cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Simulasi Perencanaan Ruang Henti Khusus Pada Simpang Bersinyal Jalan Dr.Ir.H. Soekarno-Jalan Kertajaya Indah Surabaya Ditinjau Dari Nilai Tundaan Youngky Riantara Putra; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.57 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14724

Abstract

Abstrak - Salah satu upaya yang telah dikaji dalammengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar di Indonesia adalah dengan penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor pada persimpangan bersinyal. Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang sering mengalami kemacetan terutama pada persimpangan bersinyal. Oleh karena itu perlu dicari kinerja dari persimpangan bersinyal pada lokasi studi yang ditentukan baik sebelum maupun sesudah diterapkan RHK. Tugas Akhir ini melakukan analisis kinerja RHK pada simpang bersinyal Jalan Dr. Ir. H. Soekarno – Jalan Kertajaya Indah ditinjau dari nilai tundaan. Adapun metode yang digunakan menggunakan proses simulasi yang terdiri dari simulasi kedatangan, simulasi antrian, dan simulasi pelepasan. Parameter yang digunakan menggunakan acuan waktu, dimana hasil dari sebelum dan sesudah diterapkan RHK dibandingkan dengan pola grafik yang mengacu pada nilai durasi lepas dan durasi tunggu. Makin besar nilai dua durasi tersebut maka makin besar nilai tundaan yang terjadi pada antrian kendaraan. Hasil yang diperoleh untuk dimensi dan tipe RHK yang diterapkan pada lokasi studi adalah RHK tipe kotak dengan panjang 12 meter. Hasil kinerja yang diperoleh muncul tiga kondisi yang mana kondisi ini menggambarkan pola grafik yang berbeda tergantung dari perubahan komposisi antrian akibat adanya penerapan RHK. Simulasi Perencanaan Ruang Henti Khusus Pada Simpang Bersinyal Jalan Dr.Ir.H. Soekarno-Jalan Kertajaya Indah Surabaya Ditinjau Dari Nilai Tundaan Youngky Riantara Putra danErvina Ahyudanari Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: ervina@ce.its.ac.id   Abstrak-Salah satu upaya yang telah dikaji dalammengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar di Indonesia adalah dengan penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor pada persimpangan bersinyal. Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang sering mengalami kemacetan terutama pada persimpangan bersinyal. Oleh karena itu perlu dicari kinerja dari persimpangan bersinyal pada lokasi studi yang ditentukan baik sebelum maupun sesudah diterapkan RHK. Tugas Akhir ini melakukan analisis kinerja RHK pada simpang bersinyal Jalan Dr. Ir. H. Soekarno – Jalan Kertajaya Indah ditinjau dari nilai tundaan. Adapun metode yang digunakan menggunakan proses simulasi yang terdiri dari simulasi kedatangan, simulasi antrian, dan simulasi pelepasan. Parameter yang digunakan menggunakan acuan waktu, dimana hasil dari sebelum dan sesudah diterapkan RHK dibandingkan dengan pola grafik yang mengacu pada nilai durasi lepas dan durasi tunggu. Makin besar nilai dua durasi tersebut maka makin besar nilai tundaan yang terjadi pada antrian kendaraan. Hasil yang diperoleh untuk dimensi dan tipe RHK yang diterapkan pada lokasi studi adalah RHK tipe kotak dengan panjang 12 meter. Hasil kinerja yang diperoleh muncul tiga kondisi yang mana kondisi ini menggambarkan pola grafik yang berbeda tergantung dari perubahan komposisi antrian akibat adanya penerapan RHK.
Evaluasi Kinerja Gate Assignment pada Terminal 1 Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Hersanti Rahayu; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.29 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14190

Abstract

Gate sebagai pintu yang digunakan untuk proses pergerakan penumpang keluar dari ruang tunggu di terminal menuju ke bis ataupun langsung menuju ke pesawat memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pemindahan penumpang dari terminal menuju ke sisi udara bandara. Untuk itu, pengaturan gate (gate assignment) sangat penting untuk mengoptimalkan waktu pemakaian gate yang dibutuhkan sejak pesawat mendarat hingga clearing aircraft untuk keberangkatan pesawat berikutnya. Beberapa kasus keterlambatan penerbangan yang terjadi juga bisa jadi disebabkan oleh gate assignment yang kurang optimal, sehingga pesawat harus mengantri untuk lepas landas atau untuk parkir di apron setelah mendarat. Untuk mengetahui apakah pengaturan penggunaan gate mempengaruhi keterlambatan yang terjadi saat ini, dilakukan studi untuk mengevaluasi kinerja gate assignment di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Evaluasi dilakukan dengan cara pengumpulan data penggunaan gate, lama waktu penggunaan gate, pemetaan dan analisis perbandingan waktu aktual dan yang tertulis pada jadwal penerbangan. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa dari 111 turnaround flight hanya sekitar 28% diantaranya yang dapat melakukan pelayanan ground handling secara on time. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah gate yang ada saat ini yaitu 12 gate belum memenuhi kebutuhan pergerakan pesawat yang beroperasi terutama pada peak hour.
Penentuan Lokasi Bandar Udara di Kabupaten Lamongan Ramadhan Tirta Saputra; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14173

Abstract

Seiring dengan adanya AFTA pada tahun 2015 mendatang program ASEAN Open Sky juga akan diselenggarakan di langit ASEAN. ASEAN Open Sky adalah situasi dari ekstensifikasi liberalisasi pada region ASEAN. Yang menjadi salah satu alasan dari adanya ASEAN Open Sky ini adalah untuk meningkatkan kompetisi dari industri penerbangan, dan memberikan seluruh maskapai kesempatan untuk bersaing di seluruh rute di dalam ASEAN. Sebagai salah satu solusi dalam menghadapai AFTA dan ASEAN Open Sky adalah dengan memperbesar kapasitas bandara atau membangun bandara baru. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri sudah memikirkan hal tersebut dengan menuangkan rencana dalam RTRW Provinsi Jawa Timur 2011-2031. Selain pada dokumen RTRW, pembangunan bandar udara di Kabupaten Lamongan juga telah dimasukkan dalam dokumen Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Jawa Timur (Tatrawil) tahun 2012-2032 yang juga sudah di Perda-kan. Oleh karena itu perlu untuk menentukan lokasi bandar udara di Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan tiga alat analisis yaitu teknik analisa delphi, AHP (Analytical Hierarchy Process), dan Overlay. Teknik analisa delphi digunakan untuk mengkonfirmasi variabel-variabel yang mempengaruhi  dalam penentuan lokasi di Kabupaten Lamongan. Teknik analisa AHP digunakan untuk mencari bobot dari tiap variabel dalam mempengaruhi penentuan lokasi di Kabupaten Lamongan. Pada proses analisa overlay, digunakan metode weighted sum yang dibantu dengan software Arcgis 10.1 sehingga muncul lokasi lahan yang paling sesuai dengan kriteria yang telah dibentuk. Dari analisa yang telah dilakukan ditemukan bahwa lokasi lahan yang mempunyai nilai sesuai berada diantara Kecamatan Solokuro dan Kecamatan Paciran. Dengan kordinat antara 112° 20' 01.3571" E  6° 53' 57.9336" S, 112° 23' 21.7230" E  6° 52' 21.6192 "S, 112°26'47,39"E 6°53'17,068"S, 112°23'34,345"E  6°57'20,207"S.
Analisis Perbandingan Material Slab Beton Pada Perkerasan Apron Dengan Menggunakan Program Bantu Elemen Hingga Hendrawan Setyo Warsito; Ervina Ahyudanari; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.973 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15559

Abstract

Kekuatan slab beton sangat dipengaruhi oleh jenis material yang dipakai. Jenis material yang dimaksud adalah material beton dengan menggunakan PC (Portland Cement) dan penggunaan geopolimer dalam komposisi campuran slab beton. Beton geopolimer merupakan beton yang ramah lingkungan. Permasalahan lain yang timbul adalah letak roda pesawat tidak selalu berada pada titik yang sama disuatu permukaan slab beton apron. Pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk menganalisis suatu slab beton yang dibebani roda pesawat dengan campuran variasi material beton dan variasi letak roda pesawat pada slab beton dengan program bantu metode elemen hingga. Dengan data pergerakan pesawat, spesifikasi apron bandara Juanda kondisi eksisting. Dilakukan perhitungan tebal slab beton menggunakan software FAARFIELD dan diperoleh tebal slab beton sebesar 442,5 mm. Dari analisis program bantu elemen hingga dapat diperoleh tegangan pada slab beton yang ditimbulkan oleh pembebanan roda pesawat. Hasil validasi dari analisis tegangan menggunakan program bantu elemen hingga dengan analisis Westergaard yaitu memiliki nilai tegangan yang hampir sama pada ketebalan slab beton 450mm. Nilai tegangan tiap-tiap material beton menunjukan nilai tebal slab beton yang diijinkan untuk tipe pesawat tertentu. Dari analisis menggunakan program bantu elemen hingga tebal slab beton yang diijinkan untuk material slab beton PC yaitu sebesar 425mm. Sedangkan untuk material beton geopolimer yaitu sebesar  415 mm.
Model Probabilitas Alih Moda Sepeda Motor Ke Angkutan Kota di Kecamatan Bekasi Timur Ginanjar Prayogo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15620

Abstract

Keberadaan angkutan kota yang kurang diminati pelaku pergerakan memicu peningkatan penggunaan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor. Share penggunaan angkutan kota di Kota Bekasi berada pada kisaran 24% dan 76% pengguna kendaraan pribadi dengan komposisi dominasi sepeda motor sebesar 64% dan 20% pengguna mobil sisanya berupa kendaraan lainnya. Tingginya angka pengguna kendaraan pribadi terjadi karena kurang optimalnya fungsi angkutan kota sebagai moda pemenuh kebutuhan transportasi. Dengan kondisi tersebut mengakibatkan dominasi kendaraan pribadi khususnya sepeda motor yang berdampak pada kemacetan jalan akibat kepadatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model probabilitas pemilihan moda antara sepeda motor dan angkutan kota, yang dilakukan melalui identifikasi kondisi eksisting sepeda motor dan angkutan kota berdasarkan atribut pelayanannya, selanjutnya diolah menggunakan teknik regresi logistik biner. Hasil analaisis menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan moda eksisting di Kecamatan Bekasi Timur hanya sebesar 0.003% penggunaan angkutan kota dan 99.997% penggunaan sepeda motor. Probabilitas alih moda ke angkutan kota dapat ditingkatkan dengan meningkatkan keamanan, waktu tunggu, waktu tempuh, dan kenyamanan angkutan kota.
Model Revitalisasi Pasar Tradisional Terapung Untuk Menunjang Logistik Wilayah Pedalaman: Studi Kasus Sungai Barito Chandra Karta Yudha; Tri Achmadi; Siti Dwi Lazuardi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.985 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29939

Abstract

Banjarmasin merupakan wilayah yang memiliki 103 sungai yang salah satunya digunakan untuk pasar terapung. Tetapi kondisi Pasar Terapung tidak seramai dahulu, seiring dengan berkembangnya zaman keberadaan pasar terapung ini mulai mengalami penurunan, baik dari sisi luas kawasan, jumlah penjual, jumlah transaksi jual beli dan lain-lain. Sementara itu Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, pasal 13 ayat (1), (2) dan (3) yang mengamanatkan bahwa Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat guna peningkatkan daya saing. Tujuan dari penelitian membuat model revitalisasi pasar apung dengan memperbaiki fasilitas kapal dan dermaga. Metode yang digunakan dalam penentuan ukuran utama dan jumlah kapal adalah optimasi. Dan hasil dari penelitian diperoleh revitalisasi kapal menggunakan material kayu ukuran panjang (Lpp) 11,97 m, lebar (B) 3,05 m, tinggi (H) 2,4 dan sarat (T) 1,7 m dengan tarif  Rp. 70.000,-/ton. Sementara itu pengadaan dermaga dengan ukuran panjang 58 m, lebar 10 m dan tinggi 8,8 m membutuhkan investasi sebesar 1,6 miliar rupiah dengan jenis dermaga terbuat dari kubus HDPE. Dengan adanya revitalisasi tersebut mengakibatkan kenaikan biaya angkut kapal sebesar 40% sehingga diperlukan subsidi dari pemerintah untuk menutupi kenaikan biaya tersebut sebesar 20 ribu rupiah/ton.
Perencanaan Sistem Penanganan Bagasi Pada Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Windy Ariesna Wardhani; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.348 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17734

Abstract

Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan dengan menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keamanan pengguna jasa. Salah satu komponen terpenting dalam memberikan pelayanan pada pengguna jasa adalah sistem penanganan bagasi. Sistem penanganan bagasi di Terminal 2 Juanda masih menggunakan manual, Untuk mengetahui penanganan bagasi pada terminal 2 saat ini diperlukan beberapa peninjauan langsung untuk mengetahui berapa jumlah arus pergerakan bagasi, dan bagaimana kinerja penanganan bagasi eksisting pada terminal 2 Bandara Juanda. Tugas akhir ini menganalisis kinerja penanganan bagasi eksisting di terminal 2 serta merencanakan penanganan bagasi dengan hold baggage screening. Hold Baggage Screening merupakan integrasi lengkap antara Bagasi Sistem Penanganan Conveyor dan Mesin Xray terletak pada satu garis, mesin xray berguna untuk mendeteksi keamanan pada bagasi namun tetap berada belt conveyor. Hasil menunjukkan bahwa pergerakan yang berangkat melalui terminal 2 adalah 6.840 pax, 57 flights, dan 4.419 bags, waktu minimal yang dibutuhkan memroses bagasi setelah check in sampai ke pesawat 76 menit 53detik dan maksimal 115 menit 27 detik. Rata-rata bagasi yang dibawa setiap penumoang adalah 2 buah. Luas area penanganan bagasi pada terminal 2 adalah 585 m² dengan kemampuan menangani bagasi sebanyak 403 bags/jam. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pada terminal 2 disarankan menggunakan sistem penanganan bagasi otomatis dan untuk dapat menerapkan system penanganan bagasi otomatis dengan hold baggage screening diperlukan conveyor inline dan mesin hold baggage screening.
Analisa Pengaruh Fraksi Massa Terhadap Sifat Akustik Dan Kekuatan Lentur Pada Pembuatan Komposit Erdinanto Eko Ahaddin; Mohammad Farid; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.572 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa material komposit polyurethane berpenguat serat bambu untuk penyerapan suara pada bagian door panel kendaraan. Permasalahan yang dikaji untuk mengetahui nilai koefisien absorpsi suara, kekuatan tarik serta kekuatan lentur dengan membandingkan variasi komposisi serat dengan matriksnya menggunakan metode hand lay up. Komposisi fraksi massa serat yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%. Tujuannya untuk mendapatkan nilai koefisien absorpsi suara terbaik serta sifat mekanik yang baik. Metode yang digunakan berdasarkan standartd ASTM E 1050, ASTM D790, ASTM D3039. Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara, kekuatan lentur dan Tarik tertinggi secara berturut turut, 0.435 pada frekuensi 4000 Hz, 19.142 Mpa, 0.8 Mpa  Nilai tertinggi ini didapatkan pada komposit dengan presentase 15%B-85%PU.
Pengaruh Proses Alkali dan Fraksi Massa Serat Terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik pada Komposit Polyurethane/Coir Fiber Yusuf Sultoni; Mohammad Farid; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18230

Abstract

Penggunaan material komposit dewasa ini kian meningkat di segala bidang kehidupan. Komposit berpenguat serat banyak diaplikasikan pada alat-alat yang membutuhkan material yang mempunyai dua sifat dasar yaitu kuat namun juga ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses alkali dan fraksi massa serat terhadap sfat fisik dan sifat mekanik pada komposit Polurethane/Coir Fiber. Penelitian ini menggunakan komposit yang terbuat dari Polyurthane berpenguat serat kelapa dengan variasi perlakuan alkali dan tanpa perlakuan alkali. Perlakuan alkali dilakukan dengan cara perendaman pada larutan NaOH 1M selama 24 jam. Sementara variasai fraksi adalah 2,5%, 5% dan 7,5%. Sifat mekanik yang diuji adalah kekuatan bending, sedangkan sifat fisik yang diuji adalah densitas dari komposit. Kekuatan bending tertinggi terdapat pada Polyurethane murni (50PPI:50PPG). Sedangkan proses alkali akan menyebabkan kekuata bending lebih tinggi. Penambahan serat akan menyebabkan densitas komposit menjadi lebih tinggi dan proses alkali akan menyebabkan densitas lebih tinggi.
Pengaruh Tingkat Kekompakan Ruang (Urban Compactness) terhadap Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca pada Sektor Energi Bidang Transportasi di Kota Malang Indah Wahyuning Prihastuty
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.676 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18397

Abstract

Kota Malang adalah kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, hal tersebut mengakibatkan adanya gejala urban sprawl yang berdampak pada pertambahan panjang perjalanan yang dibutuhkan. Peningkatan panjang perjalanan tersebut juga berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan dan konsumsi energinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh bentuk kota (kekompakan ruang) terhadap emisi yang dihasilkan. Analisis dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama mengelompokkan tingkat kekompakan ruang kota malang, tahap kedua menghitung tingkat emisi pada tiap kelompok kekompakan ruang, tahap ketiga melakukan pemodelan regresi linier berganda untuk meneliti pengaruh kekompakan ruang terhadap tingkat emisi. Berdasarkan hasil penelitian, Kota Malang dibagi menjadi 3 kelompok kekompakan ruang yaitu tinggi, sedang dan rendah. Tingkat emisi pada kelompok kekompakan tinggi adalah 19,7 Kg CO2 , kekompkan sedang adalah 25,9 Kg CO2 dan kekompakan rendah adalah 26 Kg CO2. Perbedaan tingkat kekompakan ruang mempengaruhi perbedaan tingkat emisinya. Hasil permodelan dengan regresi linier berganda, diperoleh Y = 6.167.233,715 + 42.771,992 (kepadatan penduduk)  – 59.629,983 (kepadatan lahan terbangun) – 9.039.849,863 (keragaman guna lahan). Dari hasil tersebut diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kekompakan ruang dengan tingkat emisinya, dimana variabel yang paling berpengaruh adalah indeks keragaman guna lahan.Kata Kunci— Emisi Bidang Energi  Sektor Transportasi, Emisi Gas Rumah Kaca (CO2),  Kekompakan Ruang.