cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 177 Documents clear
Analisis Perbandingan Pengaruh Campuran ION Cu2+ dan Ni2+ Pada Penentuan Kadar Fe Sebagai Fe(II)-Fenantrolin Tyas Budianti; R. Djarot Sugiarso K. S.; Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27571

Abstract

Analisis besi(II) dengan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 yang diganggu dengan penambahan campuran ion Cu2+ dan Ni2+ menggunakan spektrofotometer UV-Vis telah berhasil dipelajari. Pada penentuan panjang gelombang maksimum kompleks Fe(II)-fenantrolin diperoleh panjang gelombang maksimum sebesar 510 nm. Sedangkan kompleks Cu(II)-fenantrolin menyerap sinar pada panjang gelombang maksimum 315 nm dan kompleks Ni(II)-fenantrolin pada panjang gelombang maksimum 330 nm. Pada penentuan kurva kalibrasi diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0,1248x + 0,013 dengan nilai koefisien korelasi (r) adalah 0,9990 dan koefisien determinasi (r2) adalah 0,9982. Penambahan campuran ion Cu2+ dan Ni2+ mengakibatkan adanya kenaikan nilai absorbansi pada kompleks Fe(II)-fenantrolin. Campuran ion Cu2+ dan Ni2+ mulai mengganggu pada konsentrasi Cu2+ 0,4 ppm dan konsentrasi Ni2+ 0,6 ppm. Nilai % recovery pada variasi konsentrasi Cu2+ dan Ni2+ yaitu 120,4594 %, standar deviasi (RSD) sebesar 0,7550 ppt, dan koevisien variasi (CV) sebesar 0,0755%.
Pergeseran 2θ pada Pola Difraksi Sinar-X Mg1-xNixF1,985(OH)0,015 Akibat Variasi x Mohammad Irfan Arganata; Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.335 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27649

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis Mg1‑xNixF1,985(OH)0,015 (x= 0; 0,025; 0,050; 0,075; 0,100; 0,150) dengan metode sol-gel. Struktur kristal padatan dikarakterisasi dengan Difraksi Sinar-X (XRD). Hasil XRD menunjukkan bahwa semua padatan Mg1‑xNixF1,985(OH)0,015 memiliki struktur tetragonal. Pada pola difraksi hasil karakterisasi Mg1-xNixF1,985(OH)0,015 menunjukkan tidak ditemukan puncak-puncak khas NiO. Modifikasi doping pada MgF1,985(OH)0,015 menunjukkan adanya pergeseran 2θ. Pergeseran terjadi pada 2θ tiga puncak utama yaitu 27,050-27,400, 40,300-40,557 dan 53,500-53,850.
Studi Konduktivitas Solid Polymer Electrolyte (SPE) PEO (Poly Ethylene Oxide) dengan Fly ash dari PT. TJIWI KIMIA Sidoarjo Arlita Sandya Satya Wardhani; Yatim Lailun Ni'mah; Harmami Harmami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27674

Abstract

Pengaruh penambahan abu layang pada Solid Polymer Electrolyte (SPE)  PEO (Poly Ethylene Oxide) dan garam LiClO4 (Lithium Perchlorate) telah diteliti. Kristalinitas PEO berkurang secara signifikan karena penggabungan PEO-LiClO4-abu layang, yang diuji menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Interaksi ion-polimer, khususnya interaksi antara kation LiClO4-abu layang dengan  atom eter oksigen dari PEO, telah dibuktikan dengan FTIR. Penambahan abu layang 5% meningkatkan nilai konduktivitas ionik SPE yaitu 1,730 x 10-4 S/cm pada suhu 60 oC. Sedangkan nilai konduktivitas ionik PEO murni sebesar 7,859 x 10-6 S/cm dan 6,863 x 10-5 S/cm untuk PEO-LiClO4 pada suhu yang sama. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa SPE PEO dengan penambahan LiClO4 dan abu layang merupakan salah satu material elektrolit untuk baterai ion lithium.
Pemisahan Mangan Dioksida (MnO2) Dari Limbah Pasta Baterai dengan Metode Elektrolisis Muhammad Iman Hidayat; Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan mangan dioksida (MnO2) dari limbah pasta baterai dengan metode elektrolisis. Limbah pasta baterai didapatkan dari pasta baterai bekas. Pasta dikarakterisasi menggunakan XRF dan didapatkan komposisi terbesar adalah MnO 60%. Pasta dilindih dengan variasi asam sulfat (H2SO4) 1 M, 2 M, dan 4 M dan reduktor asam oksalat (H2C2O4) 0,8 M pada suhu 700C Variasi waktu pelindihan ini adalah 20, 40, dan 60 menit. Kandungan Mn dalam larutan hasil pelindihan dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Didapatkan kandungan terbesar Mn pada konsentrasi 4 M selama 60 menit sebesar 29,43%. Pemisahan MnO2 dengan metode elektrolisis dari larutan hasil pelindihan dilakukan dengan variasi tegangan 1, 3, dan 5 Volt dan variasi waktu 20, 40, dan 60 menit. Endapan yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD. Difraktogram XRD menunjukkan senyawa MnO2 dalam bentuk groutelit dan manganit. Endapan terbesar dihasilkan pada tegangan 5 Volt selama 60 menit sebesar 0,1559 gram.
Sintesis dan Luas Permukaan Padatan Mg1-xCuxF1,985OH0,015 Gathut Mawahyu Jatmiko; Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27806

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis padatan Mg1-xCuxF1,985OH0,015 (x = 0; 0,025; 0,05; 0,075; dan 0,1) dengan metode sol-gel. Padatan diukur luas permukaannya dengan adsorpsi gas N2. Hasil pengukuran luas permukaan padatan berkisar antara 30,358 hingga 42,812 m2/g. Modifikasi doping logam Cu pada MgF1,985OH0,015 dapat mempengaruhi luas permukaan padatan. Luas permukaan tertinggi diperoleh pada padatan Mg0,950Cu0,050F1,985OH0,015 yakni sebesar 42,812 m2/g.
Pengaruh Doping Zn pada MgF1,985(OH)0,015 terhadap Difraktogram Mg1 xZnxF1,985(OH)0,015 Ummi Nazhiroh; Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27998

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan sintesis padatan Mg1‑xZnxF1,985(OH)0,015 dengan variasi doping  sebesar x=0; 0,025; 0,05; 0,075; 0,1 dan 0,15 mol. Sintesis padatan dilakukan dengan  metode sol-gel. Struktur padatan dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X. Difraktogram hasil sintesis menunjukkan bahwa padatan Mg1‑xZnxF1,985(OH)0,015 memiliki struktur kristal yang sama dengan MgF2 standar yang merupakan tetragonal. Difraktogram katalis Mg1‑xZnxF1,985(OH)0,015 menunjukkan adanya pengaruh doping Zn terhadap MgF1,985(OH)0,015 yang ditandai dengan bergesernya 2θ pada puncak yang sama dengan padatan MgF1,985(OH)0,015. Ditemukan doping Zn berpengaruh dari 2q puncak padatan Mg1‑xZnxF1,985(OH)0,015. Semakin banyak Zn yang didoping, 2q semakin bergeser ke nilai yang lebih besar.
Laju Pertumbuhan Eksplan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss) Secara In vitro Muhammad Evan Nurrahmawan; Nurul Jadid
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23419

Abstract

Pada tahun 2016, kebutuhan Agar dunia mencapai 550.000 ton dan terus meningkat tiap tahunnya. Peningkatan kebutuhan tersebut harus diiringi dengan peningkatan produksi rumput laut. Gracilaria verrucosa merupakan rumput laut penghasil Agar dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Akan tetapi, produksi rumput laut G. verrucosa masih rendah disebabkan oleh laju pertumbuhan yang lambat. Selain itu, penyediaan bibit unggul juga masih sulit dilakukan. Teknik kultur in vitro melalui penambahan ZPT auksin dan sitokinin diketahui dapat meningkatkan laju pertumbuhan eksplan. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IAA dan BAP terhadap laju pertumbuhan rumput laut G. verrucosa secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan menumbuhkan eksplan interkalar G. verrucosa ke dalam medium PES dengan penambahan kombinasi IAA dan BAP (0; 0,1; 0,3; 0,5 mg/l) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi IAA dan BAP berpengaruh terhadap laju pertumbuhan eksplan rumput laut G. verrucosa. Perlakuan IAA 0 mg/l dan BAP 0,5 mg/l menunjukkan pengaruh tertinggi terhadap laju pertumbuhan yakni sebesar 0,42% per hari
Pertumbuhan Kalus Jeruk JC (Japansche Citroen) pada Media Murashige and Skoog dengan Berbagai Konsentrasi NaCl Ika Dian Puspitasari; Wirdhatul Muslihatin; Dita Agisimanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23816

Abstract

Jeruk JC (Japansche Citroen) merupakan salah satu jenis jeruk yang sering digunakan sebagai stok batang bawah. Batang bawah harus mampu tumbuh dan beradaptasi pada kondisi lingkungan yang kurang baik, salah satunya terhadap cekaman salinitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media dengan konsentrasi NaCl yang berbeda terhadap pertumbuhan kalus jeruk JC (Japansche Citroen) secara in vitro. Eksplan berupa kalus jeruk JC diinokulasikan pada media MS cair dengan penambahan NaCl konsentrasi 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Parameter pengamatan yang digunakan yaitu berat basah kalus. Data dianalisis menggunakan ANOVA One Way dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini konsentrasi NaCl berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus jeruk JC. Pada konsentrasi 150 mM kalus jeruk JC dapat bertahan hidup terhadap kondisi salinitas tinggi. Berat basah kalus tertinggi yaitu pada perlakuan kontrol sebesar 0,876 g, sedangkan berat basah terendah yaitu sebesar 0,573 g pada perlakuan NaCl konsentrasi 150 mM.  
Pengaruh Penambahan Senyawa Berbasis Kitin Terhadap Pertumbuhan Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana. Faradiba Lazuardi Rohman; Triono Bagus Saputro; Yusmani Prayogo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.338 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23827

Abstract

Cendawan entomopatogen termasuk salah satu patogen serangga yang cukup penting karena dapat menekan populasi hama di lapangan. Beauveria bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang memiliki kelebihan dalam menginfeksi hampir seluruh ordo dan berbagai stadia serangga, sehingga cukup prospektif digunakan sebagai alternatif pengganti insektisida kimia. Variasi virulensi dapat dipengaruhi beberapa faktor, baik faktor dalam, yaitu asal isolat, maupun faktor luar seperti medium untuk perbanyakan jamur. Sehingga untuk meningkatkan virulensi cendawan dapat dilakukan dengan cara menumbuhkannya pada media yang banyak mengandung kitin dari serangga atau diinfeksikan ulang pada serangga inang. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kitin terhadap pertumbuhan Beauveria bassiana. Metode yang digunakan dengan cara menambahkan kitin serangga (Tenebrio molitor), cangkang crustacea (Penaeus merguiensis), dan cangkang mollusca (Anadara inflata) pada media pertumbuhan cendawan. Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan yang paling baik ada pada P 2.2 dengan menunjukkan pertumbuhan diameter koloni lebih cepat dibandingkan lainnya yaitu mencapai 5.5 cm dalam waktu 20 hari. Serta karakter koloninya adalah wholly yang mengindikasikan pertumbuhan miselium yang lebih cepat.
Analisis Daya Perkecambahan Padi (Oryza sativa L.) Varietas Bahbutong Hasil Iradiasi Pinka Langlangdewi Nurrachmamila; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.415 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23952

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pangan penting dan termasuk serealia paling banyak di tanam di dunia. Di Asia, terdapat beragam varietas padi yang memiliki pigmen unik seperti merah, ungu, hitam, coklat, kuning dan hijau yang telah banyak dibudidaya dan dikonsumsi. Padi varietas Bahbutong termasuk salah satu varietas beras merah asli Sumatera Utara yang telah dikeluarkan sejak tahun 1985 dan hanya cocok ditanam di lahan sawah saja. Saat ini belum ada penelitian yang melaporkan mengenai ketahanannya pada kondisi kering. Pada penelitian ini padi varietas Bahbutong di induksi keragaman genetiknya dengan teknik iradiasi sinar gamma dosis 0 Gy, 100 Gy, 200 Gy, dan 300 Gy selanjutnya biji di kecambahkan. Biji yang mampu berkecambah dianalisis vigor dan viabilitasnya selama 7 hari penanaman. Data yang diperoleh dari uji vigor dan viabilitas  dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap dengan uji lanjutan DMRT pada taraf  5%. Penurunan yang terjadi antar perlakuan tidak signifikan, namun perlakuan dosis iradiasi 100 Gy memberikan pengaruh baik. Secara berturut-turut, untuk parameter daya berkecambah dan keserempakan tumbuh sebesar 98.33% dan 100 %. Sedangkan parameter laju perkecambahan mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya dosis iradiasi. Perlakuan dosis iradiasi 300 Gy memiliki nilai laju perkecambahan terlama yaitu selama 2 hari 15 jam.

Page 6 of 18 | Total Record : 177