cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 134 Documents clear
Desain Mainan Edukasi Balok Modul untuk Anak Usia 8-12 Tahun Bertema Candi Martha Oki Rahmawati; Primaditya Hakim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.269 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.7801

Abstract

Mainan edukasi adalah jenis mainan yang dapat memberikan pembelajaran tertentu kepada penggunanya (anak-anak). Berdasarkan pada Standar Kompetensi Sekolah Dasar mata pelajaran Ilmu Pengatahuan Sosial kelas V menyebutkan tentang pentingnya mengenal bangunan peninggalan masa hindu budha. Di lain pihak, pasar mainan anak saat ini banyak dikuasai oleh produk import menyebabkan tergesernya produk mainan dalam negeri. Fenomena tersebut adalah dasar perancangan dalam desain mainan edukasi bertema candi. Metode yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah deep interview kepada arkeolog di Balai Konservasi Candi Borobudur serta observasi langsung terhadap stupa Borobudur. Proses studi dan analisa yang dilakukan dalam Tugas Akhir antara lain analisa penyederhanaan bentuk, analisa user, analisa mekanisme sambungan, analisa bagian – bagian stupa sampai kepada analisa proses produksi. Hasil yang diperoleh dalam Tugas Akhir ini berupa serial produk mainan balok modul dalam bentuk puzzle 3D bertema stupa Borobudur untuk anak usia 8-12 tahun.
Perancangan BukuKomik Matematika Khusus Siswa Kelas IV dengan Konsep Magic of Maths Wirawan Anggono; Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.436 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8036

Abstract

Di jaman teknologi yang semakin canggih, banyak orang mulai menggeser peran media cetak kearah media digital seperti CD interaktif hingga media internet. Namun hasil riset menunjukkan bahwa minimnya dana dan sarana prasarana yang belum dimiliki seperti listrik, internet, komputer hingga laboratorium audio visual, membuat media tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal di beberapa sekolah khususnya di pedesaan. Buku teks pelajaran yang masih sebagai media utama juga masih kurang memenuhi inti pembelajaran konsep berhitung. Sehingga diperlukan pengembangan buku pelajaran yang lebih mudah dipahami dan menarik secara visual sesuai inti pembelajaran konsep berhitung. Salah satu solusi yang dianggap efektif adalah buku visual pembelajaran. Dengan menggunakan kombinasi ilustrasi dan teks yang berfungsi sebagai penerjemah materi, diharapkan dapat membangkitkan antusiasme siswa agar lebih gemar membaca buku dan lebih mudah memahami matematika dengan mudah.
Pendekatan Tema Sinergi pada Rancangan Pusat Media dan Penyiaran Muhammad Alfian Rizki Saputra; Sri Nastiti N. Ekasiwi; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6471

Abstract

Media massa elektronik dengan lingkup siar luas harus dapat menawarkan konten siaran yang bermutu agar bisa dinikmati khalayak umum. Adanya Pusat Media dan Penyiaran, diharapkan dapat memproduksi program acara (Televisi, Radio, maupun Portal Berita) dengan konten yang terkait dalam satu manajemen yang sama, sehingga Pusat Media tersebut mampu meningkatkan kualitas produksi siarannya. Pendekatan tema sinergi dipilih sebagai sarana utama untuk menangani isu-isu desain yang muncul dari upaya penggabungan ketiga media massa ini. Isu utama yang harus diperhatikan berupa isu sirkulasi yang mengatur hubungan antar komponen aktivitas, dan isu teritorial yang berkaitan dengan pengaturan zona-zona berdasarkan tingkat interaksinya. Dalam proses desain, isu ini akan mempengaruhi perancangan tata ruang, fungsi ruang luar, dan gubahan massa bangunan.
Eksplorasi Simbolisasi Kepahlawanan dalam Perancangan Galeri Kapal Laut Rizky Darmadi; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3296.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6515

Abstract

Keuletan kapal-kapal laut Indonesia telah dikenal sejak abad ke-8 dimana bukti kekuatan dan ketangguhan para pelaut Indonesia tercatat dalam relief candi Borobudur. Namun di masa kini, akibat kurangnya minat dalam menghargai setiap detail pembangunan bangsa, dengan minimnya apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap potensi maritim dan kebaharian, sehingga perlu untuk merancang suatu objek rancang arsitektur yang dapat menggugah masyarakat dan mencerminkan kekuatan dan ketangguhan kapal laut. Objek rancang merupakan Galeri Kapal Laut yang kemudian mengangkat tema kepahlawanan, dengan menggunakan salah satu metode rancang yaitu simbolisasi. Pemilihan tema rancang merupakan pendefinisian dari makna dan karakter dari sifat kepahlawanan. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan galeri. Karakter kepahlawanan dapat menjadi alat pijakan dalam menguatkan citra akan kekuatan dan potensi maritim melalui kesan tangguh dan ikonik yang terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan.
Penataan Ruang Sebagai Kunci Utama dalam Proses Rancang Gelanggang Mahasiswa Rizky Thaariqi CahyaPutra; Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7158.976 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6521

Abstract

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kampus ITS kerap kali mengalami pasang surut, yang diantaranya disebabkan oleh proses regenerasi yang kurang baik serta fasilitas yang kurang mendukung. Gelanggang Mahasiswa Kampus ITS Surabaya merupakan suatu objek bangunan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul sekaligus mewadahi kegiatan kemahasiswaan khususnya ko-kurikuler di Kampus ITS Surabaya. Gelanggang Mahasiswa ini merupakan bangunan semi public dimana mayoritas pengguna objek ini nantinya adalah subjek yang berkepentingan dan memiliki izin atas regulasi yang ada. Terkait dengan fungsi tersebut, penataan ruang per ruang menjadi satu kunci utama dalam kesuksesan merancang objek ini. Ruang-ruang yang bersifat mulai dari public, semi public, private, dan service membutuhkan penataan yang tepat guna agar selaras dan sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan ruang yang ada. Selain itu, penataan ruang yang begitu majemuk ini juga akan mempengaruhi aspek lainnya mulai dari struktur, ME, plumbing, penghawaan, hingga aspek kenyamanan dalam penggunaan objek ini nantinya.
Penjelajahan Ruang dalam Space Frame Raksasa Emiria Krisanda; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2525.49 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6523

Abstract

Space frame merupakan aplikasi dari sistem struktur rangka batang, dimana rangka batang merupakan struktur yang rigid dalam menerima gaya eksternal. Pada umumnya, space frame hanya digunakan sebagai rangka atap atau pengaku bentang lebar. Dalam obyek rancang  ini, space frame diaplikasikan sebagai struktur utama bangunan hotel berkategori middle rise building dengan ketinggian 9 lantai. Kekhasan dari obyek rancang ini adalah ruang-ruang yang terbentuk di antara batang space frame dipertegas menjadi sebuah ruangan tertutup yang fungsional, sehingga space frame menjadi berukuran raksasa karena terdapat standar aktivitas di dalamnya. Hal ini berdampak pada impresi dan pengalaman yang dirasakan oleh pengamat
Resiliensi: Narasi melalui Ruang Tiara Kartika Rini; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.361 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6524

Abstract

Kelahiran dan kematian merupakan peristiwa alami yang dialami setiap makhluk hidup. Setiap adat dan keyakinan memiliki caranya sendiri dalam melaksanakan penghormatan terakhir kepada yang meninggal. Salah satunya upacara pembakaran mayat atau kremasi. Perubahan sosial dan budaya di masyarakat modern dengan  pemikiran praktis orang modernis akan makin menipisnya lahan untuk pemakaman sampai kesulitan dalam membayar uang kavling pemakaman yang berdampak pada penggusuran melatarbelakangi pembangunan krematorium dewasa ini. Akan tetapi, tidak banyak perancang yang memahami peran krematorium tidak hanya untuk mewadahi sebuah kegiatan, lebih dari itu krematorium memliki peran yang kuat terhadap psikologis seseorang. Tidak sedikit kasus syok maupun trauma yang terjadi pada fasilitas umum ini. Pemilihan tema resiliensi diambil dari kamus psikologi, mengangkat bahwa sebenarnya arsitektur dapat berbicara lebih daripada kehadiran sebuah bangunan. Melalui tema ini, perancang bertujuan untuk membangkitkan psikologi pengunjung yang dituangkan ke dalam alur perjalanan seseorang ketika melaksanakan upacara kremasi
Kesinambungan pada Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur Muhammad Ilhamullah; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4409.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6546

Abstract

Budaya  kesenian wayang kulit merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara internasional oleh UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003. Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur merupakan objek rancang yang menghadirkan kembali budaya wayang kulit Jawa Timuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Objek ini dikembangkan menggunakan tema “Kesinambungan” yang bermakna suatu media penyambung yang susah diputus. Dihadirkan dengan kesan yang dinamis namun tetap mempertahankan sisi tradisional agar masyarakat dapat lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya ini[5]. Simbol gunungan merupakan ciri khas dari kesenian wayang kulit, proses rancang menggunakan metode metafora dalam menyelesaikan isu-isu yang terdapat dalam objek rancangan[1]. Objek ini diharapkan dapat menghidupkan dan mengembangkan kebudayaan wayang kulit jawa timuran dengan ilmu dan teknologi yang berkembang, tanpa melupakan aturannya, sehingga tercipta sesuatu yang baru dengan bentuk, arti, dan fungsi yang sama[8]. Penerapan konsep dan tema terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan struktur yang diterapkan pada galeri kesenian wayang kulit jawa timur.
Penerapan Tema Fantasi Pada Objek Pusat Sinema Sidoarjo Reggy Satria Rinaldhy; Baskoro Widyo Isworo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3556.484 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6715

Abstract

Pusat Sinema merupakan suatu tempat yang mewadahi segala aktivitas yang berhubungan dengan bidang sinematografi. Aktivitas yang disediakan di dalamnya antara lain studio bioskop (mulai dari studio reguler hingga premiere), museum sinema (untuk memberikan informasi mengenai perkembangan sinematografi dari awal muncul hingga saat ini), souvernir shop, ruang seminar, public space (bisa digunakan untuk mengadakan acara-acara seperti adanya kompetisi film pendek dan hal-hal semacamnya). Dengan tema fantasi diharapkan bahwa gedung tersebut tidak hanya menjadi bangunan yang mewadahi ruang-ruang di dalamnya melainkan juga menjadi wahana, yang artinya bangunan tersebut dapat memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang datang berkunjung. Suasana yang dibangun di dalam maupun pada fasad gedung diharapkan dapat menghadirkan fantasi-fantasi pada pikiran mereka.
Teras Kota : Penerapan Bangunan Ramah Lingkungan dengan Suasana layaknya Teras Rumah pada Mall Kota Surabaya Ira Endra Kartika; Irvansyah Irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.183 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6716

Abstract

Seiring dengan isu pemanasan global Penerapan desain ramah lingkungan banyak dilakukan dimana berpacu pada tiga aspek, yaitu efisiensi energi, penggunaan material dan teknologi baru dan pengolahan limbah. Penerapan desain ini akan terasa manfaatnya bila diterapkan pada bangunan skala besar dan ditempatkan di dalam Pusat Kota yang lebih merasakan dampak pemansan global. Penerapan desain layaknya Teras rumah yang diletakkan dalam skala Kota, selain untuk merespon isu pemanasan global juga sebagai tempat singgah sementara dari kepenatan rutinitas. Menurut Gaudi Hindarto, A studio architect, Teras adalah bagian rumah yang menyambut tamu-tamu datang, kadangkala kesan yang ditangkap oleh para tamu bisa terbawa hingga ke rumah. Dan menurut Luis Wirth, Kota adalah pemukiman yang relative besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Dengan mengangkat tema teras kota,  perancangan ini memiliki ide pokok yang berpacu pada aspek bangunan ramah lingkungan. Aplikasi konsep ini pada objek rancang yaitu dengan menciptakan teras melalui peleburan ruang dalam dan luar bangunan. Teras ini memberikan pengalaman merasakan ruang luar menjadi ruang dalam,sehingga batas yang membedakan ruang luar dan ruang dalam menjadi kabur layaknya Teras rumah. Hasil dari perancangan ini adalah wujud penerapan desain berbasis bangunan ramah lingkungan melalui beberapa metode pada ruang-ruang di objek rancang, sebagai aplikasi dari konsep Teras Kota.  Penerapan dari tema rancang Teras Kota ini terlihat pada ekspresi interior bangunannya.