Articles
139 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2018)"
:
139 Documents
clear
Analisis Bifurkasi Hopf Pada Sistem Keuangan Dengan Kontrol Input
Anggita Dwi Saputri;
Hariyanto Hariyanto;
Mohammad Setijo Winarko
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.487 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.30171
Sistem Keuangan mempunyai peran penting dalam ekonomi dimana stabilitas sistem keuangan mempengaruhi stabilitas ekonomi. Ketidakstabilan sistem keuangan dapat mengakibatkan timbulnya masalah yang sangat berdampak pada kegiatan ekonomi, seperti krisis keuangan. Penelitian ini menganalisa perilaku dinamis model matematika sistem keuangan. Oleh karena itu, diperlukan adanya kajian terhadap dinamika sistem keuangan dengan menggunakan model matematika untuk mengetahui sistem keuangan yang berkaitan dengan kestabilan sistem. Analisis dinamika model matematika sistem keuangan pada penelitian ini meliputi mencari titik tetap, menentukan kestabilitan titik tetap menggunakan kriteria Routh-Hurwitz, dan analisis bifurkasi Hopf. Bifurkasi Hopf terjadi pada titik tetap . Eksistensi bifurkasi Hopf bergantung pada biaya per investasi di pasar komersial sebagai parameter bifurkasi. Hasil analisis menunjukkan adanya bifurkasi Hopf yang mengelilingi titik tetap positif. Untuk mendukung hasil analisis dilakukan simulasi numerik dengan menggunakan Runge-Kutta orde empat.
Teknik Invisible Watermarking Digital Menggunakan Metode DWT (Discrete Wavelet Tarnsform)
Stephanie Gani;
Budi Setiyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1025.311 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.29845
Kemudahan penyebaran citra digital melalui internet memiliki sisi positif dan negatif terutama bagi pemilik asli citra digital tersebut. Sisi positif dari kemudahan penyebaran adalah dengan cepatnya pemilik citra tersebut menyebarkan file citra digital ke berbagai alamat situs di dunia. Sedangkan sisi negatifnya adalah jika tidak ada hak cipta yang berfungsi sebagai pelindung citra yang disebarkan tersebut, maka citra digital ini, yang misalkan adalah hasil foto komersil, atau hasil karya lukisan digital, akan sangat mudah diakui kepemelikannya oleh pihak lain. Watermark merupakan salah satu solusi untuk melindungi hak cipta terhadap foto digital yang dihasilkan. Dengan diterapkannya Digital Image Watermarking ini maka hak cipta foto digital yang dihasilkan akan terlindungi dengan cara menyisipkan informasi tambahan seperti informasi pemilik, keaslian, dsb ke dalam foto digital tersebut. Discrete Wavelet Transform (DWT) merupakan salah satu kakas yang banyak digunakan dalam teknik watermarking dalam domain transform.
Estimasi Parameter Pada Model Negatif Binomial Generalized Autoregressive Moving Average (GARMA) Dengan Algoritma IRLS (Studi Kasus Peramalan Jumlah Kecelakaan Di Jalan Tol Gempol-Surabaya)
Mada Aqil Habibi;
Laksmi Prita Wardhani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (793.036 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37557
Abstrak—Model yang sering digunakan untuk data time series adalah model ARIMA. Untuk data time series yang merupakan data count, pada model klasik Gaussian tidak selalu tepat. Pada penelitian ini, data jumlah kecelakaan yang digunakan yaitu jumlah kecelakaan di jalan Tol Gempol-Surabaya. Data tersebut bersifat underdispersion (nilai varians lebih kecil dari pada nilai rata-rata variabel responnya) sehingga pada kasus ini tidak memenuhi asumsi equidispersion (nilai variansi dan nilai rata-rata variabel respon adalah sama). Untuk memenuhi asumsi equidispersion dibentuk suatu model peramalan data count dengan pendekatan distribusi Negatif Binomial yaitu Model Negatif Binomial GARMA (1,1). Model tersebut didapatkan berdasarkan identifikasi model ARIMA. Penerapan model Negatif Binomial GARMA(1,1) menggunakan algoritma IRLS untuk memperoleh estimasi parameter. Parameter tersebut digunakan untuk mendapatkan hasil peramalan pada model Negatif Binomial GARMA(1,1). Hasil peramalan yang diperoleh dapat dikatakan akurat dengan RMSE sebesar 0,4231 (dibandingkan dengan model ARIMA(1,0,1).
Analisis dan Kontrol Optimal pada Model Penyebaran Virus HIV dengan peran Respon Imun dan Terapi Antiretroviral
Sinta Armadi Putri;
Hariyanto Hariyanto;
Nur Asiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37498
Abstrak—Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit AIDS, suatu kondisi pada manusia dimana sistem kekebalan tubuh mulai menurun dan menyebabkan infeksi oportunistik. Virus ini menyerang sel dalam tubuh, semakin berkurangnya jumlah sel dalam tubuh maka akan semakin cepat virus ini berkembang menjadi penyakit AIDS. Tidak ada obat yang benar-benar menyembuhkan, yang dapat dilakukan hanyalah menghambat penyebaran virus sehingga dapat meningkatkan masa hidup orang yang terinfeksi. Dan untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini akan dilakukan pemberian kendali optimal berupa terapi antiretroviral yaitu Reverse transcriptase inhibitor dan protease inhibitor pada model penyebaran virus HIV. Dengan menerapkan prinsip maksimum pontryagin, hasil simulasi menunjukkan bahwa jumlah sel meningkat hingga 20% dimana efisiensi sebuah pengontrol berupa terapi antiretoviral adalah 99% dalam memblokir infeksi baru dan adalah 100% dalam menghambat produksi virus baru.
Magnetohidrodinamik Fluida Micropolar yang Mengalir Melalui Bola Berpori dengan Pengaruh Magnet
Rahayu Oktavia Putri;
Basuki Widodo;
Nur Asiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.847 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37631
Perkembangan penelitian mengenai energi sangat diperlukan. Efisiensi penggunaan energi dapat membantu untuk menghemat sumber daya alam. Fluida merupakan salah satu studi ilmu yang membahas mengenai energi. Namun penelitian secara fisik membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu digunakan pemodelan matematika untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini mengkaji mengenai magnetohidrodinamik fluida micropolar yang melewati bola berpori dengan pengaruh magnet dan konveksi paksa. Digunakan persamaan pembangun yang didapat dari persamaan kontinuitas, persamaan momentum, persamaan momentum angular, dan persamaan energi. Persamaan pembangun berbentuk persamaan parsial dua dimensi. Persamaan dimensional ditransformasikan kedalam persamaan non dimensional, kemudian dirubah kedalam persamaan similaritas dan diselesaikan secara numerik dengan menggunakan skema Keller-Box. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil kecepatan menurun ketika parameter magnetik meningkat. Profil mikro rotasi dan temperatur meningkat seiring meningkatnya parameter magnetik.
Optimasi Penentuan Waktu Optimum Pemeliharaan (Preventive Maintenance) Mesin Boiler Di PT. X Menggunakan Metode Geometric Process
Anisa Nur Fadilah;
Diaz Fitra Aksioma;
Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.427 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33148
PT X merupakan salah satu perusahaan pengalengan ikan di Indonesia yang terletak di Gempol Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Proses produksi di PT X dilakukan menggunakan bantuan mesin untuk memudahkan dan mengefisiensi proses produksi. Salah satu mesin yang penting dalam proses produksi adalah mesin Boiler. Mesin Boiler adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah air menjadi steam yang digunakan pada proses cooking dan sterilisasi (retort). Selama ini pemeliharaan mesin Boiler di PT X adalah corrective maintenance karena perhitungan secara sistematis dengan pendekatan ilmu statistika belum pernah dilakukan, sehingga usia pakai komponen mesin masih belum diketahui. Pada penelitian kali ini akan dibahas mengenai penentuan waktu optimum pemeliharaan (preventive maintenance) dengan biaya minimum menggunakan metode Geometric Process. Metode ini digunakan karena kerusakan mesin memiliki trend. Hasil analisis menghasilkan bahwa waktu optimum untuk melakukan kegiatan pemeliharaan (preventive maintenance) mesin Boiler di PT X dengan biaya minimum adalah pada saat kerusakan ke 6 dengan estimasi biaya sebesar Rp 6.301.382. Dengan menerapkan kebijakan pemeliharaan (preventive maintenance) mesin Boiler setelah mengalami kerusakan ke-6, PT X dapat menghemat biaya pemeliharaan (preventive maintenance) sebesar Rp 10.698.618 jika dibandingkan dengan biaya dikeluarkan oleh perusahaan dalam memelihara mesin Boiler (CR).
Pengendalian Kualitas Bulb Lampu Pijar Tipe PS 47 di PT. Sinar Angkasa Rungkut Menggunakan Diagram Kendali Multivariat
Dina Fitriasari;
Agus Suharsono;
Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.843 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33150
PT. Sinar Angkasa Rungkut adalah salah satu produsen lampu terkemuka di Indonesia yang memproduksi lampu lisktrik merek Chiyoda. Lampu pijar tipe PS 47 merupakan salah satu jenis lampu pijar yang masih diproduksi hampir setiap hari sampai saat ini dengan tingkat penjualannya yang cukup tinggi. Salah satu ukuran kualitas lampu pijar tipe PS 47 adalah pada bola lampu (bulb). Kualitas lampu di perusahaan ini hanya ditentukan berdsarkan variabel kualitas bulb yang telah sesuai dengan spesifikasi tanpa adanya pengendalian kualitas secara statistik. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) dengan pengamatan individual untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses. Sementara itu, monitoring rata-rata proses produksi dilakukan dengan menggunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA). Variabel kualitas bulb yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata tebal leher minimum dan rata diameter luar leher. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabilitas proses telah terkendali secara statistik dengan menggunakan pembobot optimum= 0,7 dan = 0,9. Sementara itu untuk rata-rata proses belum terkendali secara statistik dengan menggunakan nilai pembobot optimum λ = 0,9. Variabel utama penyebab pengamatan yang berada diluar batas kendali pada rata-rata proses adalah rata tebal leher minimum. Kapabilitas proses menggunakan indeks MPpk menunjukkan bahwa proses telah kapabel. Nilai MPpk sebesar 1,14 menunjukkan bahwa presisi dan akurasi proses telah baik.
Pengendalian Kualitas Proses Penetasan Telur Ayam di PT X Unit Hatchery Malang Menggunakan Peta Kendali Multiatribut
Intan Nurul Amalia;
Agus Suharsono;
Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.229 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33152
PT X melakukan pengendalian kualitas mulai dari pembibitan DOC hingga proses akhir secara ketat namun selama ini perusahaan belum melakukan pengendalian kualitas lebih jauh menggunakan metode statistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengendalian kualitas statistik terhadap proses penetasan telur ayam menggunakan peta kendali p multiatribut karena tiga jenis kecacatan telur yang terjadi, yaitu abnormal, retak, dan pecah saling berkorelasi satu sama lain sehingga pengendalian kualitasnya dilakukan secara simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandang 1 dan 3 merupakan kandang yang paling bermasalah sehingga monitoring kualitas difokuskan pada telur yang berasal dari kedua kandang tersebut. Peta kendali p multiatribut fase I menunjukkan bahwa proses penetasan telur yang berasal dari kedua kandang tersebut belum terkendali secara statistik. Setelah diperoleh peta kendali fase I yang sudah in control, ternyata batas kendali yang diperoleh menunjukkan pergeseran proses yang semakin buruk pada fase II. Artinya, kecacatan telur yang terjadi pada fase II mengalami peningkatan dari periode sebelumnya. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa abnormalitas merupakan jenis cacat yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kecacatan telur yang mengakibatkan proses penetasan telur ayam tidak terkendali secara statistik.
Pengendalian Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan A3 Fresh O2 di CV. Karunia Jaya Menggunakan Diagram Kendali Improved Generalized Variance dan T2 Hotelling
Vidya Sukma Fitriyawan;
Agus Suharsono;
Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.073 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33153
Kebutuhan air minum di Indonesia saat ini terus meningkat. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa setiap penyelenggara air minum wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi kesehatan. Saat ini, masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) karena dianggap lebih hemat dan praktis. CV. Karunia Jaya merupakan salah satu perusahaan penghasil AMDK. Perusahaan harus senantiasa menjaga kualitas produknya agar memperoleh kepercayaan konsumen, maka pengendalian kualitas sangat diperlukan. Melalui pengendalian kualitas produk terhadap variabel pH dan Total Dissolved Solid (TDS), menggunakan diagram kendali univariat Individual dan Moving Range diketahui bahwa variabilitas dan rata-rata proses belum terkendali dengan beberapa penyebab, salah satunya adalah kondisi bahan baku yang beragam. Setelah dilakukan perbaikan dan evaluasi menggunakan diagram kendali Improved Generalized Variance dan T2 Hotelling, diketahui bahwa variabilitas dan rata proses telah terkendali secara statistik. Kapabilitas proses secara multivariat menunjukkan bahwa proses belum kapabel karena akurasi proses produksi yang rendah sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dari target perusahaan. Meskupun demikian, produk yang dihaasilkan telah memenuhi syarat yang ditetapakan oleh Badan Standardisasi Nasional sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
Pengendalian Kualitas Produk Kertas Koran di PT. Adiprima Suraprinta Menggunakan Diagram Kendali Multivariat
Nafilah Faradiba;
Agus Suharsono;
Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.648 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33155
PT. Adiprima Suraprinta merupakan anak perusahaan dari Jawa Pos Group yang bergerak dibidang produksi kertas. Salah satu produk kertas yang paling banyak diproduksi yaitu jenis kertas koran newsprint 45 gsm. Pada penelitian ini, analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan data pada bulan Januari - Maret 2017. Dua karakteristik kualitas yaitu opacity dan brightness saling memiliki hubungan. Kenaikan brightness akan berpengaruh terhadap penurunan opacity. Sehubungan dengan hal itu maka pada penelitian ini digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) dengan pengamatan individual untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses. Sementara itu, untuk melakukan monitoring rata-rata proses produksi dilakukan dengan menggunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA). Hasil yang didapatkan yaitu variabilitas proses produksi pada fase satu maupun fase dua terkendali secara statistik dengan pembobot optimum ω=0.2 dan λ=0.4, namun rata-rata proses pada fase satu maupun fase dua belum terkendali secara statistik dengan pembobot optimum λ=0.9. Kapabilitas proses menggunakan indeks MPpk menunjukkan proses tidak kapabel. Nilai MPpk pada fase satu sebesar 0.875 dan pada fase dua sebesar 0.92 menunjukkan bahwa presisi dan akurasi proses tidak baik.