cover
Contact Name
Tika Ferdian, S.Pd
Contact Email
tikaferdian58@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnmi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues
ISSN : 29633826     EISSN : 2963282X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi kegiatan manajemen pelayanan kesehatan dibidang: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok. Manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan lembaga pelayanan kesehatan. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 32 Documents
Hubungan manajemen asuhan keperawatan dalam penanganan pasien dengan penyakit hipertensi Della Kasturi Syam; Armen Patria; Ari Sukmanela
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 2 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i2.3928

Abstract

Background: Hypertension is a cardiovascular disease or blood pressure that exceeds the normal systolic limit. This disease is often found in the surrounding community which is caused by various factors. Hypertension or high blood pressure is a condition where blood pressure exceeds the normal systolic limit of 140 mmHg or more and diastolic 90 mmHg or more on 2 measurements within an interval of 2 minutes. Purpose: To determine the relationship between nursing care management and the management of patients with hypertension. Method: This quantitative study employed a cross-sectional design. Total sampling was used, in which all members of the population were included as the study sample. A total of 96 participants were included in this study at Advent Hospital Bandar Lampung. Results: The Chi-square test showed a statistically significant relationship between nursing care management and the management of patients with hypertension (p = 0.002; p < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between nursing care management and the management of patients with hypertension. Suggestion: The findings may serve as a reference for improving healthcare services, particularly through educational programs on effective nursing care management for patients with hypertension.   Keywords: Hypertension; Nursing Care Management; Patient Management.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah melebihi batas normal. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai ≥90 mmHg berdasarkan dua kali pengukuran dengan selang waktu sekitar 2 menit. Penyakit ini banyak ditemukan di masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan: Mengetahui hubungan antara manajemen asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Hasil: Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara manajemen asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan pasien hipertensi (p = 0.002; p < 0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya melalui penguatan program edukasi mengenai manajemen asuhan keperawatan yang efektif bagi pasien hipertensi.   Kata kunci: Hipertensi; Manajemen Asuhan Keperawatan; Manajemen Pasien.
Peningkatan pengetahuan programmer prolanis terkait diabetes self-management selama puasa ramadan Sugiharto Sugiharto; Sulastri Sulastri; Wiwiek Natalya
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i3.4303

Abstract

Background: Ramadan fasting could provide numerous benefits for the body. However, it could also cause acute complications for people with diabetes. Therefore, consultation before fasting is crucial. Healthcare workers must have sufficient knowledge to provide accurate, evidence-based information. Purpose: To increase the knowledge of non-communicable disease (NCD) programmers and PROLANIS. Method: This community service program involved all non-communicable disease (NCD) and PROLANIS programmers. Education regarding diabetes and Ramadan was provided in accordance with International Diabetes Federation guidelines, as well as a fasting risk assessment using the "SHIYAM" application. Results: Twenty-four participants, including doctors, nurses, and midwives, took pre- and post-tests. The results showed a significant increase in knowledge (p <0.001). Conclusion: Structured education for NCD and PROLANIS programmers is very beneficial in preparing healthcare workers to provide health education to people with diabetes so they can fast safely and without complications. It is hoped that healthcare workers can apply their knowledge and conduct comprehensive assessments in primary healthcare facilities. Keywords: Self-Management; Knowledge; PROLANIS; Ramadan Fasting Risk Assessment; Type 2 Diabetes Mellitus. Pendahuluan: Puasa Ramadan dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi akut bagi diabetisi. Sehingga konsultasi sebelum berpuasa sangat penting. Tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk memberikan informasi yang tepat sesuai panduan dan berbasis bukti. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan programmer penyakit tidak menular (PTM) dan PROLANIS. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan seluruh programmer penyakit tidak menular dan PROLANIS. Edukasi yang diberikan mengenai diabetes dan ramadan sesuai panduan dari Internasional Diabetes Federation, juga pengkajian risiko berpuasa menggunakan aplikasi “SHIYAM”. Hasil: Sebanyak 24 peserta terdiri dari dokter, perawat, dan bidan telah mengikuti pretest dan posttest. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p <0.001). Simpulan: Pendidikan terstruktur bagi programmer PTM dan PROLANIS sangat bermanfaat dalam menyiapkan tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan bagi diabetisi agar dapat menjalankan puasa dengan aman dan bebas dari komplikasi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengaplikasikan pengetahuannya dan melakukan pengkajian secara komprehensif di fasilitas kesehatan pratama. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Diabetes Self-Management; Knowledge; Pengkajian Risiko Puasa Ramadan; PROLANIS.

Page 4 of 4 | Total Record : 32