Articles
132 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2013)"
:
132 Documents
clear
Elektrolisis Larutan Garam Grosok dengan Merkuri dan Polivinil Asetal Komersial (Kanebo) Sebagai Pemisah Anolit Katolit : Perbandingan Kadar Natrium
Mike Natalia Kristanti;
Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (805.158 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3730
Elektrolisis larutan garam grosok dengan merkuri dan polivinil asetal komersial (kanebo) sebagai pemisah anolit katolit telah diteliti. Dalam penelitian ini digunakan larutan garam 35% dengan variasi beda potensial 8 V, 10 V dan 12 V. Proses elektrolisis dilakukan selama 180 menit. Larutan hasil elektrolisis kemudian dianalisis dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Berdasarkan hasil elektrolisis diketahui bahwa produksi natrium dengan elektrolisis menggunakan penyekat polivinil asetal komersial (kanebo) menghasilkan kadar natrium yang lebih banyak yaitu 44% sampai 48% dibandingkan dengan elektrolisis menggunakan sel merkuri. Pada elektrolisis larutan garam 35% selama 180 menit pada beda potensial 12 V, elektrolisis menggunakan kanebo menghasilkan kadar natrium sebesar 45,94% sedangkan merkuri sebesar 0,99%.
Ekstraksi Senyawa Antioksidan pada Nugget-Rumput Laut Merah, Eucheuma cottonii
Saldhyna Di Amora;
Sukesi Sukesi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.362 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3731
Pada penelitian ini telah dibuat nugget-rumput laut dengan bahan dasar daging ayam dan rumput laut merah, Eucheuma cottonii, yang berfungsi sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak senyawa antioksidan yang terdapat pada Nuggeit-Rumput Laut. Rumput laut merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan antioksidan. Beberapa senyawa antioksidan yang terkandung di dalamnya diantaranya vitamin C, vitamin E, senyawa polifenol, serta beberapa pigmen. Metode yang digunakan untuk mengekstrak senyawa-senyawa antioksidan tersebut yaitu metode maserasi dengan pelarut metanol. Maserasi dilakukan pada Rumput Laut (RL) dan Nugget Tepung (NT) sebagai sampel kontrol serta pada sampel Nugget dengan penambahan Rumput Laut (NRL) sebesar 16,7%; 23,1%; 28,6%; 33,3%; dan 37,5%.
Proses Maserasi untuk Analisa Serat Kasar pada Nugget-Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii)
Ervita Dian Prastica;
Sukesi Sukesi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.21 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3733
Nugget yang difortifikasi dengan rumput laut merah (Eucheuma cottonii) telah diteliti. Rumput laut merah banyak mengandung karagenan dan serat, penambahan rumput laut merah digunakan untuk meningkatkan kadar serat pada nugget. Serat kasar (dietary fibre) merupakan bagian tanaman yang tidak dapat dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan. Serat kasar dalam makananmembantu memperlancar proses metabolisme dan meminimalisir kemungkinan adanya penyakit dalam saluran pencernaan. Cuplikan nugget dipreparasi menggunakan proses maserasi dengan etanol.
Studi Gangguan Ag(I) dalam Analisa Besi dengan Pengompleks 1,10-Fenantrolin pada pH 4,5 secara Spektrofotometri UV-Vis
Sisca Dianawati;
Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.313 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3734
Analisa besi ini dilakukan dengan menggunakan pereduksi natrium tiosulfat dan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 secara spektrofotometri UV-Vis. Kompleks yang dihasilkan yaitu Fe(II)-1,10-fenantrolin yang berwarna merah-jingga memberikan serapan di daerah sinar tampak pada panjang gelombang maksimum 507 nm dan dapat diganggu oleh adanya ion Ag+ dengan cara menurunkan absorbansi. Ion Ag+ dipilih sebagai ion pengganggu dalam analisa besi ini karena perak dapat membentuk kompleks dengan 1,10-fenantrolin sehingga terjadi kompetisi antara perak dan besi untuk membentuk kompleks dengan 1,10-fenantrolin. Kompetisi ini dapat mempengaruhi nilai absorbansi. Penambahan ion Ag+ mulai mengganggu analisa penentuan besi pada penambahan 0,03 ppm dengan persen recovery sebesar 92,88 %; RSD sebesar 3,645 ppt; dan CV sebesar 0,364 %.
Kinina sebagai Inhibitor Korosi Baja SS 304 dalam Media 1 M H2SO4 dengan Variasi Suhu
Dedi Restiawan;
Harmami Harmami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.063 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3735
Aktivitas inhibisi kinina pada baja SS 304 dalam media 1 M H2SO4 pada berbagai suhu (30, 40, 50, dan 60 °C) telah dipelajari dengan metode polarisasi potensiodinamik. Efisiensi inhibisi meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi kinina, tetapai menurun seiring dengan kenaikan suhu. Nilainya mencapai maksimum pada suhu 30 °C dengan konsentrasi kinina 500 mg/L sebesar 46,41 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinina merupakan inhibitor tipe campuran dengan sifat katodik yang dominan. Molekulnya teradsorpsi pada permukaan baja secara fisik dan mengikuti model adsorpsi Freundlich
Inhibisi Korosi Baja SS 304 dalam Media 1 M H2SO4 oleh Kinina dengan Penambahan 1 mM Natrium sitrat
Tamtsilia Nabila Sulfi;
Harmami Harmami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.913 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3736
Kemampuan kinina sebagai inhibitor korosi baja SS 304 dengan dan tanpa penambahan 1 mM natrium sitrat dalam media 1 M H2SO4 telah dikaji dengan metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Adanya perubahan peremeter EIS (hambatan polarisasi , Rp dan Unsuf fase konstan, CPEd) mengindikasikan adanya adsorpsi kinina pada permukaan baja membentuk lapisan film protektif. Efisiensi inhibisi yang dihasilkan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi kinina, dengan inhibisi tertinggi pada konsentrasi 500 mg/L. Penambahan 1 mM natrium sitrat ke dalam larutan uji menyebabkan efisiensi inhibisi menurun dan laju korosi baja SS 304 meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kinina tidak memiliki efek sinergis jika dicampurkan dengan 1 mM natrium sitrat
Studi Gangguan Krom (III) pada Analisa Besi dengan Pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 secara Spektrofotometri UV-Tampak
Retno Rahayu Dinararum;
Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (702.722 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3737
Pada penelitian ini telah dilakukan studi gangguan ion Krom (III) terhadap analisa besi dengan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 secara spektrofotometri UV-tampak. Penelitian dilakukan dengan mereduksi Besi (III) menjadi Besi (II), kemudian dikomplekskan dengan 1,10-fenantrolin. Kompleks diukur panjang gelombang maksimumnya menggunakan spektrofotometer UV-tampak, selanjutnya dibuat kurva kalibrasi, dan diuji pengaruh ion Krom (III) terhadap analisa besi. Hasil menunjukkan bahwa ion Krom (III) mulai mengganggu analisa besi pada konsentrasi 0,08 ppm dengan persen (%) recovery sebesar 94,34% dengan RSD 2,94 ppt dan CV 0,29%.
Pengurangan Turbiditas pada Air Laut Menggunakan Metode Elektrokoagulasi
Holisaturrahmah Holisaturrahmah;
Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.344 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3738
Pengurangan turbiditas air laut menggunakan metode elektrokoagulasi telah dipelajari. Proses koagulasi air laut selama elektrolisis terjadi karena terbentuknya koagulan magnesium hidroksida sehingga pengurangan turbiditas air laut lebih cepat. Hasil analisis ICP-AES menunjukkan bahwa konsentrasi ion magnesium dalam air laut berubah dari 312,35 ppm menjadi 0,03 ppm setelah elektrolisis. Pengukuran turbiditas air laut menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 750 nm. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh tegangan terhadap pengurangan turbiditas air laut. Pada proses elektrolisis selama 70 menit dengan variasi tegangan 2 V, 5 V dan 10 V, turbiditas air laut yang berkurang masing-masing sebesar 88%, 94% dan 98%.
Pengendapan Magnesium Hidroksida pada Elektrolisis Lauratan Garam Industri
Fauziyah Rakhmawati;
Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.503 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4304
Pada penelitian ini telah dilakukan studi pengaruh beda potensial dan waktu pada elektrolisis larutan garam industri terhadap pengendapan magnesium hidroksida. Beda potensial dan waktu elektrolisis dibuat bervariasi masing-masing 6 V, 9 V, dan 12 V untuk beda potensial dan 40 menit, 80 menit, serta 120 menit untuk waktu elektrolisis. Elektrolisis akan menghasilkan endapan di katolit yang selanjutnya diuji kadar magnesium dalam endapan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Diperoleh recovery magnesium hidroksida tertinggi sebesar 20,58% pada beda potensial 9 V selama 120 menit dengan massa magnesium hidroksida sebesar 0,0401 gram. Pengendapan magnesium hidroksida melalui elektrolisis ini juga dibandingkan dengan pengendapan magnesium hidroksida secara kimia. Dengan penambahan NaOH,diperoleh massa magnesium hidroksida sebesar 0,0432 gram. Hal ini menunjukkan bahwa pengendapan magnesium hasil elektrolisis tidak memiliki perbedaan secara signifikan jika dibandingkan dengan pengendapan secara kimia
Pengaruh Doping Logam Fe pada CaF2 terhadap Struktur Ca1-xFexF2
Djamilah Arifiyana;
Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (646.758 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4305
Pada penelitian ini dilakukan sintesis padatan CaF2 dan Ca1-xFexF2 (x= 0,025; 0,05; 0,075; 0,1 dan 0,15) melalui metode sol-gel dan dikarakterisasi struktur padatan dengan difraksi sinar-X. Difraktogram CaF2 hasil sintesis menunjukkan bahwa katalis Ca1-xFexF2 memiliki struktur kristal CaF2, yaitu kubus. Difraktogram padatan Ca1-xFexF2 menunjukkan adanya pengaruh doping logam Fe terhadap intensitas puncak dan adanya kapasitas doping pada CaF2 yang ditandai dengan munculnya puncak Fe2O3 pada doping 0,15 mol Fe.