cover
Contact Name
Julina BR Sembiring
Contact Email
azkatepu@gmail.com
Phone
+6282162165553
Journal Mail Official
rekammedic@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekam Medic
ISSN : -     EISSN : 26146398     DOI : 10.33085
Jurnal Rekam Medic dikelola oleh Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal mencakup tema yang fokus pada bidang administrasi dan layanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Terbitan ini berisi artikel bidang berkaitan dengan Kebijakan Pelayanan, Admnistrasi dan Rekam Medik. Jurnal Rekam Medic diterbitkan berkala 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Artikel yang diserahkan ke jurnal ini akan ditinjau oleh editor dan reviewer. Naskah artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Rekam Medic mencakup ranah penelitian, penerapan, atau konseptual. JRM tersedia online dan akses terbuka, sehingga penulis dan peneliti dapat lebih mudah mengakses hasil penelitian yang telah dipublikasikan di JRM.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus" : 6 Documents clear
Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis di Registrasi Rawat Jalan di RSUD Sidikalang Pinem, Sri Winda
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4930

Abstract

Pendahuluan; Registrasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang merupakan tempat penerimaan pasien yang melayani pasien rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat hal ini disebabkan belum adanya Standar Operating Procedure (SOP) di registrasi rawat jalan maka petugas registrasi melakukan penerimaan semua pasien. Jumlah kunjungannya terus meningkat dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 hal ini dikarenakan dengan peningkatan jumlah pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mulai dilayani pada tahun 2014. Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tersebut adalah di daerah Kab Dairi, yang sebelumnya menggunakan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Sehingga terjadi overload pekerjaan, kurang istirahat dan petugas melanjutkan registrasi poliklinik sore untuk mengantisipasi pasien yang belum dilayani pada pagi hari. Tujuan; Untuk mengetahui dan memahami kebutuhan tenaga rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Metode; Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dan jenisnya deskriptif analitik. Penarikan sampel dilakukan dengan random sampling yakni dengan pasien yang berkunjung pada tanggal 24 Juni sampai 16 Agustus 2018 dengan jumlah 221 pasien berdasarkan tabel krejie dengan tingkat kesalahan 0,5% dan tingkat kebenaran 95% dari sampel 221 dibagi dengan pasien baru dengan jumlah 115 dan pasien lama dengan jumlah 106. Hasil; Berdasarkan hasil penelitian, dan dilihat dari kebutuhan SDM (tenaga) dengan jumlah 3.064.707, dibutuhkan 3 orang petugas registrasi, kondisi sekarang sudah ada 2 orang petugas. Kesimpulan; Sehingga jumlah petugas registrasi kurang dan perlu penyusunan Standar Operating Procedur (SOP) diregistrasi rawat jalan sehingga kegiatannya menjadi terarah.
Hubungan Pelayanan Rekam Medis terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Poli Bedah RSUP H. Adam Malik Maimunah, Maimunah
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4949

Abstract

Pendahuluan; Kebutuhan pasien adalah kebutuhan mendasar bagi penyedia layanan kesehatan. Kepuasan itu penting, ketika pasien sendiri mencari jasa layanan kesehatan maka kepuasan akan menjadi patokan untuk pembelian di masa yang akan datang. Pasien merasa tidak puas dikarenakan pendistribusian status yang terlambat sehingga lamanya mereka dilayani. Tujuan; Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelayanan rekam medis terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Poli Bedah RSUP H. Adam Malik. Metode; Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif crossectional, yaitu salah satu desain penelitian atau bisa pula dilihat sebagai salah satu metodologi penelitian sosial dengan melibatkan lebih baik dari satu kasus dalam sekali olah dan juga melibatkan beberapa variabel untuk melihat pola hubungannya. Hasil; Uji chi square antara variabel tangibels dengan variabel kepuasan pasien hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima karena nilai p= .933 (nilai p0,05). Uji chi square antara variabel empati dengan variabel kepuasn pasien hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima karena nilai p= .884 (nilai p0,05). Uji chi square antara variabel reliability dengan variabel kepuasan pasien hasilnya ada hubungan. Diketahui bahwa Ha diterima karena nilai p= .000 (nilai p0,05). Uji chi square antara variabel responsive dengan variabel kepuasan pasien hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima karena nilai p= .918 (nilai p0,05). Uji chi square antara variabel assurance dengan variabel kepuasan pasien hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima karena nilai p= .858 (nilai p0,05). Kesimpulan; Pasien merasa tidak puas dikarenakan pendistribusian status yang terlambat sehingga lamanya mereka dilayani. Terlambatnya  pendistribusian status biasanya dikarenakan salah simpan, salah pendistribusian dan petugas yang kurang tanggap.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Peserta BPJS pada Pelayanan Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Andesta, Andesta
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4950

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien adalah menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai layanan profesional dari mutu suatu rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mutu pelayanan berdasarkan dimensi kualitas pelayanan tangibles, empathy, reliability, responsiveness dan assurance. Metode: penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan model explanatory design, Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Proporsional Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang, sedangkan informan kualitatif berjumlah 3 orang. Data yang didapat selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat, bivariat dianalisis dengan uji statistik Chi-Square dan multivariat dianalisis dengan Uji Regresi Logistik Berganda pada α = 0,05 (95%) Hasil: penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  ada hubungan yang signifikan dari variabel  Tangible (nilai p = 0,000), Emphaty (nilai p = 0,000), Reliability (nilai p = 0,000), Responsiveness (nilai p = 0,000) dan Assurance (nilai p = 0,000) dengan kepuasan pasien peserta BPJS. Assurance merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS di Instalasi  Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Solok  (Nilai Exp B = 12,316, 95% CI : 2,068-73,349). Informan I terpengaruh dimensi pelayanan Tangible dan Assurance, informan II terpengaruh dimensi pelayanan Tangible dan Assurance, informan III terpengaruh dimensi pelayanan Tangible, Responsiveness dan Assurance. Kesimpulan: penelitian ini bahwa Tangibles, Empathy, Reliability, Responsiveness dan Assurance berpengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Solok. Variabel Assurance merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan pasien di Instalasi  Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Solok. Menurut informan I faktor yang paling berpengaruh yaitu Assurance, menurut informan II faktor yang paling berpengaruh yaitu Tangible, menurut informan III faktor yang paling berpengaruh yaitu Assurance.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketepatan Pengembalian Berkas Rekam Medis di Ruang Rawat Inap Terpadu (RINDU) A di RSUP H. Adam Malik Ginting, Agustina
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4915

Abstract

Pendahuluan; Ketepatan pengembalian berkas rekam medis yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, yakni 1x24 jam, merupakan salah satu faktor dari beberapa faktor peningkatan mutu informasi yang berkualitas di rumah sakit. Pengembalian berkas rekam medis yang tepat sangat diperlukan guna menghindari terganggunya sistem pelayanan dan berkurangnya kualitas rumah sakit. Tujuan; Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketepatan pengembalian berkas rekam medis di ruang rawat inap terpadu (Rindu) A RSUP H. Adam Malik. Metode; Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif crossesctional, yaitu salah satu desain penelitian atau bisa pula dilihat sebagai salah satu metodologi penelitian sosial dengan melibatkan lebih dari satu kasus dalam sekali olah dan juga melibatkan beberapa variabel untuk melihat pola hubungannya. Hasil; Uji Chi square antara variabel pendidikan dengan variabel ketepatan pengembalian berkas rekam medis hasilnya  ada hubungan. Diketahui bahwa Ha diterima karena nilai p= .023 (nilai p 0,05). Uji Chi square antara variabel penempatan kerja dengan variabel ketepatan pengembalian berkas rekam medis hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima nilai karena nilai p= .798 (nilai p 0,05). Uji Chi square antara variabel lama kerja dengan variabel ketepatan pengembalian berkas rekam medis hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa nilai Ho diterima karena nilai p= .190 (nilai p 0,05). Uji Chi square antara variabel lingkungan kerja dengan variabel ketepatan pengembalian berkas rekam medis hasilnya tidak ada hubungan. Diketahui bahwa Ho diterima karena nilai p= .798 (nilai p 0,05). Kesimpulan; Berkas rekam medis yang kembali dari ruang rawat inap terpadu (Rindu) A sudah kembali tepat waktu. Dimana jika dilihat dari kriteria penilaian pengembalian rekam medis atau yang biasa disingkat dengan PRM, rekam medis yang kembali sudah mencapai 80% dari target 100%.
Analisa Kinerja Petugas TB (Tuberculosis) di Rumah Sakit yang Telah Dilatih Program HDL (Hospital Dots Lingkage) di Kota Medan Fitria, Dilla
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4953

Abstract

Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yang direkomendasikan oleh WHO merupakan pendekatan yang paling tepat saat ini dan harus dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh dengan melakukan pengawasan dan pengendalian pengobatan penderita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi yaitu pengetahuan, pelatihan, sikap, motivasi; faktor pemungkin yaitu sarana dan prasarana atau fasilitas; maupun faktor penguat yaitu pengawasan dan pembinaan Direktur Rumah Sakit (kepemimpinan) terhadap kinerja petugas rumah sakit terhadap pelaksanaan strategi DOTS pada pasien TB di rumah sakit yang telah dilatih Program HDL (Hospital DOTS Lingkage) di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas P2TB di rumah sakit yang telah memperoleh pelatihan program HDL dari Dinas Kesehatan terdiri dari 3 profesi yaitu dokter, paramedis, dan petugas laboratorium dengan total sebanyak 42 orang, maka seluruh populasi diambil sebagai sampel. Tahapan analisis data yaitu univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pengetahuan (p=0,009), motivasi (p=0,045), sarana dan prasarana (p=0,013) dan kepemimpinan (p=0,016) terhadap kinerja petugas dalam pelaksanaan strategi DOTS. Variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja petugas adalah pengetahuan dengan nilai koefisien regresi 4,196. Petugas yang memiliki pengetahuan cukup, motivasi tinggi, sarana dan prasarana cukup dan kepemimpinan cukup memiliki probabilitas sebesar 99% untuk kinerja yang baik. Diharapkan rumah sakit perlu berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan P2TB dengan cara menginstruksikan, melakukan supervisi, memberikan reward, direktur langsung mengawasi pelaksanaan DOTS di rumah sakit. Dinas Kesehatan Kota Medan agar dapat melengkapi sarana maupun prasarana.
Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Permata Bunda Saragih, Nila Hairani
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4917

Abstract

Pendahuluan;Permasalah Waktu tunggu Pasien di bagian Pendaftaran dan poliklinik di instalasi rawat jalan  RSU Permata Bunda medan masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 60 menit. Tujuan;Faktor ini dapat dipengaruhi oleh pelayanan pada bagian pendaftaran dan Rekam Medis juga  pada bagian pelayanan dipoliklinik instalasi rawat jalan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai faktor yang memengaruhi waktu tunggu di RSU Permata Bunda Medan.Metode;Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif.Hasil; Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan Kesehatan dikarenakan keterlambatan datangnya dokter dan ketidak sabaran dari pasien itu sendiri. Dari segi pendaftaran Ketidak lengkapan berkas terutama untuk pasien BPJS merupakan faktor yang utama. Ditambah lagi dengan ruangan penyimpanan berkas yang sangat jauh dari ruang pendaftaran menambah faktor keterlambatan pasien mendapat pelayanan kesehatan. Faktor kekurangan SDM di bagian pendaftaran juga berpengaruh terhadap waktu tunggu pada bagian pendaftaranKesimpulan; Yang sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis yaitu pengambilan rekam medis dan penyimpanan, ditambah lagi dengan ketidak lengkapan berkas yang dibawa pasien. Pada pelayanan di  poliklinik, keterlambatan dokter hadir menjadi faktor utama waktu tunggu di bagian rawat jalan di RSU Permata Bunda Medan.Saran;Perlu dilakukan pengoptimalan Sistem Informasi Rumah Sakit serta pemindahan ruang penyimpanan berkas rekam medis dan pelatihan bagi petugas rekam medik agar dapat melakukan pekerjaannya secara optimal ditambah lagi rumah sakit membuat suatu kebijakan untuk membagi jadwal poli mnjadi dua bagian untuk menghindari waktu tunggu pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 6