cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 52 Documents clear
Prevalensi dan Derajat Infeksi Anisakis sp. pada Saluran Pencernaan Ikan Kerapu Lumpur (Epinephelus sexfasciatus) di TPI Brondong Lamongan Syamsul Arifudin; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.54 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi dan derajat infeksi Anisakis sp. pada saluran pencernaan ikan kerapu lumpur (Epinephelus sexfasciatus) di tempat pelelangan ikan brondong Lamongan. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor ikan dengan ukuran ≥22 cm. Organ yang diamati lambung dan usus, kemudian dilakukan perhitungan prevalensi dan derajat infeksi Anisakis sp. Hasil dari penelitian ini menunjukkan prevalensi Anisakis sp. pada saluran pencernaan (meliputi lambung dan usus) ikan kerapu lumpur (Epinephelus sexfasciatus) sebesar 100%. Sedangkan derajat infeksi Anisakis sp. sebesar 4 individu Anisakis sp. pada organ lambung dan 7 individu Anisakis sp. pada organ usus dalam satu individu ikan kerapu lumpur (Epinephelus sexfasciatus).
Aktifitas Enzim Lignin Peroksidase oleh Gliomastix sp. T3.7 pada Limbah Bonggol Jagung dengan Berbagai pH dan Suhu Ima Mufidatul Ilmi; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.993 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2747

Abstract

Enzim Lignin Peroksidase (LiP) merupakan enzim ekstraseluler yang mempunyai manfaat  dalam berbagai bidang industri. Gliomastix sp. merupakan salah satu spesies yang mempunyai kemampuan mendegradasi lignin paling besar diantara kapang koleksi laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi ITS lainnya, sehingga diduga memiliki aktifitas enzim lignin peroksidase (LiP) yang besar pula. Aktifitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya suhu dan pH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan suhu yang berbeda terhadap aktivitas enzim lignin peroksidase  dari Gliomastix sp. yang ditumbuhkan pada  limbah bonggol jagung. Uji aktifitas enzim Lignin peroksidase dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis Boeco 22. Aktifitas Lignin Peroksidase (LiP) diukur pada panjang gelombang  310 nm dengan menggunakan Veratryl alkohol sebagai substrat. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Gliomastix sp. T3.7 merupakan kapang yang mampu menghasilkan enzim Lignin Peroksidase pada limbah bonggol jagung, dimana aktifitas enzim LiP maksimum terdapat pada pH 6 dan suhu 350C sebesar 8,088 U/ml
Pengaruh Konsentrasi ZPT 2,4-D dan BAP terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium laxiflorum J.J Smith secara In Vitro Endang Lestari; Tutik Nurhidayati; Siti Nurfadilah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.201 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4 Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4 D) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji anggrek Dendrobium laxiflorum. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yang terdiri dari 0 mg/l ; 0,1 mg/l ; 0,3 mg/l dan 0,5 mg/l dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP, yaitu 0 mg/l ; 0,5 mg/l ; 1 mg/l ; 1,5 mg/l dan 2 mg/l. Pengamatan dilakukan 3 bulan setelah inokulasi. Hasil uji ANOVA menunjukkkan bahwa konsentrasi 2,4-D dan konsentrasi BAP serta interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji anggrek D. laxiflorum ( P ≤ 0,05). Persentase pertumbuhan dan perkembangan biji D. laxiflorum pada penelitian ini berkisar antara 0,76% - 36,34 %. 2,4-D 0,1 mg/l dengan BAP 2 mg/l menunjukkan persentase pertumbuhan dan perkembangan biji tertinggi (36,34 %)
Desain Mainan Balok Susun Kayu Bertema Rumah Adat bagi Anak-Anak Umur 7-11 Tahun Sabila Amalina; Primaditya Primaditya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.963 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2668

Abstract

Saat ini akibat penyebaran globalisasi informasi yang semakin meluas. Anak-anak Indonesia semakin menggemari budaya luar dan pada saat bersamaan semakin melupakan budaya bangsanya sendiri. Di lain pihak, industri mainan di Indonesia semakin lesu akibat gempuran mainan impor. Fenomena diatas adalah dasar perancangan dalam mengembangkan desain mainan dengan sentuhan budaya Indonesia. Pada Tugas Akhir ini dilakukan studi dan analisa lebih lanjut mengenai penerapan tema rumah adat pada mainan. Baik itu berupa bentuk penyederhanaan, mekanisme, aplikasi budaya, hingga proses produksi. Sentuhan budaya didapat dari elemen-elemen dalam rumah adat terpilih yang memenuhi kriteria seperti arsitektur, ukiran, sejarah daerah tempat rumah itu berada dan bentuk-bentuk tradisional lainnya yang nantinya akan diaplikasikan dalam mainan balok susun. Hasil yang diperoleh dalam Tugas Akhir ini berupa serial produk mainan balok susun untuk anak umur 7-11 tahun dengan konsep unik, konstruktif, dan berbudaya.
Perancangan Buku Anak-Anak Pandawa Lima sebagai Media Pengenalan Tokoh Pewayangan Vicky Dwijayarto; Rahmatsyam Lakoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5436.309 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2785

Abstract

Indonesia dikenal memiliki beragam kebudayaan, salah satunya yang telah ada sejak berabad-abad silam adalah tradisi dan kesenian wayang. Seiring perkembangan jaman, seni dan budaya ini sedikit demi sedikit mulai terabaikan, padahal nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya sangat berguna bagi pembelajaran generasi muda bangsa kita. Perancangan buku anak-anak dengan mengangkat tema pengenalan tokoh pewayangan Pandawa Lima ini bertujuan untuk melestarikan budaya pewayangan dalam benak anak bangsa sejak dini, sekaligus mengajarkan nilai-nilai moral yang luhur. Kendala yang harus dihadapi adalah, bagaimana menarik perhatian anak-anak terhadap seni budaya wayang yang dikemas melalui buku anak-anak Pandawa Lima. Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut, diperlukan analisa dan riset terhadap minat anak, juga proses-proses penyesuaian dan penyederhanaan pada anak. USP dari perancangan buku anak-anak ini yaitu menyederhanakan tokoh dan pagelaran wayang dalam gaya populer yang diaplikasikan pada karakter, border dan layout bukunya, serta diciptakan tokoh dalang sebagai narator buku yang bertugas membawa anak-anak lebih terlibat dalam cerita
Perancangan Identitas Visual Museum 10 Nopember 1945 Surabaya Dyas Tangguh Ikranegara; Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.625 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2797

Abstract

Kementerian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia mencanangkan Tahun Kunjung Museum 2010 (Visit Museum Year 2010). Tahun Kunjung Museum ini merupakan perpanjangan tangan dari program Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM). Program ini merupakan upaya konkrit pemerintah dalam menggairahkan tren pariwisata lokal baik di kalangan masyarakat Indonesia dan dunia. Mengingat jumlah kunjungan masyarakat Indonesia ke museum per tahun hanya dua persen dari jumlah penduduk, diperlukanlah sebuah revitalisasi untuk mewujudkan wisata museum yang modern baik fisik dan non fisik, salah satunya adalah Identitas Visual Museum 10 Nopember. Menjawab tantangan dan kesempatan ini, sebagai satu-satunya museum yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya, selayaknya Museum 10 Nopember  berdiri kokoh dengan segala diferensiasi budaya dan keunikan yang tercermin dalam identitas visualnya. Untuk merancang sebuah identitas visual museum 10 Nopember 1945 Surabaya maka diperlukan metode dalam memperoleh konsep dan hasil desainnya, antara lain yaitu melakukan studi tentang ruang lingkup Museum 10 Nopember baik dari segi perusahaan dan pengembangannya, visi dan misi, keunggulan dan serta nilai-nilai yang terkandung dalam museum 10 Nopember, melalui wawancara mendalam dan juga literatur buku sejarah, selain itu untuk mendapatkan hasil estetika yang baik maka diperlukan juga studi tentang kaidah-kaidah desain yang didapatkan melalui literatur buku, studi eksisting dan studi komparator. Setelah melalui proses penelitian dengan metode yang diterapkan, maka konsep desain yang diperoleh yaitu “History of Fighting Spirit”, pengaplikasian bentuk dalam desain adalah bentukan yang mewakili sifat semangat, optimisme, patriotik, dan keberanian, sebagaimana Museum 10 Nopember 1945 Surabaya merupakan tempat wisata yang beredukasi dan juga menyuguhkan sebuah warisan sejarah dan nilai patriotisme. Identitas visual museum 10 Nopember 1945 Surabaya ini diharapkan dapat mencerminkan visi, misi, pengembangan museum 10 Nopember, disamping itu juga diharapkan mampu mencerminkan diferensiasi budaya kepahlawanan dan keunikannya
Perancangan Media Pembelajaran Interaktif Matematika untuk siswa kelas 5 SD Rudi Julio Arindiono; Nugrahardi Ramadhani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.828 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2856

Abstract

Penelitian ini  berawal dari adanya tuntutan inovasi di dalam pendidikan, seiring dengan makin pesatnya perkembangan teknologi yang sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan, salah satunya penggunaan media interaktif dalam pembelajaran. Menurunnya nilai Ujian Nasional dari tahun ke tahun dan rendahnya nilai – nilai pada ulangan kenaikan kelas maupun harian pada mata pelajaran matematika menjadi salah satu pendorong untuk membuat media interaktif ini. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam belajar sekaligus dapat mengukur secara langsung kemampuan mereka setelah belajar. Adapun alasan lain dalam tujuan membuat media interaktif ini tidak lain adalah untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara media interaktif dengan buku pendamping. Menurut hasil riset buku pendamping yang ada saat ini dianggap terlalu verbal dan minim gambar, karena di dalam matematika siswa akan dihadapkan dengan berbagai soal cerita dimana mereka perlu sebuah media untuk dapat mengimajinasikan objek – objek yang ada di dalam soal cerita tersebut. Dan media pembelajaran yang di anggap paling efektif saat ini adalah media interaktif. Media Interaktif membuat proses pembelajaran lebih menarik karena gambar – gambar ilustrasi cerita, suara dan text dapat terintegrasi dan dapat di kendalikan sesuai keinginan.
Perancangan Buku Pepak Visual Dwibahasa Jawa – Indonesia untuk Sekolah Dasar Dinar Wahyu Herlambang; Sayatman Sayatman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.78 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2857

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu kebudayaan warisan nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Namun yang terjadi adalah justru semakin banyak generasi muda Jawa yang kurang memahami Bahasa Jawa sehingga minat untuk menggunakan dan mempelajarinya semakin berkurang. Di lain pihak Bahasa Jawa adalah mata pelajaran wajib bagi murid Sekolah Dasar. Karena mereka mengalami kesulitan belajar Bahasa Jawa, sehingga mereka membutuhkan Pepak. Namun, Pepak yang selama ini ada tidak dibuat khusus untuk anak – anak, sehingga mereka sulit memahami materinya dan kurang tertarik menggunakannya. Dari problematika tersebut, penulis mencoba merancang buku Pepak Bahasa Jawa dengan format yang lebih atraktif dan komunikatif melalui proses identifikasi masalah, studi literatur, studi eksisting, kompetitor, dan komparator,  studi karakteristik anak SD, hingga muncul suatu konsep solusi berupa Buku Pepak Bahasa Jawa dengan format Cerita Bergambar. Dengan dibuatnya buku Pepak dengan format yang baru, diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif buku referensi pembelajaran Bahasa Jawa yang mudah digunakan, materinya mudah dipahami, dan membuat anak menjadi lebih tertarik dalam belajar Bahasa Jawa
Perancangan Identitas Visual Kampoeng Sepatu Sandal Krian sebagai Kampoeng Wisata Indutri di Sidoarjo Chyki Febrina Fortuna Dewi; Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.875 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2859

Abstract

Pemerintah Kabupaten Sidarjo memiliki program pengembangan sentra-sentra UMKM sebagai kampoeng-kampoeng wisata industri dengan tujuan untuk meningkatkan peluang investasi dan usaha berbasis potensi perekonomian rakyat. Salah satu kampoeng yang diresmikan adalah Kampoeng Sepatu Sandal krian sebagai salah satu kampoeng unggulan. Terdapat kebijakan dari pemkab Sidoarjo terkait kampoeng tersebut untuk memindahkan lokasi showroom dari tempat awal ke lokasi yang masih berada dalam kawasan tempat tinggal mereka. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan sentra industri pengrajin sepatu Krian menjadi salah satu desa wisata industri yang ada di Sidoarjo, sehingga untuk mendukung hal tersebut, diperlukan identitas visual yang mengkomunikasikan Kampoeng Sepatu Sandal Krian sebagai kampoeng wisata industri. Metode riset yang digunakan adalah dengan melakukan penggalian data yang berkaitan dengan Kampoeng Sepatu Sandal krian yang didapat dari stake holder maupun pengrajin. Hasil dari kegiatan tersebut dikaji melalui studi pustaka lalu dikomparasikan dengan kompetitor dan komparator untuk menemukan analisa SWOT dari Kampoeng Sepatu Sandal krian. Analisa tersebut digunakan dalam pembuatan identitas visual Kampoeng Sepatu Sandal krian. Pada proses perancangan identitas visual ini akan dibuat sebuah logo atau identitas mewakili visi dan misi kampoeng tersebut dengan konsep kreatif dan dinamis,  Selain itu akan dibuat pula sebuah sistem grafis yang mendukung serta pengaplikasiannya pada media keperluan kampoeng, seperti stationery set, media marketing, merchandising, dan Envronmental Graphic Design. Media aplikasi yang diperlukan dapat diketahui dari riset yang telah dilakukan. Seluruh kegiatan perancangan ini diharapkan dapat  meningkatkan brand image positif masyarakat terhadap Kampoeng Sepatu Sandal Krian
Redevelopment Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias di Malang sebagai Penyeimbang antara Kegiatan Ekonomi dan Lingkungan Samsul Budi Akmal; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2621.363 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2331

Abstract

Redevelopment Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias di Malang dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pasar ini dalam rangka mendukung peningkatan tren pariwisata di Malang. Berlokasi di lahan eksisting Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias Malang, redevelopment ini akan dikembangkan dengan tujuan menyeimbangkan kegiatan ekonomi yang berlangsung dengan kondisi lingkungannya. Pendekatan yang digunakan dalam redevelopment ini diadopsi dari Green Architecture. Hasil rancangan pasar difokuskan pada penataan pola sirkulasi radial-grid pada pasar bunga, dan pola kurva linier pada pasar burung dan ikan hias. Massa bangunan dilengkapi dengan plaza di bagian tengah, dan utilitas yang sesuai dengan pola aktivitas pasar. Bentuk bangunannya mempertahankan gaya arsitektur kolonial Belanda. Penerapan struktur tree-like column dengan bentuk yang menonjolkan karakter lingkungannnya, dan penggunaan Pohon Cempaka untuk mengatasi efek polusi dari aktivitas pasar burung