cover
Contact Name
Lalu Muhamad Jaelani
Contact Email
lmjaelani@its.ac.id
Phone
+62819634394
Journal Mail Official
lmjaelani@its.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Phone 031-5929486, 031-5929487
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26570378     DOI : https://doi.org/10.12962/jpji
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia disingkat JPJI (e-ISSN: 2657-0378) pertama kali terbit sejak 1 Februari 2019. JPJI adalah media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian, kajian dan pemikiran terkait teori, sains, dan teknologi penginderaan jauh serta pemanfaatannya. Fokus jurnal mencakup penginderaan jauh untuk objek dipermukaan bumi, baik di darat, laut maupun atmosfer. JPJI diterbitkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN/ISRS).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2026)" : 5 Documents clear
Tinjauan Pustaka: Metode Analisis Perubahan Morfologi Pantai Santoso, Eko Hadi
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v5i1.8217

Abstract

Perubahan morfologi pantai menjadi isu penting dalam pengelolaan pesisir karena memengaruhi ekosistem, infrastruktur, dan ketahanan wilayah, terutama di Indonesia yang memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia. Kajian ini meninjau perkembangan metode analisis perubahan morfologi pantai periode 2000-2025 serta mengidentifikasi kelebihan, keterbatasan, dan relevansinya di kawasan tropis, dengan fokus pada pesisir utara Jawa Timur. Metodologi mengikuti protokol PRISMA melalui identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan seleksi akhir, menghasilkan 88 artikel dari Scopus dan pustaka nasional. Hasil menunjukkan metode DSAS/GIS dan citra satelit mendominasi studi jangka panjang, sedangkan UAV/LiDAR unggul untuk pemantauan lokal berpresisi tinggi. Model numerik efektif mensimulasikan skenario ekstrem, tetapi memerlukan data rinci yang masih terbatas di Indonesia. Dalam dekade terakhir, machine learning dan Google Earth Engine mulai diterapkan untuk analisis otomatis skala besar, meskipun terkendala minimnya data ground truth. Kajian ini menekankan perlunya integrasi multi-metode untuk pemahaman komprehensif dan pengembangan pendekatan hibrid bagi mitigasi abrasi, adaptasi iklim, dan perencanaan pesisir berkelanjutan.
Tinjauan Pustaka: Pendekatan Penginderaan Jauh dalam Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Produktivitas Kopi Purnamasari, Ika
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v5i1.8319

Abstract

Perubahan iklim global memberikan tantangan yang signifikan terhadap sektor pertanian kopi yang sangat bergantung pada kondisi iklim dan ketersediaan lahan. Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat krusial dalam memadukan dinamika vegetasi, kesesuaian lahan, serta produktivitas kopi secara spasial dan temporal. Tinjauan literatur ini mensintesis temuan dari publikasi internasional terkini terkait penggunaan teknologi penginderaan jauh, indeks vegetasi, dan metode mesin pembelajaran untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produktivitas kopi. Metode bibliometrik dengan VOSviewer digunakan untuk menganalisis pola penelitian dan perkembangan bidang ini. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa integrasi data multisensor, pengindeksan vegetasi (seperti NDVI, EVI, SAVI), serta teknologi drone mendukung peningkatan akurasi pemantauan dan prediksi hasil kopi. Namun, terdapat kesenjangan terkait data resolusi spasial dan temporal, model prediksi yang terpadu, dan jarangnya studi yang menghubungkan kondisi iklim, penggunaan lahan, dan produktivitas kopi secara komprehensif. Implikasi kajian ini penting bagi pengembangan teknologi adaptasi pertanian kopi yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah. Tinjauan ini memberikan referensi bagi peneliti dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim pada sektor kopi.
Tinjauan Global Konstelasi Satelit Penginderaan Jauh dan Implikasinya bagi Kemandirian Teknologi Indonesia Agustan; Darmawan, Soni; Bintoro, Oni Bibin; Agustino, Rubby Sidik; Alimuddin, Ilham; Hernawati, Rika
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v5i1.9189

Abstract

Perkembangan teknologi satelit penginderaan jauh dalam dua dekade terakhir ditandai oleh pergeseran dari satelit tunggal menuju konstelasi satelit dengan frekuensi pengamatan tinggi. Konstelasi berbasis sensor optik dan Synthetic Aperture Radar (SAR) kini menjadi komponen penting infrastruktur observasi Bumi global untuk pemantauan lingkungan, ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan keamanan maritim. Artikel ini bertujuan meninjau evolusi teknologi konstelasi satelit, pola pengembangan, serta model aktor utama dalam ekosistem observasi Bumi internasional, sekaligus mengkaji implikasinya bagi agenda kemandirian teknologi Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif melalui sintesis publikasi ilmiah, laporan institusional, dan dokumen kebijakan terkait penginderaan jauh serta ekonomi antariksa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa efektivitas sistem penginderaan jauh tidak hanya ditentukan oleh kapabilitas satelit, tetapi juga oleh integrasi riset dan pengembangan, kapasitas industri, penguatan sumber daya manusia, serta tata kelola data. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi kemandirian perlu menekankan penguasaan rantai nilai teknologi dan integrasi optik–SAR guna menjamin kontinuitas observasi di wilayah tropis. Pendekatan adaptif dan kolaboratif direkomendasikan sebagai dasar perumusan strategi nasional yang berkelanjutan.
Pemetaan Kerentanan Banjir Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember Faradila, Rani Nur
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v5i1.9513

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama wilayah yang memiliki intensitas curah hujan tinggi. Kecamatan Panti merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerentanan terhadap bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Panti menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) guna mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak. Data yang digunakan meliputi Digital Elevation Model (DEM) dari laman BIG untuk analisis topografi dan elevasi, serta data curah hujan dari CHIRPS (UC Santa Barbara) untuk memetakan intensitas hujan yang berpengaruh terhadap potensi banjir. Selain itu, penelitian ini menggunakan data sekunder dalam format shapefile (SHP) yang mencakup batas administrasi, jenis tanah, buffer sungai, dan tutupan lahan yang diperoleh dari portal Indonesia Geospasial guna mendukung analisis kerentanan banjir secara komprehensif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode overlay untuk menggabungkan berbagai parameter yang mempengaruhi tingkat kerentanan banjir di wilayah penelitian. Parameter yang digunakan dalam analisis ini meliputi curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian tempat, jenis tanah, buffer sungai, serta tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Panti terbagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Wilayah dengan kerentanan tinggi terkonsentrasi di bagian selatan yang memiliki topografi datar, elevasi rendah (50-200 mdpl), serta penggunaan lahan didominasi oleh permukiman dan pertanian. Sebaliknya, wilayah utara memiliki kerentanan rendah meski curah hujannya sangat tinggi (>4000 mm/tahun) karena didukung oleh kelerengan sangat curam (>45%) dan tutupan hutan rimba yang menjaga kapasitas infiltrasi air.
Penggunaan Citra Satelit Landsat 8 dalam Menentukan Indeks Kerapatan Vegetasi dengan Pemanfaatan Metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) di Kabupaten Wonosobo Faradila, Rani Nur
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v5i1.9454

Abstract

Penginderaan jauh merupakan teknologi yang efektif dalam pemantauan kondisi vegetasi secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran kerapatan vegetasi di Kabupaten Wonosobo menggunakan citra satelit Landsat 8 melalui metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Data yang digunakan berupa citra Landsat 8 OLI Level 2 Surface Reflectance yang diperoleh dari United States Geological Survey dengan resolusi spasial 30 m dan tutupan awan rendah. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan tahapan pra-pengolahan, perhitungan NDVI, serta klasifikasi kerapatan vegetasi ke dalam empat kelas, yaitu non vegetasi, vegetasi tidak rapat, cukup rapat, dan rapat. Uji akurasi dilakukan menggunakan pendekatan Virtual Ground Truthing dengan 127 titik sampel yang diambil menggunakan metode systematic sampling berbasis grid, serta diverifikasi menggunakan citra resolusi tinggi dari Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo didominasi oleh vegetasi rapat dengan persentase sebesar 48,6%, diikuti vegetasi cukup rapat sebesar 32,2%, vegetasi tidak rapat sebesar 18,8%, dan non vegetasi sebesar 0,4%. Secara spasial, vegetasi rapat banyak ditemukan di kawasan pegunungan, sedangkan vegetasi jarang hingga non vegetasi cenderung berada di wilayah perkotaan dan area dengan ketinggian ekstrem. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai Overall Accuracy sebesar 87,4% dan Kappa Coefficient sebesar 0,79, yang mengindikasikan tingkat akurasi dan kesesuaian yang tinggi antara hasil klasifikasi dan kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, metode NDVI terbukti efektif dalam memetakan kerapatan vegetasi dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya lahan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5