cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC) Haniffudin Nurdiansah; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.208 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2197

Abstract

Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin meningkat. Keadaan yang diharapkan adalah tersedianya perangkat penyimpan energi yang praktis, canggih, tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah penggunaan EDLC sebagai media penyimpanan energi, hal ini karena EDLC mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional dan juga lebih ramah lingkungan. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menganalisis karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak untuk dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC. Dari pengujian Kadar Karbon Fix didapat nilai fixed carbon Tempurung Kelapa sebesar 74.62% dan untuk Tempurung Kluwak sebesar 74.59% sehingga  Tempurung Kelapa dan  Kluwak berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 2 jam pada temperatur 700OC dan 800OC selanjutnya diaktivasi kimia dengan KOH dan diaktivasi fisika pada 110 OC dan 600OC. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 884 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 291 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak pada sampel yang dikarbonisasi 700OC dan di aktivasi fisika 600OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 548.542 m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 333.399  m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak  serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1122.96 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 968.83 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak juga pada temperatur karbonisasi 700OC dan diaktivasi fisika 600OC. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak memiliki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC.
Analisis Komposit Serat kaca/Vinil ester terhadap Pembebanan Tekanan Internal untuk Aplikasi Tabung Gas Alam Terkompresi (Compressed Natural Gas (CNG)) Tipe IV Risa Nurin Baiti; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.602 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2198

Abstract

Gas alam dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) memiliki tekanan 20 MPa. Komposit serat kaca/vinil ester memiliki potensi untuk dibentuk menjadi tabung CNG. Studi ini menggunakan metode analisa numerik untuk mengkaji kemampuan komposit dalam menerima beban tekanan internal. Faktor keamanan yang digunakan adalah 1,5 sehingga nilai tekanan internal yang diaplikasikan sebesar 35 MPa. Konstanta teknik yang diinputkan pada analisa numerik diperoleh melalui pengujian tarik. Jumlah lapisan dan arah serat dipilih sebagai variabel bebas. Analisa numerik tabung CNG dilakukan dengan pendekatan tubular menggunakan program MSC Nastran. Distribusi beban pada tabung menunjukkan sudut (+50) optimal untuk diaplikasikan. Konfigurasi sudut (+70,+25)s memberikan hasil yang lebih optimum daripada penggunaan satu sudut. Jumlah lapisan minimum diperoleh dengan mengacu pada kriteria kegagalan laminat Hill. Komposit berada pada kondisi aman pada lapisan ke 180. Tetapi, komposit serat kaca/vinil ester dapat diaplikasikan pada pembuatan tabung liquified natural gas (LNG) yang bertekanan 2MPa dengan 23 lapis lamina. Sehingga, material komposit serat kaca/vinil ester tidak disarankan untuk digunakan pada pembuatan tabung CNG
Pengaruh Milling Time Terhadap Pembentukan Intermetalik ɣ-TiAl Sebagai Reinforced Dalam Metal Matrix Composite (MMCs) Hasil Mechanical Alloying Mohammad Badrus Soleh; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.796 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2199

Abstract

Paduan TiAl mempunyai berbagai keunggulan dalam sifat mekanik serta sifat termal. Senyawa intermetalik γ-TiAl mempunyai sifat mekanik dan sifat termal yang sangat baik sehingga sesuai apabila diaplikasikan sebagai penguat pada metal matrix composite (MMCs). Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis paduan TiAl sehingga terbentuk  fasa intermetalik γ-TiAl yang homogen. Sintesa dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan modification horizontal ball mill dengan komposisi paduan Ti-36%wt Al dan variasi milling time 0,10,20 jam dengan kecepatan tetap 350rpm. Hasil milling dikompaksi dan di-annealing pada temperatur 9000C selama 30menit.  Fasa intermetalik γ-TiAl terbentuk setelah proses mechanical alloying 20 jam. Hasil pengujian difraksi sinar X menunjukkan ukuran kristal sebesar 198.92Å pada fasa γ-TiAl, memiliki kekerasan 678,1HV.
Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras) Rizal Ramadhan; Widyastuti Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.024 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.822

Abstract

Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS) dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP) yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy  dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J) dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB) dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 – 12 GHz). Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter) dan Vector Network Analyzer (VNA). Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS) adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam  0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass  4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 × 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunci—serbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure
Pengaruh Penambahan Ni, Cu, dan Al dan Waktu Milling pada Mechanical Alloying Terhadap Sifat Absorpsi dan Desorpsi Mg sebagai Material Penyimpan Hidrogen Febrian Budi Pratama; Widyastuti Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.113 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.823

Abstract

Mg merupakan salah satu material yang digunakan sebagai material penyimpan hidrogen dengan membentuk MgH2. Sifat absorpsi dan desorpsi hidrogen dari suatu metal hidrida salah satunya tergantung  pada bahan, unsur penambah, dan metode pembuatannya. Pada penelitian kali ini Mg sebagai material penyimpan hidrogen dihasilkan melalui metode mechanical alloying dengan unsur penambah Ni, Cu, dan Al dan variasi waktu milling 10, 20, 30 jam. Selanjutnya sampel dilakukan pengujian SEM, XRD, DSC, dan Uji hidrogenisasi. Dari data uji diperoleh bahwa meningkatnya waktu milling menurunkan ukuran partikel sehingga meningkatkan wt% hidrogen terabsorb dan menurunkan temperatur onset desorpsi. Namun efek aglomerasi dan coldwelding yang berlebih pada proses mechanical alloying mengakibatkan ukuran partikel menjadi lebih besar. Unsur pemadu Al dan Cu berfungsi sebagai katalis, sedangkan Ni berfungsi sebagai pemadu yang ikut bereaksi dengan hidrogen. Mg10wt%Al dengan waktu milling 20 jam mempunyai nilai weight percent terbaik H2 yaitu 0.38% dalam temperatur hidrogenisasi 2500C, tekanan 3 atm, dan waktu tahan 1 jam. Sedangkan Mg10wt%Al dengan waktu milling 30 jam memiliki temperatur onset paling rendah yaitu 341.490C Kata Kunci— Absorpsi, Desorpsi, Material Penyimpan Hidrogen, Mechanical Alloying, Mg
Pengaruh Komposisi Phenolic Epoxy Terhadap Karakteristik Coating Pada Aplikasi Pipa Overhead Debutanizer Diego Pramanta Harvianto; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.948 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.827

Abstract

PT Pertamina RU V Balikpapan memiliki sistem yang komponennya rentan terhadap korosi yaitu Sistem Debutanizer. Korosi pada sistem Debutanizer ini disebabkan oleh adanya larutan asam klorida (HCl) yang terbawa dari proses-proses sebelumnya .Mengingat hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk melindungi komponen dari serangan korosi. Salah satu cara perlindungan korosi adalah dengan metode pelapisan (coating) dengan Phenolic Epoxy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi komposisi Phenolic Epoxy terhadap karakteristik dan performa coating pada aplikasi pipa Overhead Debutanizer. Dilakukan pengujian secara eksperimental terhadap material pipa yang dilapisi coating Phenolic Epoxy pada variasi komposisi phenolic : epoxy sebesar 100:0, 80:20, 60:40, 40:60, 20:80 dan 0:100. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian ikatan polimer (FTIR), stabilitas termal (TGA), pengujian waktu kering, ketahanan panas,  fleksibilitas, ketahanan asam dan  ketahanan abrasi. Dari hasil pengujian FTIR yang telah dilakukan, terjadi ikatan pada pencampuran phenolic dan epoxy. Penambahan komposisi epoxy pada sampel cenderung meningkatkan ketahanan abrasi dan stabilitas termal. Sedangkan pada penambahan komposisi phenolic akan cenderung meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan asam serta mempercepat waktu kering. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perbandingan komposisi phenolic dan epoxy yang menghasilkan performa coating yang ideal berturut-turut adalah 60:40.   Kata Kunci : Overhead Debutanizer, Coating, Phenolic, Epoxy
Implementasi Kontroler P-PI Kaskade untuk Meningkatkan Keakuratan Mesin Bubut CNC Erista Budi Safitri; Mochammad Rameli; Rusdhianto Effendie A.K.
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.782 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.831

Abstract

Beberapa industri manufaktur skala kecil menengah masih menggunakan mesin bubut konvensional dalam pengerjaan benda kerja karena tingginya biaya operasional yang dibutuhkan untuk sebuah  mesin bubut CNC (Computer Numerical Control). Mesin bubut konvensional memiliki kelemahan yaitu ketidakpastian dan ketergantungan hasil produksi pada operator sehingga menyebabkan mesin ini tidak memiliki efisiensi dan produktifitas tinggi. Kualitas benda kerja yang dihasilkan beragam karena keakuratan saat tracking lintasan tidak dapat dicapai dengan baik seperti pada mesin CNC.  Kelemahan ini dapat diatasi dengan cara retrofit dengan menambahkan CNC sebagai pusat kontrol sehingga mesin bubut konvensional dapat bekerja secara otomatis selayaknya mesin CNC. Keakuratan saat tracking lintasan ditingkatkan dengan menggunakan kontroler P-PI kaskade sehingga kualitas benda kerja yang dihasilkan menjadi lebih baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan kontroler P-PI kaskade hasil desain dinilai lebih baik daripada kontroler P-PI kaskade hasil auto-tuning. Tingkat presisi mengalami peningkatan dengan nilai error steady state sebesar 0,88% pada Motor X dan 3,97% pada Motor Z. Error saat tracking lintasan juga lebih kecil dengan nilai indeks IAE sebesar 65.458 pulse pada Motor X dan 82.202 pulse pada Motor Z
Pengaruh Kecepatan Milling Terhadap Perubahan Struktur Mikro Komposit Mg/Al3Ti Budi Amin Simanjuntak; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.449 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.840

Abstract

Material yang ringan dan kuat menjadi syarat utama sebagai komponen-komponen otomotif, persenjataan, bahkan peralatan ruang angkasa. Oleh karena itu penelitian tentang material ringan terus-menerus di lakukan oleh masyarakat. Salah satu material yang menjanjikan adalah Metal Matrix composite (MMC) yang berbasis magnesium (Mg) dan di perkuat oleh partikulat Al3Ti. Pada penelitian kali ini  dilakukan mechanical alloying menggunakan mesin HEM E3D untuk mensintesis Al3Ti yang tersebar pada matriks Mg. Kemudian di kompaksi 4 ton selanjutnya disintering 700oC selama 1 jam untuk membentuk komposit Mg/Al3Ti dengan memvariasikan kecepatan milling mulai dari 700rpm, dan 933rpm dan dengan 20% Al3Ti untuk mencapai  fisik  terbaik dari komposit tersebut. Setelah proses pemaduan selesai, dihasilkan pelet yang kemudian  diuji struktur mikronya  menggunakan Mikroskop elektron, analisa fasa dengan diffraksi sinar-X  dan pengujian massa jenis serta porositas menggunakan prinsip Archimedes Kata Kunci—Mg/Al3Ti ,Komposisi berat, MMC, kecepatan milling
Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Kalsinasi terhadap Unjuk Kerja Semikonduktor TiO2 sebagai Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Dye dari Ekstrak Buah Naga Merah Sahat M. R. Nadaek; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.883

Abstract

Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi sumber energi yang sangat besar untuk mencegah terjadinya krisis energi namun sering kali terabaikan adalah sinar matahari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk  menghasilkan prototype dalam mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) telah difabrikasi dengan menggunakan serbuk Titanium Dioksida (TiO2) yang dilapisi ke kaca Indium Tin Oxide dan diberi variasi temperatur 350oC, 450oC, dan 550oC dengan waktu tahan kalsinasi 30 dan 60 menit yang kemudian disensitisasi ke dalam larutan dye ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). DSSC di-assembling dengan coating Pd/Au yang telah di-sputtering ke kaca Indium Tin Oxide yang selanjutnya ditetesi dengan larutan elektrolit. Kemudian lapisan TiO2 tersebut dikarakterisasi menggunakan uji (SEM) dan (XRD). Luas permukaan aktif partikel diidentifikasi dengan menggunakan BET analyzer. Dari hasil XRD dapat diketahui struktur kristalnya tetragonal. Hasil SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel TiO2 adalah spherical. Untuk luas permukaan aktif yang dihasilkan menunjukkan nilai yang berbanding lurus dengan kenaikan nilai kelistrikan DSSC buah naga. Dari uji kelistrikan didapatkan hasil optimum pada temperatur 550oC dan waktu tahan 60 menit dengan voltase 562 mV, kuat arus 0.307 mA, dan memiliki efisiensi sebesar 0.089%. Kata kunci: Dye ekstrak buah naga merah, dye sensitized solar cell, temperatur kalsinasi, TiO2, waktu tahan kalsinasi.
Perancangan Coupled Fuzzy Logic Controller pada Prototipe Mesin Computer Numerical Control (CNC) Nabilla Gustiviana; Josaphat Pramudijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.427 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.972

Abstract

Tingkat ketelitian mesin CNC dalam membuat suatu kontur merupakan hal yang penting. Adanya gesekan antara mata pahat dengan benda kerja saat melakukan gerakan feeding dalam membentuk suatu kontur dapat berakibat pada kesalahan bentuk kontur yang akan dihasilkan apabila di tiap sumbunya dikontrol secara individu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirancang kombinasi antara Fuzzy Logic Controller sebagai kontroler individu yang mengatasi permasalahan di tiap sumbu, dengan kontroler koordinasi, yaitu Cross-Coupled Controller. Algoritma dari kontroler ini dibuat dengan menggunakan software LabView 8.6. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menambahkan kontroler koordinasi, dapat memperbaiki nilai indeks performansi sebesar 37,5% untuk kontur linier dan 2,78% untuk kontur lingkaran