cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dietetics@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Natar No. 100, Natar, Lampung Selatan
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Journal of Dietetics Science
ISSN : -     EISSN : 31092446     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Science,
Journal of Dietetics Science (ISSN : 3109-2446) publishes peer-reviewed original research articles across the full spectrum of nutritional science. This includes experimental nutrition in humans, food technology, food services, dietetics, and other related fields. Additionally, the journal features special articles such as comprehensive reviews, biographies of prominent nutrition scientists, and thought-provoking discussions on controversial issues in nutrition. The primary goal of all publications submitted to the journal should be to advance the body of knowledge in nutritional science. JDS encourages submissions that address key topics, including, but not limited to, nutritional epidemiology, dietary requirements, metabolic investigations, body composition, energetics, appetite regulation, stunting, wasting, obesity, and other nutritional health issues impacting populations worldwide.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science" : 5 Documents clear
Pentingnya Indikator Satuan Epidmiolog Dalam Rangka Kebijakan Pada Pencegahan Kejadian Stunting Sutarto, Sutarto; Indriyani, Reni
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4905

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang sangat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama di Indonesia. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mengurangi prevalensi stunting, angka stunting masih tinggi, menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas kebijakan tersebut. Artikel ini membahas pentingnya penggunaan indikator satuan epidemiologi, seperti prevalensi stunting, angka kematian bayi, cakupan imunisasi, dan sanitasi, dalam memantau dan merancang kebijakan pencegahan stunting yang lebih efektif. Indikator ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Selain itu, pendidikan kesehatan juga memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui program penyuluhan yang berkelanjutan untuk masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Program penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan pengasuhan yang baik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta penguatan peran kader kesehatan, diharapkan prevalensi stunting dapat menurun secara signifikan. Artikel ini juga merekomendasikan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pendidikan kesehatan dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan temuan di lapangan.
Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri Di Wilayah Puskesmas Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang 2024 Rusyantia, Anggun; Putri, Sefanadia; Arsyad Temenggung, Mara Sari
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4919

Abstract

Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health efforts managed by cadres to provide easy access to basic health services, including anthropometric measurements of toddlers. The characteristics and roles of cadres influence the monitoring of toddler growth and development. This study aims to assess the characteristics, knowledge, and skills of Posyandu cadres in performing anthropometric measurements of toddlers at the Gedung Meneng Community Health Center, Tulang Bawang Regency. This research uses a quantitative descriptive approach with a sample of 46 cadres from the Gedung Meneng Community Health Center area. The results showed that the average age of the cadres is 41 years, with most having completed elementary school (45.7%), junior high school (28.3%), and high school (26.1%). All cadres have more than one year of work experience. The knowledge of cadres regarding anthropometric measurements is predominantly good (80.4%), while 19.6% have moderate knowledge. In terms of skills, 52.1% of cadres are skilled in measuring infant weight, 60.9% in digital weighing, and 63% in height measurement. However, 65.2% were not skilled in measuring body length, 71.8% in measuring arm circumference, and 58.7% in measuring head circumference. Despite good knowledge, skills were not fully optimized. Therefore, it is recommended that the Gedung Meneng Community Health Center involve nutritionists to provide re-training and continuous support to improve the skills of cadres.
Kajian Pembuatan Cupcake dengan Penambahan Tepung Bayam Merah dan Tepung Ikan Teri sebagai Alternatif Makanan Selingan Tinggi Zat Besi dan Kalsium bagi Ibu Hamil Indriyani, Reni; Merita Putri; Nugroho, Arie; Sejati, Nawasari Indah Putri
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4929

Abstract

Cupcake merupakan salah satu makanan selingan yang banyak disukai oleh masyarakat, baik anak-anak hingga dewasa. Produk cupcake yang dikonsumsi saat ini masih memiliki kandungan gizi terbatas, sehingga perlu ditambahkan beberapa pangan lain untuk meningkatkan nilai gizi cupcake. Nilai gizi cupcake dapat ditingkatkan dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang mempunyai kandungan zat besi dan kalsium yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan) serta kandungan zat besi dari cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai. Metode yang digunakan berupa deskriptif dengan satu kali pengulangan dalam pembuatan produknya. Penelitian ini menggunakan 2 faktor, faktor pertama yaitu penambahan tepung bayam merah dengan konsentrasi 8%, 12%, 16%, dan 20%, faktor kedua yaitu penambahan tepung ikan teri dengan konsentrasi 8%, 12%, 16% dan 20%. Uji organoleptik menggunakan metode uji hedonik, kemudian dilanjutkan uji kadar zat besi dengan metode Plasma Terpasang Secara Induktif Spektrometri Massa (ICP – MS), kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, dan foodcost pada cupcake yang paling disukai. Berdasarkan uji organoleptik didapatkan hasil cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai yaitu formula 1 dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri sebanyak 8%. Hasil analisis zat besi cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri dengan menggunakan TKPI yaitu sebesar 1,28 mg, sedangkan berdasarkan uji laboratorium kadar zat besi didapatkan sebesar 8,7 mg. Perlu dilakukan uji umur simpan untuk mengetahui berapa lama produk cupcake bisa dikonsumsi dengan baik. Dan pada saat pencampuran mentega cair kedalam adonan harus dipastikan tercampur dengan rata karena jika tidak tercampur rata maka cupcake tidak mengembang dengan sempurna.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, Pola Konsumsi Makanan Mengandung Zat Besi Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Bertalina, Bertalina; Diwala, Elsa
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4932

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada remaja. Pada tahun 2018, anemia di Provinsi Lampung adalah sebesar 11,67%, sedangkan prevalensi anemia di kota Bandar Lampung sebesar 23,37% (Dinas KesehatanProvinsi Lampung, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, pola konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri kelas VII dan VIII di SMP IT Fitrah Insani Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 38 responden, pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan FFQ. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP IT Fitrah Insani Bandar Lampung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri memilikipengetahuan anemia yang baik (55,3%), sikap positif terkait penanganan anemia (52,6%), dan pola konsumsi makanan mengandung zat besi yang kurang baik (57,9%). Selain itu diketahui bahwa hanya 2,6% remaja putri yang mengkonsumsiTablet Tambah Darah (TTD). Program pemberian tablet tambah darah sudah ada dari pemerintah, sehingga diharapkan kepada pihak sekolah agar menyediakan media kesehatan seputar manfaat dan ajakan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dilingkungan sekolah, sekolah juga dapat menyelenggarakan minum TTD bersama setiap 1xdalam seminggu serta menyediakan TTD mandiri, dan diharapkan kepada puskesmas setempat agar dapat memberi motivasi dan edukasi seputar anemia dan manfaaat TTD untuk meningkatkan efektivitas konsumsi TTD.
Status Gizi, Riwayat Penyakit Tidak Menular Dan Kebiasaan Olahraga Pada Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Kotabumi Tengah Kabupaten Lampung Utara Syakir, Sutrio
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4940

Abstract

Nutritional problems that are often experienced by the elderly in addition to malnutrition, obesity problems are also often experienced by the elderly, which can arise because activity in this group has decreased while food intake is not reduced or even excessive, The purpose of the study was to determine the description of nutritional status and history of non-communicable diseases and exercise habits in the elderly at the Elderly Posyandu, Kotabumi Tengah Village, North Lampung Regency. The type of research used was descriptive research with a cross-sectional approach. The location of the study was at the Elderly Posyandu, Kota Bumi Tengah Village with a population of 48 people. The variables used were nutritional status, disease history, exercise habits and characteristics (gender, age, education, work). The data collection method used was Random Sampling (simple random). Data collection in this study used a questionnaire in the form of questions to determine the nutritional status, disease history and exercise habits of elderly participants. Data analysis used univariate analysis. The results of the study obtained as many as the nutritional status of the elderly according to BMI, namely 5% very thin, 5% thin, 57.5% normal, 15% fat, 17.5% obesity, history of NCDs in the elderly category who have a history of NCDs 85%, those who do not have a history of NCDs 15%, exercise habits in the elderly category rarely / do not exercise 62.5%, often exercise 37.5%. It is hoped that health workers can increase the knowledge of the elderly about non-communicable diseases by providing education and assistance. Counseling is more interactive, creative with lecture methods and two-way discussions with adult learning methods.

Page 1 of 1 | Total Record : 5