cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 142 Documents clear
Perancangan Prototipe Perangkat Lunak Untuk Penempatan Pegawai Dengan Model Pilihan Dari Perspektif Dua Arah Berbasis Algoritma Genetika Mohamad Muhtaromi; Mohammad Isa Irawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.062 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13738

Abstract

Optimasi merupakan hal yang penting dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang penempatan pegawai dalam manajemen sumber daya manusia. Dengan optimasi penempatan pegawai dapat dilakukan dengan efektif, efisien dan sesuai kebutuhan perusahaan. Pada beberapa literatur terdapat banyak metode untuk optimasi. Namun dalam penelitian ini digunakan Algoritma Genetika untuk mengoptimalkan model pilihan dari perspektif dua arah sebagai model dari penempatan pegawai pada PT. Petrokimia Gresik. Pada akhir penelitian ditunjukkan bahwa Algoritma Genetika dapat digunakan untuk menyelesaikan model pilihan dari perspektif dua arah dan dirancang dalam sebuah prototipe perangkat lunak.
PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM PAKAR BERBASIS ANDROID UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN DIAGNOSA KERUSAKAN PADA MOBIL DI AUTO2000 Muhammad Ridho Bintang Janaputra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.885 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13890

Abstract

Perusahaan bengkel mobil resmi seperti AUTO2000 memiliki pegawai yang disebut dengan Service Advisor (SA) yaitu petugas yang berhubungan langsung dengan diagnosa kerusakan dan service mobil. Sehingga ini menjadi masalah jika Service Advisor salah dalam mendiagnosa, dan akan lebih buruk lagi jika ada Service Advisor yang berhalangan hadir. Oleh karena itu dibutuhkan sistem pakar sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem pakar ini menggunakan metode pencarian Forward Chaining, yaitu metode yang menghasilkan kesimpulan dari seperangkat data yang diketahui seperti jenis kendaraan, keluhan, kilometer dan faktor kerusakan. Data ini dibutuhkan sebagai input dalam prototipe perangkat lunak yang dibuat. Pada Tugas Akhir ini telah dibangun sebuah prototipe sistem pakar yang mampu membantu Service Advisor dalam mendiagnosa area kerusakan mobil berdasarkan keluhan pelanggan AUTO2000 berbasis Android.
MENENTUKAN STRUKTUR GRUP BERORDER HINGGA DENGAN ORDER 216 DAN 324 HESTY IRNA AULIA; Subiono Subiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13931

Abstract

Pada Tugas Akhir ini dikaji tentang banyaknya struktur dari grup berorder hingga. Langkah awal untuk mengkaji yaitu dengan menjabarkan tentang sifat-sifat dari grup dengan order berhingga. Sebagaimana diketahui bahwa grup sangat dipengaruhi oleh banyaknya anggota (order) didalam grup tersebut. Apabila order dari grup kecil, maka banyak struktur grup dapat dengan mudah untuk diketahui. Sedangkan untuk order yang besar maka akan sulit untuk mengetahui banyaknya struktur grup dengan order berhingga. Kajian ini dilakukan berdasarkan grup simpel, klas isomorpik grup abelian. Adapun hasil yang didapat pada Tugas Akhir ini yaitu tidak ada grup dengan order 216 dan 324 merupakan grup simpel dan untuk grup dengan order 216 memiliki sembilan klas isomorpik sedangkan untuk grup dengan order 324 memiliki sepuluh klas isomorpik.
PENENTUAN POLA JARINGAN PERGERAKAN LOGISTIK YANG OPTIMAL PADA TRANSPORTASI LAUT MENGGUNAKAN MINIMUM SPANNING TREE BERBASIS ALGORITMA GENETIKA Rifdy Fachry; Imam Mukhlash; Soetrisno Soetrisno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.384 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14019

Abstract

Penentuan pola jaringan pergerakan logistik yang optimal berguna untuk mendukung perencanaan tol laut. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menentukan pola jaringan pergerakan logistik yang optimal adalah dengan menentukan jalur-jalur yang mempunyai kepadatan dalam pergerakan kontainer. Penentuan pola jaringan pergerakan logistik dapat dilakukan dengan menggunakan Minimum Spanning Tree (MST) berbasis algoritma genetika. Algoritma genetika adalah sebuah algoritma yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan MST. Adapun tahapan dari penentuan pola jaringan pergerakan logistik yang optimal pada Tugas Akhir ini adalah penentuan node, proses crossover, proses mutasi, proses evaluasi, dan proses seleksi. Dalam penentuan node terdapat 52 node yang merepresentasikan pelabuhan. Proses crossover menggunakan crossover rate sebesar 0,2. Proses mutasi menggunakan mutation rate sebesar 0,4. Berdasarkan hasil pengujian sistem ini diperoleh total jalur terpadat dengan jumlah kontainer pada tiga tahun, yaitu 2010, 2011, dan 2012 berturut-turut adalah 1647896 Teu’s, 1825049 Teu’s, dan 2027860 Teu’s dengan inisialisasi populasi  100 dan generasi maksimum 2000.
Analisis Pengendalian Kualitas Tetes Produksi PG Pesantren Baru Kediri Menggunakan Diagram Kontrol Multivariate Berbasis Model Time Series Ratu sawitri rizqi Putri; Muhammad Mashuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.818 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9565

Abstract

Tetes tebu merupakan suatu produk sampingan yang dihasilkan pada proses produksi gula. Dalam setiap kali proses produksi gula di PG Pesantren Baru, tetes tebu yang dihasilkan terindikasi memiliki hubungan yang erat dengan persentase kehilangan gula sehingga tetes tebu harus selalu dimonitoring kualitasnya. Proses monitoring kualitas tebu dilakukan menggunakan diagram kontrol multivariate berbasis model Time Series sehingga proses monitoring pada diagram kontrol didekati dengan residual dari model terbaik. Hal ini disebabkan oleh proses produksi di PG Pesantren Baru yang berlangsung selama 24 jam setiap harinya mengindikasikan data inspeksi tetes yang dihasilkan memiliki autokorelasi pada setiap karakteristik kualitasnya sehingga apabila dilakukan monitoring kualitas menggunakan diagram kontrol konvensional akan menyebabkan batas kontrol yang dihasilkan menjadi lebih ketat. Karakteristik kualitas yang akan dimonitoring adalah kadar gula yang masih tersisa dalam tetes (Pol) dan harkat kemurnian (HK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Juni – Agustus tahun 2014 proses produksi tetes belum terkendali dalam variabilitas dan rata – rata. Apabila ditinjau dari kapabilitas proses setelah data pengamatan yang tidak terkendali dikeluarkan maka proses produksi tetes pada bulan Juli dan Agustus telah kapabel dengan indeks kapabilitas proses untuk bulan Juli sebesar 6,81554 dan bulan Agustus sebesar 6,49593.
Analisis Faktor Risiko Kematian Ibu dan Kematian Bayi dengan Pendekatan Regresi Poisson Bivariat di Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 Indi Arkandi; Wiwiek Setya Winahju
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.138 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9936

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator yang paling menonjol untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Tingginya angka kematian ibu dan kematian bayi di Indonesia salah satunya berasal dari Provinsi Jawa Timur. Perlu adanya tindakan dari pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur. Kematian ibu dan kematian bayi merupakan dua hal yang saling berkaitan karena selama masa kandungan, gizi yang diperoleh janin disalurkan dari tubuh ibu melalui plasenta sehingga kondisi ibu selama masa kehamilan akan berpengaruh pada janin dan bayi yang akan dilahirkannya. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kedua angka kematian tersebut dengan metode Regresi Poisson Bivariat menggunakan algoritma Expectation Maximization. Terdapat tiga buah model dengan nilai kovarians yang berbeda pada Regresi Poisson Bivariat. Oleh karena itu perlu memilih salah satu dari ketiga model tersebut. Setelah mendapat model terbaik dengan kriteria AIC, diketahui bahwa model terbaik adalah model dengan nilai kovarians antara jumlah kematian ibu dan bayi adalah fungsi variabel bebas. Pada model terbaik variabel yang signifikan mempengaruhi jumlah kematian ibu adalah persentase kunjungan ibu hamil dengan K4 dan persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe3. Sedangkan variabel yang signifikan mempengaruhi jumlah kematian bayi adalah semua variabel prediktor kecuali variabel persentase kunjungan ibu hamil dengan K1.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus HIV & AIDS di Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 Menggunakan Bivariate Poisson Regression Lucy Dian Puspitasari; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.877 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9976

Abstract

HIV adalah singkatan dari Human Immunodefidiency Virus. Virus ini menyerang limfosit CD4 dari sistem kekebalan tubuh. HIV merupakan penyebab di balik infeksi AIDS, apabila HIV tidak ditanggulangi maka penyakit ini akan berkembang menjadi AIDS. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodefidiency Syndrome. Sejak tahun 2006 Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara dengan tingkat penularan HIV yang cukup tinggi, dan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu diantara 6 provinsi lainnya yang masuk daerah endemi selain DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Riau dan Bali. Jumlah kasus HIV dan jumlah kasus AIDS merupakan dua hal yang saling berkorelasi dan termasuk peristiwa yang dikategorikan kedalam variabel diskrit dan berdistribusi poisson oleh karena itu penelitian tentang jumlah kasus HIV dan AIDS telah banyak dilakukan dengan regresi poisson. Hasil signifikansi parameter model Bivariate Poisson Regression dengan tiga buah nilai  yang berbeda (kovarian adalah suatu konstanta, kovarian adalah suatu persamaan, dan kovarian adalah nol) menunjukkan bahwa semua variabel signifikan terhadap tiga buah model tersebut. Variabel yang signifikan adalah persentase ketersediaan sarana kesehatan yang dibina, persentase jaminan kesehatan masyarakat miskin, persentase penduduk yang mendonorkan darah, persentase penyuluhan kesehatan dan persentase tenaga kesehatan masyarakat dibandingkan jumlah penduduk yang ada di tiap kabupaten dan kota. Model Bivariate Poisson Regression terbaik yang dipilih adalah model kedua yaitu model dengan kovarian adalah suatu persamaan karena memiliki nilai AIC yang paling kecil.
Pemodelan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Metode Regresi Logistik Ridge Dwi Maumere Putra; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.696 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10450

Abstract

Pembangunan manusia di suatu daerah merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkait dengan ke-sejahteraan masyarakat yang diukur dengan Indeks Pembangun-an Manusia (IPM). Terdapat tiga sektor pembentuk IPM yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi dimana faktor-faktor dalam setiap sektor cenderung memiliki kolinieritas yang tinggi yang menyebabkan adanya kasus multikolinieritas. Apabila kasus multikolinieritas tidak diatasi, maka dapat menyebabkan variansi  dari hasil estimasi parameter menjadi besar yang dapat ber-akibat pada banyaknya variabel prediktor yang tidak signifikan meskipun nilai koefisien determinasi (R2) tinggi. Sehingga untuk mengatasinya dilakukan pemodelan terhadap Indeks Pembangun-an Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur menggunakan metode Regresi Logistik Ridge. Terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu angka kematian bayi (X1), angka buta huruf (X4) dan angka partisipasi sekolah (X5). Dengan metode backward elimination, didapatkan model terbaik dengan ketepatan kla-sifikasi sebesar 97,37% yang menghasilkan 5 kabupaten/kota ter-golong IPM menengah bawah, yaitu Kabupaten Bangkalan, Sampang, Probolinggo, Situbondo dan Jember. Pada 33 kabupaten/kota yang lain tergolong dalam IPM menengah atas.
Analisis Survival pada Pasien Penderita Sindrom Koroner Akut di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2013 Menggunakan Regresi Cox Proportional Hazard Aloysius Audy Wijaya; Sri Pingit Wulandari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10427

Abstract

Berdasarkan diagnosis dan gejala, estimasi jumlah penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) terbanyak di Indonesia adalah Provinsi Jawa Timur sebanyak 375.127 orang (1,3%). Diantara beberapa diagnosis, jenis PJK yang paling berbahaya adalah Sindrom Koroner Akut (SKA) karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan nyeri pertama. Oleh sebab itu, penanganan pasien SKA harus secepat mungkin dengan selalu memperhatikan laju perbaikan klinis pasien. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju perbaikan klinis pasien SKA di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Salah satu analisis statistika yang dapat digunakan untuk menjawab tujuan tersebut adalah analisis survival dengan model regresi Cox Proportional Hazard. Analisis survival merupakan suatu metode statistik dimana outcome variabel yang diperhatikan adalah waktu hingga terjadinya suatu kejadian (event) atau sering disebut waktu survival, sedangkan regresi Cox Proportional Hazard merupakan salah satu regresi semiparametrik dimana variabel responnya berupa waktu survival. Setelah dilakukan analisis, diperoleh kesimpulan pada hari ke-5 hingga hari ke-10 peluang pasien tidak mengalami perbaikan klinis cukup kecil. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju perbaikan klinis pasien SKA adalah status penyakit dislipidemia, diabetes melitus, hipertensi dan profil hemodinamik. Dan laju perbaikan klinis pasien SKA semakin meningkat dari hari ke-0 hingga hari ke-8, kemudian konstan pada hari ke-8 hingga hari ke-11, lalu turun setelah hari ke-11.
MANAJEMEN RISIKO PADA PENENTUAN STRATEGI PEMELIHARAAN BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBOCORAN PIPELINE SEBAGAI UPAYA MITIGASI RISIKO DI PT. X Whilda Kamila Sari; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10428

Abstract

Kebocoran pipeline menjadi masalah besar dalam proses pendistribusian minyak karena fenomena ini memberikan dampak yang besar. Kent Muhlbauer (2004) menyebutkan ada empat faktor utama yang menyebabkan kebocoran pipa, yaitu third party damage index, design index, corrosion index, dan incorrect operation index. Third party damage index dipengaruhi oleh minimum depth of cover, above ground facilities, line locating, public education programs, dan row condition. Atmospheric indicators, internal corossion, dan fluid characteristic digunakan untuk menggambarkan corrosion index. Design index dijelaskan oleh faktor safety indicators, fatigue, dan surge potential. Incorrect operation index dipengaruhi oleh operation dan maintenance. Manajemen risiko terdiri dari identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan. Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan dalam identifikasi risiko untuk menemukan variabel yang signifikan dari faktor kebocoran pipa. Semua variabel signifikan untuk kasus ini dan ditemukan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan Analytical Network Process (ANP), bobot faktor digunakan untuk mengevaluasi risiko dengan matriks risiko. Berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi risiko ditemukan bahwa tingkat risiko pipa dalam keadaan sedang, dimana faktor internal corrosion memiliki bobot tertinggi. Dengan metode Risk Based Inspection (RBI) dirumuskan strategi pemeliharaan berupa intelligent pigging, pigging, injection chemical inhibitor, dan injection chemical biocide sehingga diperlukan biaya sebesar $157,670 per tahun untuk melakukan upaya preventif tersebut.

Page 2 of 15 | Total Record : 142