cover
Contact Name
Tika Ferdian, S.Pd
Contact Email
tikaferdian58@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnmi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues
ISSN : 29633826     EISSN : 2963282X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi kegiatan manajemen pelayanan kesehatan dibidang: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok. Manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan lembaga pelayanan kesehatan. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 20 Documents
Hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup pada lansia Suharti, Sri; Wulan, Sarinah Sri
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1250

Abstract

Background: Hearing loss is a common health problem among older adults. Hearing loss can lead to social isolation, depression, and withdrawal from life activities, which can impact quality of life. The four domains of quality of life are defined as subjective perception or experience, behavior, potential capacity, and state of being. Purpose: To determine the relationship between hearing impairment and quality of life in the elderly at the UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, South Lampung. Results: Quality of life was good as many as 14 respondents (58.3%), and 10 respondents (41.7%). From the correlation test, it was found that the p-value was 0.050 (0.05), which means that there is a tendency that the elderly with hearing loss have a poor quality of life. Method: Quantitative research using cross-sectional design with 24 elderly respondents using purposive sampling technique, data collection tool using a questionnaire in the form of a favorable scale of 1-5, this research variable uses two variables. Results: Fourteen respondents (58.3%) reported good quality of life, while 10 respondents (41.7%) reported poor quality of life. The correlation test yielded a p-value of 0.050 (0.05), indicating a tendency for elderly people with hearing impairment to have a poorer quality of life. Conclusion: There is a relationship between hearing impairment and quality of life in elderly people at the UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, South Lampung.   Keywords: Elderly; Hearing Loss; Quality of Life.   Pendahuluan: Gangguan pendengaran adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai pada lansia. Hilangnya pendengaran dapat menyebabkan terjadinya isolasi sosial, depresi dan menarik diri dari aktivitas hidup yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Empat domain kualitas hidup diartikan sebaga isuatu persepsi  atau pengalaman subjektif, perilaku, kapasitas potensial dan status keberadaan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan gangguan pendengaran dan kualitas hidup pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Metode: Penelitian kuantitatif desain crosssectional dengan jumlah responden 24 lansia dengan teknik sampel teknikpurposive sampling, alat pengambilan data dengan kuesioner berbentuk favorable dengan skala 1-5, variable penelitian ini menggunakan dua variable. Hasil: Kualitas hidup baik sebanyak 14 responden (58,3%), dan pengetahuan hidup buruk sebanyak 10 responden (41,7%). Dari uji korelasi didapatkan nilai p-value 0,050 (0,05), yang artinya terdapat kecenderungan bahwa lansia yang memiliki gangguan pendengaran memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Simpulan: Terdapat hubungan antara gangguan pendengaran dan kualitas hidup pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan.   Kata Kunci: Gangguan Pendengaran; Kualitas Hidup; Lansia.
Penerapan teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi napas pada penderita asma Pangesti, Dimas Ning; Andoko, Andoko; Wulan, Sarinah Sri
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1251

Abstract

Background: Asthma is a condition in which the airways narrow due to hyperactivity to certain spaces. Asthma attacks cause sufferers to experience difficulty breathing or shortness of breath. Purpose: To determine the effect of Buteyko breathing techniques on respiratory rate in asthma patients in the Bandar Jaya inpatient community health center. Method: A pre-experimental, one-group pretest-posttest study with a sample size of 27 respondents. Results: The Buteyko breathing technique significantly reduced shortness of breath in 27 respondents. The average respiratory rate was 27 breaths per minute before and 22 breaths per minute after application. Conclusion: The application of the Buteyko breathing technique in asthma patients is determined by stress and physical activity. Recommendation: Buteyko breathing technique training can be used as a standard non-pharmacological nursing intervention for all clients with asthma.   Keywords: Asthma; Breathing Technique; Buteyko.   Pendahuluan: Asma adalah suatu keadaan dimana saluran pernapasan mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap ruangan tertentu. Serangan asma yang terjadi menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan  teknik pernapasan buteyko terhadap  frekuensi napas terhadap penderita asma di wilayah kerja puskesmas rawat inap  Bandar jaya. Metode: Penelitian pre experimental one group pretest-postest dengan jumlah sampel 27 responden.  Hasil: Teknik pernapasan buteyko dapat mengurangi frekuensi sesak napas secara signitifikan pada  27 responden  sebelum di lakukan  teknik pernapasan  buteyko rata-rata frekwensi napas  27 x/menit dan sesudah di lakukan penerapan  teknik pernapasan buteyko rata-rata frekuensi napas  22x/menit. Simpulan: Penerapan teknik pernapasan buteyko pada pasien asma di tentukan oleh faktor strees dan aktifitas fisik.  Saran: Latihan teknik pernapasan buteyko dapat dijadikan standar tindakan keperawatan non farmakologi kepada semua klien yang menderita asma.   Kata Kunci: Asma; Buteyko; Teknik pernapasan.
Asuhan keperawatan pasien stroke dengan masalah gangguan mobilitas fisik fokus intervensi range of motion (ROM) Fitri, Feni Elda; Marliyana, Marliyana; Nurhayati, Nurhayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.1252

Abstract

Background: Stroke is a sudden, rapidly developing brain disorder that lasts more than 24 hours. It is caused by ischemia or hemorrhage in the brain. In this condition, oxygen supply to the brain is disrupted and can affect nerve function in the brain, which can cause loss of consciousness. Impaired physical mobility is a limitation in the physical movement of one or more extremities independently. Range of motion (ROM) exercises are exercises performed to maintain or improve the level of perfection of the ability to move joints normally and completely to increase muscle tone and muscle mass. Purpose: To analyze data on stroke patients with additional literature sources and with physical mobility disorders. Focusing on Range of Motion (ROM) interventions at the Sekincau Community Health Center, West Lampung. Method: This research paper uses a descriptive approach using a case study design. This study aims to implement nursing care for stroke patients with impaired physical mobility, focusing on range of motion (ROM) interventions. Results: This study shows that on day 3, patients 1 and 2 experienced partially resolved physical mobility impairments related to weakness, with the following outcome criteria: Patient 1 reported increased muscle strength in the right side of the body, no longer experiencing pain when moved, and no longer experiencing joint stiffness, with muscle strength increasing from a scale of 3 to a scale of 4. Patient 2 reported increased muscle strength in several parts of the body, no longer experiencing pain when moved, and no longer experiencing joint stiffness, with muscle strength increasing from a scale of 2 to a scale of 3.   Keywords: Nursing Care; Impaired Physical Mobility; Stroke.   Pendahuluan: Stroke adalah gangguan yang menyerang otak secara mendadak dan berkembang cepat yang berlangsung lebih dari 24 jam ini disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak sehingga pada keadaan tersebut suplai oksigen ke otak terganggu dan dapat mempengaruhi kinerja saraf di otak, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Gangguan mobilitas fisik yaitu keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekskremitas secara mandiri. Range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan tonus otot dan masa otot. Tujuan: Untuk menganalisa data pada Pasien Stroke tambahan sumber kepustakaan dan Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Fokus Intervensi Range Of Motion (ROM) di Puskesmas Sekincau, Lampung Barat. Metode: peulisan karya ilmiah ini menggunakan deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien stoke dengan masalah gangguan mobilitas fisik fokus intervensi range of motion (ROM). Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa dari pasien 1 dan pasien 2 pada hari ke 3 yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan tindakan teratasi sebagian dengan kriteria hasil yang didapatkan pada pasien 1 dan 2 yaitu Pasien 1 mengatakan bagian tubuh sebelah kanan sudah mulai mengalami peningkatan kekuatan otot, sudah tidak nyeri apabila digerakan, sendi sudah tidak kaku dengan peningkatan nilai kekuatan otot yang semula di skala 3 menjadi skala 4 sedangkan pada Pasien 2 mengatakan di beberapa bagian tubuh sudah mulai mengalami peningkatan kekuatan otot, sudah tidak nyeri apa bila digerakan, sendi sudah tidak kaku dengan peningkatan nilai kekuatan otot yang semula dengan skala 2 menjadi skala 3.   Kata kunci: Asuhan Keperawatan; Gangguan Mobilitas Fisik; Stroke.
Survey perilaku hidup bersih dan sehat anak usia dini di era pandemi covid-19 Suharti, Sri; Wulan, Sarinah Sri; Fauziah, Edita Izni
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1253

Abstract

Background: The prevalence of Covid-19 in Indonesia is 927,380 cases. The Covid-19 pandemic can be prevented with PHBS. Clean and healthy living behavior (PHBS) is an activity or activity of living things that can be observed directly or indirectly by outsiders. Purpose: To determine the description of clean and healthy living behavior of early childhood during the Covid-19 pandemic in Purwodadi Village, Gisting District, Tanggamus Regency. Method: This descriptive study involved 30 parents of children aged 4-6 years old, selected using a total sampling technique. Results: The study showed that 90%, or 27 respondents, demonstrated good hygiene and healthy living behaviors, while 10%, or 3 respondents, demonstrated adequate hygiene and healthy living behaviors. The description of hygiene and healthy living behaviors among early childhood children during the COVID-19 pandemic in Purwodadi Village, Gisting District, Tanggamus Regency in 2021 was categorized as good. Conclusion: This study can be continued with a larger number of respondents and can be conducted directly with early childhood respondents.   Keywords: Clean and Healthy Living Behavior; Covid-19 Pandemic; Early Childhood.   Pendahuluan: Prevalensi Covid-19 di Indonesia 927.380 kasus,pandemi Covid-19 bisa di cegah dengan PHBS.Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah suatu kegiatan atau aktivitas mahluk hidup yang dapat di amati secara langsung maupun tidak langsung yang dapat diamati oleh pihak luar. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat anak usia dini di era pandemi Covid-19 di Desa Purwodadi Kecamtan Gisting Kabupaten Tanggamus. Metode: Penelitian jenis deskriptif dengan responden berjumlah 30 orang tua yang memiliki anak usia dini 4-6 tahun yang di ambil menggunakan tekhnik total sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan 90% atau 27 responden menunjukan baik perilaku hidup bersih dan sehat sedangkan 10% atau 3 responden menunjukan perilaku hidup bersih dan sehat cukup. Gambaran perilaku hidup bersih dan sehat anak usia dini di era pandemi Covid-9 di Desa Purwodadi Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus tahun 2021 dalam kategori baik. Simpulan: Penelitian ini bisa dilanjutkan dengan responden yang lebih banyak dan bisa dilakukan dengan responden anak usia dini secara langsung.   Kata Kunci: Anak Usia Dini; Pandemi Covid-19; Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat.
Massage efleruangge terhadap sensasi proteksi pada pasien diabetes millitus tipe II Wulan, Sarinah Sri; Pangesti, Dimas Ning
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1254

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term treatment. The prevalence of diabetes mellitus increases annually, and if left untreated, it can lead to complications, including neuropathy. Neuropathy is damage to peripheral nerves that results in numbness and impaired sensory sensitivity in organs. This neuropathy can be minimized with pharmacological techniques, such as efleruangge massage, a hand-based therapy that manipulates muscles and other soft tissues to improve health. Purpose: To determine foot sensitivity before and after efleruangge massage. Method: A descriptive study was conducted with two respondents who received efleruangge massage for one week. Result: There were changes before and after efleruangge massage. Respondent I had 2 points of sensitivity on the left extremity; 3 points on the right extremity; and 5 points on the right extremity. Respondent II had 2 points on the left extremity; 3 points on the right extremity; and 3 points on the left extremity; and 4 points on the right extremity. Conclusion: There were changes in foot sensitivity before and after efleruangge massage. It is recommended that efleruangge massage be combined with a diabetes diet, regular exercise, and regular doctor consultations.   Keywords: Diabetes Millitus; Massage Efleruangge; Sensation Of Protection.                                                                                                    Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronik yang memerlukan waktu perawatan lama bahwa prevalensi diabetes militus setiap tahun nya semakin meningkat jika tidak di tangani akan menimbulkan komplikasi salah satunya neuropati, neuropati adalah kerusakan saraf-saraf perifer yang mengakibatkan baal/gangguan sensitifitas sensoris pada organ. Neuropati ini bisa di minimalisir dengan tekhnik farmokologi yaitu dengan memberikan massage efleruangge merupakan terapi dengan menggunakan tangan dimana otot dan jaringan lunak lain tubuh dimanupulasi untuk meningkatkan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui sensitifitas kaki sebelum dan sesudah di lakukan massage efleruangge. Metode: yang digunakan deskriptif dengan dua responden yang di lakukan massage efleruangge selama 1 minggu. Hasil: Ada perubahan antara sebelum dan sesudah di lakukan massage efleruangge, responden I exstermitas kiri sensitifitas 2 titik exstermitas kanan sensitifitas 3 titik setelahnya exstermitas kiri sensitifitas 3 titik yang ter deteksi exstermitas kanan sensitifitas 5 titik yang ter deteksi. pada responden II exstermitas kiri 2 titik exstermitas kanan sensitifitas 3 titik setelahnya exstermitas kiri sensitifitas 3 titik exstermitas kanan sensitifitas 4 titik yang ter deteksi. Simpulan: ada perubahan sensitifitas pada kaki sebelum dan sesudah di lakukan massage efleruangge. Saran menerapkan massage efleruangge hendaknya di barengi dengan diit DM dan olahraga rutin serta konsultasi dokter secara rutin.   Kata kunci: Diabetes Millitus; Massage Efleruangge; Sensasi Proteksi.
Gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan penularan covid-19 Marliyana, Marliyana; Pangesti, Dimas Ning; Septiana, Ria
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.1255

Abstract

Background: The prevalence of COVID-19 in Indonesia is 488,000 cases. Students' knowledge about preventing COVID-19 transmission contributes to breaking the chain of transmission. Purpose:  To determine the characteristics of students' knowledge levels about preventing COVID-19 transmission at the Baitul Hikmah Nursing Academy in Bandar Lampung in 2021. Method: This descriptive study used a non-random sampling technique with 30 students as respondents. Data were collected using a questionnaire completed via Google Forms, consisting of 30 items, and analyzed using a frequency distribution formula. Results: 19 (63%) students' knowledge level regarding COVID-19 transmission prevention at the Baitul Hikmah Nursing Academy met the following criteria: good (19%), adequate (9) (30%), and inadequate (2) (7%). Conclusion: The level of student knowledge regarding COVID-19 transmission prevention at the Baitul Hikmah Nursing Academy in Bandar Lampung in 2021 was categorized as good. Recommendation: Further in-depth research should be conducted to examine student attitudes and behaviors regarding COVID-19 transmission prevention.   Keywords: COVID-19; Transmission Prevention; Student Knowledge.   Pendahuluan: Prevalensi Covid-19 di Indonesia 488.000 kasus, Pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan penularan Covid-19 berkontribusi untuk memutus mata rantai Covid-19. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan penularan covid-19 di akademi keperawatan baitul hikmah bandar lampung tahun 2021. Metode: Penelitian bersifat deskriptif menggunakan teknik non random sampling dengan jumlah responden 30 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diisi melalui google form yang terdiri dari 30 item pernyataan dengan data dianalisis menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil: Terdapat kriteria tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan penularan Covid-19 di akademi keperawatan baitul hikmah, baik 19 (63%), cukup 9 (30%), kurang 2 (7%) . Simpulan: Gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan penularan Covid-19 di akademi keperawatan baitul hikmah bandar lampung tahun 2021 dalam kategorik baik. Saran: Dapat melakukan penelitian lebih dalam lagi dengan tema melihat sikap atau prilaku mahasiswa tentang pencegahan penularan Covid-19.   Kata Kunci: Covid-19; Pencegahan Penulara; Pengetahuan Mahasiswa.
Penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah Fitri, Feni Elda; Nurhayati, Nurhayati; Ningsih, Tri Riwayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1256

Abstract

Background: Preschoolers aged 3-6 years are experiencing a crucial period that lays the foundation for their future development. Handwashing is the process of vigorously rubbing both surfaces of the hands together using an appropriate substance and rinsing with water. Purpose: To eliminate as many microorganisms as possible, it also reveals that handwashing (also considered hand hygiene) is essential. Method: Descriptive research using a case study method. Results: The effect of the singing method on handwashing skills in preschool-aged children was found to have an impact on children's abilities before and after being exposed to the singing method. Results: The effect of the singing method on handwashing skills in preschool-aged children was found to have an impact on children's abilities before and after being exposed to the singing method. Conclusion: Before the implementation, Subjects 1 and 2 were unable to perform the six steps of handwashing correctly. After five days of implementation, changes were observed in Subjects 1 and 2's ability to perform the six steps of handwashing correctly without assistance. Recommendation: Health workers should provide counseling on the implementation of the singing method to improve handwashing skills in preschool-aged children. It is hoped that respondents will understand the benefits of implementing the health education activities provided.   Keywords: Handwashing skills; Literature; Preschool-aged children; Singing method.   Pendahuluan: Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun dimana anak mengalami masa yang sangat penting sebagai pondasi atau dasar untuk perkembangan masa depannya. Mencuci tangan adalah proses menggosok kedua permukaan tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat yang sesuai dan dibilas dengan air. Tujuan: Untuk menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin juga mengungkapkan bahwa cuci tangan (juga dianggap hygiene tangan) Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil: Metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah ditemukan adanya kemampuan anak sebelum dan sesudah diberikan penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan. Simpulan: Sebelum diberikan penerapan pada subjek 1 dan subjek 2 belum mampu melakukan 6 langkah cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Setelah diberikan penerapan selama 5 hari di dapatkan perubahan kemapuan subjek 1 dan 2 mampu melakukan 6 langkah cara mencuci tangan dengan baik dan benar tanpa bantuan orang lain. Saran: Tenaga kesehatan mampu memberikan penyuluhan tentang penerapan metode bernyanyi untuk meningkatkan kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah, diharapkan responden memahami manfaat penerapan kegiatan pendidikan kesehatan yang diberikan.   Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah Kepustakaan; Kemampuan Mencuci Tangan; Metode Bernyanyi.  
Knowledge and practices regarding prevention of peripheral intravenous catheter (PIVC) infection among registered nurses Sharinaz, Nora; Muhammad Mustafa, Nurul Fariza; Kunju, Annamma Kunju
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.1291

Abstract

Background: Peripheral intravenous catheter (PIVC) cannulation is the insertion of a vascular access device into a peripheral vein. This procedure needs manual skills, professional competency, and knowledge regarding the anatomy and physiology of the vascular system. However, the incidences of PIVC infections occur due to poor cannulation or care post-insertion practices that may lead to prolonged hospital stays. They will increase hospital costs for the patient or the hospital itself.   Purpose: To determine Registered nurses' (RN) knowledge and practices regarding PIVC care. Method: This descriptive quantitative study used a set of online questionnaires via Google Forms. These studies aim to determine the knowledge and practice of RNs towards the care and maintenance of PIVC. A total number of 113 respondents have joined this study. Results: Most RNs are well-versed in caring for and sustaining PIVC, while some lack knowledge and practice. Even though just 85.8% of respondents had adequate knowledge, the data revealed that 86.7% followed proper procedures. This could be a source of concern for patient safety. Conclusion:   Keywords: Infection; Knowledge; Nurses; PIVC; Practices.
Edukasi kekerasan seksual dengan media video pada remaja Astri, Hanifah; Muhani, Nova; Febriani, Christin Angelina
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.1292

Abstract

Background: Sexual violence remains a serious problem in educational settings, including secondary schools. According to data from the 2022 Symfoni PPA (PPA Children's Empowerment and Child Protection) report, there were 4,908 cases of sexual violence against children in Indonesia, with 362 cases occurring in Lampung Province. Preventing sexual violence requires effective and accessible educational efforts for adolescents. Purpose: To determine the effectiveness of sexual violence education using video media on improving students' knowledge. Method: A one-group pretest-posttest study with a randomly selected sample of 84 students. The research instrument was a knowledge questionnaire, measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The study showed an increase in the average knowledge score from 97.26 before the intervention to 99.93 after the intervention, with a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant difference. Conclusion: Educational videos are considered effective in improving students' knowledge regarding sexual violence prevention. Routine use of video media in schools is a strategy for promoting reproductive health and preventing sexual violence against adolescents   Keywords: Education; Knowledge; Sexual Violence; Video.   Pendahuluan: Kekerasan seksual masih menjadi salah satu masalah serius di lingkungan pendidikan, termasuk di sekolah menengah. Berdasarkan data Simfoni PPA tahun 2022, tercatat sebanyak 4.908 kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia, dengan 362 kasus terjadi di Provinsi Lampung. Pencegahan kekerasan seksual memerlukan upaya edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh remaja. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi kekerasan seksual dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode: Penelitian desain one group pretest-posttest dengan sampel 84 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 97,26 sebelum intervensi menjadi 99.93 setelah intervensi, dengan p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan signifikan. Simpulan: Video edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan kekerasan seksual. Penggunaan media video dilakukan secara rutin di sekolah sebagai strategi promosi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual pada remaja.   Kata kunci: Edukasi; Kekerasan Seksual; Pengetahuan; Video.
Hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Kadek Dwi Anggita Aprilia Putri; Wati, Ni Made Nopita Wati; Desak Made Ari Dwi Jayanti
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.1311

Abstract

Background: The burden of caring for family members with mental disorders often triggers anxiety in caregivers, the intensity of which is influenced by caregiver characteristics. Purpose: To determine the correlation between caregiver’s characteristics and anxiety level in caregivers of individuals with mental disorders. Method: The research design used a descriptive with a cross-sectional approach model. The population of this study amounted to 155 people using purposive sampling, with a sample size of 123 people. The research instrument used a family characteristics questionnaire and the STAI-T Questionnaire. Data analysis using Spearman rank correlation test and Chi-Square test. Results: The results showed that the age of respondents was early adulthood (26–35 years) 45 respondents (36.5%), female 78 respondents (63.4%), high school/vocational high school education 75 respondents (61%), and worked as private employees 68 respondents (55.3%). The anxiety level of the respondents was in moderate anxiety as many as 53 respondents (43.1%). The results showed there was a relationship between age (p=0.013), gender (p=0.046), and occupation (p=0.019) with anxiety level, and there was no relationship between education and anxiety level (p=0.617). Conclusion: The results showed that caregiver characteristics such as age, gender, and occupation are factors that can affect caregiver anxiety levels.   Keywords: Caregiver Characteristics; Anxiety Level; Mental Disorders.   Pendahuluan: Beban merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa seringkali memicu kecemasan pada caregiver, yang intensitasnya dipengaruhi oleh berbagai karakteristik dari caregiver. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan model pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa sebanyak 155 orang. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling, dengan jumlah sampel 123 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik keluarga dan State Trait Anxiety Inventory-Trait (STAI-T). Analisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman dan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik usia responden berada pada usia dewasa awal (26–35 tahun) sebanyak 45 responden (36.5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 responden (63.4%), berpendidikan SMA/SMK sebanyak 75 responden (61%), dan bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 68 responden (55.3%). Tingkat kecemasan responden sebagian besar mengalami kecemasan sedang dengan jumlah 53 responden (43.1%). Terdapat hubungan antara usia (p=0.013), jenis kelamin (p=0.046), pekerjaan (p=0.019) dengan tingkat kecemasan. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan (p=0.617). Simpulan: Sebagian besar caregiver mengalami kecemasan sedang. Beberapa karakteristik caregiver seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan merupakan faktor yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan caregiver selama merawat penderita gangguan jiwa. Diharapkan puskesmas dapat berperan aktif dalam membangun jaringan dukungan komunitas demi memudahkan keluarga untuk berkomunikasi mengenai kesulitan yang dihadapi sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan.   Kata Kunci: Karakteristik Caregiver; Tingkat Kecemasan: Gangguan Jiwa.

Page 2 of 2 | Total Record : 20