cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH KOMUNAL DI KELURAHAN KEDUNG COWEK SEBAGAI UPAYA REVITALISASI KAWASAN PESISIR KOTA SURABAYA Sabam Oraendo Ajakima; Eddy Setiadi Soedjono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.182 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17299

Abstract

Dalam mencapai universal acces tahun 2019, masih terdapat 15.958 rumah tangga yang tidak mendapatkan akses sanitasi yang layak di Kota Surabaya. Salah satu kelurahan yang disoroti adalah Kelurahan Kedung Cowek, sedangkan kelurahan ini merupakan kawasan pesisir yang akan menjadi objek pengembangan wisata Kota Surabaya. Kelurahan Kedung Cowek masih minim infrastruktur lingkungan yang memadai. Serta diketahui sebagian besar warga Kelurahan Kedung Cowek masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Studi ini ditinjau dari aspek teknis dan finansial. Segi teknis meliputi perhitungan debit air limbah, diameter pipa, penanaman pipa, dimensi IPAL Komunal dan gambar teknik perencanaan, sedangkan aspek finansial meliputi investasi pembangunan, biaya operasi pemeliharaan, dan kesediaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program IPAL Komunal. Observasi data dilakukan dengan mewawancara masyarakat setempat. Hasil wawancara meliputi beberapa aspek informasi penting yang dapat menunjang perencanaan tugas akhir, antara lain kepemilikan WC pribadi, pekerjaan, penghasilan, dan pemakaian air bersih. Sementara untuk kualitas air limbah didapatkan dari literatur dengan kriteria kawasan pemukiman pesisir yang hampir serupa seperti Kelurahan Kedung Cowek. Perencanaan IPAL Komunal diharapkan bisa menjadi salah satu upaya revitalisasi kawasan pesisir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Adapun aspek yang dituju dari revitalisasi kawasan pesisir Kota Surabaya antara lain  ekonomi-wisata, ekologis dan politis. Hasil dari perencanaan ini berupa Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) dan IPAL Komunal berupa Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Aerobic Filter (AF). Area pelayanan mencakup RW 02 dan RW 03 dengan persen pelayanan 80% di tahun 2017, 85% di tahun 2026, dan 90% di tahun 2036. Keterlibatan masyarakat sangat dianjurkan untuk menjaga kesinambungan pengoperasian sarana kesehatan lingkungan. Adanya pembentukan UPT dan kader lingkungan akan memudahkan kegiatan pengoperasian dan perawatan SPAL & IPAL Komunal Kelurahan Kedung Cowek sedangkan besarnya biaya retribusi swadaya masyarakat sebesar Rp 10.000,00/KK.bulan
Analisis Sistem Pengangkutan Sampah di Wilayah Surabaya Utara Rizka Andriani Mahmudah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17118

Abstract

Surabaya Utara merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua setelah wilayah Surabaya Pusat. Hal ini mengakibatkan besarnya laju timbulan sampah di Surabaya Utara yang harus dikelola. Analisis sistem pengangkutan Sampah di Surabaya Utara bertujuan untuk memberikan informasi tentang kondisi eksisting sistem pengangkutan sampah yang meliputi rute dan jarak pengangkutan sampah, kecepatan pengangkutan sampah, waktu pengangkutan sampah dan jumlah timbulan sampah yang terangkut dari TPS Surabaya Utara menuju ke TPA. Pengangkutan di Surabaya Utara yang dianalisis terdiri dari pengangkutan dengan Arm Roll Truckdan Dump Truck. Jarak pengangkutan sampah di Surabaya Utara dipengaruhi oleh jumlah ritasi dan jarak TPS yang dilayani menuju ke TPA. Jumlah ritasi pengangkutan sampah pada truk DKP rata – rata yaitu 2 rit/hari dan pada truk rekanan yaitu 3 rit/hari. Alternatif jalan (jalan tol atau jalan biasa) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap waktu pengangkutan sampah dikarenakan kecepatan rata – rata pengangkutan sampah yang digunakan adalah sama. Faktor offroute pengangkutan sampah di Surabaya <0,15 yaitu 0,07, namun sisa waktu kerja yang cukup banyak memunkinkan dilakukan penambahan jumlah ritasi. Densitas rata – rata sampah di truk pengangkutan sampah di Surabaya Utara  adalah 229,29 kg/m3 untuk kontainer masih ada tutup dan 361,85 kg/m3 untuk kontainer yang sudah lepas tutupnya.
Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di PDAM Unit Plosowahyu Kabupaten Lamongan Ricki Novan Armanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17317

Abstract

Kabupaten Lamongan mempunyai 2 lokasi Water Treatement, yaitu IPA Plosowahyu dan IPA Babat. Kajian dalam tugas akhir ini adalah PDAM Unit Plosowahyu.  Hal ini karena pada instalasi tersebut akan ada rencana pengembangan dengan menambah instalasi di IPA Plosowahyu dan direncanakan dengan debit 100 Liter/detik, namun realitanya hingga 2016 belum adanya instalasi baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem distribusi yang telah dilayani oleh PDAM IPA Plosowahyu, agar lebih optimal dalam melayani kebutuhan air bersih dan mengoptimalkan sistem distribusi dengan diketahuinya adanya rencana pengembangan unit produksi di PDAM. Kajian dalam penelitian ini adalah adalah kajian terhadap sistem distribusi yang sudah ada di Kabupaten Lamongan, terutama yang terlayani oleh PDAM IPA Plosowahyu. Metode yang dilakukan, dengan melakukan proyeksi jumlah penduduk dan juga kebutuhan air bersih untuk periode 10 tahun mendatang. Penelitian ini juga dilakukan dengan bantuan aplikasi Epanet 2.0 untuk menganalisis sistem distribusi. Sistem distribusi yang belum memenuhi kriteria perencanaan yang baik, maka dilakukan perbaikan pada jaringan distribusinya. Dengan dievaluasi sistem yang sudah ada, kemudian bisa dilakukan pengembangan jaringan sistem distribusi yang bertujuan meningkatkan persentase pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya wilayah pengembangan, yaitu Kelurahan Made. Kondisi awal saat ini, Kelurahan Made dilayani oleh IPA Babat, maka di tahun 2017-2021 wilayah ini bisa dilayani oleh IPA Plosowahyu. Dibuatnya sistem zona atau blok pada sistem distribusi, yaitu sebanyak 37 blok untuk wilayah pengembangan hingga tahun 2026. Di tahun 2021, kebutuhan air pada 3 kecamatan yang telah terlayani, yaitu Lamongan, Deket, dan Tikung, mengalami kenaikan yang pesat. Maka ditahun tersebut sudah ada penambahan kapasitas produksi. Sistem pemompaan jika melihat hasil pemodelan Epanet 2.0 di tahun 2021, maka perlu dilakukan sistem pararel di IPA Plosowahyu dan di kantor PDAM. Perbaikan pipa yang dilakukan ini juga dibagi menjadi  tahap, yaitu di tahun 2021 dan tahun 2026. Hal ini untuk menekan biaya perencanaan, karena anggaran pembangunan yang digunakan juga akan dibagi menjadi 2 tahap.
Alternatif Penggunaan Tertinggi dan Terbaik pada Lahan Pasar Blauran Surabaya Mifta Afiata; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.778 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17468

Abstract

Aktifitas perdagangan salah satunya terjadi di Pasar tradisional. Kondisi pasar yang sepi pengunjung dan banyaknya pembeli yang lebih memilih pusat perbelanjaan modern membuat pasar tradisional semakin ditinggalkan. Salah satunya adalah pasar Blauran Surabaya. Pasar Blauran merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Kranggan Sawahan Surabaya dengan luas 5550 m2. Lokasi sekitar pasar yang sudah banyak berkembang menjadi properti komersil, sedangkan kondisi pasar yang kurang nyaman, panas, tidak tersedianya lahan parkir dan bangunannya yang sudah tua. Oleh karena itu lahan Pasar Blauran Surabaya perlu ditinjau penggunaan lahannya agar dapat memberikan nilai lahan tertinggi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari aspek legal, fisik, finansial dan produktivitas maksimum. Berdasarkan penyebaran kuisioner kepada stakeholder didapatkan alternatif yaitu Revitalisasi Pasar, Mixed use Pasar dengan Pusat Perbelanjaan dan Mixed use Pasar dengan Perkantoran. Hasil analisa perhitungan, alternatif dengan nilai lahan tertinggi dan produktifitas maksimum yaitu mixed use pasar dan perbelanjaan dengan nilai lahan sebesar Rp 71.575.064,- dan produktifitas lahan sebesar 236,07% dari nilai lahan awal.
Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Penyerap Emisi Gas Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya Ribka Regina Roshintha; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.661 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17510

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan kampus yang memiliki program eco campus. Eco campus ini menandakan bahwa ITS peka terhadap isu-isu lingkungan seperti pemanasan global. Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 ini dapat diserap oleh tanaman atau ruang terbuka hijau (RTH) sehingga perlu adanya analisis dari kecukupan RTH ini dalam menyerap emisi CO2 pada kawasan kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Analisis ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan jumlah kendaraan bermotor dan vegetasi eksisting pada kawasan kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Beban emisi CO2 yang dihasilkan pada Tahun 2016 tertinggi terdapat pada zona 5 dengan jumlah 277.726,7 g/jam sedangkan untuk beban emisi terendah terdapat pada zona 8 dengan jumlah 65.179,6 g/jam. Proyeksi pada tahun 2021 dihitung dan didapatkan beban emisi tertinggi terdapat pada zona 5 dengan jumlah 328.657,4 g/jam sedangan emisi terendah terdapat pada zona 8 juga dengan beban emisi yaitu 77.132,5 g/jam. Hasil yang diperoleh dari analisis kecukupan adalah terdapat 5 zona dimana RTHnya memenuhi pada tahun 2021 dan terdapat 3 zona yang perlu diperhatikan RTHnya. Perencanaan dilakukan untuk zona yang masih belum memenuhi dan untuk zona yang terpenuhi ini didukung dengan adanya pembuatan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) pemeliharaan RTH yaitu pemangkasan, pemupukan dan penyiraman berdasarkan dari beberapa literatur.
Kajian Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Menyerap CO2 Udara Ambien dari Transportasi Darat di Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur, Surabaya Merry Juita Pasaribu; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.215 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17513

Abstract

Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur adalah akses utama menuju Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat bahwa pada tahun 2014 terdapat 32.155.740 kegiatan arus barang dan penumpang angkutan laut luar negeri serta dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Perak. Angka tersebut mengindikasikan bahwa banyak kendaraan umum maupun kendaraan berat yang mengakses Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur. Selain itu, Jalan Perak Barat dan Perak Timur juga merupakan jalan penting bagi pengendara transportasi darat yang berasal atau hendak menuju Jalan Tol Gempol – Surabaya. Banyaknya jumlah kendaraan di jalan ini mengakibatkan tingginya beban emisi CO2­­­ yang dihasilkan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik pada median jalan dan pinggir jalan untuk mengetahui kecukupan RTH Publik dalam menyerap CO2 pada udara ambien yang berasal dari transportasi darat.   Kajian dilakukan dengan melakukan traffic counting pada saat jam puncak untuk mengetahui beban emisi CO2 maksimum yang dihasilkan selama enam hari, lima hari weekday dan satu hari weekend. Selanjutnya dengan Metode Model Box diketahui CO2 yang terdapat pada udara ambien. Untuk mengetahui daya serap RTH Publik eksisting maka perlu didata jenis pohon dan semak pada median dan pinggir jalan.   Jumlah kendaraan yang sejenis di setiap titik traffic counting saat weekday pada jam puncak tidak menunjukkan jumlah yang berbeda. Namun saat weekend jumlah kendaraan yang sejenis lebih sedikit terutama kendaraan berat. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa dengan kondisi eksisting, RTH Publik sudah menyerap CO2 pada udara ambien dari transportasi darat secara optimal. Sampai tahun 2021, apabila kondisi RTH Publik tetap sama maka CO2 masih dapat terserap optimal.
Desain IPAL Pengolahan Grey Water dengan Teknologi Subsurface Flow Constructed Wetland di Rusunawa Grudo Surabaya Ahmad Safrodin; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.917 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17621

Abstract

Pencemaran Lingkungan di Kota Surabaya akan terus meningkat  seiring dengan perkembangan penduduk dan keterbatasan sarana sanitasi yang kurang baik. Pencemaran lingkungan ini didominasi limbah domestik sehingga perlu sistem pengolahan yang efektif dan efisien dalam mendegradasi senyawa polutan. Teknologi Constructed wetland merupakan  sistem  pengolahan  terencana atau terkontrol yang telah didesain dan dibangun menggunakan proses alami yang  melibatkan  vegetasi,  media,  dan  mikroorganisme  untuk  mengolah  air  limbah domestik. Teknologi ini dapat diterapkan untuk skala perumahan baik individu atau secara komunal. Rusunawa Grudo Surabaya merupakan rusun yang belum memiliki IPAL untuk mengolah greywater, sehingga sistem Contructed wetland ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan. Perencanaan sistem Constructed wetland di Rusunawa Grudo Surabaya mempertimbangkan aspek kuantitas dan kualitas air limbah. Kualitas air limbah domestik menunjukkan nilai COD 329.81 mg/L; BOD 182.02 mg/L; dan TSS 103.33 mg/L, sedangkan kuantitas air limbah 33.6 m3/hari. Sistem ini terdiri dari unit ekualisasi, Subsurface Flow Constructed Wetland dengan tanaman Cyperus alternifolius, dan kolam penampung. Hasil perencanaan menunjukkan efisiensi pengolahan seluruh sistem untuk COD, BOD, dan TSS masing-masing sebesar 86%, 85%, dan 88%. Desain sistem IPAL menghasilkan luas permukaan 480 m2, kedalaman bed 0,5 m, beban pada bed (OLR) 12.75 gr BOD/m2.hari, beban hidrolik (HLR) 0,07 m3/m2.hari dengan waktu tinggal 3 hari. Kualitas efluen yang didapatkan menunjukkan nilai BOD 25 mg/L, COD 48.35 mg/L dan TSS 11.72 mg/L. Dihasilkan standar operasional dan perawatan IPAL dan Biaya investasi seluruh sistem constructed wetland diperkirakan sebesar Rp.412.059.022.
Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten Ana Tri Lestari; Hariwiko Indarjanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.082 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17668

Abstract

Unit Cabang Timur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Klaten dibagi menjadi 3 unit pelayanan Ibu Kota Kecamatan (IKK) dan mempunyai tingkat pelayanan yang masih rendah pada tahun 2015, yaitu Unit IKK Ceper 17,6%; Unit IKK Pedan 2,43%; dan Unit IKK Cawas 31,26% sehingga peningkatan persen pelayanan menjadi hal yang perlu dilakukan. Hal ini didukung dengan adanya penambahan debit produksi sebesar 50 liter/detik. Selain itu, jaringan distibusi belum dibentuk blok pelayanan sehingga sulit untuk mengontrol kehilangan air. Perencanaan ini dilakukan pembagian blok pelayanan menjadi 26 blok dan 5 tapping. Setelah itu dilakukan analisis kondisi eksiting. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan kondisi hidrolika perpipaan kecuali kecepatan masih memenuhi kriteria, yaitu tekanan antara (15,43-59,99) m, kecepatan (0-0,91) m/detik, unit headloss (0-3,51) m/km. Kemudian dilakukan pengembangan jaringan yang dibagi menjadi 2 tahap, dimana tahap 1 meningkatkan persen pelayanan, sedangkan tahap 2 menambah daerah pelayanan baru. Blok pelayanan setelah pengembangan menjadi 29 blok dan 5 titik tapping. Kemudian analisis rencana pengembangan dilakukan dan menunjukkan bahwa kondisi hidrolika pipa untuk tekanan di jaringan distribusi IKK Cawas bernilai negatif. Hal ini dikarenakan unit headloss yang terjadi pada pipa dari reservoir menuju titik tapping pertama IKK Cawas sebesar 5,78 m/km dengan panjang pipa 14,35 km sehingga headloss  sebesar 82,94 m menyebabkan tekanan menjadi -2,89 m. Permasalahan ini dapat diatasi dengan parallel pipa diameter 200 mm sepanjang 9 km. Parallel pipa tersebut mengakibatkan tekanan  pada titik tapping pertama IKK Cawas menjadi 34,65 m dan titik tapping terjauh (blok 19) sebesar 16,34 m.  Hasil analisis hidrolika, seperti unit headloss berada pada rentang (0-5,78) m/km, namun kecepatan masih ada yang di bawah 0,3 m/detik. Rencana anggaran biaya (RAB) yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan jaringan sebesar Rp 2.470.153,051.71.
Desain IPAL Komunal Limbah Domestik Perumahan Sukolilo Dian Regency dengan Teknologi Constructed Wetland Dandy Prakoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.732 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17796

Abstract

Constructed wetland merupakan sistem pengolahan terencana atau terkontrol yang telah didesain dan dibangun menggunakan proses alami yang melibatkan vegetasi, media, dan mikroorganisme untuk mengolah air limbah domestik. Constructed wetland cocok untuk diterapkan di perumahan, sehingga teknologi ini cocok menjadi alternatif pengolahan limbah domestik. Perumahan Sukolilo Dian Regency (SDR) merupakan salah satu perumahan yang belum memiliki IPAL untuk mengolah greywater, sehingga teknologi ini bisa diterapkan di perumahan ini untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan. Perencanaan sistem IPAL di Perumahan SDR mempertimbangkan aspek kuantitas dan kualitas air limbah domestik yang dihasilkan setiap harinya. Kualitas air limbah domestik menunjukkan nilai COD 320 mg/L; BOD 123 mg/L; dan TSS 60 mg/L. Sedangkan kuantitas air limbah menunjukan 453 m3/hari. Kemudian dilakukan analisis perhitungan masing-masing unit IPAL yang akan direncanakan di perumahan SDR agar sesuai dengan kriteria baku mutu pergub jatim no. 72 tahun 2013. Sistem IPAL direncanakan terdiri dari unit bak ekualisasi, Subsurface Flow Constructed Wetland dengan tanaman cattail, dan kolam indikator. Hasil perencanaan menunjukkan efisiensi pengolahan seluruh sistem untuk COD, BOD, dan TSS masing-masing sebesar 86%, 80%, dan 46%, dengan efisiensi tersebut effluent limbah cari IPAL telah memenuhi baku mutu yang ditentukan. Biaya investasi seluruh sistem constructed wetland diperkirakan sebesar Rp 5.313.310.000. Perencanaan ini menghasilkan panduan untuk operasional dan perawatan.
PERENCANAAN CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI MEDIA REDUKSI GREYWATER DAN PENGENDALI BANJIR: STUDI KASUS PERUMAHAN SUTOREJO INDAH MUHAMMAD RIJAL FAUZI
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17810

Abstract

Minimnya jangkauan pengolahan air buangan rumah tangga (greywater) dan sistem drainase yang kurang dipelihara dengan baik di Perumahan Sutorejo Surabaya menyebabkan permasalahan banjir dan pengolahan air limbah tidak terselesaikan dengan baik. Adanya instalasi pengolahan constructed wetland membantu mereduksi kandungan air limbah rumah tangga (Greywater) dan bozem sebagai pengendali banjir pada saat musim penghujan di perumahan Sutorejo Indah juga nantinya akan menjadi tambahan nilai estetika. Dalam perencanaan Constructed Wetland (CW) dan bangunan pengendali banjir ini direncanakan mulai dari perencanaan survei lokasi, studi literatur, perencanaan detailed engineering design, standard operating managementnya, hingga BOQ serta RAB untuk perencanaan constructed wetland dan bangunan pengendali banjir. Perencanaan Constructed Wetland di perumahan Sutorejo Indah ini digunakan untuk mengolah limbah greywater dengan tingkat efisiensi BOD, COD, dan TSS masing-masing 86,93%, 94,28% dan 87%. Adapun untuk bangunan pengendali banjir dapat menampung debit banjir sebesar 0,058 m3,/detik