kontroler PID untuk sistem pengaturan pembangkitan energi listrik mampu meredam noise yang timbul akibat fluktuasi beban. Penambahan Low Pass Filter (LPF) pada sisi derivatif memberikan redaman noise begitu pula menggunakan fungsi Averaged Derivative (AD). Dengan beban acak yang dimodelkan dengan Pseudo Random Binary Sequences (PRBS), nilai kesalahan dengan perhitungan Integral Absolute Error (IAE) terkecil dimiliki oleh PID dengan averaged derivative sebesar 110,246 Hz dan PID dengan low pass filter sebesar 110,486 Hz