cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Pengaturan Kecepatan pada Simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Menggunakan Metode State Dependent – Linear Quadratic Regulator Anisa Endarwati; Rusdhianto Effendi; Ali Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5538

Abstract

Teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) menggabungkan kinerja Internal Combution Engine (ICE) dan motor listrik. ICE berlaku sebagai penggerak utama, dan motor listrik berlaku sebagai penggerak pembantu. Tetapi, pengembangan pada teknologi HEV masih sulit untuk dikembangkan karena konfigurasinya sangat kompleks. Selain itu terjadi permasalahan pada pembagian kerja antara ICE dengan motor DC pada saat akselerasi ataupun pada permasalahan regulasi. Permasalahan regulasi dapat terjadi pada saat terjadi pembebenan lebih pada kendaran berupa rem mekanik yang akan mempengaruhi penurunan kecepatan mesin bakar sehingga terjadi penurunan kecepatan pada HEV. Oleh karena itu perlu adanya suatu kontroler yang dapat dengan segera mengembalikan kecepatan HEV dengan mengatur kecepatan putar dari motor DC sebagai penggerak pembantu. Pada tugas akhir ini, digunakan kontroler State Dependent – Linear Quadratic Regulator (SD-LQR) untuk pengaturan kecepatan yang akan diimplementasikan pada simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Berdasarkan hasil pengujian, motor DC dapat membantu kinerja mesin bakar mempertahankan set point hingga  ess dapat mencapai 0,05%. Berdasar hasil implementasi masih terdapat  ess hingga 11,1%
Pengaturan Kecepatan pada Simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Menggunakan Linear Quadratic Regulator (LQR) Berdasarkan Particle Swarm Optimization (PSO) Widhayaka Aji Candra; Rusdhianto Effendi; Ali Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.993 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5539

Abstract

Hybrid Electric Vehicle (HEV) merupakan suatu jenis kendaraan hibrida yang menggabungkan sistem daya gerak Internal Combustion Engine (ICE) dengan sistem daya gerak listrik dari motor listrik. ICE dan motor listrik pada HEV dengan konfigurasi parallel dapat bekerja bersama – sama, sehingga tenaga yang dihasilkan bisa lebih besar untuk mempertahankan kecepatan terhadap adanya pembebanan pada kendaraan yang disebut dengan permasalahan regulator. Hal tersebut merupakan kelebihan dari HEV dibandingkan dengan mesin konvensional yang hanya menggunakan ICE. Metode optimal kontrol Linear Quadratic Regulator (LQR) digunakan untuk pengaturan kecepatan pada simulator HEV. Indeks performansi yang minimum dan nilai kesalahan terkecil menjadi perhatian dalam penelitian ini. Penentuan matriks pembobot Q dan R merupakan salah satu langkah agar tercapainya tujuan tersebut. Penggunaan algoritma cerdas Particle Swarm Optimization (PSO) dapat melakukan proses tuning matriks Q dan R berdasar multi kriteria yang diinginkan. Hasil pengujian, didapatkan kontrol LQR mampu mereduksi sinyal kesalahan pada saat terjadi pembebanan berlebih pada rentang beban nominal 0-60 VDC rem elektromagnetik, sehingga kecepatan yang diinginkan dapat terus dipertahankan dengan bantuan motor DC sebesar 99,4 %. Hasil implementasi ess relatif kecil sebesar 1,9%.
Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle dengan Metode Generalized Predictive Control Ilmiyah Elrosa Citra Resmi; Rusdhianto Effendi; Eka Iskandar
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.412 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5540

Abstract

Dalam Hybrid Electric Vehicle, terutama pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (PHEV)  terdapat suatu masalah, yaitu lambatnya respon Internal Combustion Engine (ICE) apabila terjadi peningkatan kecapatan. Saat keadaan akselerasi ICE membutuhkan bantuan dari motor listrik. Karena jika tidak ada bantuan dari motor listrik dan terjadi secara terus menerus dapat mengurangi kinerja dari ICE. Oleh karena itu dibutuhkan pengaturan traksi motor listrik untuk membantu ICE dalam mencapai tingkat akselerasi yang diinginkan. Pada Tugas Akhir ini digunakan metode Generalized Predictive Control untuk mengatasi masalah kenaikan kecepatan. Dengan metode ini yang memanfaatkan informasi masa depan, dapat menghasilkan respon yang mendekati model referensi.  Dengan itu dapat membantu ICE dalam menanggung beban yang diberikan. Berdasarkan hasil pengujian sistem pengaturan dengan metode GPC dapat memperbaiki respon yaitu peningkatan rise time dari 0,624s ke 0,35s, hal ini membuktikan bahwa kontroler GPC cocok untuk meningkatkan akselerasi
Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (HEV) dengan Menggunakan Metode Kontrol Neuro-Fuzzy Prediktif Bayu Prasetyo Wibowo; Rusdhianto Effendi; Eka - Iskandar
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.459 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5541

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor yang semakin meningkat menyebabkan semakin menurunnya stok bahan bakar minyak di dunia. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi di dunia.Selainitu, semakin banyaknya penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya polusi udara. Polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor akan menyebabkan global warming sehingga suhu di atmosfer bumi akan meningkat. Dalam upaya menanggulangi krisis energi dan bahaya global warming yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, maka diciptakan suatu kendaraan alternatif yang hemat energi dan ramah lingkungan yang disebut Hybrid Electric Vehicle (HEV). HEV merupakan suatu kendaraan yang menggunakan Internal Combustion Engine (ICE) dan motor listrik sebagai motor penggeraknya. Salah satu permasalahan yang masih terjadi pada HEV yaitu akselerasi. Kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC ketika proses akselerasi HEV. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan respon kecepatan HEV dapat mencapai model referensi yang diberikan pada t = 0,051 s sehingga dapat disimpulkan kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif dapat mempercepat akselerasi pada HEV.
Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car Andreas Parluhutan Bonor Sinaga; Josaphat Pramudijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.112 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5572

Abstract

Pengiriman logistik ke daerah-daerah rawan bencana merupakan hal yang sangat sulit dilakukan, tentunya diperlukan pengetahuan mengenai kondisi medan jalan. Salah satu dampak yang utama adalah sulitnya melakukan manuver dalam pengendalian performansi  truk logistik yang pada umumnya berupa truk-truk gandeng. Untuk membantu pengemudi truk dalam berkendara pada kondisi tersebut, dirancang sebuah prototype mobil mandiri (Autonomous Car) yang mampu melakukan manuver-manuver pergerakan secara sendirinya, salah satu manuver tersebut ialah Following Car.  Dalam Tugas Akhir ini perancangan sistem yang akan dilakukan dengan  memodelkan  dua buah kendaraan mobil RC (remote control) yang bertindak sebagai  follower dan leader car. Pengoperasian dari  following car dilakukan dengan memodifikasi dari kendaraan RC-1, sedangkan RC-2 bertindak sebagai leader car yang dikondisikan secara manual. Dengan penerapan kontroler PID pada implementasi sistem didapatkan penurunan time settling menjadi 2,7 Detik dan peningkatan error steady state sebesar 2,44%. Pada implementasi diberikan kecepatan leader secara acak, dengan implementasi kontroler PID, kondisi jarak antara autonomous car dengan leader car masih dalam range keadaan ideal pada set point.
Manajemen Lalu Lintas Akibat Trem Di Jalan Raya Darmo Surabaya Zuhri Muhis; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.466 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5577

Abstract

Permasalahan transportasi di kota Surabaya salah satunya adalah kemacetan, sarana transportasi massal (trem) dengan kualitas baik, aman dan nyaman bagi pengguna adalah solusi yang bisa dikembangkan. Akibat adanya trem kinerja lalu lintas mengalami perubahan dan perlu dianalisis serta dilakukan manajemen lalu lintas. Kondisi lalu lintas setelah adanya trem dapat dilakukan dengan mengurangi arus lalu-lintas pada kondisi puncak yang dikalikan dengan probabilitas perpindahan angkutan pribadi ke trem sebagai demand trem sebesar 20 % masing-masing untuk mobil dan sepeda motor serta pengurangan lajur untuk trem sedangkan manajemen lalu lintas menggunakan teori Traffic Demand Management (TDM) dengan beberapa syarat sehingga  akan terjadi pengurangan volume lalu lintas sebesar 35%. Derajat Kejenuhan (DS) di Jalan Raya Darmo pada simpang, ruas dan jalinan sebelum dan sesudah adanya trem nilainya rata-rata diatas 0,75 dan setelah dilakukan manajemen lalu lintas nilainya DS<0,75 sedangkan untuk manajemen u-turn diperlukan rambu lampu lalu lintas menggunakan detector agar tidak terjadi konflik dengan trem dengan indikator nilai waktu tunggu serta headway trem.
Pengaruh Keterlambatan Pembebasan Lahan Terhadap Keputusan Investasi Proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Diah Listyaningsih; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.87 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6994

Abstract

Pembangunan Proyek Jalan tol Surabaya-Mojokerto merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan karena kepadatan kendaraan di kota Surabaya dan Mojokerto. Pembangunan jalan tol ini tidak sesuai dengan jadwal yang direncanakan, hal tersebut disebabkan karena adanya keterlambatan  pembebasan lahan. Hal ini berdampak pada biaya dan waktu pelaksanaan proyek tersebut. Dari segi finansial, investasi menghasilkan NPV sebesar Rp 290,751,281 juta  dan IRR sebesar 0.71% dengan masa investasi selama 42 tahun. Dari analisa sensitivitas pengaruh tahun pemasukan terhadap NPV diketahui bahwa proyek ini tetap layak dilaksanakan jika tingkat penurunan pendapatan tidak lebih dari 25.60%, serta keterlambatan pembebasan lahan tidak lebih dari 19 tahun. Keterlambatan pembebasan lahan mempengaruhi tahun pemasukan pendapatan. Hasilnya untuk pemasukan yang tertunda akan mengkasilkan NPV yang semakin kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterlambatan pembebasan lahan berpengaruh terhadap keputusan investasi.
Perancangan dan Proses Pembuatan Inner Door Panel Mobil Pick Up Multiguna Bambang Prayogi; I Made Londen Batan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.553 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7131

Abstract

Sejak tahun 2012 Jurusan Teknik Mesin bekerja sama dengan PT. INKA mengembangkan mobil murah multigna. Mobil pick up tersebut diberi nama GEA. Pengembangan dilakukan pada body, chasis dan engine. Sebagai bagian dari body, pintu mobil juga akan dikembangkan. Pada tahun 2013, penelitian terhadap posisi handle pengatur kaca jendela atau window regulator mobil pick up GEA telah dilakukan. Evaluasi tersebut mengharuskan adanya perubahan desain dari inner door panel. Suatu rancangan pengembangan desain inner door panel perlu dilakukan agar inner door panel dapat diproduksi secara massal. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan meliputi penyusunan list of requirement untuk pengembangan konsep, analisa getaran dan tegangan yang terjadi pada panel dengan bantuan software CATIA. Selanjutnya perancangan proses pembuatan dan perancangan punch and dies-nya dilakukan. Dari analisa getaran yang dilakukan, dapat diketahui inner door panel memiliki frekuensi natural sebesar 166,94 Hz (10.016,4 rpm) artinya panel aman dan tidak terpengaruh oleh getaran dari mesin mobil. Tegangan yang terjadi pada inner door panel akibat gaya pembebanan pada handle pintu bagian dalam adalah 2,9159 x 107 Pa (2,97 Kg/mm2) sehingga lebih kecil dari tegangan ijin materialnya 13,94 Kg/mm2 dan rancangan masih berada dalam kategori aman. Untuk membuat inner door panel dilakukan 3 macam proses pembentukan yaitu trimming, embossing dan piercing. Total gaya pembentukan masing-masing proses sebagai berikut: Gaya pembentukan proses trimming = 48.96 ton, proses embossing = 26.89 ton dan proses piercing = 41.66 ton. Window regulator yang disarankan untuk digunakan pada mobil pick up multiguna ini adalah scissor type window regulator dengan tenaga penggerak manual. Pada perancangan punch and dies, tegangan kompresi masing-masing proses dihitung dan hasilnya adalah sebagai berikut: Tegangan kompresi proses trimming 0.11 Kg/mm2, tegangan kompresi proses embossing 0.28 Kg/mm2, tegangan kompresi proses piercing 0,39 Kg/mm2. Semua tegangan kompresi yang terjadi lebih kecil daripada tegangan ijin material yaitu 70.36 Kg/mm2 sehingga perancangan punch and dies aman.
Analisa Dinamis Pengaruh Perubahan Posisi Sudut Pengendara terhadap Kenyamanan Bersepeda Dwi Ismawati; Harus Laksana Gutur
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.537 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7158

Abstract

Saat ini, sepeda telah menjadi alat transportasi dan rekreasi yang digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Disamping harganya murah, sepeda juga ramah terhadap  lingkungan dan menyehatkan. Tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang mengeluh saat bersepeda dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini disebabkan oleh  ketidakmampuan tubuh untuk menahan getaran dari kontur jalan yang ditransmisikan melalui sepeda. Posisi sudut pengendara yang kurang tepat dapat mempengaruhi besar kecilnya getaran yang diterima pengendara sepeda. Berawal dari sini, penulis ingin melakukan analisa dinamis pengaruh posisi sudut pengendara terhadap kenyamana bersepeda. Penelitian dilakukan dengan memodelkan pengaruh perubahan posisi sudut pengendara menggunakan pemodelan time response. Langkah awal adalah dengan membuat pemodelan matematis dan persamaan gerak sepeda dan pengendaranya.  Kemudian persamaan gerak sistem tersebut diubah ke dalam bentuk state variable system untuk disimulasikan pada Simulink Matlab. Untuk mendapatkan respon dinamis sepeda dan pengendaranya, digunakan dua input ekstitasi jalan yakni step dan harmonik pada kecepatan 5 km/jam, 10 km/jam dan 20 km/jam. Variasi posisi sudut pengendara yang dimodelkan adalah 45°, 70° dan 80°. Hasil simulasi respon dinamis pada pemodelan time response dengan input harmonik, besar rata-rata RMS percepatan pengendara pada kecepatan 5 km dan 10 km adalah 0,102 m/s2 dan 0,29 m/s2. Nilai percepatan ini berada pada range tidak ada keluhan (nyaman) ditinjau dari standard ISO 2631 yaitu < 0,315 m/s2 dengan posisi sudut pengendara yang dianggap paling nyaman adalah 80°. Pada input harmonik dengan kecepatan 20 km/jam, besar rata-rata RMS percepatan pengendara adalah 0,3648 m/s2. Nilai percepatan ini berada pada range sedikit tidak nyaman ditinjau dari standard ISO 2631 yaitu 0,315 m/s2 < a < 0,63 m/s2. Pada kecepatan ini, posisi sudut pengendara yang dianggap paling nyaman adalah 80° dengan RMS percepatan pengendara sebesar 0,528 m/s2.
Analisa Kenyamanan Kendaraan Roda Dua dengan Pemodelan Pengendara sebagai Sistem Multi D.O.F Chika Olviani; Harus Laksana Gutur
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.808 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7161

Abstract

Sepeda motor merupakan sarana transportasi yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk jarak dekat maupun jauh. Seseorang yang mengendarai sepeda motor akan merasakan getaran yang berasal dari ketidakrataan profil jalan. Getaran tersebut akan ditransfer oleh sistem suspensi melalui bodi kendaraan ke tubuh pengendara. Hal tersebut dapat menimbulkan kelelahan pada pengendara sepeda motor jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu faktor kenyamanan sangat penting untuk diperhatikan agar terhindar dari akibat fatal karena kelelahan yaitu kecelakaan. Secara garis besar penelitian ini dilakukan dengan pemodelan pengendara sepeda motor yang diberi input eksitasi (amplitudo jalan dan kecepatan kendaraan) yang bervariasi. Pemodelan pengendara dan sepeda motor dilakukan dengan sistem 8 derajat kebebasan yang terdiri dari massa roda depan, massa roda belakang, massa bodi motor, massa paha, massa lower torso, massa upper torso, dan massa kepala. Dari model matematis dibuat persamaan gerak dari sistem, state variable dari model, dibuat blok diagram, kemudian disimulasikan dan dianalisa hasilnya. Dari hasil simulasi didapatkan nilai percepatan maksimum pada tubuh pengendara  karena pemberian input harmonik minimum sebesar 0.01 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam), nilai RMS percepatan tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 0.4906 m/s2, 0.5451 m/s2, 0.5092 m/s2, dan 0.5145 m/s2. Kemudian pemberian input harmonik maksimal sebesar 0.03 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam), nilai RMS percepatan  tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 1.472 m/s2, 1.635 m/s2, 1.528 m/s2, dan 1.544 m/s2. Berdasarkan ISO 2631, nilai percepatan hasil simulasi pada kecepatan 20 km/jam pada semua input tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berada di bawah standart kenyamanan. Sedangkan pada kecepatan 50 km/jam dan 80 km/jam pada semua input harmonik nilai percepatan dari hasil simulasi masih berada pada standart kenyamanan karena kurang dari 2 m/s2, tetapi sudah terasa adanya ketidaknyamanan.