Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
362 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2017)"
:
362 Documents
clear
Kajian Eksperimental Permodelan Numerik Resistivitas-Korosivitas
Hamzah Abdullah Mubarak;
Anik Hilyah;
Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.712 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25661
Metode Resistivitas merupakan metode yang dapat memberikan informasi mengenai tahanan jenis sebuah media, salah satunya media seperti tanah. Tahanan jenis yang rendah pada tanah tersaturasi fluida dapat mengindikasikan kondisi lingkungan yang konduktif. Lingkungan yang konduktif berpotensi menciptakan korosi pada logam umumnya dan khususnya besi. Permodelan numerik resistivitas-korosivitas digunakan untuk mengkorelasikan parameter resistivitas dengan parameter korosivitas seperti laju korosi. Sehingga dari permodelan numerik tersebut dihasilkan persamaan numerik yang dapat mencitrakan laju korosi yang berpotensi terjadi dari hasil penampang resistivitas. Permodelan numerik resistivitas untuk menganalisis laju korosi ini dapat digunakan untuk melakukan kontroling pipa yang ditanam di bawah tanah. Pada tugas akhir ini dilakukan permodelan resistivitas terhadap laju korosi dari data uji labolatorium terhadap sampel besi AISI 1045 dengan memberikan variasi konsentrasi larutan NaCl terhadap media, dan variasi waktu pengukuran laju korosi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa persamaan numerik yang merepresentasikan hubungan antara resistivitas terhadap laju korosi. Persamaan numerik tersebut adalah CR=0,1844.rho^(-0,187).
Visualisasi Peta Cagar Budaya menggunakan Geoportal Palapa pada Kawasan Situs Trowulan dan Gunung Penanggungan
Jayed Ali Bachtiar;
Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.502 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25820
Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud kehidupan manusia, pemikiran dan perilaku yang penting untuk memahami sejarah sekaligus ilmu pengetahuan dan budaya nenek moyang kita. Di Jawa Timur ada dua kawasan cagar budaya yang telah dipilih oleh pemerintah: Penanggungan (mulai 14 Januari 2015) dan Trowulan (30 Desember 2013) sebagai cagar budaya tingkat provinsi dan nasional. Dalam penelitian ini, kami membangun infrastruktur data spasial geoportal untuk mengumpulkan, menyimpan dan memvisualisasikan distribusi spasial objek cagar budaya di kedua wilayah ini sebagai salah satu peran dalam menjaga kelestarian cagar budaya. Berdasarkan data geoportal, Situs Trowulan memiliki 80 artefak. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan Trowulan merupakan kawasan hunian. Sedangkan di situs Penanggungan, warisan didominasi oleh benda budaya berupa candi (sekitar 33 objek). Ini mungkin merupakan indikasi bahwa situs Penanggungan merupakan basis ritual pemujaan masyarakat purba. Secara umum, data cagar budaya yang telah berhasil dihimpun di Situs Trowulan dan Penanggungan jenis artefak sebanyak 84 lokasi, candi sebanyak 41 lokasi, goa sebanyak 3 lokasi, permukiman kuno sebanyak 5 lokasi, makam kuno sebanyak 6 lokasi, dan saluran air sebanyak 8 lokasi.
Rancang Bangun Wireless Electronic Nose Berbasis Teknologi Internet of Things
Dwita Mido Gumelar;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.324 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26039
Identifikasi kandungan gas atau uap diperlukan pada banyak bidang aplikasi terutama pada industri pengolahan minyak dan gas. Sistim identifikasi diperlukan karena adanya beberapa cairan berbahaya yang mudah menguap dengan bau yang khas seperti minyak bahan bakar dan alkohol. Pada umumnya proses identifikasi gas membutuhkan proses yang lama, kompleks serta mahal karena diperlukan sampel dari lapangan dan analisa di laboratorium. Oleh karena itu dibutuhkan alat pengidentifikasian gas yang dapat dipantau dimana saja secara real time. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sebuah pengembangan dari sistem electronic nose yang ditempatkan di lingkungan industri. Sistem ini menggunakan deret sensor semikonduktor yang berbeda yaitu MQ-2, MQ-9 dan MQ-135. Peralatan ini dilengkapi teknologi yang berbasis internet of things dengan menggunakan single board computer Raspberry Pi 3. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem ini dapat mengidenifikasi alkohol, minyak tanah dan bensin dengan tingkat kesalahan 10%. Sistem ini diharapakan dapat mengurangi resiko kebaran, ledakan, gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Penentuan Arah Sumber Suara dengan Metode Interaural Time Difference menggunakan Mikrokontroler STM32F4
Mohamad Asfari;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (947.731 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26063
Sistem pendengaran manusia dapat mengestimasi lokasi sumber suara dari pengamatan sinyal suara binaural dengan akurasi yang cukup tinggi. Manusia dapat mengenali lokasi suara secara 3 dimensi dan bahkan dapat mengenali keberadaan sumber suara pada posisi belakang dimana tidak terdapat informasi visual. Sudah banyak dilakukan penelitian mengenai pengenalan lokasi sumber suara menggunakan beberapa deret mikrofon yang memakai lebih dari 3 buah mikrofon, akan tetapi penelitian sistem pengenalan lokasi sumber suara yang menggunakan 2 buah mikrofon seperti pendengaran manusia masih jarang dilakukan. Pada penelitian ini merancang suatu sistem pendeteksi sumber suara dengan menggunakan 2 buah mikrofon dan mikrokontroler STM32F4 sebagai prosesor utama. Metode Interaural Time Difference digunakan untuk menentukan arah dengan cara membandingkan perbedaan waktu sampai sebuah suara yang dipancarkan oleh sumber suara. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini dapat menentukan arah sumber suara sebesar 180°. Semakin besar jarak antar mikropon dapat menghasilkan kesalahan sudut yang semakin kecil. Diharapkan alat ini dapat diaplikasikan dalam sistem pengusir hama burung untuk menentukan arah suara pengusirnya.
Analisis Parameter Signal to Noise Ratio dan Bit Error Rate dalam Backbone Komunikasi Fiber Optik Segmen Lamongan-Kebalen
Rima Fitria Adiati;
Apriani Kusumawardhani;
Heru Setijono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.528 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26079
Fiber optik telah menjadi solusi transfer data dengan kapasitas tinggi. Dengan 4.3 juta pelanggan, sektor fixed broadband PT Telkom Indonesia bergantung pada kualitas infrastruktur backbone fiber optik, yang direpresentasikan melalui parameter Signal to Noise Ratio (SNR) dan Bit Error Rate (BER). Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap parameter SNR dan BER pada segmen backbone fiber optik antara STO Lamongan 1 dan STO Kebalen, Surabaya. SNR merupakan perbandingan logaritmik antara daya sinyal dan noise yang diterima receiver, sedangkan BER adalah ukuran intensitas terjadinya error pembacaan bit data. Pengukuran di receiver STO Kebalen menghasilkan BER 10-23. Analisa SNR dan BER secara keseluruhan dilakukan melalui simulasi software Optisystem. Backbone 100 Gbps, 84 km dengan sistem DWDM 10 channel ini disimulasikan pada frekuensi 193.1 - 194 THz dengan spacing 100 GHz antar channel. Hasil simulasi menunjukkan nilai SNR dan BER memenuhi standar dan dipengaruhi frekuensi atau panjang gelombang di setiap channel. SNR maksimum adalah 72.37 pada 193.6 THz dan nilai BER minimum yaitu 2.05 × 10-30 pada 193.5 THz. Untuk mendapatkan nilai BER optimum yaitu 10-12, dilakukan pemasangan dispersion compensating fiber serta penambahan daya transmitter pada channel berfrekuensi 193.1, 193.2, 193.9, dan 194 THz.
Rancang Bangun Mesin Pemotong Styrofoam 3 Axis Menggunakan Hot Cutting Pen dengan Kontrol PID
Putut Dwi Wijaya;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.936 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26252
Perkembangan industri kreatif styrofoam semakin pesat. Pemotongan styrofoam secara manual sulit dan tidak konsisten. Dibutuhkan mesin pemotong styrofoam yang bisa memotong secara otomatis. Pada penelitian ini penulis membuat mesin pemotong styrofoam 3 axis menggunakan hot cutting pen yang dapat memotong dari starting point manapun sesuai dengan kehendak operator, sehingga bisa memotong lebih efektif. Pada aktuator terdapat sistem kontrol suhu dengan metode PID agar selama proses pemotongan suhu tetap stabil sehingga hasil potongan rapi dan konsisten. Untuk mengontrol keseluruhan kerja mesin, digunakan mikrokontroler arduino. Pemotongan dilakukan dengan mengirimkan file g-code kepada mikrokontroler melalui software Universal G-code Sender, kemudian mikrokontroler mengirimkan sinyal untuk menggerakkan driver motor dan driver motor menggerakkan motor stepper sehingga dihasilkan gerakan aktuator sesuai dengan gambar pada file g-code. Setelah dilakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa kontrol suhu hot cutting pen menggunakan PID menghasilkan lebar osilasi sebesar 11º Celcius. Pada pemotongan styrofoam 1 cm diperlukan suhu 290º Celcius dan feed rate 300 mm/min, styrofoam 1,5 cm diperlukan suhu 300º Celcius dan feed rate 300 mm/min, styrofoam 2 cm diperlukan suhu 310º Celcius dan feed rate 300 mm/min, styrofoam 3 cm diperlukan suhu 330º Celcius dan feed rate 300 mm/min. Diharapkan mesin ini bisa menyokong industri kreatif styrofoam di Indonesia.
Analisis Perbandingan DTM (Digital Terrain Model) dari LiDAR (Light Detection and Ranging) dan Foto Udara dalam Pembuatan Kontur Peta Rupa Bumi Indonesia
Novita Duantari;
Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (707.874 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26275
Digital Terrain Model (DTM) adalah deskripsi digital dari permukaan medan poin 3D. DTM kemudian dapat digunakan untuk pembuatan kontur peta. Ketelitian kontur pada peta RBI diatur dalam Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial No. 15 Tahun 2014 .Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data LiDAR dan foto udara. Pengolahan kedua data tersebut pun memiliki perbedaan. Pengolahan data LiDAR diawali dengan proses editing masspoint dan menghilangkan noise serta spike. Setelah proses editing dilakukan kemudian dilakukan pembuatan model TIN untuk mendapatkan kontur dari DTM data LiDAR. Sedangkan, data foto udara diolah dengan menggunakan cara stereoplotting. Proses stereoplotting ini diawali dengan pembuatan stereomate dan pembentukan model stereo. Hasil dari penelitian ini yaitu uji LE90 pengolahan data LiDAR sebesar 0,571 m dan foto udara sebesar 1,099 m. Berdasarkan Perka BIG No. 15 Tahun 2014 pada ketelitian peta skala 1:5000, hasil pengolahan data LiDAR masuk ke dalam klasifikasi kelas 1 dan foto udara masuk kelas 2. Berdasarkan hasil kontur yang dihasilkan, kontur hasil stereoplotting lebih sederhana karena hanya menampilkan kontur yang diperlukan dalam sebuah peta, tidak terdapat titik-titik tinggi hasil perekaman yang tidak diperlukan, dan lebih mudah dipahami pengguna sesuai dengan syarat peta apabila dibandingkan dengan hasil kontur LiDAR.
Rancang Bangun Integrasi Aplikasi Sistem Kehadiran Mahasiswa Menggunakan Kerangka Kerja Laravel Studi Kasus Jurusan Teknik Informatika ITS
Mohammad Shahbana Satriawan;
Sarwosri Sarwosri
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.877 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26287
Sistem kehadiran mahasiswa merupakan proses pencatatan kehadiran mahasiswa di kelas. Di Teknik Informatika ITS, sistem validasi kehadiran mahasiswa dilakukan secara manual yaitu melakukan tanda tangan di kertas. Hal ini menimbulkan celah kelemahan yaitu terjadi kecurangan dalam sistem kehadiran. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengatasi kecurangan dalam sistem kehadiran.Dan juga untuk mengatasi mahasiswa yang sering absen pada perkuliahan,, diperlukan suatu sistem yang dapat memonitor hal tersebut. Hasil dari tugas akhir ini adalah terbuatnya aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan di Teknik Informatika ITS mengenai sistem informasi kehadiran mahasiswa. Aplikasi ini dapat mengintegrasikan data-data pada aplikasi Web dan Mobile, serta memudahkan proses pencatatan dan perekapan data kehadiran.
Pemodelan dan Analisa Antilock Braking System (ABS) Pada Military Vehicle Studi Kasus Panser Anoa APC 6x6
Muhammad Jundulloh;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1128.221 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26629
Dalam studi ini akan dilakukan pemodelan Antilock Braking System dan analisa pada kendaraan Military Vehicle Panser Anoa APC 6X6. ABS diberikan di dua roda belakang dan parameter sistem rem sebelumnya diambil dari PT PINDAD. Lalu hasil analisa ini didapat nilai gaya di brake pedal, gaya di booster rem, tekanan di master silinder, gaya di caliper, gaya dan torsi di disk pad. Setelah itu menambahkan komponen ABS kemudian dilakukan pemodelan dan simulasi dengan software dengan kecepatan Panser 60 km/jam dan membandingkan stopping distance LBS terhadap ABS sesuai standar internasional serta perilaku beloknya. Skema untuk ABS Panser sama seperti yang LBS namun ada tambahan komponen seperti ABS Control Unit, Hydraulic Modulator dan Wheel Speed Sensor. Dan dari simulasi didapatkan respon stopping distance ABS = 16 meter, LBS = 18.45 meter. Untuk waktu pengereman ABS = 1.94 detik, LBS = 2.20 detik. Nilai koefisien gesek lateral LBS = 0.00 sedangkan untuk ABS nilai koefisien gesek lateralnya = 0.10 – 0.40, sehingga perilaku belok LBS lebih cenderung oversteer dibanding ABS.
Aplikasi Wireless Sensor Network Untuk Pembacaan Meteran Air
Nugra Arsyistawa;
Muhammad Rivai;
Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.732 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26648
Pada era modern, manusia cenderung lebih menyukai hal yang praktis yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Untuk mewujudkan efisiensi yang diinginkan, manusia memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaanya. Salah satu peluang pemanfaatan teknologi untuk memudahkan pekerjaan manusia adalah sistem monitoring penggunaan meteran air yang dapat diakses secara online. Pada penelitian ini merancang jenis perangkat meteran baru yang memanfaatkan teknologi nirkabel untuk mengirim sinyal listrik yang terbaca oleh sensor aliran air FS300A G3/4 yang bekerja dengan prinsip hall-effect. Sensor dikalibrasi dengan mengambil data berupa pulsa untuk menghitung aliran air. Mikrokontoler Arduino Uno akan memproses sinyal yang terbaca oleh sensor dan menampilkanya pada LCD. Perangkat terhubung dengan dalam jaringan wireless sensor network menggunakan modul Xbee S1 dengan tipe topologi jaringan digimesh yang memungkinkan proses data forwarding, yaitu proses pengiriman data dari node ke webserver melalui beberapa node sebagai jembatan. Dalam sistem ini Raspberry Pi model B digunakan sebagai webserver untuk mengumpulkan data dan mengirimnya pada server thingspeak.com tiap 30 detik. Berdasarkan hasil pengujian diketahui hubungan jumlah pulsa terhadap besar debit air, dan diketahui jangkauan maksimal dari node adalah 34 meter. Dalam uji coba jaringan, Node dengan jarak 20 m memiliki tingkat kesuksesan pengiriman data 99%.