cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 69 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Web untuk Diagnosa Penyakit Muhammad Yogie Nugroho; Mohammad Nuh; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51583

Abstract

Pada beberapa kasus, diagnosa penyakit tidak dapat dilakukan dengan mudah karena beberapa tanda dan gejala mungkin saling beririsan dengan penyakit lain. Sistem pendukung keputusan merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu dokter dalam pengambilan keputusan diagnosa. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk mendiganosa suatu penyakit sesuai dengan kebutuhan. Sistem pendukung dirancang agar dapat terintegrasi dengan data pasien sehingga secara praktis dapat digunakan di rumah sakit. Sistem diimplementasikan ke dalam sistem berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan Relational Database Management System MySQL. Jenis sistem pendukung keputusan yang dirancang pada penelitian merupakan nonknowledge-based sytem dengan algoritma machine learning yang digunakan yaitu Naive Bayes. Berdasarkan pengujian performansi, pada saat kondisi normal performansi sistem baik dan tidak terpengaruh jumlah user yang melakukan akses. Selain itu tidak terdapat perbedaan performa yang signifikan saat kondisi normal dan pada saat kondisi terdapat lonjakan trafik.
Klasifikasi Tumor Otak pada Citra Magnetic Resonance Image dengan Menggunakan Metode Support Vector Machine Ainani Shabrina Febrianti; Tri Arief Sardjono; Atar Fuady Babgei
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51587

Abstract

Di Indonesia, pasien yang terdiagnosis tumor otak semakin meningkat setiap tahunnya. Bukan hanya orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga dapat terserang penyakit tumor otak. Untuk membedakan citra gambar Magnetic Resonance Image (MRI) yang terdeteksi tumor otak dengan yang tidak terdeteksi tumor otak, perlu dilakukan proses klasifikasi dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Dalam penelitian ini, proses klasifikasi dilakukan dalam tiga langkah, Pre-processing yang mengubah ukuran citra, ekstraksi fitur yang mengambil informasi (fitur) secara teksturnya, kemudian diikuti dengan melatih data dan dilakukan pengujian pada SVM. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan citra MRI dengan tumor atau non tumor. Serta menganalisis tingkat akurasi klasifikasi untuk kernel SVM yang berbeda seperti Linear, RBF dan Polynomial. Dari hasil pengujian klasifikasi dengan SVM, didapatkan tingkat akurasi yang cukup baik sebesar 0.76 dengan menggunakan kernel Linear dan RBF pada tipe C-SVM.
Klasifikasi DNA Microarray Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Artificial Neural Network (ANN) Dian Atia Ihsani; Achmad Arifin; Muhammad Hilman Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51637

Abstract

Kanker merupakan suatu kelompok penyakit tingkat molekular yang ditandai dengan pembelahan sel tidak terkendali yang memiliki potensi untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan pada jaringan sekitar (invasi) atau dengan perpindahan ke jaringan lain (metastatic). Banyaknya jumlah ekspresi gen serta besarnya data yang terkandung pada DNA membuat diagnosis bagi pasien penderita kanker terhambat. Lama waktu yang dibutuhkan untuk diagnosis kanker membuat perawatan yang diberikan tertunda, sehingga sel kanker sering kali telah menginvasi organ lain yang kemudian memicu tingginya tingkat kematian akibat kanker. DNA microarray merupakan suatu metode baru dalam dunia teknologi yang membantu proses analisis tingkat ekspresi jutaan gen pada suatu waktu. Melalui ekspresi gen ini, diagnosis penyakit, identifikasi tumor, serta deteksi mutasi dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam tugas akhir ini, salah satu kelas dari Artificial Neural Network (ANN), yakni Multilayer Perceptron (MLP), diaplikasikan sebagai metode klasifikasi. Untuk meningkatkan efisiensi proses klasifikasi, data yang berukuran besar direduksi dimensionalitasnya menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Dua sub-tipe kanker paru-paru, yakni Adenocarcinoma (AC) dan Squamous Cell Carcinoma (SCC) digunakan sebagai data penguji untuk memvalidasi keberhasilan metode yang diajukan. Hasil klasifikasi dari dataset PCA dengan nilai variance yang meningkat menunjukkan nilai akurasi yang meningkat pula dengan nilai maksimal akurasi dari dataset variance 100% sebesar 90,02%.
Simulasi Delaminasi pada Komposit Glass Fiber-reinforced Polymer (GFRP) dan Carbon Fiber-reinforced Polymer Menggunakan Metode Cohesive Zone Model (CZM) dan Virtual Crack Closure Technique (VCCT) Dimas Bagus Setiawan; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Widyastuti Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50322

Abstract

Komposit digunakan untuk pengganti logam, dengan mempertimbangkan kekuatan yang tidak berbeda jauh dengan logam. Glass fiber-reinforced polymer (GFRP) dan carbon fiber-reinforced polymer (CFRP) merupakan dua komposit yang saat ini banyak digunakan. Namun pada penggunaannya komposit dapat mengalami kegagalan. Salah satu kegagalan material komposit adalah delaminasi, yakni lepasnya laminat-laminat antar lapisan (layer) material komposit. Pada penelitian ini, telah dilakukan perbandingan hasil simulasi delaminasi dengan tujuan mencari metode terbaik pada 2 metode berbeda yakni, Cohesive Zone Model (CZM), dan Virtual Crack Closure Technique (VCCT) pada dua material berbeda yakni, carbon fiber-reinforced polymer (CFRP) dan glass fiber-reinforced polymer (GFRP). Simulasi dilakukan menggunakan ANSYS Workbench Mechanical, dimana terlebih dahulu dilakukan analisa mesh sensitivity untuk menentukan ukuran elemen paling optimal, dimana didapat ukuran 0.4 mm merupakan yang paling optimal. Setelah itu dilakukan analisa karakterisasi delaminasi dengan mempelajari kurva stress-strain dan distribusi tegangan-regangan. Dari analisa tersebut, dengan menggunakan parameter, didapat VCCT merupakan metode terbaik karena sesuai dengan teori, memiliki nilai margin error yang rendah, serta tidak memerlukan adanya preparasi delaminasi.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro pada Bendung Gerak Waru Turi Nadira Fildzah Tasya Hutagalung; Wasis Wardoyo; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50958

Abstract

Bendung Gerak Waru Turi yang dilintasi oleh Sungai Brantas memiliki fungsi utama sebagai irigasi pesawahan, air baku, pengendali air dan pariwisata edukasi. Bendung tersebut mensuplai air irigasi pada Warujayeng menuju Ponorogo dengan debit inflow maksimal sebesar 18.36 m3/detik dan Turi Tunggoro yang menuju Mojokerto memiliki debit inflow maksimal sebesar 18.90 m3/detik. Pada saluran irigasi Waru dan Turi terdapat debit intake melimpah dan beda tinggi yang belum dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik untuk keperluan operasional bending tersebut. Sehingga dibutuhkan perencanaan pembangkit listrik yang baik untuk keperluan Bendung Gerak Waru Turi dan sekitar. Untuk mencapai tujuan ini, langkah-langkah yang diambil adalah menghitung debit andalan Sungai Brantas dan debit andalan saluran irigasi untuk mendapatkan debit perencanaan PLTA. Perhitungan beda tinggi pada hulu bendung ke hilir dilakukan dan diolah untuk mencari perhitungan Analisa daya dan energi yang dihasilkan, sehingga dapat merencanakan komponen-komponen PLTA seperti intake, saluran pengarah, kolam tampung, pipa pesat dan rumah turbin. Hasil dari studi ini adalah pembangkit listrik pada saluran irigasi Waru menghasilkan daya sebesar 1158.57 kW selama satu tahun dengan debit sebesar 10.67 m3/detik, sedangkan saluran irigasi Turi menghasilkan daya sebesar 1119.24 kW selama satu tahun dengan debit sebesar 10.44 m3/detik. Sehingga jenis pembangkit listrik dapat dikategorikan pembangkit listrik mini-hidro yang dapat mengurangi biaya tagihan listrik dengan memanfaatkan listrik yang ada sehingga dana dapat dialokasikan ke pengembangan lainnya.
Arahan Peningkatan Daya Tarik Pariwisata di Kawasan Pecinan Kota Lama Kembang Jepun Surabaya Muhammad Luthfi Amrullah; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51198

Abstract

Bagian Kota Surabaya ini masih dipertahankan dari sisi bangunan yang harus dilestarikan telah disusun peraturannya yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan atau Lingkungan Cagar Budaya. Menurut Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) UP Tanjung Perak Surabaya 2011-2031, kawasan Kembang Jepun diarahkan sebagai wilayah perencanaan bangunan cagar budaya Pecinan golongan C, dilaksanakan sesuai ketentuan Perda No. 5 tahun 2005 Bab IV Pasal 16 melalui Revitalisasi atau Adaptasi, dengan pengembangan zona wisata kuliner dan wisata sejarah, budaya, dan arsitektural. Berdasarkan peraturan yang sudah berlaku dan ditetapkan masih belum terlaksana sepenuhnya. Fungsi kawasan cagar budaya yang ditetapkan dikawasan pecinan Kota Surabaya masih butuh penambahan atau revitalisasi dari segi infarstruktur maupun bangunan tua yang merupakan aset Kota Surabaya. Perlu arahan untuk meningkatkan nilai kawasan tersebut karena adanya potensi pariwisata yang masih belum dimanfaatkan sepenuhnya.dari kondisi diatas diperlukan arahan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata kawasan tersebut. Untuk mendapatkan arahan tersebut diperlukan tahapan sebagai berikut (1) Mengidentifikasi karakteristik Kawasan Pecinan berdasarkan potensi kawasan tersebut menggunakan analisis deskriptif. (2) Menentukan Faktor peningkat daya tarik pariwisata ke Kawasan Pecinan menggunakan metode analisis delphi. (3)merumuskan Arahan peningkatan daya tarik pariwisata kawasan pecinan kembang jepun Kota Surabaya menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan dari penelitian ini adalah arahan pada setiap faktornya, seperti revitalisasi bangunan heritage, pelestarian budaya khas kawasan pecinan yang bisa dilaksanakan melalui acara tahunan, dan kebetuhan akan kelembagaan yang mengelola kawasan pecinan secara terpadu.
Identifikasi Pola Spasial Kriminalitas Kota Berdasarkan Faktor Ekologi Kriminal di Kabupaten Sidoarjo Ramadhany Ashari; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51200

Abstract

Permasalah Kota-kota Indonesia yang berujung pada menurunnya kualitas lingkungan perkotaan. Permasalahan lingkungan, sosial, kependudukan, infrastruktur, lapangan kerja, dan lain sebagainya merupakan isu perkotaan yang seringkali bermunculan di ruang publik, baik dalam bentuk media ataupun diseminasi public. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Spasial Kriminal Pencurian Berdasarkan Faktor Ekologi Kriminal di Kabupaten Sidoarjo sebagai perspektif teoritis kecenderungan lingkungan pembentuk tindak criminal. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu dicapai sasaran dalam penelitian ini berupa; Menganalisis faktor-faktor ekologi kriminal yang menentukan tingkat kriminalitas di Kabupaten Sidoarjo;Mengidentifikasi pola spasial kriminal pencurian di Kabupaten Sidoarjo; Mengidentifikasi korelasi antara pola spasial kriminal pencurian dengan faktor-faktor ekologi kriminal. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dot density dan analisis korelasi. Dimana kedua analisis tersebut digunakan untuk mengetahui persebaran lokasi kriminalitas kota serta mengetahui besaran pengaruh kriminalitas suatu wilayah. Dari analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil akhir bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kriminalitas di Kabupaten Sidoarjo diantaranya adalah padatnya penduduk, permukiman, pengangguran, kawasan komersil. Berdasarkan hasil penelitian tipe Difusi Penampungan (Relocation diffusion), yang merupakan proses yang sama dengan persebaran keruangan dimana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru dan Faktor-faktor ekologi kriminal yang berkorelasi kuat sebagai faktor pembentuk kriminal pencurian di Kabupaten Sidoarjo adalah luas permukiman dan luas kawasan komersil Sedangkan populasi, kepadatan dan kemiskinan penduduk berkorelasi rendah sampai sedang.
Pemodelan Penjalaran Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Beserta Skenario Dike, Studi Kasus Teluk Jakarta Nur Chasanah; Haryo Dwito Armono; Sujantoko Sujantoko; Juventus Welly Radianta Ginting
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50609

Abstract

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif di Indonesia. Gunung Anak Krakatau terus memperlihatkan aktifitas vulkanik, hal ini dibuktikan oleh tsunami pada 22 Desember 2018 yang di akibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Jakarta sebagai ibukota negara dan memiliki jumlah penduduk terpadat di Indonesia sudah sewajarnya memiliki rencana mitigasi dini untuk mengurangi dampak dari bencana tsunami. Sejalan dengan usaha mitigasi tersebut, Pemda DKI Jakarta mengemukakan rencana tata ruang wilayah Jakarta tahun 2030 yang dikenal sebagai Master Plan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development). Panduan Master Plan NCICD memiliki proyek utama dalam pengembangan pesisir Teluk Jakarta yaitu dengan pembangunan tanggul laut. Akan tetapi menurut penelitian sebelumnya, desain tanggul laut Master Plan NCICD yang berbentuk garuda dinilai kurang efektif dalam segi hydraulic. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan penjalaran tsunami yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau ke Teluk Jakarta. Selain itu, penelitian dilanjutkan dengan memodelkan skenario jamak tsunami dike sebagai upaya dalam mereduksi ketinggian tsunami yang sampai ke Teluk Jakarta. Adapun kondisi awal kenaikan muka air laut merujuk pada tsunami akibat erupsi Gunung Krakatau tahun 1883. Pemodelan tsunami dilakukan dengan bantuan software MIKE 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penjalaran tsunami selama 6 jam, dan diperoleh ketinggian elevasi muka air 1.437 meter pada titik validasi. Sedangkan tinggi elevasi muka air dari data validasi adalah 1.451 meter. Pemodelan dengan skenario dike dapat mengurangi tinggi elevasi muka air di dalam area dike masing – masing adalah 100% untuk skenario dike 1 (tipe dike tertutup), 99.58% untuk skenario dike 2 (tipe dike semi tertutup dengan 1 gap), 86.26% untuk skenario dike 3 (tipe dike terbuka dengan 11 gap).
Desain Small Autonomous Passenger Ferry di Teluk Bintuni Wahyu Rachmatdhani; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50861

Abstract

Teluk Bintuni terdapat Pelabuhan Babo dan pelabuhan khusus milik Tangguh LNG. Tangguh LNG sedang menambah pekerja yang ditujukan bagi orang asli Papua. Feri autonomous didesain untuk mengantarkan pekerja ini dari Pelabuhan Babo ke Tangguh LNG. Feri tidak mengharuskan adanya personil di atas kapal untuk beroperasi, tetapi ada operator yang mengawasi operasional kapal dari daratan (ground control station). Ini mengikuti acuan yang telah diberikan oleh Lloyd’s Register (2016), AAWA (2016), DNV-GL (2018), dan Maritime UK (2018). Pekerjaan studi ini mengikuti metodologi System Based Ship Design (SBSD) dikombinasikan dengan metode Risk Based Ship Design (RBSD). Untuk menerapkan kedua metode secara bersamaan, kedua metode ini sedikit disesuaikan agar sesuai dengan studi desain. Pre hazard analysis dilakukan untuk mengetahui keamanan kapal autonomous bila beroperasi, dari hasil analisis didapatkan sebanyak 67 hazardous event yang dapat terjadi. Diambil 9 penekanan untuk mendesain kapal ini yatu, mencegah penumpang menaiki atap feri, mencegah penumpang tergelincir di dermaga, mencegah agar kapal tidak dicuri, mencegah agar penumpang gelap tidak memasuki kapal, meminimalkan konsekuensi dalam kasus penumpang gelap, mencegah hilangnya kontrol navigasi selama operasi, meminimalkan konsekuensi jika kehilangan kontrol navigasi terjadi, mencegah kegagalan sistem emergency shutdown, dan mencegah kebakaran di atas kapal. Perlunya dipertimbangkan desain sistem dok untuk dapat bekerja secara autonomous yaitu dengan menggunakan vacuum mooring. Agar kapal dapat menghindari tubrukan secara autonomous terdapat penambahan sensor berupa kamera dan LIDAR untuk dapat menganalisis keadaan lingkungan sekitar. Desain akhir kapal didapatkan kapal dengan ukuran panjang 26m, lebar 6.5m, dan tinggi 3.8m yang ditenagai dengan battery dan digerakan dengan motor listrik.
Desain Kapal Multi Purpose untuk Pelayaran Daerah Sungai Mentaya, Sampit, Kalimantan Tengah Khairur Rozak Nugroho; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51451

Abstract

Kalimantan merupakan pulau dengan potensi sumber daya alam yang sangat banyak, khususnya di Kalimantan Tengah. Potensi sumber daya alam dari Kalimantan Tengah sangat banyak akan tetapi belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di Kalimantan Tengah. Hal ini dikarenakan infrastruktur jalan untuk pendistribusian sumber daya alam belum memenuhi dan belum dapat menjangkau masyarakat yang berada di pelosok Kalimantan Tengah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah menggunakan sungai-sungai sebagai jalur distribusi yang baru. Dengan mengandalkan Kota Sampit sebagai sentral distribusi, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah berencana untuk meningkatkan alur distribusi hasil bumi melalui sungai. Untuk meningkatkan angka distribusi tersebut maka diperlukan kapal general cargo yang dapat membawa bermacam-macam hasil bumi dari Kota Sampit ke pelabuhan PT. Sylva Sari yang berada di ujung Kalimantan Tengah. Dari kota Sampit, kapal akan dimuati dengan bahan-bahan hasil bumi berupa tanaman holtikultura seperti jagung, padi, buah-buahan, dan sayur-sayuran yang merupakan hasil utama dari kota Sampit. Kemudian mencapai daerah ujung Kalimantan Tengah tepatnya di daerah kota Besi akan dimuati dengan produksi kayu logging dan olahan yang merupakan produksi utama daerah tersebut. Untuk memenuhi kondsi pendistribusian maka diperlukan perjalanan menyisir sungai Mentaya selama 10-12 jam dengan kecepatan maksimal kapal 9 knot. Payload dari kapal multi purpose ini adalah 3300 ton. Ukuran utama dari kapal multi purpose ini dicari menggunakan metode geosim dengan satu kapal pembanding. Ukuran utama yang memenuhi kriteria teknis dan regulasi adalah Lpp = 88.8 m; B = 14.4 m; H = 6 m; T = 3.8 m. Tinggi freeboard minimum yang didapatkan yaitu 2160 mm, tonase kotor kapal mencapai 2774.75 ton dengan kondisi tahanan dari kapal sebesar 65,150 kN. Biaya estimasi pembangunan kapal multi purpose adalah Rp. 59,425,142,907.84.