cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 177 Documents clear
Desain Sepeda Kota dengan konsep Folding Bike untuk Ruang Penyimpanan Terbatas dengan Pengguna Mobilitas Tinggi Anisa Khoirun Nisa; Bambang Iskandriawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27993

Abstract

Saat ini gaya hidup bukan hanya berkaitan dengan produk styling tetapi produk fungsional seperti halnya transportasi pun sudah bergeser kearah pengaruh gaya hidup dalam penggunaannya, hal tersebut terlihat pada aktivitas kegiatan sepeda saat ini yang hanya digunakan untuk kebutuhanjarak dekat, olahraga, berkumpul bersama teman dan keluarga atau dijadikan sebagai hobi dan sebagai media untuk mengembangkan minat dan pendekatan sosial. Hal tersebut dapat dilihat pada masyarakat terutama yang tinggal di kota besar yang didukung dengan adanya aktivitas dan kegiatan pendukung yang diadakan oleh pemerintah maupun instansi seperti lomba, sepeda santai,car free day. Tidak hanya itu program progam pemerintah yang mendukung peenggunaan sepeda, pengurangan polusi, dan kemacetan dengan dilihat dari perkembangan alat transportasi umum yang terus ditingkatkan dengan upaya agar masyarakat perkotaan yang memiliki aktifitas yang dinamis dapat beralih pada alat transportasi umum. Dengan upaya pemerintah tersebut maka perlu didukung dengan kebutuhan pengguna sepeda dalam menggunakan alat transportasi umumatau fasilitas umum lainnya. Dengan adanya fenomena dan potensi kedepannya maka dibutuhkan sepeda yang dapat menunjang aktifitas dan kebutuhan pengguna di perkotaan dengan aktifitas yang dinamis dan mobilitas tinggi.Sepeda tersebut harus memenuhi aspek kebutuhan pengguna seperti, sepeda yang ringkas untuk dibawa dan dipindahkan dalam kendaraan umum atau kebutuhan lainnya, ringan untuk mempermudah pengguna dalam membawa, compact untuk mempermudah pengguna untuk memaksimalkan ruang terbatas. Dari ketiga konsep yang sesuai dengan kebutuhan pengguna maka ditemukan desain sepeda untuk diperkotaan dengan ruang penyimpanan terbatas untuk pengguna mobilitas tinggi
Desain Sistem Produksi dan Sistem Penjualan Donat Karakter dengan Konsep Pop-Up Shop Ni Kadek Dara Maritasari; Baroto Tavip Indrojarwo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.103 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.28000

Abstract

Badan Ekonomi Kreatif menyatakan kuliner adalah sektor dalam ekonomi kreatif yang paling banyak berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto nasional, yaitu sebanyak 32,51% atau setara dengan Rp. 208,6 triliun. Riset yang dilakukan oleh Euromonitor, menemukan bahwa 2 dari 10 brand kuliner yang paling berkembang di Indonesia menjual produk yang sama, yaitu donat. Lebih dari 20 brand dengan lebih dari 50 toko donat telah berkembang di Surabaya, namun belum ada yang menggunakan karakter sebagai inovasi donat mereka. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis aktifitas produksi melalui shadowing dan contextual inquiry kepada pelaku bisnis donat dan flying on the wall untuk mengamati aktifitas penjualan di pop-up shop, serta interview dan questionnaries pada konsumen donat. Hasil dari analisis tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan kebutuhan desain dan menghasilkan konsep perancangan sistem produksi dan sistem penjualan yang sesuai dengan kebutuhan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah desain sistem produksi berupa standarisasi produksi, workspace, serta storage donat dan sistem penjualan berupa identitas visual, kemasan serta rencana bisnis untuk donat karakter dengan konsep pop-up shop. Konsep desain yang didapatkan diharapkan mampu menjadi inovasi dalam industri donat sehingga kualitas donat yang diproduksi selalu konsisten dan mampu memperbesar peluang bagi pelaku bisnis donat sehingga dapat berkembang dan bertahan melawan persaingan bisnis dengan kompetitornya.
Desain Amplifier Gitar Berbasis Material Rotan Farhannurmaris Karel Saputra; Agus Windharto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.46 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.28001

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia, diperkirakan 85% bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan oleh Indonesia . Kekayaan material rotan kurang dimanfaatkan oleh negeri sendiri, meskipun telah ada kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bahan baku rotan. Tingginya minat dari pasar terhadap produk rotan membuat banyaknya upaya inovasi dan eksplorasi yang dilakukan pada material rotan itu sendiri tidak hanya menjadikan produk furnitur tetapi juga menjadi produk yang lain. Alat musik yang kebanyakan menggunakan bahan kayu, dapat menjadi produk desain yang inovatif dengan rotan sebagai bahan alternatif pengganti kayu. Beberapa alat musik yang memungkinkan di eksplor dengan material rotan diantaranya gitar, bass, drum, dan amplifier. Keberadaan pengrajin amplifier lokal dengan skala kecil atau rumahan hingga industri menengah perlu diberikan apresiasi. Maka perlu dilakukan upcycle dari amplifier lokal guna meningkatkan inovasi produk. Pada akhir penelitian ini, dihasilkan beberapa varian desain baik dari segi bentuk maupun ukuran dari amplifier berbahan dasar rotan. Desain baru yang dihasilkan memberikan kesan baru dari segi desain dan memiliki komposisi bentuk baru yang tergolong menarik secara pasar.  
Pemanfaatan Lahan Pasca Penambangan Grasberg, Papua, Indonesia Yasri, Ghina Rasyida; Sudarma, Erwin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23232

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan penambangan di Indonesia memberikan banyak dampak yang positif maupun yang negatif pada lingkungan sekitarnya. Kerusakan lingkungan merupakan dampak negatif yang dapat terlihat secara fisik dan dirasakan secara non fisik. Hal seperti ini mengakibatkan lahan pasca penambangan menjadi tidak produktif lagi. Rehabilitasi lahan harus dilakukan agar lahan dapat dimanfaatkan lagi. Rehabilitasi merupakan salah satu solusi pemulihan lahan agar menjadi lebih bernilai tanpa harus dikembalikan pada bentuk awalnya. Lahan bekas Tambang Grasberg, Papua merupakan salah satu pertambangan di Indonesia yang harus di rehabilitasi dan dimanfaatkan untuk fasilitas lain yang lebih bermakna. Fasilitas edukasi salah satunya, pusat riset khusus pertambangan dengan pendekatan ekologis. Pusat riset ini sangat tepat karena konteks lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu. Pendekatan ekologis bertujuan agar bangunan arsitektural tidak menambah kerusakan lingkungan sekitar, melainkan membantu memperbaiki lingkungan sekitar.
Redesain Gelanggang Olahraga Bekasi Sebagai Sebuah “Civic Center” Muhammad Fajar Maulana; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.872 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23255

Abstract

Kota Bekasi berkembang dengan sangat pesat disektor jasa komersil dan pemukiman penduduk. Namun ada satu hal yang terlupakan dalam unsur pembangunan sebuah Kota, yaitu ketersediaan ruang publik yang berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat kota untuk dapat saling berinteraksi. GOR Bekasi merupakan salah satu sarana publik di Kota Bekasi yang aktivitasnya paling terlihat. Namun proses renovasi Stadion Patriot yang ada di dalam kawasan GOR mengakibatkan banyak fasilitas pendukung stadion yang hilang. Hal tersebut membuat aktivitas didalam kawasan mati ketika sedang tidak ada even pertandingan sepakbola karena masyarakat tidak lagi dapat beraktifitas disana. Penjabaran di atas melatarbelakangi gagasan untuk “Redesain GOR Bekasi” dengan menjadikannya sebuah civic center yang nantinya diharapkan aktifitas didalam stadion ataupun di kawasan GOR akan selalu hidup baik pada saat ada even pertandingan ataupun tidak.
Pusat Komunitas Tunarungu: Mata yang Mendengar Cinthia Sofie Devansari; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.76 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24279

Abstract

Sebagai seseorang yang memiliki ketidaksempurnaan, tunarungu sering mengalami permasalahan tersendiri dalam hidupnya. Yang pada akhirnya permasalahan-permasalahan tersebut mempengaruhi kualitas hidup tunarungu, dimana para tunarungu memiliki kualitas hidup yang buruk karena merasa dikucilkan, tidak dianggap dan tunarungu juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Padahal sebagai umat manusia, para tunarungu berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, sama seperti manusia normal lainnya. Penjabaran di atas melatarbelakangi diperlukannya Pusat Komunitas Tunarungu yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi tunarungu dalam mengembangkan minat dan bakatnya, sekaligus wadah dalam memamerkan dan menunjukan kemampuan dan bakatnya kepada masyarakat luas. Pendekatan DeafSpace dan juga konsep “Mata yang Mendengar” diterapkan dalam objek rancang ini. Pendekatan dan konsep ini dipakai dan diterapkan untuk membuat sebuah objek rancang yang desainnya sesuai dengan kebutuhan seorang tunarungu, baik dari sisi gubahan massa, tatanan zoning, hingga penggunaan material dan warna pada bangunan. Dengan desain objek rancang yang sesuai dengan kebutuhan tunarungu ini, maka diharapkan para tunarungu dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman.
Kampung Gajah: Penginapan Safari dengan Pendekatan Arsitektur Hijau dan Arsitektur Organik Yuniar Syahnez Muyassharah; Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27011

Abstract

Menurut penelitian WRI (World Resource Institute) 30% dari keseluruhan hutan di bumi telah hilang, sementara 20% telah terdegradasi, sedangkan sebagian besar sisanya telah terfragmentasi dan hanya menyisakan 15% hutan yang benar-benar utuh.  Taman Nasional Tesso Nilo ( TNTN ) di Riau, Indonesia, merupakan salah satu hutan yang mengalami degradasi dan fragmentasi terbesar di Indonesia. Menyusutnya luas hutan ini menyebabkan binatang-binatang kehilangan tempat tinggal dan mendatangi pemukiman manusia untuk mencari makan atau sekedar melewati wilayah yang seharusnya miliknya. Salah satu binatang yang mengalami penurunan populasi yang tinggi akibat perubahan fungsi hutan adalah gajah. Penurunan populasi ini disebabkan oleh konflik gajah dan manusia yang menyebabkan manusia membunuh gajah untuk melindungi wilayahnya. Obyek rancangan arsitektur ini diharapkan dapat menjadi media penengah pada konflik gajah dan manusia dengan cara mendekatkan gajah dan manusia. Melalui pendekatan arsitektur hijau dan arsitektur organic, obyek rancang diharapkan dapat mengurangi dampak negatif serta dapat menyatu pada lingkungan sekitarnya.
Pendekatan Biophilic untuk Meningkatkan Kualitas Ruang pada Perkantoran Vertikal Kartika Rahmasari; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.509 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25528

Abstract

Manusia hidup dalam sebuah lingkungan yang mampu mempengaruhi kondisi fisik maupun mental nya. Selain itu aktivitas yang dilakukan oleh manusia sehari - hari juga menjadi sebuah kunci utama kondisi tubuhnya. Sadar atau tidak sadar faktor eksternal mempengaruhi kondisi mental manusia itu sendiri. Kondisi mental manusia akan menghasilkan sebuaht respon yang salah satunya adalah emosi yang berkaitan erat dengan produktivitas. Keberadaan fenomena ini kemudian dijabarkan sebagai sebuah kemampuan pengguna dalam menterjemahkan ruangan yang ada disekitarnya. Yang kemudian dapat digambarkan sebagai Spatial Triad. Dengan adanya sebuah fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah ruang yang ada pada sebuah tempat yang berhubungan dengan produktivitas. Oleh karena itu, sebuah perkantoran merupakan objek yang tepat sebagai wadah penerapan Spatial Triad yang kemudian menggunakan pendekatan desain Biophilic untuk penyelesaiannya.
Urban Escape: Ruang Publik Pereda Stres Masyarakat Jakarta Natasha Ayu Haryani; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.233 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25532

Abstract

Jakarta merupakan kota yang berkembang pesat, infrastruktur yang terus berkembang, memicu kepadatan kota yang terus meningkat, seakan tidak menyisakan tempat bagi penduduknya untuk bernafas. Kondisi ini memicu banyak permasalah urban yang baru, yaitu stress. Terdapat kaitan erat antara ruang dan kesehatan psikologis manusia, bagaimana arsitektur dapat berperan dalam membantu proses penyembuhan kondisi tertentu melalui stimuli yang memicu pelepasan hormon dari otak manusia. Sehingga, dibutuhkan sebuah wadah yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk membantu meredakan stress. Dengan menghadirkan sebuah arsitektur yang berfungsi sebagai ruang publik, diharapkan menjadi langkah yang tepat. Dengan menggunakan pendekatan healing garden oleh Roger ulrich dipadukan dengan nilai-nilai di dalam buku healing spaces oleh Esther Sternberg, desain akan menekankan konektivitas antara bangunan serta suasana alami baik secara langsung dan tidak langsung. Berbentuk taman kota, desain akan dapat mewadahi beberapa aktivitas dengan suasana tertentu yang dinilai dapat membantu penyembuhan dari sisi psikologis atau pengobatan non medis masyarakat Jakarta.
Bentuk Analogi Seni Pertunjukan dalam Arsitektur Lakmi Dewayani; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.114 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25533

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya. Keragaman budaya tersebut sudah dikenal hingga mancanegara. Keragaman yang ada di Indonesia terdiri atas bahasa, perilaku, cara berpakaian, makanan, kesenian, dan lain-lain. Kesenian adalah bagian dari kebudayaan, dimana merupakan sarana untuk mengekspresikan rasa jiwa manusia yang memiliki unsur keindahan dan keelokan, dimana proses penciptaannya dapat melengkapi sisi batin bagi manusia (emosional). Kesenian terdiri atas seni tari, seni musik, seni rupa, seni kontemporer, serta seni peran. Pada proyek pernacangan ini, metafora yang penulis gunakan ada combined metaphor, dimana pada bentuk, konsep dalam serta plaza dapat mengadaptasi dari unsur pertunjukan. Dengan proses pendekatan movement, modern, dan image pada metode metafora, sehingga keluaran objek arsitektural mengarah kepada bentukan baik secara visual maupun tidak Dengan menjadikan arsitektur sebagai bentuk dari bahasa maka akan dapat memberikan kemudahan bagi metafora untuk berkomunikasi langsung dengan arsitektur salah satu contoh memetaforakan bentuk-bentuk arsitektur seperti konsep, analisa dan sebagainya

Page 10 of 18 | Total Record : 177