Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Analisa Pengaruh Penerapan Bulbous Bow Terhadap Pemakaian Bahan Bakar pada Kapal Trawler Vessel di Perairan Laut Arafura
Perlambang Kasih Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.784 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19387
Laut Arafura memiliki potensi produksi lestari lebih kurang 770.000 ton ikan per tahun. Kini di perairan itu beroperasi 776 kapal berbendera Indonesia dan 592 kapal berbendera asing dengan total produksi lebih dari 990.000 ton ikan . Namun kondisi ombak di Laut Arafura yang terkadang kurang bersahabat mengakibatkan kapal penangkap ikan sulit melakukan manuver di perairan Laut Arafura. Saat ini telah dilakukan berbagai penelitian dalam bidang desain kapal yang bertujuan untuk meningkatkan hasil yang optimum. Salah satunya adalah dalam hal tahanan dan konsumsi pemakaian bahan bakar. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh modifikasi terhadap lambung kapal dengan menambahkan bulbous bow untuk meningkatkan manuver terhadap mempengaruhi tahanan kapal serta konsumsi bahan bakar kapal. Dalam proses pengerjaan peneliti menguji model kapal non bulbous bow serta kapal yang menggunakan bulbousbow model O, Segitiga dan V menggunakan software numeca. Hasil pengerjaan skripsi ini di dapatkan perbandingan tahanan kapal dan jumlah konsumsi bahan bakarnya.
Analisis Kenyamanan Serta Redesain Pegas Suspensi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR (AT 4x4)
Puja Priyambada;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (839.617 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20100
Perkembangan dunia otomotif mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut kualitas kenyamanan kendaraan merupakan faktor yang harus diperhatikan. Dalam upaya meningkatkan kualitas kenyamanan kendaraan dilakukan pengembangan dalam sistem suspensi. Hal ini yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian terkait suspensi mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR. Pada penelitian ini, terdapat dua tahap, yakni tahap pengujian dan tahap analisis. Tahap pengujian untuk mendapatkan persentase road holding yang digunakan dalam menentukan kriteria keamanan kendaraan. Pada tahap analisis dilakukan simulasi untuk mengetahui percepatan rms yang dialami penumpang dengan pemodelan Half Car memanjang. Selanjutnya dilakukan perancangan ulang pegas suspensi yang lebih baik dari segi keamanan dan kenyamanan. Dari penelitian ini diketahui bahwa desain dari mobil Toyota Fortuner mengutamakan kenyamanan untuk penggunaan di jalan perkotaan. Berdasarkan standar ISO 2631 menunjukkan bahwa respon suspensi redesain untuk jalan perkotaan menghasilkan kenyamanan yang lebih baik daripada suspensi aktual. Berdasarkan kriteria keamanan BEISSBARTH dari hasil pengujian menunjukkan bahwa suspensi mobil Toyota Fortuner termasuk dalam kategori kurang baik sedangkan hasil simulasi untuk suspensi aktual dan redesain termasuk dalam kategori cukup baik. Dari hasil penelitian didapatkan kekakuan pegas untuk suspensi depan (ksf) = 44631,61 N/m dan (ksr) = 53500 N/m untuk suspensi belakang.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 Sr (At 4x4)
Nico Yudha Wardana;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.299 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20101
Produksi mobil Indonesia tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 1,29 juta unit, meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 2 juta unit (Kemenprin, 1/16). Tingginya penjualan mobil tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa mobil. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada mobil Toyota fortuner 4.0 V6 SR (4X4 AT). Dalam penelitian ini, telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada mobil untuk mengetehaui efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil pada kondisi standar. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi mobil standar, dilanjutkan dengan proses redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil menggunakan metode progressi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil untuk kondisi rasio gigi standar serta hasil redesign dengan 5,6 dan 7 tingkat kecepatan. Setelah dilakukan analisa, ternyata distribusi traksi pada mobil kondisistandar tidak merata, terdapat loses yang cukup besar terutama pada 3 tingkatan gigi awal. Hasil redesign dengan menggunakan teori progressi geometry menunjukan distribusi traksi yang lebih baik dari kondisi standar. Loses traksi untuk perpindahan gigi pertama menuju tingkat gigi kedua yang awalnya pada kondisi standar sebesar 4.564 kN dapat diminimalisir sampai dengan 1 kN setelah dilakukan redesign dengan 7 tingkat kecepatan.
Pemodelan Gerak Belok Steady State dan Transient pada Kendaraan Empat Roda
Yansen Prayitno;
Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1195.299 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20349
Kemajuan pesat di bidang industri kendaraan harus diimbangi oleh kemajuan ilmu pengetahuan bidang otomotif, khususnya pada bidang simulasi dinamika kendaraan. Hasil simulasi dari pemodelan dinamika kendaraan dapat digunakan untuk mengetahui respon dan karakteristik kendaraan terhadap perintah pengendara maupun gangguan jalan. Untuk melakukan simulasi tersebut, dibutuhkan sebuah model dinamis yang dapat merepresentasikan sebuah kendaraan, dimana model tersebut tersusun dari persamaan-persamaan matematis yang bersesuaian. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan gerak belok kendaraan empat roda, dengan menggunakan jenis pemodelan kendaraan single-track. Gerak belok kendaraan dianalisa pada dua kondisi, yaitu kondisi steady-state dan transient. Input dari model dinamis yang dibuat adalah nilai dari parameter kendaraan (meliputi massa, inersia, letak pusat massa, dan kekakuan belok ban), kecepatan kendaraan konstan, dan sudut kemudi roda depan. Model dinamis gerak belok kendaraan yang telah dibuat dapat menampilkan karakteristik kemudi kendaraan (understeer, neutralsteer, dan oversteer), grafik respon variabel gerak belok kendaraan (radius belok, yaw rate, dan sudut slip), besarnya kecepatan kritis kendaraan, serta visualisasi lintasan belok kendaraan. Hasil simulasi model dinamis kendaraan telah sesuai bila merujuk dari penelitian model single-track dan mempunyai ketidaksesuaian 30-60% jika dibandingkan dengan penelitian model twin-track.
Analisis Pengaruh Parameter Operasional dan Penggunaan Stabilizer terhadap Perilaku Arah Belok Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR (AT 4X4)
Deva Andriansyah;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (953.776 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20356
Salah satu tipe mobil yang diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu Toyota Fortuner yang termasuk dalam kelas mobil SUV (sport utility vehicle). Dalam pengoperasiannya mobil SUV harus mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendaranya. Salah satu faktor penunjang dari segi keamanan mobil ini yaitu perilaku arah beloknya. Dengan harga jual yang relatif tinggi di Indonesia, diharapkan mobil ini dapat memberikan perilaku arah belok yang baik. Terdapat dua tahapan dalam peneltian ini yaitu tahap analisis dan uji jalan pada radius belok tetap, 10 meter. Pada tahap analisis dilakukan perhitungan berdasarkan analisa slip, skid, dan guling untuk mengetahui perilaku arah belok mobil dengan variasi pada parameter operasionalnya yaitu: jumlah penumpang, kecepatan, sudut belok, kondisi permukaan jalan, dan tekanan ban. Selain itu, analisis pengaruh penggunaaan stabilizer terhadap perilaku arah belok mobil juga dilakukan. Uji jalan dilakukan untuk mengetahui Koefisien Understeer (KUS) dari mobil tersebut pada jalan aspal dan tanah dengan kondisi mobil tanpa dan menggunakan stabilizer. Hasil yang didapatkan dari uji jalan akan dibandingkan dengan hasil dari analisis perhitungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobil Toyota Fortuner mengalami kondisi belok paling baik ketika dinaiki oleh 2 orang penumpang dengan tekanan ban sebesar 35 Psi dan melintas pada jalan aspal karena kendaraan lebih sedikit mengalami oversteer dan memiliki (KUS) positif terkecil serta tidak mudah mengalami skid. Penggunaan stabilizer pada mobil Toyota Fortuner tidak berpengaruh terhadap perilaku arah beloknya karena KUS yang dihasilkan pada uji jalan nilainya hampir sama yaitu 1,8045 dan 1,8115 pada jalan aspal serta 2,151 dan 2,1641 pada jalan tanah. Namun, penggunaan stabilizer bermanfaat untuk memperkecil sudut guling ketika mobil berbelok.
Analisa Kekuatan Spiral Bevel Gear Dengan Variasi Sudut Spiral Menggunakan Metode Elemen Hingga
Deta Rachmat Andika;
Agus Sigit Pramono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.924 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20493
Seiring perkembangan zaman, teknologi roda gigi dituntut untuk mampu mentransmisikan daya yang besar dengan efisiensi yang besar pula. Pada jenis intersecting shaft gear, tipe roda gigi payung spiral (spiral bevel gear) merupakan perkembangan dari roda gigi payung bergigi lurus (straight bevel gear). Kelebihan dari spiral bevel gear antara lain adalah kemampuan transmisi daya dan efisiensi yang lebih besar pada geometri yang sama serta tidak terlalu berisik. Akan tetapi spiral bevel gear juga mempunyai kelemahan jika dibandingkan dengan straight bevel gear. Selain proses manufaktur yang lebih rumit, profil lengkung gigi spiral ini membuat distribusi tegangan yang terjadi menjadi lebih rumit untuk dimodelkan dengan persamaan matematika. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. Penelitian diawali dengan membuat model dari straight bevel gear dan juga spiral bevel gear yang sudut spiralnya divariasikan 20, 35, dan 45 derajat. Model dibuat dengan dimensi yang sama baik diameter maupun jumlah gigi gear. Langkah selanjutnya yaitu perhitungan analitis pada straight bevel gear dimana hasilnya akan dibandingkan dengan hasil simulasi statis. Setelah eror yang terjadi dibawah 15% maka dilakukan simulasi dinamis pada semua model yang telah dibuat yaitu straight bevel dan juga spira bevel gear. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah secara keseluruhan spiral bevel gear lebih kuat daripada straight bevel gear pada dimensi dan beban yang sama jika dilihat dari lebih kecilnya tegangan bending dan tegangan kontak maksimum yang terjadi. Tegangan terbesar terjadi pada jenis straight bevel gear baik pada tegangan bending maupun tegangan kontak sedangkan spiral bevel gear dengan variasi sudut Seiring spiral 35 mempunyai nilai tegangan terkecil. Prosntase selisih tegangan bending maksimum yang terjadi antara straight bevel gear dan spiral bevel gear dengan variasi sudut spiral 35 derajat sebesar 44,3%. Sedangkan selisih tegangan kontak maksimumnya sebesar 20,5%. Sehingga secara keseluruhan spiral bevel gear lebih baik daripada straight bevel gear. Kata Kunci- spiral bevel gear, tegangan bending, tegangan kontak, FEM.
Peningkatan Karakteristik Traksi Pada Mobil Formula Sapuangin Speed 3
Nursaid Eko Wibowo;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.985 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20572
Melihat hasil Student Formula Japan 2015, capaian dynamict event dari ITS team sapuangin sangatlah kurang. Pada dynamic event yang meliputi: acceleration, skidpad, autocross dan endurance ITS team Sapuangin hanya mengikuti 2 event. Catatan hasil waktu yang diperoleh juga sangatlah kurang, rata-rata terpaut 7 second sampai 10 second dari para juara. Hal ini menunjukkan kurangnya kemampuan mobil untuk bermanuver. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kinerja dari kendaraan dimana gaya dorong/traksi sebagai parameter. Dalam penelitian ini dilakukan peningkatan karakteristik traksi pada mobil formula Sapuangin Speed 3 yang menggunakan mesin husaberg 450 cc dengan 6 tingkat kecepatan. Langkah pertama harus mengetahui karakteristik mesin husaberg 450cc, kemudian dilakukan analisa untuk memilih parameter yang tepat. Setelah itu ditentukan rancangan peningkatan traksi kendaraan yaitu dengan cara merubah final drive dan diameter velg serta perancangan rasio transmisi ulang apabila diperlukan. Selain itu dilakukan juga analisa traksi saat belok yang berhubungan dengan pengaruh pemakaian Limitted Slip Differential (LSD) pada mobil sapuangin speed 3 terhadap radius belok lintasan. Dari hasil penelitian, untuk meningkatkan karakteristik transmisi tanpa mengubah rasio dipilih mengganti sprocket menjadi 56 dan velg 13 dengan estimasi waktu tempuh akselerasi 4.63 s. Sedangkan untuk meningkatkan karakteristik traksi dengan mengubah rasio mobil sapuangin speed 3 dipilih menggunakan sprocket 52, velg 15, dengan 7 tingkat kecepatan, estimasi waktu tempuh akselerasi 4.16 second dengan penambahan negative wing pada bagian belakang untuk melawan spin. Untuk pengaruh pemakaian LSD pada mobil mengakibatkan mobil susah dikendalikan dan cenderung merugikan, torsi/putaran roda dalam dan roda luar cenderung sama ketika belok, namun pada kenyataanya kebutuhan torsi/putaran roda berbeda.
Perancangan dan Analisa Sistem Kemudi dan Sistem Suspensi Quadrilateral Pada Narrow Tilting Vehicle
Rizal Pribadi Restuaji;
Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1049.842 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20733
Narrow tilting vehicle sebagai jenis transportasi alternatif yang menggabungkan sepeda motor dan mobil terus berkembang. Kendaraan beroda tiga ini mampu bermanuver dengan lincah karena memiliki kemampuan untuk memiringkan rangka kendaraan (tilting) seperti sepeda motor. Kemampuan bermanuver ini perlu didukung oleh sistem kemudi dan sistem suspensi kendaraan yang baik sehingga kendaraan tetap aman pada saat digunakan. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan rancangan sistem kemudi dan sistem suspensi narrow tilting vehicle yang sesuai dengan kriteria tertentu. Proses perancangan sistem kemudi dan sistem suspensi narrow tilting vehicle dilakukan dengan simulasi kinematika menggunakan perangkat lunak multibody dynamics. Dari hasil simulasi diperoleh geometri sistem kemudi yang paling mendekati kondisi Ackerman adalah pada trackwidth 600mm dan panjang sambungan belakang (Lback) 50mm dan sambungan samping (Lside) 40mm. Untuk geometri sistem kemudi yang paling mendekati kondisi Ackerman, variasi panjang upper control arm yang sama dengan lower control arm telah dipilih.
Perancangan dan Analisa Sistem Kemudi Narrow Tilting Vehicle dengan Variasi Trackwidth dan Panjang Suspensi Arm
Idestrian Adzanta;
Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (818.86 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20764
Seiring bertambahnya jumlah penduduk di suatu kota menyebabkan peningkatan pada jumlah kendaraan. Hal ini menyebabkan kepadatan lalu lintas yang menjadi masalah besar bagi penduduknya. Saat terjadi kemacetan, pergerakan menjadi terbatas khususnya pada mobil yang memiliki dimensi yang lebih lebar dibandingkan motor. Salah satu solusi untuk kondisi tersebut adalah dengan membuat desain kendaraan yang kecil, aman, dan irit bahan bakar yaitu dengan membuat kendaraan narrow tilting vehicle. Langkah awal yang dilakukan dalam proses perancangan sistem kemudi adalah membuat rancangan 3D sistem kemudi pada software. Pendekatan yang digunakan pada perancangan ini adalah melakukan simulasi kinematika dari sistem kemudi dengan variasi trackwidth sebesar 800 mm, 1000 mm dan 1200 mm. Selain itu variasi yang diberikan berupa panjang knuckle dan panjang hub steering untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sudut belok menurut prinsip Ackerman. Kemudian dari masing-masing trackwidth akan dianalisa sudut camber yang dihasilkan dengan variasi panjang upper arm agar kendaraan tetap aman dan nyaman. Pada tugas ahkir ini hasil analisa yang didapatkan adalah konfigurasi trackwidth yang sesuai dengan prinsip belok Ackerman dicapai pada trackwidth 1000 mm dengan panjang knuckle 134 mm dan panjang hub steering 139,64 mm. Rancangan tersebut menghasilkan sudut belok roda dalam(δi) 38̊ dan sudut belok roda luar(δo) sebesar 27̊. Untuk variasi panjang upper arm pada trackwidth 1000 mm digunakan upper arm dengan panjang 457,5 mm yang menghasilkan sudut camber ± 0,6̊.
STUDI POTENSI PEMISAHAN PELABUHAN BARANG DI PADANG BAI
DEWA GDE MAHATMA PANDHIT
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.954 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20963
Pelabuhan penyebrangan Padang Bai merupakan pelabuhan yang melayani pengangkutan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju ke NTB maupun NTT. Dari tahun ke tahun arus muatan di pelabuhan Padang Bai cenderung mengalami peningkatan, pada tahun 2013 untuk arus muatan truk di Padang Bai 95.537 unit meningkat menjadi 105.525 unit di tahun 2014, untuk sepeda motor dari 231.620 di tahun 2013 dan meningkat menjadi 256.460 menurut data ASDP pelabuhan Padang Bai 2015. Dengan menggunakan metode regresi linear didapat persamaan untuk muatan truk dengan variable bebas PDB Indonesia y = -0.117 + 3.34x, untuk peramalan kendaraan pribadi dengan variable bebas tenagakerja Bali y = 0.24 + 2.17x, peramalan arus muatan untuk menganilsis fasilitas pelabuhan kedepannya. Dalam penilaian potensi digunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) untuk melakukan pemilihan. Kriteria yang digunakan adalah jarak dari Gilimanuk, Jarak antar pelabuhan, load factor kapal, kebisingan, emisi udara, derajat kejenuhan jalan, dan biaya pelabuhan. Penilaian terhadap alternatif didasarkan atas nilai masing-masing kriteria yang diperoleh dari perhitungan yang dilakukan. Alternatif lokasi yang terpilih adalah alternatif dengan nilai tertinggi. Dari hasil analisis beberapa kriteria, lokasi Amed memiliki nilai sebesar 0.78 sedangkan Padang Bai memiliki nilai 0.69, sehingga pelabuhan penyeberangan truk lebih baik dipisah. Kata kunci: Pelabuhan penyeberang, Regresi linear, Analisis Fasilitas Pelabuhan, MCDM.