Articles
119 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 2 (2019)"
:
119 Documents
clear
Akuisisi dan Clustering Data Sosial Media Menggunakan Algoritma K-Means sebagai Dasar untuk Mengetahui Profil Pengguna
Binuri Ayu Dwiarni;
Budi Setiyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49815
Banyaknya informasi yang tersebar melalui sosial media menyebabkan data sosial media menjadi salah satu sumber data yang menarik untuk diteliti. Pada Twitter, hanya 11,84% dari akun protected di Twitter yang berarti sebagian besar tweetnya terlihat dan mudah dibagikan. Twitter menyediakan layanan Application Programming Interface (API) yang dapat digunakan untuk mengakuisisi data. Untuk bisa menjadikan data yang diakuisi tersebut menjadi sebuah informasi yang berguna diperlukan sebuah proses salah satunya dengan clustering. Algoritma K-Means mempunyai kemampuan mengelompokkan data dalam jumlah cukup besar dengan waktu komputasi yang cepat dan efisien. Salah satu budaya asing yang saat ini sedang terkenal di Indonesia yaitu kebudayaan Korea Selatan (Hallyu). Oleh karena itu Hallyu menjadi studi kasus dalam Tugas Akhir ini. Proses Akuisisi Data Twitter dilakukan dengan cara membangun aplikasi Twitter untuk mendapatkan OAuth Twitter kemudian melakukan akuisisi dengan filter fitur-fitur yang disediakan oleh Twitter API. Dari hasil akuisisi data Twitter yang dilakukan dalam 5 hari dengan ujicoba 87 keyword “K-Pop” dan “K-Drama” dengan batasan latitude -4.640003 dan longitude 109.866141 pada radius 590km didapat 68.393 tweet. Hasil akuisisi data tersebut kemudian dilakukan clustering dengan ???? = 3. Dimana ????1 menunjukkan waktu tweet yang dianggap pagi. Sedangkan ????2 menunjukkan waktu tweet yang dianggap siang. Dan ????3 menunjukkan waktu tweet yang dianggap malam. Sehingga setelah melakukan clustering di dapat jam 21.00 – 01.00 merupakan mayoritas orang-orang melakukan tweet.tweet. Hasil akuisisi data tersebut kemudian dilakukan clustering dengan ???? = 3. Dimana ????1 menunjukkan waktu tweet yang dianggap pagi. Sedangkan ????2 menunjukkan waktu tweet yang dianggap siang. Dan ????3 menunjukkan waktu tweet yang dianggap malam. Sehingga setelah melakukan clustering di dapat jam 21.00 – 01.00 merupakan mayoritas orang-orang melakukan tweet.
Penerapan Random Forest untuk Mengukur Tingkat Keparahan Penyakit pada Daun Apel
Luthfiana Ratnawati;
Dwi Ratna Sulistyaningrum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.637 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48517
Tingkat keparahan penyakit pada tanaman merupakan salah faktor penting untuk diketahui sebagai upaya pengendalian hama dan penyakit yang dapat berpengaruh penting dalam perkembangan tanaman. Teknologi pengolahan citra digital (Digital Image Processing) saat ini berkembang semakin pesat, salah satunya dalam bidang pertanian. Pada penelitian tugas akhir ini, dilakukan pengukuran tingkat keparahan penyakit pada daun apel dengan menggunakan metode klasifikasi Random Forest. Pengukuran tingkat keparahan penyakit pada daun apel dilakukan dalam beberapa tahapan proses yaitu pra-pengolahan citra, segmentasi citra menggunakan K-means clustering, ekstraksi fitur ukuran, bentuk dan warna pada citra dan yang terakhir klasifikasi menggunakan metode Random Forest. Data citra yang digunakan sejumlah 467 citra daun apel dan menghasilkan kinerja klasifikasi Random Forest dengan akurasi yang menunjukkan bahwa metode Random Forest mampu mengukur tingkat keparahan penyakit pada daun apel dengan akurasi tertinggi pada proses pelatihan sebesar 100% dan nilai akurasi tertinggi pada proses pengujian sebesar 75.3191%.
Analisis Kestabilan Model Matematika Penyebaran Penyakit Rabies pada Anjing dengan Kontrol Optimal Berupa Kontrasepsi
Nirwana Fatria Kridayati;
Kamiran Kamiran;
Nur Asiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.844 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48803
Rabies adalah penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia), yang disebabkan oleh virus rabies, dari genus Lyssavirus, dalam keluarga Rhabdoviridae yang dapat ditularkan dari air liur hewan penderita rabies ketika menggigit atau menggores seseorang. Model penyebaran penyakit yang digunakan terdiri dari lima persamaan yang terdiri dari subpopulasi anjing yang rentan terhadap penyakit, subpopulasi anjing yang terinfeksi tapi belum menunjukkan tanda-tanda, subpopulasi rabies bentuk tenang, subpopulasi rabies bentuk ganas, dan subpopulasi anjing yang divaksinasi. Sistem diberi kontrol berupa kontrasepsi pada subpopulasi anjing yang rentan terhadap penyakit untuk mencegah penyebaran. Tugas Akhir ini membahas tentang analisis pada model dengan menentukan bilangan reproduksi dasar, titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik, dan kestabilan dari setiap titik kesetimbangan berdasarkan kriteria Routh-Hurwitz. Kemudian dilakukan kontrol optimal dengan menggunakan Prinsip Pontryagin. Solusi numerik diberikan dengan metode Runge-Kutta dan dengan simulasi menggunakan software MATLAB.
Analisis Kestabilan dan Kontrol Optimal Model Penyebaran Tuberkulosis (TB) dengan Terapi dan Vaksinasi Menggunakan Metode Runge Kutta
Anita Puspitasari;
Kamiran Kamiran;
Nur Asiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1205.541 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48830
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Model penyebaran penyakit yang digunakan terdiri dari 4 persamaan yaitu subpopulasi Susceptible, subpopulasi Infective, subpopulasi Treatment dan subpopulasi Recovery. Untuk mencegah penyebaran, sistem diberi kontrol berupa terapi pada pasien yang terinfeksi dan vaksinasi pada individu yang rentan. Tugas Akhir ini membahas tentang analisis pada model dengan menentukan bilangan reproduksi dasar, titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik, dan kestabilan dari setiap titik kesetimbangan berdasarkan kriteria Routh-Hurwitz. Kemudian dilakukan kontrol optimal menggunakan Prinsip Pontryagin dengan pemberian dua kontrol yaitu terapi dan vaksinasi. Solusi numerik yang diberikan dengan metode Runge Kutta orde empat, dan simulasi menggunakan MATLAB. Hasil analisis menunjukkan terdapat kestabilan pada setiap titik kesetimbangan dengan syarat tertentu dan menurunnya populasi Tuberkulosis (TB) setelah pemberian kontrol.
Prediksi Kuat Tekan Semen untuk Produk Portland Composite Cement (PCC) di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Menggunakan Support Vector Regression (SVR) Dengan Feature Selection
Rizki Febriasto;
Ni Luh Putu Setyaning Pradnya Paramita;
Wibawati Wibawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (646.701 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43071
Indonesia sebagai negara berkembang terus-menerus melakukan pembangunan dalam segala bidang aspek kehidupan. Salah satu aspek yang selalu berkembang adalah sektor infrastruktur. Dengan menghadapi fenomena pertumbuhan infrastruktur ini, khususnya di sektor pembangunan perlu adanya hal yang menunjang dalam setiap pembangunan yang terjadi, salah satunya adalah material semen. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi semen adalah PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Terdapat beberapa produk yang dihasilkan oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk., salah satunya adalah Portland Composite Cement (PCC). Dalam penelitian ini akan dilakukan prediksi terhadap kuat tekan semen PCC di hari ke-28. Data yang digunakan yaitu bulan Juli 2018 hingga Maret 2019. Pada hasil analisis, hasil regresi linier telah terindikasi mengalami multikolineari-tas, sehingga ditangani menggunakan PCR. Feature selection yang digunakan adalah Recursive Feature Elimination (RFE) berbasis Random Forest (RF-RFE) yang telah menghilangkan lima variabel. Dengan teknik machine learning yaitu SVR didapatkan model terbaik yaitu SVR dengan fungsi kernel Radial Basis Function (RBF) dengan complete feature. Feature selection tidak menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding complete feature. Model yang terbaik digunakan untuk memprediksi kuat tekan pada bulan April 2019 yang menghasilkan kriteria terbaik RMSE sebesar 8,78.
Pengendalian Kualitas Produksi Film Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) di PT. Trias Sentosa Tbk, Menggunakan Grafik Kendali FuzzyX̅̃-R̃
Gunawan Tanjum;
Ni Luh Putu Setyaning Pradnya Paramita;
Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.35 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49705
Kebutuhan plastik di Indonesia masih cukup tinggi, tercatat produksi plastik di Indonesia di tahun 2018 mencapai 4,6 juta ton/tahun. PT. Trias Sentosa Tbk, sebagai salah satu produsen terbesar produk film kemasan fleksibel dengan bahan utama Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) telah mengaplikasikan standar internasional dalam menghasilkan produk yang bernilai tinggi bagi pelanggan, namun pada proses produksi seringkali masih ditemukan kecatatan produk. Pada penelitian ini akan dianalisis karakteristik kualitas produk BOPP menggunakan grafik kendali X-R dan grafik kendali X-R berbasis fuzzy . Selajutnya dengan berbasis fuzzy akan ditinjau proses kapabilitas setiap karakteristik kualitas. Didapatkan metode fuzzy dengan alpha (α = 0.65) lebih sesuai digunakan jika terdapat kesamaran (pengamatan pada sisi yang berbeda) karena lebih informatif. Selanjutnya proses kapabilitas setiap karakteristik kualitas sudah berada pada batas mampu atau memuaskan, kecuali pada karakteristik stiffness yang memiliki kapabilitas yang masih kurang baik sehingga disarankan dilakukan perbaikan atau peninjauan kembali
Study of Economic Waste Exchange in Batam City
Yuvita Dian Siswanti;
Wahyono Hadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.61 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49751
The problem of industrial waste in Batam City has not been fully solved. For this reason, this study was conducted to examine the concept of the application of the waste exchange and the applications. The waste exchange aims to help industries, especially for manufacturing industry, to solve their waste by opening business opportunities for waste users. It also help related agencies to monitoring and manifesting waste. It can be used as the initiator of joint office to oversee the possibility of transactions and waste traffic, so the waste does not cause impact on the environment. This research was carried out using in-depth interview techniques and consultations. Determining respondents is done by using purposive sampling, which is the respondents are determining by certain considerations. The AHP method used to carry out factors that influence of the waste exchange formation and strategic recommendations to the relevant agency of establishing waste exchange in Batam City. The results of the AHP analysis of the main factors that were prioritized by agency respondents were economic factors (32.4%) and the factors that had the lowest priority were organizational governance (17.1%). Respondents to waste utilization or waste users, technology availability factors have a high priority (43.1%) and the characteristics of waste characteristics have the lowest priority (20%)
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Infeksi Cacing pada Balita dan Anak Umur 6-12 Tahun di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan Metode Regresi Logistik Biner
Esti Wulandari;
Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (960.568 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43107
Anak usia prasekolah dan sekolah merupakan kelompok yang rawan terinfeksi cacing karena perilaku bersih dan sehat yang masih bergantung pada orang tua dan lingkungan sekitar. Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 24% populasi dunia terinfeksi cacing dan 60%nya adalah anak-anak. Pada tahun 2017 terdapat sebanyak 28% anak Indonesia dilaporkan terinfeksi cacing (Media Indonesia, 2017). Pada penelitian ini dilakukan pemodelan pada tingkat cacingan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur berdasarkan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya. Data yang digunakan merupakan data survei kasus cacingan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya pada balita dan siswa sekolah dasar. Variabel respon yang digunakan adalah data kategorik dengan dua kategori, yaitu cacingan dan tidak cacingan. Variabel prediktor yang digunakan yaitu usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, PHBS, dan status gizi. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat cacingan pada balita. Sedangkan pada anak 6-12 tahun tidak terdapat variabel prediktor yang signifikan.
Pengendalian Kualitas Film Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) di PT. Trias Sentosa Tbk Sidoarjo Menggunakan Metode Diagram Kendali Multivariat
Nisar Nisar;
Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.698 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44377
PT. Trias Sentosa Tbk merupakan produsen film kemasan fleksibel terbesar di Indonesia saat ini, salah satu produk yang paling banyak diproduksi yaitu jenis film Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP). Pada penelitian ini, analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan data tahun 2018. Hasil uji dependensi menunjukkan bahwa ketiga karakteristik kualitas film BOPP yaitu thickness, strength MD, dan strength TD saling berhubungan sehingga digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses. Sementara itu, pengendalian rata-rata proses produksi dilakukan dengan menggunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA). Hasil yang diperoleh untuk variabilitas proses telah terkendali secara statistik dengan menggunakan pembobot optimum ???? = 0,7 dan ???? = 0,9. Sedangkan hasil rata-rata proses menunjukkan proses belum terkendali secara statistik dengan menggunakan nilai pembobot optimum ???? =0,9. Variabel utama penyebab pengamatan yang berada diluar batas kendali pada rata-rata proses adalah variabel thickness dan strength TD. Kapabilitas proses menggunakan indeks MPp dan MPpk menunjukkan proses kapabel dengan nilai MPp sebesar 1,64 dan MPpk sebesar 1,39. Nilai ini menunjukkan bahwa presisi dan akurasi proses sangat baik.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daerah Tertinggal di Pulau Jawa Menggunakan Second-Order Confirmatory Factor Analysis (CFA)
Dimas Achmad Fadhila;
Bambang Widjanarko Otok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.714 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43216
Suatu daerah dikatakan sebagai daerah tertinggal apabila pada daerah tersebut terdapat kabupaten yang masyarakat dan wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Pada penelitian ini, ketertinggalan daerah di Pulau Jawa diukur berdasarkan lima kriteria utama yaitu ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, aksesibilitas, dan karakteristik daerah dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Penentuan Indikator Daerah Tertinggal oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Agar analisis pengujian teori daerah tertinggal menjadi lebih spesifik, digunakan metode Second-Order Confirmatory Factor Analysis (CFA). Pengolahan menggunakan First-Order CFA menunjukkan bahwa dari 28 variabel indikator, terdapat 21 variabel indikator yang telah valid dan dari 5 variabel laten terdapat 3 variabel laten yang reliabel, yakni Sumber Daya Manusia, Infrastruktur/Sarana Prasarana, dan Aksesibilitas. Pada pengolahan menggunakan Second-Order CFA model Daerah Tertinggal didapatkan model yang fit setelah adanya modifikasi.