cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC)) Ara Gradiniar Rizkyta; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2226

Abstract

Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1
Studi Eksperimen Aliran Melintasi Silinder Sirkular Tunggal Dengan Bodi Pengganggu Berbentuk Silinder Yang Tersusun Tandem Dalam Saluran Sempit Berpenampang Bujur Sangkar Akbar Masyian Makka; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.756 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1185

Abstract

Dalam beberapa aplikasi dunia teknik, bluff body ditempatkan di dalam saluran dengan berbagai pengaturan, misalkan saja penempatan sebuah silinder dengan diameter kecil sabagai pengontrol aliran sebelum melewati bluff body utama. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk mengurangi atau mereduksi gaya yang diakibatkan fluida pada bluff body utama. Gaya-gaya yang ditimbulkan antara lain gaya geser, gaya normal, dan gaya hambat. Adapun penggunaan saluran sempit turut mempengaruhi karakteristik fluida. Hal ini yang mendasari adanya eksperimen aliran fluida melintasi silinder sirkular dengan bodi pengganggu ditempatkan di depannya dalam saluran sempit.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aliran yang melintasi silinder sirkular dalam saluran sempit. Penelitian ini juga melihat pengaruh sebuah bodi pengganggu, yang memiliki rasio d/D=0.16, terhadap reduksi gaya drag yang dapat dilihat dari penurunan pressure drop. Variasi dalam eksperimen ini adalah rasio jarak gap L/D=1.0; 1.5; 2.0; 2.5; 3.0; 3.5; 4.0. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara meletakkan susunan bodi pengganggu (d=4mm) di depan silinder sirkular (D=25mm) dalam saluran sempit berpenampang bujur sangkar (h=125mm). Pengujian dilakukan di dalam wind tunnel dengan bilangan Reynolds sebesar 1 ×105, 1.28 × 105dan 1.56 × 105. Hasil eksperimen diperoleh adalah Karakteristik aliran berupa pressure drop (∆P) .Dari data tersebut dapatterlihat pengaruh bodi pengganggu terhadap pressure drop.
Studi Eksperimen pada Investment Casting dengan Komposisi Ceramic Shell yang Berbeda dalam Pembuatan Produk Toroidal Piston Arif Setiyono; Soeharto Soeharto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.958 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1192

Abstract

Piston yang terbuat dari bahan paduan aluminium dapat dibuat dengan investment casting. Porositas dan kekasaran permukaan yang tinggi sering terjadi pada produk cor hasil investment casting. Salah satu penyebabnya adalah kualitas ceramic shell yang kurang baik, sehingga diperlukan penelitian tentang komposisi ceramic shell pada investment casting terhadap kualitas produk, kekasaran permukaan, dan porositas produk cor. Eksperimen untuk membuat produk toroidal piston dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah pembuatan master pola, cetakan pola dari silicon rubber, duplikasi pola lilin, dan perakitan pohon lilin. Tahap kedua pembuatan ceramic slurry dengan komposisi: tipe 1 (95% alumina dan 5%  gipsum), tipe 2 (90% alumina dan 10%  gipsum), tipe 3 (85% alumina dan 15%  gipsum), dan tipe 4 (80% alumina dan 20%  gipsum). Proses coating pada pohon lilin dilakukan hingga ketebalan 10 mm ( 5x pelapisan primer dengan ceramic slurry dan 3x pelapisan sekunder dengan pasir silika). Tahap ketiga adalah dewaxing pada temperatur 120ºC, kemudian sintering pada temperatur 25 - 340ºC dan 340 - 730ºC dengan masing-masing  holding time 30 menit. Tahap keempat adalah pengecoran dengan temperatur 700°C. Hasil produk cor dilakukan pengukuran kekasaran permukaan dengan Surface Roughness Tester dan pengukuran porositas kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung perbandingan volume porositas terhadap volume total spesimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan gipsum dalam ceramic slurry sebesar 5% dan 10% telah menghasilkan porositas mikro, sedangkan 15% dan 20% menghasilkan porositas mikro dan rongga udara pada produk cor. Selain itu, penambahan gipsum dalam ceramic slurry (5% hingga 20%) menghasilkan kekasaran permukaan dari 7,71μm meningkat hingga 11,36μm dan porositas produk cor dari 5,16% meningkat hingga 15,38%.
Studi Numerik 2D dan Uji Eksperimen tentang Karakteristik Aliran dan Unjuk Kerja Helical Savonius Blade dengan Variasi Overlap Ratio 0,1 ; 0,3 dan 0,5 Dwi Septyan Waluyo; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.213 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1200

Abstract

Pemanfaatan energi angin sebagai energi alternatif ramah lingkungan di Indonesia masih tergolong sedikit. Salah satu penyebab adalah karakteristik arah angin di Indonesia yang memiliki kecenderungan berubah-ubah dikarenakan letak geografis Indonesia. Maka dari itu guna meningkatkan pemanfaatan energi angin, diperlukanlah penelitian mengenai Vertcal Axis Wind Turbin (VAWT). Salah satu jenis VAWT adalah Helical Savonius Blade. Penelitian mengenai Helical Savonius Blade dilakukan dengan metode pemodelan numerik 2D menggunakan software FLUENT dan uji seksperimen. Pemodelan numerik 2D dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik aliran yang melintasi turbin Savonius dengan variasi overlap ratio 0,1;0,3 dan 0,5 serta variasi posisi 90o, 45o, 0o. Unjuk kerja turbin dinyatakan dalam nilai coefficient of power (Cp). Nilai Cp didapatkan dengan menggunakan pemodelan numerik 2D dan uji eksperimen. Berdasarkan pemodelan numerik 2D, nilai Cp tertinggi secara umum dimiliki oleh overlap ratio 0,1 sebesar 0,284. Sedangkan berdasarkan uji eksperimen nilai Cp terbesar tetap dimiliki overlap ratio 0,436 (perhitungan teoritis) dan 0,091 (perhitungan riil).
Studi Numerik Karakteristik Aliran Bagian Rear-End Bus Penumpang Dengan Variasi Sudut Diffuser Mutiara Nuril Karomah; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.293 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1216

Abstract

Penambahan diffuser padabagian rear end bus penumpang adalah salah satu cara untuk mengurangi gaya aerodinamik yang terbentuk. Parameter diffuser, seperti sudut diffuser akan sangat berpengaruh terhadap aliran di bawah bodi dan wake yang terjadi. Pada sudut 0 derajat, intensitas vortisitas pada daerah rear end sangat besar, dikarenakan aliran seolah tiba-tiba terlepas dari sempitnya gap antara jalan dengan bus. Sedangkan, dengan penambahan diffuser aliran cenderung akan melewati bagian bawah sesuai dengan kontur bodi yang dapat mengurangi tekanan pada daerah tersebut. Diffuser merupakan suatu bentuk saluran tertutup yang mengalami pembesaran luas penampang melintang searah dengan lintasan aliran utama. Bodi 3-dimensi yang diteliti mempunyai variasi sudut diffuser sebesar 0°, 6°, 12°, dan 18°. Pemodelan numerik ini menggunakan software FLUENT 6.3.26 yang digunakan untuk memvisualisasikan karakteristik aliran yang ditunjukkan dengan data kuantitatif berupa pressure coefficient (Cp), drag coefficient (Cd), dan lift coefficient (Cl). Sedangkan data kualitatif yang diperoleh berupa velocity pathline, kontur tekanan, dan vektor kecepatan. Pemodelan ini dibangun dengan menggunakan 3D-unsteady dan model turbulensi k-ε realizable untuk Reynold number sebesar 18,4 x 106 berdasarkan kecepatan alir masuk dan panjang model. Hasil yang diperoleh menunjukkan dengan kenaikan sudut diffuser diperoleh penurunan Cl yang cukup signifikan. Sedangkan pada Cd mengalami penurunan yang sama namun pada sudut 180, nilai Cd justru menglami kenaikan.
Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Disturbance Body Terhadap Karakteristik Aliran Yang Melintasi Sebuah Silinder Sirkular Yang Tersusun Secara Tandem Dalam Saluran Sempit ”Studi Kasus Untuk Disturbance Body Berulir Dan Polos Dengan Rasio Diameter D Pratista Hariyanto; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.143 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aliran yang melintasi silinder sirkular yang tersusun tandem yang ditempatkan pada saluran sempit. Adapun penelitian ini juga berusaha untuk mereduksi gaya hambat yang terjadi dengan menggunakan sebuah disturbance body yang memiliki rasio yang d/D=0.1dengan kondisi permukaan polos dan berulir dengan rasio jarap gap L/D = 2.0. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara meletakkan silinder sirkular (D= 37.5mm) dalam sebuah terowongan udara saluran sempit berpenampang bujur sangkar (h=125mm) dengan bilangan Reynolds sebesar 1.16x102 (berdasarkan diameter hidrolis saluran dan kecepatan freestream). Tekanan diukur dengan pressure tap yang terpasang pada permukaan silinder sirkular dan pada test section terowongan angin (inlet dan outlet). Sedangkan profil kecepatan aliran didapatkan dengan menggunakan pitot static tube yang dipasang dibelakang silinder sirkular.
Studi Eksperimen Pengaruh Jenis Saluran pada Aluminium Sand Casting terhadap Porositas Produk Toroidal Piston Rizal Mahendra Pratama; Soeharto Soeharto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.775 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1221

Abstract

Komponen mesin yang menggunakan aluminium sebagai bahan utama produksi semakin banyak digunakan. Hal ini dikarenakan alumunium lebih ringan namun memiliki kekuatan yang relatif tinggi daripada jenis material lain. Proses pengecoran alumunium dengan cetakan pasir harus dilakukan dengan teliti untuk memperoleh produk cor yang berkualitas baik. Namun, beberapa kali dijumpai adanya cacat pada hasil coran, salah satunya adalah porositas. Salah satu cara untuk mencegah porositas adalah dengan penggunaan sistem saluran yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu penelitian untuk mencari pengaruh variasi sistem saluran yang tepat pada aluminium sand casting terhadap porositas hasil coran. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengecoran pasir untuk membuat toroidal piston. Pola berbentuk toroidal piston, sistem saluran, rangka cetak dan rangka inti terbuat dari kayu dilakukan pada langkah pertama. Langkah kedua menyiapkan pasir cetak dengan komposisi pasir silika (bekas daur ulang 50% + pasir baru 50%), bentonit 7.5% (aktif), dan air 3.5%. Langkah ketiga adalah perakitan cetakan dengan menyusun pola dan sistem saluran ke dalam rangka cetak yang ditimbun dengan pasir cetak hingga dihasilkan rongga cetak. Sistem saluran yang digunakan akan divariasikan menjadi Top Gating System, Parting Line Gating System, dan Bottom Gating System. Setelah cetakan selasai dibuat, langkah keempat adalah proses pengeringan cetakan selama dua minggu. Langkah kelima adalah proses peleburan logam, penuangan logam, kemudian proses pembekuan dilakukan pada temperatur ruangan selama 24 jam, dilanjutkan pembongkaran cetakan. Langkah keenam adalah proses inspeksi terhadap porositas secara kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran porositas kuantitatif dengan cara menghitung perbandingan volume porositas terhadap volume total spesimen, dan pengukuran porositas kualitatif dengan mengambil foto porositas di bagian surface dan sub-surface. Dari penelitian ini didapatkan bahwa hasil coran parting line gating system memiliki harga porositas paling rendah bila dibandingkan hasil coran jenis sistem saluran yang lain. Akan tetapi, hasil coran parting line gating system memiliki penyusutan yang paling besar dari pada hasil coran jenis saluran yang lain.
Analisa Kegagalan Liner High Austenitic Manganese Steel Compartment-1 Rawmill Pada Industri Pengolahan Semen Achmad Fachrudin; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.617 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2219

Abstract

Liner merupakan komponen yang sangat penting pada rawmill untuk proses pengecilan dimensi dan mixing material di industri semen. Rawmill IIIB Indarung IV PT.Semen Padang telah mengalami kegagalan pada komponen ini. Tipe material yang digunakan yaitu FEM A (1110 4 RI C) ialah baja austenitik paduan tinggi mangan (High Austenic Manganese Steel) sesuai seri ASTM 2004 A 128_A 128M_93 yang dicor dalam proses manufakturnya. Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kegagalan material ini maka, dilakukan analisis kegagalan dalam aspek metalurgi berupa mikro visual, makro visual, uji kekerasan, uji impak, SEM, dan uji komposisi kimia. Dari hasil penelitian ini diperoleh data sifat mekanik berupa nilai kekerasan pada material yang mengalami kegagalan, yang telah mengalami perlakuan quench 940oC dan temper 400oC, dan material hasil normalizing 940oC. Analisa struktur mikro dan makro pada baja austenitik paduan tinggi mangan ASTM 2004 A 128_A 128M_93 dan analisa SEM/EDX menunjukkan penyebaran unsur yang terdapat pada permukaan patahan.
Penentuan Kebijakan Perawatan dan Optimasi Persediaan Suku Cadang pada Coal Handling System PLTU Paiton Fadeli Muhammad F; Yudha Prasetyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.153 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1598

Abstract

Fasilitas yang terdapat pada sebuah pembangkit listrik membutuhkan perawatan agar dapat berfungsi  sesuai dengan kapasitasnya. Salah satu fasilitas yang membutuhkan perawatan pada PLTU Paiton adalah fasilitas coal handling system. Perusahaan perlu menerapkan strategi perawatan yang tepat agar biaya perawatan yang dikeluarkan dapat optimal. Permasalahan yang ada pada PLTU Paiton adalah strategi perawatan yang ada masih belum bisa mengatasi kemungkinan kegagalan yang terjadi dan aktivitas perawatan yang dilakukan tidak didukung oleh ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan. Hal tersebut menyebabkan biaya perawatan yang dikeluarkan menjadi tidak optimal. Penelitian ini menggunakan metode reliability centered maintenance (RCM) II yang dikombinasikan dengan metode evaluasi dari electrical power research institute (EPRI) untuk menentukan strategi perawatan yang tepat terhadap coal handling system. Permasalahan persediaan untuk mendukung implementasi penerapan strategi perawatan akan diselesaikan dengan metode probabilistic economic order quantity (EOQ) model. Penggunaan metode RCM II yang dikombinasikan dengan metode evaluasi dari EPRI dan penggunaan metode probabilistic EOQ model bertujuan untuk mengoptimalkan biaya perawatan yang dikeluarkan.
Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mereduksi waste di PT ARISU Farah Widyan Hazmi; Putu Dana Karningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.394 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1777

Abstract

PT ARISU merupakan perusahaan job order yang menghasilkan packaging dalam bentuk lembaran, roll dan tube. PT ARISU berusaha untuk selalu meningkatkan keunggulannya agar dapat bersaing. Peningkatan keunggulan ini dilakukan dengan salah satu caranya adalah dengan meminimasi waste (pemborosan). Selama proses produksi terjadi adanya pemborosan antara lain inappropriate processing, unnecessary inventory, waiting dan defect. Lean Manufacturing merupakan pendekatan yang bertujuan untuk meminimasi pemborosan yang terjadi pada aliran proses produksi. Pemborosan tersebut akan dicari akar penyebabnya menggunakan root cause analysis. Setelah diketahui akar penyebabnya maka dilakukan perhitungan risk rating menggunakan analisa resiko untuk mengetahui akar penyebab yang paling berpotensial. Kemudian dilakukan pemilihan alternatif usulan perbaikan dengan empat alternatif usulan perbaikan yang dapat dipilih antara lain adanya tanda atau label peringatan pada setiap station, pelatihan mengenai autonomous maintenance, pembuatan mesin harian yang terjadwal dan adanya red taggimg. Pada pemilihan usulan alternatif perbaikan didapatkan usulan alternatif perbaikan terbaik adalah menyelenggarakan pelatihan autonomous maintenance dan pembuatan mesin harian yang terjadwal.