cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 49 Documents clear
Desain Alat Periksa Mata Fundus Portable Berbasis Rapid Prototyping untuk Mendukung Diagnosa Secara Telemedicine di Indonesia Fauzziyah Wahyu Aprilia; Djoko Kuswanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.035 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29933

Abstract

Mata merupakan salah satu anggota tubuh yang paling penting sebagai penglihatan manusia. Karena tanpa indera penglihatan, kebebasan, kepercayaan diri, dan produktivitas manusia akan terganggu. Diperlukan adanya pencegahan dini dan pengobatan terhadap penyakit mata dengan melakukan pemeriksaan mata. Salah satunya dengan menggunakan oftalmoskopi atau funduskopi, khususnya funduskopi indirek dengan medan periksa yang lebih luas. Namun Alat tersebut tidak dapat dibawa maupun dipindah dengan mudah, mengingat ukurannya yang cukup besar dan berat. Selain itu, harga jual produk mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per unit nya. Maka pengembangan produk dimulai dengan pengambilan data primer dan sekunder. Analisis pertama yang dilakukan yaitu pemilihan fitur produk yang akan diaplikasikan pada desain, hingga kebiasaan pengguna untuk mengidentifikasi peluang desain. Lalu dilakukan analisis posisi arm untuk mengetahui posisi yang tepat dalam perancangan produk. Serta studi genggaman tangan untuk mendapatkan rekomendasi desain yang terkait dengan kenyamanan pengguna. Setelah itu, dilakukan pengembangan desain dimulai dari ideasi sketsa, alternatif desain, pengembangan alternatif desain ke dalam beberapa varian desain. Dari varian desain desain tersebut dapat kembali dikembangan menjadi beberapa varian desain final yang lebih fokus, serta dapat dikembangkan lebih lanjut.
Desain Kaki Palsu untuk Membantu Aktivitas Berjalan pada Tuna Daksa Transtibial dengan Menggunakan Rapid Prototyping dan Reverse Engineering Agung Dwi Junianto; Djoko Kuswanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.023 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29934

Abstract

Dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia dengan disabilitas mencapai 2.126.000 jiwa, dengan total jumlah tuna daksa 717.312 dan Tuna Daksa dengan grahita berjumlah 149.458 jiwa, sama dengan menyumbang 47.4% dari total keseluruhan jumlah difabel. Hidup sebagai penyandang cacat di tengah-tengah rmasyarakat membuat mereka merasa terisolasi dalam kehidupan sosial dan memiliki kebutuhan yang tak terpenuhi dalam kaitannya dengan keuangan, pekerjaan dan kegiatan sosial, sementara. Dengan keadaan demikian, maka dibutuhkan alat bantu gerak untuk penyandang tuna daksa kaki, khususunya jenis amputasi bagian bawah lutut. Dengan proses pembuatan yang konvensional, harga kaki palsu masih terbilang mahal bagi golongan menengah ke bawah. Karena itu, metode rapid prototyping menjadi alternatif proses pembuatan modern untuk menekan biaya. Metode dimulai dengan mengambil data primer, shadowing, dan deep interview. Konsep yang digunakan untuk kaki palsu ini adalah curvy agar kaki palsu lebih terlihat seperti kaki manusia pada umumnya guna meningkatkan rasa percaya diri pengguna. Selain itu, flexi foot untuk memberikan mekanisme pada jari jari agar kaki ketika melangkah, gerakan toe off mampu memberikan efek yang sama seperti manusia berjalan pada umumnya.
Desain Koper Pintar untuk Business Traveller Andesita Nurinda Wulandari; Agus Windharto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.505 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29947

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang selalu berkembang di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia pada tahun 2014 sebesar 7.899.070 jiwa menjadi sebesar 7.908.534 pada tahun 2015. Perjalanan bisnis di Indonesia akan memiliki rata-rata dua kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Koper pintar merupakan salah satu jenis tas yang sedang marak diminati oleh traveller untuk membawa barang-barang bawaannya dengan jangka waktu perjalanan yang relatif lama. Menurut hasil survey yang telah dilakukan, para pelaku perjalanan bisnis atau biasa disebut business traveller, memiliki karateristik yang berbeda dengan traveller pada umumnya, seperti selalu membutuhkan daya listrik dimanapun mereka berada dan tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Selain itu, kasus kehilangan koper dan penataan barang yang masih kurang baik juga merupakan salah satu permasalahan yang diangkat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu desain koper pintar yang dapat menyediakan sumber daya listrik, membantu mobilitas tinggi business traveller, mencegah kehilangan dan efektifitas dalam penyimpanan barang. Proses desain dimulai dengan mengumpulkan data literatur, observasi, shadowing, dan deep interview. Dari hasil pengumpulan data tersebut kemudian diolah kembali untuk mendapatkan suatu permasalahan dan kebutuhan, sehingga nantinya didapatkan sebuah solusi yang efektif sebelum memulai untuk melakukan analisis-analisis terkait. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, koper pintar ini diharapkan nantinya akan mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menjadi pilihan alternatif baru bagi para business traveller dalam menjalankan perjalanan bisnisnya.
Paduan Zona Agro Edu Tourism (AET) dan Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) pada Vertical Urban Farming Alifaldo Arnello; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.36 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29213

Abstract

Teknologi pertanian selalu mengalami perkembangan. Salah satu wujud perkembangan terbaru teknologi yang digunakan dalam pertanian adalah vertical farming. Vertical farming telah dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea dan China. Agar masyarakat Indonesia sadar, tahu dan mengerti akan perkembangan teknologi pertanian tersebut maka diperlukan adanya objek arsitektur yang menyediakan dan mendidik masyarakat mengenai perkembangan teknologi pertanian, dalam hal ini berupa vertical farming. Metode desain yang digunakan dalam merancang vertical farming adalah metode tipologi, yaitu metode penyusunan elemen-elemen yang telah ditentukan. Dalam desain ini elemen-elemen yang telah ditentukan adalah kebutuhan sistem dan ruang untuk vertical farming. Kebutuhan sistem dan ruang ditentukan dari tipologi vertical farming dan preseden vertical farming yang telah dibangun. Penyusunan mengacu kepada tujuan fasilitas sebagai edukasi, tourism dan produksi pangan menggunakan teknologi vertical farming. Sehingga dihasilkan dua zona, yaitu zona agro-edu-tourism (AET) dan zona plant factory with artificial lighting (PFAL) yang efisien dalam penggunaan lahan.
Pengembangan Stasiun Pusat Regional di Manggarai – Jakarta selatan Muhamad Agra Adhiprasasta; Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.511 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29233

Abstract

Pemerintah DKI Jakarta berencana untuk merevitalisasi Transportasi umum di Jakarta, dan salah satunya ialah pembangunan jalur-jalur kereta baru. Diperlukan sebuah stasiun yang mampu mengakomodir jalur-jalur baru tersebut, dan salah satunya ialah dengan penetapan kawasan Manggarai sebagai Stasiun sentral regional. Yaitu stasiun yang melayani sarana transit antar jalur, dan sebagai titik pemberhentian kereta antar regional. Diperlukan sebuah metoda rancang yang mampu memenuhi kebutuhan pada stasiun dan pada lingkungan tersebut. Konsep yang terdapat pada stasiun adalah mengutamakan Waktu, Keamanan dan Kenyamanan bagi pengguna, dengan menciptakan sirkulasi yang efisien serta terintegrasi baik secara sistem dan fungsi bagi lingkungan, serta ruang yang memaksimalisasi fasilitas bagi seluruh penggunanya, dengan menciptakan sebuah stasiun yang mampu memaksimalkan efisiensi energi pada lingkungan, mengutamakan kenyamanan bagi setiap penggunanya, dan menjadi sebuah “Pintu Gerbang” Jakarta bagi orang-orang daerah yang menuju Jakarta menggunakan kereta api.
Arsitektur sebagi Media Interaksi Manusia dan Hewan Sayid Rasyid Ridha; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.943 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29267

Abstract

Keinginan untuk terhubung dengan alam merupakan salah satu sifat alami yang dimiliki oleh manusia. Namun, seiring dengan berkembangnya wilayah urban, alam yang berada di sekitar manusia mulai tergantikan oleh pemukiman manusia. Hal ini menyebabkan semakin berkurangnya habitat bagi makhluk hidup lainnya, salah satunya adalah hewan. Akibatnya, munculah suatu fenomena yang disebut dengan synanthropization, yaitu masuknya hewan ke dalam lingkungan manusia untuk beradaptasi dengan habitat manusia tersebut. Keberadaan hewan-hewan tersebut ada yang dapat ditolerir oleh manusia, namun ada juga yang justru menjadi masalah bagi manusia. Dalam menanggapi fenomena ini, diperlukan adanya desain suatu kawasan di mana manusia dan hewan tadi dapat hidup bersama tanpa adanya rasa ketidaknyamanan diantaran kedua spesies. Kawasan ini didesain untuk menyediakan habitat bersama bagi hewan dan manusia di mana kedua spesies dapat saling berinteraksi, namun di satu sisi tetap memiliki batas-batas tertentu untuk menjaga area privasi masing-masing spesies
Behaviour Setting dalam Sistem Keamanan Bangunan Sekolah Dasar Yostia Muhaimi; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.30051

Abstract

Unsur keamanan merupakan salah satu element penting dalam suatu perancangan suatu bangunan. Terlebih dalam bangunan publik yakni sekolah. Dalam sistem keamanan yang ada pertimbangan yang diambil kebanyakan memakai cara teknis, seperti teknologi CCTV, dll. Namun ternyata cara ini masih tergolong kurang dalam menanggulangi terjadinya tindak kriminal maupun memberikan perasaan nyaman kepada pengguna. Oleh karenanya diperlukan pertimbangan lain yang menunjang sistem keamanan yang ada. Seperti memasukkan unsur behavior setting dalam sistem yang ada. Behaviour setting merupakan konsep dimana sebuah ruangan terbentuk atas perilaku manusia. Behaviour setting digunakan sebagai alat analisis untuk sebuah desain agar desain tersebut sesuai dengan penggunanya. Dengan adanya behavior setting sistem keamanan yang ada lebih memberikan rasa aman dan juga nyaman bagi penggunanya. Karena sistem yang ada telah sesuai dengan kebutuhan pengguna tanpa memberikan rasa tidak nyaman.
Pengembangan Bandar Udara Harun Thohir Bawean dengan Konsep Termoakustik Chandra Miraz Angkoso Putro; F.X. Tedy Badai Samodra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.033 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29772

Abstract

Semenjak adanya Bandar Udara Harun Thohir, Bawean menjadi lebih mudah untuk dijangkau. Akibatnya, moda transportasi udara akan berkembang.  Sehingga perlu adanya pengembangan Bandar Udara Perintis Harun Thohir, Bawean. Dalam pengembangan desain objek bandar udara ini, fokus terhadap kenyamanan termal dan kenyamanan akustik pengguna. Hal tersebut difokuskan dalam integrasi antara termal dan akustik (termoakusik). Selain itu, dalam desain objek kali ini perlu memperlihatan arsitektur asli bawean sehingga perlu adanya bentuk arsitektur bawean dalam bentuk yang mengkini dengan menggunakan strategi paradigma re-interpreting tradition. Hasil dari desain ini merupakan bandar udara yang nyaman akan aspek termal dan akustik sehingga tercipta integrasi antara kedua aspek tersebut. Selain itu, hasil dari desain bandar udara ini dapat memperlihatkan lokalitasnya dari bentuk, ruang dalam, dan zonifikasi
Desain Hotel Lumbung Cottages 1 Gili Trawangan dengan Konsep Eksplorasi Kebudayaan Suku Sasak Anggrita Yusanti; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29837

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat indah di Asia. Ia dikenal sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang indah. Berdasarkan situs web lonely planet, salah satu pulau yang paling banyak dikunjungi di Inodesia setelah Bali dan Flores adalah Pulau Lombok. Pemerintah Indonesia telah memperbesar rute internasional ke Bandara Internasional Lombok pada tahun 2017, berdasarkan halaman instagram resmi mereka pada bulan Juli 2017. Ketika pengunjung ke Pulau Lombok berkembang, sektor bisnis akomodasi juga tumbuh lebih cepat. Salah satu pelaku bisnis akomodasi adalah hotel Lumbung Cottages 1 yang terletak di Gili Trawangan. Hotel ini memiliki 15 kamar unik yang terinspirasi oleh arsitektur tradisional di Pulau Lombok yang disebut unit lumbung. Hotel ini juga memiliki 2 unit vila untuk pengunjung keluarga. Fasilitas tambahan hotel terdiri dari kolam renang dan area lounge mini bernama beruga .. Visi hotel ini kembali ke alam dan memiliki misi untuk melayani akomodasi yang cocok untuk setiap jenis wisatawan. Peralatan dari metode desain didasarkan pada obvvasi di hotel yang ada, wawancara dengan manajer hotel, dan studi literatur. Berdasarkan data wawancara dan observasi, sebagian besar wisatawan di Gili Trawangan berasal dari remaja backpacker, pasangan yang sudah menikah, dan keluarga. Dan segmentasi pengunjung hotel kebanyakan berasal dari backpacker muda dan pasangan yang sudah menikah. Sebagian besar dari mereka menyukai unit kamar lumbung, dari itu gaya yang unik dan bahan arsitektur alami. Konsep desain yang dipilih adalah "eksplorasi warisan Suku Sasak" karena hotel ini terletak pada interpretasi dari visi hotel. Berdasarkan segmentasi visitir yang kebanyakan datang, hotel harus melayani tipe kamar mewah di unit vila mereka untuk mewujudkan misi hotel. Konsep desain sekunder untuk memfasilitasi tamu hotel merancang lobby hotel dan area lounge.