cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2021)" : 13 Documents clear
Analisa Pendangkalan Jalur Pelayaran Menggunakan Pemodelan Hidrodinamika 3D (Studi Kasus : Perairan Pelabuhan PT Petrokimia Gresik) Rohman, Yoga Arif; Pratomo, Danar Guruh; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1716

Abstract

PT Petrokimia Gresik memiliki fasilitas penunjang produktivitas berupa pelabuhan terminal untuk kepentingan sendiri. Pelabuhan tersebut diharapkan selalu dalam keadaan yang baik dan selalu aman untuk digunakan lalu lintas pelayaran kapal-kapal yang melewati. Namun, kinerja pelabuhan sangat tergantung dari kedalaman alur pelayaran dan kolam labuhnya. Salah satu dari penyebab terjadinya pendangkalan pada pelabuhan adalah adanya sedimentasi yang terjadi secara terusmenerus dan pengendapan di suatu lokasi. Pada saat terjadi surut material akan terkikis, sedangkan pada saat pasang akan terbawa material yang mengendap. Lokasi pelabuhan yang berada di selat dan muara sungai yang mengakibatkan kondisi topografi dengan elevasi yang rendah pada pesisir pantai dan pelabuhan yang dikhawatirkan mempengaruhi kegiatan bersandar kapal. Salah satu langkah yang digunakan untuk mengatasi pendangkalan yaitu dengan dilakukan proses pengerukan terhadap sedimen yang mengendap di daerah tersebut. Oleh sebab itu, agar proses pengerukan berjalan efektif diperlukan pengetahuan tentang hidrodinamika air laut dan transpor sedimen di daerah perairan tersebut. Simulasi model numerik dapat digunakan menjadi cara yang efisien dan ekonomis. Pada vi penelitian ini akan dilakukan pemodelan hidrodinamika secara numerik dengan menunjukkan gambaran tentang pola arus laut dan penyebaran sedimentasi di Perairan Pelabuhan PT Petrokimia Gresik dengan menggunakan perangkat lunak pemodelan hidrodinamika 3D. Berdasarkan hasil pemodelan dihasilkan mengalami pertambahan kedalaman sebesar 0,640 m dengan dominan 0,080 m serta mengalami rata-rata perubahan kedalaman sebesar 0,055 m dan memiliki kecepatan perubahan kedalaman hingga sebesar 0,030 m/hari dengan memiliki rata-rata kecepatan perubahan kedalaman sebesar 0,002 m/hari. Maka, jika diakumuluasikan dalam sebulan mendapatkan kecepatan perubahan kedalaman sebesar 0,060 m.
Pemodelan Deformasi Gunung Sinabung Untuk Memprediksi Posisi Pusat Tekanan Magma Dengan Model Yokoyama Menggunakan Data Citra SAR Metode PS-InSAR Silaban, Enjelius; Anjasmara, Ira Mutiara
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1717

Abstract

Indonesia merupakan negara tektovulkanik dengan terdapat 129 gunung api aktif. Keberadaan gunung api tentunya berdampak positif, seperti daerah sekitar gunung menjadi subur dan berdampak negatif karena sering terjadinya bencana. Salah satu gunung aktif di Indonesia adalah Gunung Sinabung. Adanya aktivitas magma pada gunung api aktif mengakibatkan perubahan bentuk baik akibat pergerakan dan pergeseran tanah pada permukaan gunung api yang disebut deformasi. Deformasi dapat diketahui metode terestrial dengan menggunakan theodolit, Sipat darat dan metode ekstra-tersrial dengan pengamatan GPS dan pengolahan data citra SAR dengan metode pengolahan InSAR, D-InSAR, MT-InSAR yang meliputi, PS-InSAR dan SBAS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada gunungapi Sinabung menggunakan metode PS-InSAR dilanjutkan memodekakan posisi sumbertekan magma dengan model Yokoyama. Model Yokoyama mengasumsikan kerak bumi tersusun atas ruangan yang elastis, dan sumber tekanannya adalah sebuah ruang kecil berbentuk spherical dengan tekanan hidrostatik yang bersifat searah dan perluasannya bersifat radial. Data SAR yang digunakan, terdiri dari terdiri dari 7 citra akusisi ascending dan 8 citra akusis descending pada tanggal akuisisi 1 Oktober hingga 31 Desember 2020. Dengan melakukan pengolahan citra secara ascending dan descending, LOS velocity rate dapat ditranformasikan ke nilai pergeseran horizontal dan vertikal. Hasil pengolahan PS-InSAR menunjukkan LOS velocity rate berkisar 394,1 mm/tahun sampai 320,7 mm/tahun arah ascending dan secara descending menunjukkan LOS velocity rate berkisar -277,5 mm/tahun sampai 31.5,8 mm/tahun. Setelah melakukan decomposition LOS velocity rate, diperoleh nilai displacement titik PS pada arah horizontal dan vertikal pada titik PS1 adalah (0,288; -0,037) meter , titik PS2 adalah (0,004; 0,010) meter dan titik PS3 adalah (0,041, -0,084) meter. Sehingga diperoleh posisi pusat tekanan magma menggunkan nilai pergeseran horizontal pada gunung sinabung berdasarkan model yokoyama terletak pada koordinat 03°10’02,64”LU dan 98°24’26,64”BT pada kedalaman 11850 meter. Sementara, Posisi pusat tekanan magma menggunkan nilai pergeseran vertikal terletak pada koordinat 03°09’54,72,64”LU dan 98°24’18,36”BT pada kedalaman 11250 meter.
Analisis Tinjauan Administrasi Pertanahan Bidang Tanah Terdampak Pembangunan Jalan (Studi Kasus : Jalan Frontage Road Gedangan - Buduran, Sidoarjo) Pratama, Rifqi Achmad; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1718

Abstract

Sidoarjo merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang menghubungkan kota-kota lain seperti Surabaya dengan Malang, oleh karena itu berperan penting sebagai jalur transportasi industri yang ada di Jawa Timur. Dikarenakan terdapat beberapa ruas jalan yang sempit dan tidak proporsional dengan volume kendaraan yang melintas, seperti contohnya ruas Jalan Gedangan – Buduran, menyebabkan selalu terjadi kepadatan lalu lintas terutama pada jam operasional kerja. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerbitkan rencana pembuatan ruas jalan baru Frontage Road dengan melebarkan jalan yang sudah ada sebelumnya di sisi Timur rel Kereta, hal tersebut dituangkan dalam RTRW Kabupaten Sidoarjo untuk tahun 2009 – 2029. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap letak, luas, jumlah lahan yang terdampak pelebaran dan pembuatan jalan baru secara administratif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan data peta bidang digital dengan peta rencana pembangunan jalan yang didapatkan dari Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional, serta BAPPEDA Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan analisa hasil overlay dan analisa berdasarkan aspek administrasi pertanahan, didapatkan: 1) hak atas tanah yang terdampak antara lain HM 52 bidang, HBG 4 bidang, Letter C 13 bidang, belum/tidak ada data 57 bidang pada hasil overlay dan 51 bidang pada peta bidang tanah; 2) penggunaan bidang tanah yang terdampak antara lain rumah 101 bidang, lahan industri 17 bidang, sarana peribadatan 2 bidang, dan lahan kosong 6 bidang; 3) kesesuaian bidang antara lain 31 bidang tidak sesuai berdasarkan hasil overlay peta bidang dengan peta rencana dan 33 bidang yang tidak sesuai berdasarkan peta bidang; 4) serta nilai bidang terdampak dengan nilai Rp 1.000.000 – Rp 10.000.000 sebanyak 126 bidang pada hasil overlay dan 120 bidang berdasarkan peta bidang oleh BPN.

Page 2 of 2 | Total Record : 13