cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Gaharu (Aquilaria Malaccensis) dengan Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxhlet Extraction Isabel Triesty; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.821 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24491

Abstract

Abstract—Minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi salah satunya yaitu minyak gaharu. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman gaharu ini biasanya dipakai sebagai pewangi, obat-obatan dan bahan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari gaharu dengan metode ekstraksi konvensional soxhlet extraction dan metode hydrodistillation dengan bantuan pemanas microwave atau dikenal dengan sebutan microwave hydrodistillation serta membandingkan pengaruh dari penggunaan kedua metode tersebut terhadap perolehan yield minyak gaharu. Pada metode soxhlet extraction digunakan pelarut organik n-Hexane 95% dengan waktu ekstraksi selama 16 jam, sedangkan pada metode microwave hydrodistillation menggunakan pelarut aquades dengan lama waktu 12 jam dan menggunakan microwave konvensional merk Electrolux model EMM-2308X dengan daya 450 W. Didapatkan hasil penelitian dengan metode soxhlet extraction memiliki yield sebesar 1,67%, sedangkan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 1,38%. Dari segi waktu dan yield yang dihasilkan metode microwave hydrodistillation memberikan hasil ekstraksi yang lebih baik daripada metode soxhlet extraction dengan  recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 76,55%.
Pemetaan Foto Udara Menggunakan Wahana Fix Wing UAV (Studi Kasus : Kampus ITS Sukolilo Ahmad Solihuddin Al Ayyubi; Agung Budi Cahyono; Husnul Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.383 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24518

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, teknologi foto udara terus berkembang dengan pesat. Salah satu manfaat yang bisa digunakan adalah untuk pekerjaan pemetaan skala besar. Di Indonesia, penyediaan data informasi geospasial masih sedikit. Oleh karena itu teknologi foto udara tanpa awak atau yang biasa disebut dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dapat menunjang penyedia data spasial dalam skala yang cukup besar. Selain efektif dan efisien baik dari segi biaya maupun waktu penggunanaan, UAV juga dapat menghasilkan foto yang cukup jelas. Dalam melakukan proses pembuatan ortofoto pun dapat dilakukan secara otomatis dengan software pengolahan foto udara. Penelitian ini dilakukan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo – Surabaya dengan luas (±184 Ha) dengan menggunakan Fix Wing UAV jenis SkyWalker sebagai wahana dan Canon PowerShot S100 sebagai kamera. Pengukuran ground control point  yang digunakan adalah 16 titik yang menyebar di kawasan Kampus ITS. Dari hasil penelitian ini telah dilakukan pemetaan dengan metode fotogrametri menggunakan UAV jenis Fix Wing dengan jumlah foto 686 dan tinggi terbang rata-rata 277 m. Hasil georeferencing didapatkan pergeseran nilai error terbesar adalah 5,92 cm yaitu pada GCP 10 dan proyeksi error terkecil adalah 0,59 cm yaitu pada GCP 14.
Pemisahan Selulosa dari Lignin Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Alkalisasi untuk Penguat Bahan Komposit Penyerap Suara Muhammad Aditya Pradana; Hosta Ardhyananta; Mohammad Farid
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24559

Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang dikembangkan sebagai material penyerap suara. Sebelumnya sudah diteliti mengenai penguat dalam komposit penyerap suara menggunakan serat tandan kosong kelapa sawit. Akan tetapi, penelitian sebelumnya masih dilakukan penelitian untuk prosesnya dan belum diaplikasikan untuk penguat komposit penyerap suara. Sehingga dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses alkalisasi pada serat tandan kosong kelapa sawit terutama pada pemisahan selulosa dari lignin serat tersebut. Penelitian ini menggunakan NaOH 2% sebagai pelarut pada proses alkalisasi serat tandan kosong kelapa sawit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji FTIR pada serat tandan kosong kelapa sawit tanpa perlakuan dan dengan perlakuan alkalisasi. hasil uji FTIR menunjukkan serat tandan kosong kelapa sawit dialkalisasi secara kurang optimal dengan masih menyisakan sebagian kadar lignin yang ditunjukkan dengan masih terdapatnya peak gugus aromatik C=C pada rentang 1200-1300 cm-1.
Pra Desain Pabrik Pemanfaatan Gas Alam Natuna Menjadi Dietil Karbonat Melalui Proses Direct Synthesis Yesaya Reuben Natanael; Lukas Rudy Paembong; Annas Wiguno; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.16 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24747

Abstract

Konsumsi bahan bakar minyak yang terus meningkat menyebabkan polusi CO2. Eksplorasi dan pemanfaatan gas alam, seperti pada Natuan Gas field, akan menghasilkan banyak emisi CO2. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan pabrik Dietil Karbonat dengan bahan baku CO2 dimana kapasitas produk DEC sebesar 10.565.449 ton/tahun dan sales gas sebesar 45.299.932 MMBtu/tahun, dengan umur pabrik 20 tahun yang berjalan kontinyu selama 330 hari / tahun. Tujuan perancangan pabrik dietil karbonat adalah untuk memanfaatkan CO2 dari hasil gas alam pada Natuna gas field. Pabrik dietil karbonat direncanakan didirkan pada Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Tempat ini dipilih karena tersedia akses terhadap bahan baku utama berupa gas alam pada perairan Natuna, sarana transportasi darat dan laut, ketersediaan listrik, air dan pemasaran produk dapat dilakukan pada daerah Balikpapan, dan luar negeri melalui Singapura. Pada pabrik ini digunakan proses direct synthesis menggunakan bahan baku CO2, etanol, dan etilen oksida dimana katalis KI dan sodium etoksida digunakan dalam proses sintesa. Produk samping dari proses ini ialah etilen karbonat (4.319.760 ton/tahun), etilen gilkol (5.501.320 ton / tahun) dan cellosolve (846.776,7 ton/tahun) yang memiliki nilai jual yang baik. Secara analisa ekonomi didapatkan total investment cost : 25.047,69 Juta USD, net pressent value : 148,121 juta USD, IRR : 35,84%, dan POT : 3,611 tahun sehingga pabrik pemanfaatan gas alam pada Natuna gas field perlu dipertimbangkan.
Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Limbah Batang Sorgum Difermentasikan dengan Kluyveromyces marxianus Yumna Dian Pawitra; Irham Raditya Putra; Sri Nastiti Rachmania Juliastuti; Nuniek Hendrianie
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.616 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24755

Abstract

Pencemaran lingkungan dan krisis energi kini sudah menjadi topik hampir di semua kalangan. Karena hampir semua penggunaan energi menggunakan bahan bakar fosil yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dimana hal tersebut terdapat di hasil pembuangan dan pembakarannya yang sangat berbahaya, salah satunya karbon dioksida (CO2). Tetapi dengan meningkatnya karbon dioksida (CO2) kini dapat dikurangi dengan menggunakan beberapa metode dengan bahan baku yang tergolong ramah lingkungan untuk mendapatkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan seperti bioetanol. Salah satunya menggunakan limbah batang sorgum, karena kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari limbah batang sorgum ini menggunakan tahapan proses pre-treatment, hidrolisis, fermentasi dan pemurnian. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Kluyveromyces marxianus. Mikroorganisme ini termasuk anaerob dan menghasilkan etanol dan karbon dioksida. Konsumsi premium pada 2018 diperkirakan sebanyak 62.774.588 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara batch , 24jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 3.044.462 kL/tahun, Bahan baku : 3430 kg/jam. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2018. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Internal Rate of Return : 10% per tahun, Pay Out Time : 1,45 tahun, dan BEP : 42,17%
Analisa Morfologi dan Spektroskopi Infra Merah Serat Bambu Betung (Dendrocalamus Asper) Hasil Proses Alkalisasi Sebagai Penguat Komposit Absorbsi Suara Aji Pambudi; Moh. Farid; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.601 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24808

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor juga menyebabkan masalah lingkungan. Selain itu, pengembangan inovasi sangat dibutuhkan dalam pembuatan material yang lebih efisien, ringan, dan ramah lingkungan. Pada penelitian sebelumnya, sudah diteliti mengenai penguat dalam komposit absorpsi suara menggunakan serat bambu betung (Dendrocalamus asper). Akan tetapi, penelitian sebelumnya masih dilakukan penelitian untuk prosesnya dan belum diaplikasikan untuk penguat komposit absorpsi suara. Sehingga dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk menganalisa serat bambu betung (Dendrocalamus asper) sebagai penguat komposit absorbsi suara. Permasalahan yang dikaji untuk mengetahui pengaruh alkalisasi terhadap morfologi dan hasil FTIR dari serat bambu betung (Dendrocalamus asper). Serat bambu betung yang digunakan mengalami proses alkalisasi dengan cara direndam pada larutan NaOH 2M pada temperatur 70oC selama 3 jam. Tujuannya untuk menghilangkan kadar lignin yang terdapat pada serat bambu betung. Dari hasil pengujian dapat dilihat pada FTIR serat bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan perlakuan alkalisasi masih terdapat sisa lignin pada daerah serapan sekitar 1600 cm-1 dengan gugus aromatik C=C yang ditunjukkan dari peak pada grafik FTIR, dan diperjelas pada hasil morfologi serat bambu betung yang menunjukkan bahwa permukaan serat lebih halus dan terlihat sedikit lignin.
Timbulan dan Pengurangan Sampah di Kecamatan Klojen Kota Malang Rizqi Meuthia Widyaningsih; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24825

Abstract

Kecamatan Klojen merupakan salah satu kecamatan di Kota Malang yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dengan kontribusi sampah terbesar yaitu kurang lebih sekitar 38,00 m3/hari dengan jumlah penduduk terendah. Besarnya timbulan sampah mengakibatkan penumpukan sampah di TPS. Manajemen Bank Sampah Malang (BSM) merupakan salah satu program yang dibuat untuk membantu pemerintah daerah dalam mereduksi sampah khususnya yaitu sampah anorganik dan mendorong perilaku memilah sampah. Data primer yang dibutuhkan antara lain pengukuran timbulan dilakukan selama 8 hari. Pemilihan lokasi sampling berdasarkan hasil pemetaan TPS. Data reduksi sampah didapatkan dari wawancara dan pengukuran komposisi sampah tereduksi oleh bank sampah, petugas pengumpul sampah, dan sektor informal. Data reduksi juga didapatkan dari pengukuran langsung terhadap hasil pilahan dengan cara menimbang. Laju timbulan sampah rumah tangga di Kecamatan Klojen adalah sebesar 0,28 kg/orang/hari. Komposisi sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari dikomposkan sebesar sebesar 67,29%, sedangkan komposisi lainnya terdiri dari sampah plastik 8,29%, diapers 8,00%, kertas 7,22%, kain 1,90%, logam 1,78%, kaca 1,06%, kayu 0,09%, karet 0,15%, residu 3,66%, dan B3 0,57%. Reduksi sampah di sumber dilakukan oleh masyarakat melalui Bank Sampah dan sektor informal. Jumlah bank sampah yang ada di Kecamatan Klojen sebanyak 93 bank sampah. Persentase pelayanan Bank Sampah di Kecamatan Klojen sebesar 14,6%. Pengurangan sampah melalui Bank Sampah sebesar 1,1%. Sedangkan pengurangan sampah melalui sektor informal sebesar 2,6%.
Pengaruh Pengenceran Lindi dan Penambahan Bakteri Starter terhadap Pertumbuhan Tanaman Pangan Nur Diana Safitri; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.007 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25064

Abstract

Permasalahan mengenai lindi sampah merupakan salah satu dampak dari timbulan sampah. Timbulan sampah menghasilkan lindi yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi dampak adanya lindi adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk. Dalam pemanfaatannya menjadi pupuk organik, lindi difermentasikan menggunakan bakteri penambat N, yaitu Azospirillum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran lindi dengan konsentrasi bakteri starter terhadap laju pertumbuhan tanaman pangan yang baik. Variabel yang digunakan adalah pengenceran lindi dan konsentrasi penambahan bakteri starter. Pengenceran yang digunakan yaitu 50x, 75x, 100x, dengan volume sampel sebanyak 10 ml. penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan tanaman uji berupa Sorghum bicolor dan Zea mays. Proses fermentasi pada masing-masing reaktor uji dilakukan selama 14 hari. Analisis dilakukan pada jumlah koloni bakteri, BOD5, COD, amonium, nitrat, serta parameter fisik berupa pH dan suhu. Hasil dari penelitian berupa besarnya pertambahan batang dan daun tanaman uji. Pertambahan tinggi batang tanaman yang terbaik adalah penambahan dari pupuk D1 untuk tanaman Sorghum bicolor dan D2 untuk tanaman Zea mays. Kedua pupuk tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman uji.
Fito Pengolahan untuk Dekosentrasi Warna Rhodamin B, Metilen Biru dan Metil Violet dengan Tumbuhan Air Eichhornia crassipes Amanda Herrena; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.353 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25075

Abstract

Pengolahan air limbah dengan menggunakan tumbuhan air atau phytotreatment telah menjadi salah satu alternatif pengolahan air limbah yang cukup murah dan efisien dalam penerapannya. Tumbuhan air lebih efektif dalam pengolahan air limbah dibandingkan dengan tanaman lainnya karena pertumbuhan mereka lebih cepat dan produksi biomassa yang lebih besar. Kemampuannya relatif lebih tinggi untuk meyerap polutan karena kontak langsung dengan air yang terkontaminasi. Pada penelitian untuk mengetahui efisiensi tumbuhan air yaitu Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam dekonsentrasi warna. Dilakukan tahapan yaitu propagasi tumbuhan, tahap aklimatisasi, tahap range finding test dan uji phytotreatment selama 30 hari dengan parameter utama uji warna dan parameter pendukung yaitu uji suhu, pH, analisa morfologi, berat basah dan berat kering. Dilakukan juga uji toksisitas pada LC-50 dan uji plant cells analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji toksisitas LC-50 dari ketiga warna tersebut, bahwa tumbuhan eceng gondok memiliki ketahanan respons biologis yang lebih besar. Nilai LC-50 tumbuhan E. crassipes terhadap pewarna rhodamin B 99,5 mg/L > metil violet 83,2 mg/L> metilen biru 74,5 mg/L. Hasil penyisihan warna pada hari ke 30 oleh tumbuhan E.crassipes terhadap warna metilen biru mencapai 59% sedangkan pada kontrol mencapai 59%, warna rhodamin B mencapai 52% dan pada kontrol mencapai 52% dan metil violet sebesar 51% sedangkan pada kontrol mencapai 51%. Berdasarkan hasil persentase penyisihan warna yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa penyisihan warna rhodamin B, metilen biru dan metil violet oleh tumbuhan E.crassipes sampai 30 hari pemaparan kurang efektif karena mikroorganime indigenous yang lebih berperan dan terjadinya proses reduksi oksidasi terhada pewarna sintesis.    
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Flux Vector Control Berbasis Self-Tuning PI Ferry Arvianto; Mochammad Rameli
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.995 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25079

Abstract

Motor induksi tiga fasa adalah penggerak elektrik yang  banyak digunakan di dunia industri karena konstruksinya yang kokoh, perawatan yamg mudah, dan lebih ekonomis dibandingkan motor jenis lain dengan kapasitas data yang sama. Keunggulan yang banyak itu juga diimbangi dengan kelemahan berupa sulitnya motor induksi dalam hal pengontrolan kecepatan dibandingkan dengan motor jenis DC. Motor induksi tiga fasa sulit dikontrol kecepatannya karena motor ini tidak linier dan parameter motornya dapat berubah-ubah yang disebabkan oleh suhu, saturasi magnetik, dan frekuensi. Penggunaan metode flux vector control dengan ontroler Self-Tuning Regulator Tipe PI dipilih untuk mendapatkan pengaturan kecepatan motor induksi yang baik. Metode flux vector control akan membuat motor induksi tiga fasa bisa dikontrol seperti motor dc penguatan terpisah. Sedangkan penggunaan Self-Tuning Regulator digunakan untuk mengatasi perubahan parameter motor induksi. Sistem yang sudah dibuat disimulasikan di MATLAB  dan hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan kontroler Self-Tuning Regulator Tipe PI lebih baik dibandingkan menggunakan kontroler PI konvensional, dimana kecepatan motor mampu mengikuti referensi kecepatan yang diberikan meskipun  diberi pembebanan dan perubahan resistansi stator.