cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 139 Documents clear
Karakteristik Geokimia Organik Fraksi Hidrokarbon Alifatik Batubara Sawahlunto, Cekungan Ombilin, Sumatra Barat Januar Kholik; Yulfi Zetra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.443 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37623

Abstract

Batubara Sawahlunto, Sumatra Barat dianalisis untuk menentukan karakter geokimia organiknya melalui metode ekstraksi dan identifikasi sehingga dihasilkan fraksi hidrokarbon alifatik. Fraksi hidrokarbon alifatik kemudian dianalisis dan diidentifikasi strukturnya menggunakan Kromatografi Gas – Spektrometri Massa (KG-SM). Identifikasi struktur menunjukan adanya distribusi n-alkana dan isoprenoid. Senyawa n-alkana terdistribusi unimodal mulai n-C15 sampai n-C33 dengan dominasi rantai panjang (>C20) yang mengindikasikan senyawa organik batubara berasal dari tumbuhan tingkat tinggi. Rasio pristan terhadap fitana > 3 menunjukan lingkungan pengendapan yang oksik. Kedua sampel memiliki nilai LHCPI < 1 menunjukan bahan organic berasal dari tumbuhan tingkat tinggi. Kedua sampel memiliki nilai CPI > 1 menunjukan batubara Sawahlunto belum matang. Hasil analisis kalori dengan Bomb Kalorimeter terhadap sampel batubara yang dianalisis menunjukkan sampel tergolong ke dalam peringkat sub-bituminous.
Studi Keanekaragaman dan Kelimpahan Crustacea pada Area Padang Lamun Pantai Bama dan Kajang, Taman Nasional Baluran Farid Kamal Muzaki; Venora Elisa Launa Rifsanjani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.875 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.30015

Abstract

Salah satu daya tarik wisata terbesar di Taman Nasional Baluran adalah kawasan pantainya, termasuk Pantai Bama dan Kajang. Kedua pantai ini memiliki area padang lamun yang cukup luas dan diperkirakan akan terdampak oleh kegiatan wisata. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan crustacea yang berada di Pantai Baman sebagai pantai yang ramai pengunjungn dan pantai Kajang sebagai pantai yang sepi pengunjung. Variabel pengamatan adalah kelimpahan dan keanekaragaman crustacea pada ara padang lamun yang diamati dengan menggunakan metode belt transect yang dimodifikasi dengan enam kali replikasi, data tersebut kemudian dianalisis dengan analisi statistik menggunakan Uji-T dua sampel bebas. Hasil yang didapat dari penelitian ini, crustacea di kedua lokasi didominansi oleh anggota famili Diogenidae (hermit crab). Kelimpahan total crustacea di Pantai Bama (rata-rata 51.8 individu/150m2) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan Pantai Kajang (rata-rata 18.8 individu/150m2) dan tidak terdapat perbedaan kekayaan jenis antara kedua lokasi tersebut. Nilai rata-rata indeks diversitas Shnnaon-Wiener (H’) komunitas crustacea di Pantai Bama berkisar antara 1,03-1,30 sedangkan di Pantai Kajang antara 0,24-1,36.
Uji Efektifitas Bioetanol Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Bahan Bakar Campuran Bensin Terhadap Unjuk Kerja Mesin Generator Lucky Anzelina Wijaya; Nurhatika Nurhatika; Sudarmanta Sudarmanta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.29921

Abstract

Pertumbuhan industri dan peningkatan jumlah penduduk berdampak pada peningkatan kebutuhan energi serta peningkatan pencemaran air. Eceng gondok merupakan salah satu gulma yang banyak dijumpai di perairan yang mengalami eutrofikasi. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) memiliki kandungan selulosa 64,51% berat kering. Pretreatment dan hidrolisis 13 Kg eceng gondok kering dapat menghasilkan kadar gula 18%. Hasil dari kadar gula tersebut dapat difermentasi menggunakan mikroorganisme (Saccharomyces cerevisiae) sehingga mampu menghasilkan kadar etanol sebesar 5% sebanyak 10 L dan menjadi 95% sebanyak 200 ml setelah destilasi. Hasil uji properties viskositas pertalite 1.42 cSt lebih tinggi dari bioethanol 0.38 cSt sehingga mempengaruhi daya. Hasil unjuk kerja mesin, Daya efektif , Torsi, dan Tekanan efektif rata-rata tertinggi menggunakan E50 bioetanol (50 % bioetanol : 50 % pertalite). Pemakaian bahan bakar spesifik dengan pembebanan 200 watt menunjukkan hasil tertinggi pada E0 pertalite (100% pertalite).
Uji in Vitro Senyawa Antikanker SA 2014 terhadap Aktivitas Fagositosis Sel Makrofag (Mus musculus) Akhlaqul Karimaa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.30846

Abstract

Abstrak—Kanker merupakan kelainan dengan karakteristik mutasi yang mengganggu mekanisme kontrol normal dan berpotensi menghasilkan sel-sel yang berbahaya. Pengobatan yang diterapkan di Indonesia masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan serta menimbulkan efek samping. Senyawa SA 2014 yang diisolasi dari spons laut Cinachyrella anomala dapat berperan sebagai imunomodulator dan berpotensi menjadi alternatif pengobatan kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi senyawa SA 2014 yang paling optimal dalam meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag. Uji aktivitas fagositosis dilakukan secara in vitro dengan menambahkan senyawa SA 2014 dan doxorubicin sebagai pembanding dengan konsentrasi 10µg/mL, 5µg/mL, 2,5µg/mL, 1,25µg/mL serta 0µg/mL (kontrol) pada sel makrofag mencit, selanjutnya ditambahkan latex beads. Aktivitas  fagositosis dinyatakan dalam kapasitas fagositosis dan  indeks fagositosis. Hasil penelitian ini yakni senyawa SA 2014 dapat meningkatkan aktivitas fagostosis pada konsentrasi 2,5 µg/mL dengan kapasitas fagositosis serta indeks fagositosis 2 kali lebih besar dibanding kontrol, sedangkan perlakuan doxorubicin dapat meningkatkan kapasitas fagositosis pada konsentrasi 5 µg/mL 1,06 kali lebih besar dibanding kontrol namun tidak dapat meningkatkan indeks fagositosis.
Pola Pertumbuhan Bakteri Ureolitik pada Medium Calcium Carbonat Precipitation (CCP) Rindan Novanti; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.096 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36187

Abstract

Abstrak—Bakteri ureolitik merupakan bakteri yang dapat menghasilkan urease untuk menghidrolisis urea. Bakteri ureolitik menggunakan urea sebagai sumber energi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola pertumbuhan bakteri ureolitik pada medium CCP.  Subkultur isolat bakteri ureolitik dilakukan pada medium CCP agar miring, pengamatan pola pertumbuhan isolat bakteri ureolitik dilakukan pada medium CCP cair selama 18 jam. Semua isolat menunjukkan fase adaptasi pada 0-2 jam, fase eksponensial terjadi pada 4-10 jam, fase stasioner terjadi mulai dari 14 jam dan fase kematian terjadi pada 14-18 jam. Pola pertumbuhan isolat JA1, JB2 dan JA4 menunjukkan pola yang hampir sama, isolat SU1 pola pertumbuhannya hampir sama dengan AK4, dan isolat JB3 menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda dengan isolat lainnya.
Perbandingan Pertumbuhan Bakteri Selulolitik pada Media Nutrient Broth dan Carboxy Methyl Cellulose Nitra Wahyuningsih; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.909 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36283

Abstract

Abstrak—Kurva pertumbuhan merepresentasikan keseluruhan siklus pertumbuhan bakteri, termasuk fase lag, eksponensial, stasioner dan kematian. Kultivasi mikroba untuk mengetahui pola pertumbuhan bakteri dilakukan dengan berbagai media pertumbuhan yaitu media umum dan media selektif. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pola pertumbuhan isolat bakteri indigenous gambut Kalimantan pada media Nutrient Broth (NB) dan media Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Kepadatan sel atau optical density (OD) diukur dengan spektrofotometer UV-Vis (600 nm). Pola pertumbuhan isolat bakteri pada media NB lebih baik dibandingkan pada media CMC. Fase log pada media NB optimal pada jam ke - 10 dan 12, sedangkan pada media CMC pada jam ke - 8 dan 9. Pada media NB fase kematian belum nampak hingga jam ke - 24, sedangkan pada media CMC fase kematian nampak pada jam ke - 9.
Aklimatisasi pH dan Pola Pertumbuhan Bacillus cereus S1 pada Medium MSM Modifikasi Avip Nur Fitria; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3444.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36788

Abstract

Abstrak—Pertumbuhan mikrooganisme dipengaruhi oleh sumber karbon, nitrogen, dan faktor lingkungan seperti suhu dan pH. Karbon dan nitrogen digunakan oleh bakteri untuk membentuk material sel dan DNA. Setiap mikroorganisme memiliki pH optimal untuk pertumbuhannya. MSM (Mineral salt medium) merupakan medium minimal sumber karbon dengan komposisi garam – garam mineral esensial bagi mikroorganisme. MSM dapat digunakan sebagai medium yang potensial pada bidang bioremediasi dan bioakumulasi logam berat. Bacillus cereus S1 merupakan isolat bakteri yang diisolasi dari sedimen sungai Kali Mas Surabaya. Penelitian aklimatisasi pH dilakukan dengan empat kondisi pH berbeda yaitu pH 3; 4; 5 dan 6. Pola pertumbuhan pada medium MSM modifikasi dilakukan dengan 6 konsentrasi MSM yang berbeda. Pengukuran kepadatan sel menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan χ = 600 nm. Hasil penelitian menjukkan pH optimum bagi pertumbuhan B. cereus S1 adalah pada pH 6. Hasil inkubasi 96 jam menunjukkan MSM modifikasi pada konsentrasi MSM;NB 1:3 memiliki pola pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dengan konsentrasi lain. Kandungan pepton pada MSM;NB akan mempengaruhi akumulasi logam berat jika digunakan dalam penelitian bioremediasi. Sebagai alternatif lain MSM dengan penambahan Glukosa 2% memiliki pola pertumbuhan lebih baik dari 100% MSM dan hampir menyerupai pola pertumbuhan MSM;NB. MSM+Glukosa 2% dapat digunakan sebagai medium pertumbuhan dan akumulasi pada bidang bioremediasi. 
Pengaruh Konsentrasi Pupuk P Terhadap Tinggi dan Panjang Akar Tagetes erecta L. (Marigold) Terinfeksi Mikoriza Yang Ditanam Secara Hidroponik Irma Dwi Rahmawati; Kristanti Indah Purwani; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.027 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37048

Abstract

Abstrak— Mikoriza adalah sistem perakaran yang bersimbiosis mutualisme dengan jamur. Penanaman dengan sistem hidroponik mampu membuat mikoriza melakukan kolonisasi lebih cepat sehingga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi P untuk membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini untuk mengetahui  konsentrasi optimum pemberian pupuk P cair  terhadap pertumbuhan marigold  (Tagetes erecta L.)  yang telah terinfeksi oleh mikoriza dengan mengukur tinggi tanaman dan panjang akar. Perlakuan yang digunakan adalah dengan memberikan konsentrasi pupuk P (fosfat) cair yang berbeda-beda pada tanaman Tagetes erecta yang telah diinfeksikan ke mikoriza dengan beberapa konsentrasi yaitu 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan 40 ppm secara hidroponik. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil analisis ANOVA one-way menunjukkan bahwa adanya pengaruh perlakuan P cair terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Tagetes erecta. Perlakuan 5 ppm memberikan pengaruh optimum terhadap tinggi tanaman dan panjang akar tanaman.
Peran VAM (Vesicular Arbuscular Mycorrhiza) terhadap Aktivitas Fotosintetik dan Produksi Osmoprotektan pada Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) di Tanah Kering Lailatus Saidah; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37056

Abstract

Kedelai (Glycine max) merupakan tanaman yang membutuhkan air cukup banyak terutama pada stadium awal pertumbuhan, masa berbunga dan pembentukan serta pengisian polong. Pada  umumnya kedelai di Indonesia ditanam  pada lahan yang berpotensi mengalami keterbatasan air yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbahan tanaman karena selain menghambat proses fotosintesis juga dapat menghambat proses penyerapan hara dari dalam tanah oleh akar tanaman. Oleh karena itu dibutuhkan agen biologi untuk dapat membantu penyerapan hara yang dibutuhkan tanaman dalam kondisi tercekam dengan menggunakan mikoriza. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui pengaruh pemberian mikoriza vesikular arbuskular dengan dosis mikoriza sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, 8 gram, 10 gram, dan juga kontrol pada tanaman kedelai yang tercekam kekeringan dengan melakukan pengujian pada aktivitas fotosintetik, dan produksi osmoprotektan pada tanaman kedelai di tanah dengan kadar air rendah.Hasil yang didapat yakni pemberian mikoriza memberikan dampak terhadap beberapa parameter yang diuji seperti pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun dan juga kadar prolin yakni memiliki p value <0,05.
Potensi Bakteri Koleksi sebagai Biofertilizer Rizki Nurul Safitri; Maya Shovitri; Hidayat Hidayat
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.573 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37137

Abstract

Biofertilizer mengandung mikroorganisme hidup dengan kemampuan melarutkan unsur makronutrien dan memproduksi fitohormon. Konsorsium bakteri merupakan kumpulan dari 2 atau lebih bakteri yang membentuk suatu komunitas dari genus yang berbeda. Agar mendukung aplikasi biofertilizer diperlukan adanya sinergisme antar bakteri. Pada penelitian ini akan dilakukan uji sinergisme dan uji potensi biofertilizer secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sinergisme dan potensi bakteri sebagai biofertilizer. Hasil menunjukkan bahwa dengan deteksi kualitatif  keenam isolat bakteri tersebut tidak mampu menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan kalium serta tidak dapat memproduksi fitohormon IAA namun dapat bersinergi secara positif.

Page 6 of 14 | Total Record : 139