cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 139 Documents clear
Penggunaan Big Data dalam Perancangan Arsitektur Penjara Muhammad Fikri Rajal Izza; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.165 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35496

Abstract

Satu dekade terakhir berbagai bidang seperti ekonomi, kedokteran, periklanan, media massa dan seterusnya mulai menggunakan big data atau dalam bahasa Indonesia maha data dalam menentukan berbagai keputusan. Penggunaannya begitu luas dan dari lingkup paling formal seperti pekerjaan hingga lingkup yang paling privat seperti bagaimana kita mengatur hubungan percintaan kita. Penelitian ini bertujuan untuk mencari adakah posibilitas pemanfaatan big data dalam merancang sebuah desain arsitektur. Dalam mencari konteks yang optimal bagi penggunaan big data dalam merancang sebuah desain arsitektur pada penelitian ini perancang menggunakan Complex Controlled Data sebagai proposisi yang membawa perancang pada tipologi penjara tepatnya di Rutan Klas 1 Surabaya. Lewat proposisi yang sama pula perancang melakukan analisa pendekatan perilaku pada konteks yang ditentukan dengan metode statistik data yang kemudian membawa perancang pada sebuah masalah lokal yaitu minimnya posibilitas interaksi antara narapida atau tahanan yang membuat kian hari identitasnya tergerus. Hal tersebut kontradiktif mengigat bahwa sistem peradilan di Indonesia menamai penjara dengan sebutan Lembaga Pemasyarakatan. Pada riset ini objek penjara hanya merupakan tipologi atau objek uji dari isu yang perancang angkat yaitu tentang penggunaan metode pengolahan big data dalam perancangan sebuah arsitektur. Titik berat perancangan ini terletak pada proses perancangan arsitekturnya, tentang pengumpulan, pengolahan, dan pengambilan keputusan rancang berbasis data. Melihat hasil akhir rancang (dalam riset ini data mengantarkan perancang untuk menjadikan tipologi penjara sebagai objek rancang yang dianggap dapat mendapatkan dampak paling optimum dengan analisa big data) Penjara Medaeng Rutan Klas 1 Surabaya yang didasarkan oleh kompleksitas dan prefensi hidup manusia berhasil ditransformasikan menjadi aspek formal dari bangunan rancang dan hal membuktikan bahwa Big Data dapat juga diterapkan dalam mendesain sebuah perancangan arsitektur dan menjadi salah satu alternatif metode dalam merancang suatu arsitektur.
Rumah Singgah untuk Penderita Kanker dengan Konsep Healing Environment Nathania Corry Clarissa; Ima Defiana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.327 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35295

Abstract

Kanker menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan mahalnya biaya pengobatan. Bagi penderita kanker asal luar Jakarta harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun penginapan. Rumah singgah didesain untuk para penderita kanker yang berasal dari luar daerah Jakarta, yang sedang melakukan pengobatan atau menunggu jadwal kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Rumah singgah mampu memberikan pengaruh positif pada proses penyembuhan bagi penderita kanker, dan menghadirkan interaksi sosial antar penderita kanker. Interaksi ini akan memberikan sebuah dukungan psikis. Sebuah teori yang menyatakan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses pengobatan dibandingkan dengan faktor medis. Oleh karena itu, rumah singgah dirancang dengan konsep healing environment agar dapat menciptakan lingkungan positif. Metode merancang dengan menggunakan metode Multi Sensory Experience. Multi Sensory Experience memberikan pengalaman sense seperti visual, pendengaran, peraba dan penciuman yang dapat memberikan efek healing bagi pengguna. Kriteria perancangan secara keseluruhan merujuk pada konsep healing environment. Dalam aspek arsitektur, rancangan dapat memperhatikan bentuk, sirkulasi, tata ruang dan perletakkan bukaan, pencahayaan, penghawaan, warna dan tekstur material. Aspek non-arsitektural dapat dihadirkan melalui rancangan taman merujuk pada kriteria healing garden. Sebuah hasil penelitian bahwa suara alam, alam terbuka dengan suasana hijau dapat memberikan dampak positif bagi pikiran dan tubuh walau hanya beberapa menit.
Meningkatkan Kualitas dan Vitalitas Kawasan melalui Fasilitas Geopark Lumpur Sidoarjo sebagai Katalisator Widya Wahyuning Permata; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35308

Abstract

Fenomena semburan lumpur Sidoarjo adalah peristiwa meletusnya gunungan lumpur di Kecamatan Porong, Sidoarjo di Jawa Timur, Indonesia yang menyebabkan kawasan tersebut mengalami berbagai dampak negatif sehingga menjadi area yang ditinggalkan oleh masyarakat. Geopark sebagai objek rancang yang berada di kawasan lindung geologi menjadi sebuah respon arsitektur untuk menghidupkan area tersebut dengan menggunakan pendekatan katalis untuk mendorong dan mengarahkan pada perkembangan berikutnya. Objek rancang mengeksplorasi pengalaman spasial untuk menciptakan persepsi baru terhadap kawasan terdampak lumpur yang bertujuan menjadi katalisator kawasan yang berkembang menjadi lebih baik, serta menyampaikan makna yang dimiliki wilayah terdampak kepada masyarakat.
Bangunan Komersial untuk Pelatihan Terpadu Haryo Nur Saifullah; Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36058

Abstract

Pengangguran adalah salah satu masalah ketenagakerjaan yang dialami oleh setiap kota. Tingkat pengangguran yang tinggi disebabkan antara lain oleh kurangnya keterampilan dan adanya budaya malas pada tenaga kerja. Pembangunan tempat pelatihan vokasi adalah sarana untuk menyalurkan desain yang menjadi solusi dari isyu tersebut. Permasalahan pada desain tempat pelatihan ini adalah bagaimana menghadirkan suasana yang dapat meningkatkan motivasi peserta pelatihan sehingga budaya malas bisa diredam. Dengan metode Inquiry by Design serta pendekatan space and place, tempat pelatihan ini dirancang dengan memperhatikan sirkulasi dan serial vision pengunjung agar terjadi interaksi dengan peserta pelatihan. Deretan vocal point ditata untuk mengajak pengunjung supaya berjalan mendekati dan melihat ke dalam area pelatihan. Change of level diterapkan untuk memberikan kesan terlindungi dan diawasi bagi peserta pelatihan, hal ini adalah upaya untuk mengurangi budaya malas.
Perancangan Apartemen Produktif dengan Pendekatan Arsitektur Hibrid Nashihatul Barrit; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36539

Abstract

Di Indonesia, wilayah peri-urban menjadi salah satu wilayah dengan konversi lahan atau alih fungsi lahan pertanian tertinggi. Fenomena ini terjadi karena tingginya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana di wilayah tersebut. Sektor perumahan menjadi salah satu sektor terbesar yang menjadi penyebab adanya konversi lahan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya lahan hijau yang produktif, namun tidak bisa dipungkiri kebutuhan akan hunian semakin meningkat. Dari uraian permasalahan tersebut, bangunan arsitektur diharapkan dapat mengakomodasi tingginya kebutuhan akan hunian di wilayah peri-urban, namun tidak melupakan produktivitas suatu lahan. Untuk itu, perancangan arsitektur ini bertujuan merancang sebuah apartemen yang mengakomodasi antara aktivitas berhuni dan aktivitas yang mempertahankan produktivitas lahan. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan Arsitektur Hibrid. Hibridisasi diterapkan pada penggabungan antara dua aktivitas yaitu berhuni dan aktivitas yang mendukung produktifitas lahan (berkebun). Kedua hibridisasi menjadi konsep utama untuk membuat bangunan multifungsi dalam satu kesatuan bangunan. Metode hibrid yang digunakan dalam perancangan ini adalah Thematic Program dan Fabric Form. Dalam proses awal perancangan, bangunan apartemen produktif ini terbentuk berdasarkan pelaku dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan di dalam bangunan. Kemudian beberapa aktivitas yang terkait membentuk sebuah ruang-ruang hibrid yang dapat mengakomodasi berbagai macam aktivitas dalam waktu bersamaan. Penggabungan program secara Thematic memberikan kesan bagi pengguna bangunan akan kedekatannya dengan alam dan tumbuhan. Sehingga selain mengakomodasi kebutuhan akan hunian, apartemen produktif ini dapat menarik ketertarikan bagi penghuni untuk melakukan aktivitas berkebun secara mandiri dan bangunan dapat mempertahankan produktivitas sebuah lahan.
Museum Seni dan Musik Interaktif Berbasis Perilaku Belajar Rahmi Hadiyanti; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.807 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36538

Abstract

Perancangan museum seni dan musik interaktif berbasis perilaku belajar, dilatarbelakangi dengan merespon sebuah fenomena untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap museum. Museum sebagai salah satu fasilitas yang menyediakan informasi untuk mendukung budaya belajar masyarakat. Sebuah museum interaktif dapat menjadi tempat menarik bagi semua kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan usia produktif. Namun, saat ini museum dengan konsep interaktif masih sedikit di Indonesia, terutama Surabaya. Perancangan museum seni dan musik interaktif ini bertujuan mewadahi minat masyarakat yang mencari informasi dan pengetahuan di sekitar mereka. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah arsitektur perilaku, melalui hubungan persepsi, aksi, dan reaksi seseorang dalam ruang arsitektur; didukung pendekatan romantika dan penerapan tematik. Hasil rancangan museum seni dan musik interaktif, dieksplorasi berdasarkan aspek formal (site plan, program ruang dan sirkulasi, suasana, dan bentuk bangunan), dan secara teknis (struktur dan pencahayaan ruang).
Adaptabilitas dalam Gelanggang Olahraga sebagai Solusi Penyelesaian Fenomena Short Life Architecture Faiz Ramadiansyah; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.158 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37009

Abstract

Dewasa ini, beberapa arsitektur dan bangunan memiliki permasalahan yang kompleks. Salah satunya adalah arsitektur berumur pendek (short life architecture). Penyebabnya adalah karena arsitektur tersebut hanya memiliki satu jenis fungsi/tipologi. Akibatnya, ketika bangunan tersebut memiliki pergerseran fungsi maka bangunan tersebut tidak memiliki kesiapan untuk berubah fungsi dan cenderung ditinggalkan oleh masyarakat/pengguna. Sehingga untuk membuat bangunan yang memiliki kesiapan untuk berubah fungsi dibutuhkan pendekatan Arsitektur Fleksibel. Arsitektur fleksibel adalah arsitektur yang mampu beradaptasi dengan aktivitas yang ada. Sedangkan untuk membuat arsitektur fleksibel lebih terukur dan dapat ditransformasikan ke dalam elemen arsitektur dipakai metode disjungsi. Disjungsi adalah ‘perusakan’ sebuah tipologi bangunan agar bangunan memungkinkan memiliki fungsi tambahan yang tidak sesuai dengan tipologinya. Perusakan tipologi tersebut dibutuhkan agar Gelanggang Olahraga menjadi lebih adaptif. Adaptabilitas tersebut berupa bentukan/form, dan program ruang atau ruang luar pada Gelanggang Olahraga. Gelanggang Olahraga juga dirancang dengan prinsip superimposisi agar didapatkan bentukan bangunan yang dapat mengakomodasi berbagai macam aktivitas. Dengan demikian, bangunan rancang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan arsitektur yang berumur pendek (short life architecture).
Desain Kondominium Terpapar sebagai Stimulasi Kecerdasan Dian Qurrota A'yun; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.027 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37556

Abstract

Intelektual manusia merupakan sebuah investasi dalam membangundunia. Manusia merupakan makhluk yang selalu berfikir dengan otak sepanjanghayatnya. Otak terdiri dari kompleksitas sistem saraf yang mengandung lebihdari seratus miliar neuron dan masing – masing neuron memiliki rata-rata 7000koneksi sinaptik dan sekitar 500 triliun sinapsis yang terkoneksi melalui mediumindra. Unsur dasar intelektual kognitif 50% pada otak merupakan indrawi visual,yang kemudian indrawi ini mengarah kepada spesifikasi visual konfigurasiterpapar. Konfigurasi ini mempunyai parameter dalam mendesain yaitu tinjauanspasial dan pencahayaan alami pada Bangunan. Hal tersebut meresponskebutuhan fungsional hunian generasi Homelander yang lahir pada tahun 2005keatas mempunyai kecenderungan sering menghabiskan waktu dirumah danketergantungan dengan alat digital yang menimbulkan dampak negatif,mempengaruhi daya pikir dan penurunan intelektual kognitif seiringperkembangan syaraf pada otak.Proyek ini ditunjang dengan Metode Desain diantaranya Researchsebagai pencapaian kumpulan data parameter dan sumbernya, sertaInterweaving, Repetition dan Rotation metode penyusun massa yang secaraefektif diterapkan pada elemen desain Kondominium.Terapan zoning acak menghasilkan setiap unit dengan luasan ekonomiyang berbeda memanifestasikan kualitas yang relatif sama. Denah menukikmenciptakan berbagai sudut binar dan pandangan kemeruangan luar yangspektakuler. Podium berkontur kompleks bersamaan dengan gubahan massajamak memicu aktivasi sel-sel pada sulkus lingual masyarakat sekitar yangmenjadikan Kondominium merespon kondisi eksisting. Fasad kaca up down leftright view mewujudkan penghuni dapat mengeksplor pandangan ke segala arahdengan jarak pandang yang lebih luas, serta instalasi hollow light pipe dan atriumdi desain sebagai pencahaayan alami area ruang dan koridor bentang lebar yangtidak maksimal tersinari cahaya alami. Batasan kekuatan struktur pun menjadisesuatu yang tereksplor guna menunjang capaian yang ada. Setiap elemen desaindiputuskan berdasarkan parameter terpapar yang secara tegas merealisasikankeintegrasian secara menyeluruh.
Penataan Kampung Mrican dengan Metode Partisipatif Adli Nibras Pramudia; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.617 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37521

Abstract

Dewasa ini kebutuhan hidup semakin lama semakin bertambah dan beraneka ragam. Pada dasarnya manusia akan memenuhi kebutuhan paling dasarnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhannya dasar yang tingkatannya lebih tinggi. Dalam hal ini banyak warga pinggiran yang mencoba mengadu nasib ke kabupaten Sleman membuat permasalahan baru pada sekitar daerah aliran sungai Gajahwong. Mereka yang datang mulai mendirikan bangunan di sekitar daerah aliran sungai Gajahwong yang mempunyai fungsi sebagai daerah serapan air hujan. Selain itu permasalahan berikutnya terkait dengan kurangnya interaksi sosial antar warga. Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan warga Mrican adalah membangun bersama warga dengan metode partisipatif. Metode ini lebih menitikberatkan kepada partisipasi warga dengan tujuan dapat mempersiapkan diri mereka untuk nantinya berpindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Sehingga ketika pemerintah desa ingin menggunakan tanah yang mereka tinggali, warga telah siap untuk pergi. Hasil desain pada kampung Mrican mencakup penambahan massa vertikal pada sebagian rumah dan sebagian lagi dilakukan peremajaan fasad sesuai dengan budaya lokal masyarakat setempat. Selain itu terdapat bank sampah dan sentra kerajinan guna meningkatkan perekonomian warga.