cover
Contact Name
Novi Paramitasari MS
Contact Email
nparamitasarims@gmail.com
Phone
+6285732799688
Journal Mail Official
nparamitasarims@gmail.com
Editorial Address
Jl. Taman Praja No.25, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Mantra Bhakti
ISSN : -     EISSN : 30465966     DOI : https://doi.org/10.47575/mb
Core Subject : Health, Science,
Mantra Bhakti is published twice a year in December and June containing articles result of thought and research in PHARMACOLOGY. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including Pharmacology, Clinical Pharmacy, Toxicology, Pharmacy Management, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Pharmacy, Technology Microbiology, and Parasitology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1: Desember 2024" : 5 Documents clear
Standardisasi Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Fauzi, Arfian Rizki; Aprilia, Amanda Dwi; Jannah, Fauziah Noer; Putri, Rahma Ais Aziza; Cahyani , Viona Ratu
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.625

Abstract

Daun ciplukan (Physalis angulata L.) sering digunakan oleh masyarakat karena memiliki banyak khasiat sebagai obat tradisional, sehingga diperlukan standardisasi untuk menghasilkan simplisia berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahawa ekstrak daun ciplukan memenuhi parameter standar ekstrak. Parameter standar simplisia daun ciplukan meliputi parameter spesifik dan non-spesifik. Secara organoleptik, ekstraknya berbentuk hijau kehitaman, berbau aromatik/khas, dan rasanya pahit. Ekstrak daun ciplukan mengandung senyawa alkaloid, steroid, dan saponin. Kandungan senyawa larut air dalam simplisia adalah 17,1%, sedangkan kandungan senyawa larut etanol adalah 16%. Simplisia memiliki kadar air sebesar 6,4% dan susut pengeringan sebesar 1,08%. Bobot jenis ekstrak dari simplisia adalah 0,832 g/ml, sedangkan bobot jenis air adalah 0,98 g/ml. Kadar abu total dalam simplisia adalah 2,79%, dan kadar abu yang tidak larut dalam asam adalah 0,97%.
Standarisasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatrophoa curcas L.) Parameter Spesifik dan Non Spesifik Tiara Alfia A'yuni, Tiara; Sela; Anggraeny, Risma Nur; Karomah, Nabil
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.627

Abstract

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman alami Indonesia tergolong tumbuhan dikotil dan famili Euphorbiaceae dan genus Jatropha tanaman tesebut memiliki tinggi 1-7 m dengan cabang tidak beraturan. Daun jarak pagar (Jatropha curcas L) mengandung senyawa metabolit sekuder sehingga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa metabolit sekuder yaitu dengan mengekstraksi tanaman jarak pagar. Penelitian ini bertujuan untuk standardisasi ekstrak tanaman daun jarak pagar yang berkhasiat sebagai obat. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi, uji parameter spesifik dan non spesifik. Parameter spesifik meliputi uji organoleptis, uji kandung senyawa kimia, uji kadar sari larut air dan etanol. Sedangkan parameter non spesifik meliputi kadar air, susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu totol dan kadar abu tidak larut asam. Hasil yang diperoleh uji organolaptis warna hijau pekat, bau khas daun jarak, bentuk ekstrak kental dan rasa sepat. Senyawa kimia daun jarak yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tanin, steroid dan terpenoid. Kadar sari larut air ekstrak daun jarak 32% dan kadar sari larut etanol 40%. Kadar air 6,03%; susut pengeringan 11%; bobot jenis 0,826 g/ml; abu total 0,3% dan tidak larut asam 0,29%.
Profil Penggunaan Obat Anti Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rsud Dr. Murjani Kota Sampit Angelinaaaa, Angelinaaaa; Satrio Pratomo, Guntur
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.692

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan memiliki prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia sementara itu pada Kalimantan Tengah sebesar 30,8% pada individu berusia ≥ 15 tahun. RSUD Dr. Murjani Kota Sampit, memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi melalui penyediaan berbagai jenis obat antihipertensi, seperti diuretik, beta-blocker, antagonis kalsium, penghambat enzim konversi angiotensin, dan penghambat reseptor angiotensin II. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Murjani selama periode Juli hingga Desember 2023. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif serta data diambil menggunakan lembar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis sediaan tablet yang paling banyak digunakan pada pasien rawat jalan terkhususnya pada golongan Angiotensin II Receptors Blockers pada obat candesartan 16 mg. Kesimpulan Penelitian ini adalah penggunaan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB dengan nama dan jenis sediaan obat yaitu tablet Candesartan.
Identifikasi Perencanaan dan Pengendalian Antibiotik Menggunakan Analisis ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun Sri Wahyuni; Susilowati; R.F.X Premihadi Putra
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.763

Abstract

Pelayanan Farmasi suatu rumah sakit dapat dikatakan efisien bila pada pengelolaan obat termasuk salah satunya golongan antibiotik sudah dilakukan sesuai dengan persyaratan peraturan undang- undang yang berlangsung dan berada dibawah arahan seorang apoteker yang berkompeten secara profesional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengendalian antibiotik menggunakan metode analisis ABC. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental untuk menggambarkan suatu objek yang diteliti dari data atau sampel yang diberikan kepada peneliti, dengan wawancara kepada Kepala Instalasi Farmasi RSUD Kota Madiun dan analisis data dari pemakaian antibiotik bulan Juni - Oktober tahun 2024. Hasil yang diperoleh di analisis menggunakan metode analisis ABC yaitu Always Better Control. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa jumlah pemakaian antibiotik yang dipakai di Instalasi Farmasi untuk Kelompok A dengan nilai investasi sebesar Rp. 208.469.188 dan menyerap dana sebesar 70%, Kelompok B dengan nilai investasi sebesar Rp. 73.305.296 dan menyerap dana sebanyak 20%, dan Kelompok C dengan nilai investasi sebesar Rp. 29.113.988 dan menyerap dana sebanyak 10%. Kesimpulan hasil penelitian mengenai perencanaan antibiotik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun menggunakan metode konsumsi. Proses pengendalian obat yang digunakan menggunakan analisis ABC, yaitu mengelompokkan obat-obat yang tersedia kedalam kelompok A, kelompok B, dan kelompok C.
Studi Komparatif Molecular Docking Naringenin (Aglikon) dan Naringin (Glikosida) terhadap Enzim Enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) Mycobacterium tuberculosis Wahid, Iqbal; Atmajaningtyas, Agatha Tyva Julian; Sari, Putri Rovita
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.869

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya kasus resistensi obat khususnya terhadap isoniazid. Enzim enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) menjadi target penting karena berperan dalam biosintesis dinding sel Mycobacterium tuberculosis. Senyawa flavonoid seperti naringenin (aglikon) dan naringin (glikosida) berpotensi sebagai inhibitor InhA, namun perbandingan kelayakannya sebagai kandidat obat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan afinitas ikatan Delta G Naringenin (aglikon) dan Naringin (glikosida) terhadap InhA PDB ID: 4TZK serta memprediksi profil kelayakan obat (LogP dan kepatuhan Lipinski’s Rule) untuk mengidentifikasi kandidat obat yang paling realistis. Perbandingan dilakukan berdasarkan skor Delta G dan binding energy (dibandingkan dengan kontrol positif) serta evaluasi LogP dan kepatuhan drug-likeness menggunakan aturan Lipinski. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Naringin (glikosida) menghasilkan skor afinitas ikatan terbaik. Namun naringenin (aglikon) menunjukkan skor afinitas ikatan yang lebih baik dibandingkan kontrol positif (Isoniazid). Kesimpulan penelitian ini naringin unggul dalam skor binding energy mentah namun naringenin menjadi kandidat inhibitor InhA yang lebih baik karena mematuhi kriteria drug-likeness dan Lipinski’s Rule sehingga naringenin menjadi lebih realistis untuk pengembangan obat anti-TBs.

Page 1 of 1 | Total Record : 5