cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lagumba No.25 Mamboro Barat
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm.v6i1.2820
Core Subject : Health,
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat (e-ISSN: 2722-5798 & p-ISSN: 2722-5801) is a scientific health journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. It is an open-accessed journal, peer-reviewed, and accredited at the national level (SINTA 3). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices that have been achieved in the area of community health services. The journal scopes a broad range of health disciplines such as nutrition, environmental health, community nursing, and community midwifery.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 2 (2026)" : 10 Documents clear
Pelatihan dan Pembentukan Kader Mama Kasih Sebagai Upaya Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Ismiyanti Achmad; Fasiha
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.3322

Abstract

Upaya percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, Peran kader posyandu tidak dapat terlepas dari kesehatan ibu dan anak, sehingga kader kesehatan perlu diberikan tanggung jawab untuk melakukan pemantauan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Tujuan pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal, tanda bahaya kehamilan dan pemeriksaan kehamilan dan pembentukan kader mama kasih. Pelatihan diberikan kepada 20 orang kader posyandu di Desa Buano. Hasil pelatihan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan pelatihan
Berbisnis dengan Memanfaatkan Sampah Organik Sebagai Kompos dan Pupuk Organik Cair pada Mahasiswa dan Alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan Maryam Maryam; Indro Subagyo; Sugeng Nuradji
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.3803

Abstract

Lulusan perguruan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan karena ijazah dan gelar tidak lagi menjamin peluang kerja, sehingga diperlukan pengembangan jiwa kewirausahaan, salah satunya melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair sebagai peluang usaha yang mudah diterapkan oleh mahasiswa dan alumni. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan sampah organik serta mendorong terbentuknya wirausaha baru Pengabdian dilaksanakan pada 5–7 Juni 2024 di Bengkel Kerja Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palu dengan melibatkan 8 mahasiswa dan 4 alumni. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembuatan kompos dan pupuk organik cair, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan  Peserta antusias mengikuti seluruh tahapan, memahami proses teknis pembuatan kompos dan POC, serta menunjukkan minat untuk menjadikannya peluang usaha. Kegiatan ini juga memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan sampah organik di sekitar kampus. Disimpulkan bahwa program berhasil mencapai target 100% peserta terampil dan termotivasi. Disarankan agar kegiatan diperluas kepada masyarakat serta dukungan institusi ditingkatkan untuk memperkuat kontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan
Cegah Penyakit Jantung Pada Penyandang Diabetes Melitus dan Hipertensi Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan Beti Kristinawati; Navian Fauzi Arifudin; Her Supristyani; Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah; Violeta Yuman Tanaya; Muhammad Imam Baihaqi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang DM tipe 2 dengan komorbid hipertensi, hipertensi dengan komorbid DM tipe 2, dan penyandang kedua komorbid DM tipe 2 dan hipertensi memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai resiko dan pencegahan penyakit jantung melalui edukasi kesehatan, senam neuropati dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini diikuti 94 peserta penyandang diabetes melitus dan hipertensi di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan edukasi kesehatan menggunakan media powerpoint yang disampaikan secara verbal dengan durasi waktu 60 menit, dilanjutkan senam neuropati dipimpin oleh instruktur dan dilanjutkan re-demonstrasi. Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat. Ketercapaian edukasi diukur dengan melakukan evaluasi dengan pertanyaan terbuka. Hasil pengukuran sebelum edukasi 31 peserta dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan secara verbal oleh pemateri dan setelah edukasi terjadi peningkatan jumlah peserta yang mampu menjawab pertanyaan, sebanyak 78 peserta. Hasil evaluasi kemampuan melakukan senam neuropati diukur dengan re-demontrasi yang diperoleh hasil mayoritas peserta mampu melakukan kembali keterampilan yang telah diajarkan oleh instruktur secara mandiri. Hasil pengukuran tekanan darah diperoleh mayoritas peserta mengalami hipertensi, sedangkan kadar gula darah sewaktu, kolesterol dan, asam urat mayoritas dalam batas normal.
Edukasi dan Simulasi Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di Puskesmas Baolan Kab.Tolitoli Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Sova Evie; Hasni Hasni; Alfrida Semuel Ra'bung; Azwar Azwar
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.3822

Abstract

Bencana Kebakaran dapat mengakibatkan kerugian dan sangat berbahaya bagi petugas kesehatan, pengunjung dan masyarakat disekit. Untuk mengantisipasi Resiko kebakaran Puskesmas harus menyiapkan amanjemen baik secara aktif maupun pasif sesuai standar yang dibakukan. Manajemen kebakaran secara aktif dipuskesmas meliputi menempatkan tabung apar yang mudah dijangkai, maintenance serta simulasi menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai upaya antisipasi resiko kebakaran, sebagai penjaminan mutu di fasilitas kesehatan (Puskesmas). Tujuan pengabdian pada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cara menggunakan pada civitas Puskesmas Baolan tentang alat pemadam kebakaran ringan (APAR) sebagai amanjemen resiko di fasilitas kesehatan. Dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan simulasi menggunakan APAR. Sasaran kegiatan Pengabmas ini adalah civitas Puskesmas Baolan Kabbupaten Tolitoli berjumlah 55 orang. Dari hasil post test yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 77 meningkat dengan rata-rata 94 saat post test. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan penegtahuan dan keterampilan karyawan Puskesmas Baolan setelah dilakukan edukasi dan Simulasi menggunakan APAR.
Empowering Adolescent Girls to Prevent and Treat Anemia in Order to Prevent Stunting From an Early Age DYAH ARUM; Sumarah; Eko Suryani; Linda Nur Wahyuni; Lilis Setyaningsih; Masrif
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4279

Abstract

Anemia is a serious global health problem, especially among adolescents. Anemia can cause a decrease in immunity and productivity. Anemia in adolescent girls can pose risks during pregnancy, negatively impacting fetal growth and development, and potentially leading to complications during pregnancy and childbirth, even causing maternal and infant mortality. The purpose of community service activities is to prevent and treat anemia in adolescent girls at the Al-Luqmaniyyah Islamic Boarding School in Yogyakarta in order to prevent stunting from an early age. The target of the activity is 22 unmarried adolescent girls aged 10-24 years at the Al-Luqmaniyyah Islamic Boarding School in Yogyakarta. The method used was through lectures and question and answer sessions, providing material on anemia, processing and cultivating vegetables as a source of food, and practicing making food based on local wisdom that contains high nutritional value. The results of the activity showed an increase in participants' understanding, with a pre-test score of 75.22 and a post-test score of 87.27. Meanwhile, Spearman's rho correlation test showed a very strong and significant relationship between compliance in consuming moringa leaf capsules and an increase in hemoglobin levels (r = 0.879; p = 0.000). In addition to increased knowledge, participants also gained practical skills in preparing nutritious foods based on local wisdom and practicing vegetable cultivation using modern methods.
Implementasi Program Edukasi Menyusui Melalui Buku Saku Sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu Bekerja Wahidah Sukriani; Noordiati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4319

Abstract

Permasalahan rendahnya cakupan ASI eksklusif pada ibu bekerja di Indonesia menjadi salah satu kontributor tingginya prevalensi stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program edukasi buku saku ASI perah untuk pemberdayaan ibu menyusui yang akan kembali bekerja di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan, pelaksanaan pretest, pemberian edukasi menggunakan buku saku, demonstrasi teknik memerah ASI, dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024 dengan 20 peserta ibu menyusui. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dimana sebelum edukasi 85% peserta berpengetahuan kurang, setelah intervensi 75% peserta memiliki pengetahuan baik dan tidak ada lagi peserta dengan pengetahuan kurang. Implementasi program edukasi buku saku ASI perah terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan ibu bekerja dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengadopsi program serupa secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
Peningkatan Pengetahuan Aktivitas Fisik pada Siswa Sekolah Dasar melalui Edukasi Kedokteran Olahraga Desy Nofita Sari; Rahmat Syawqi; Miftah Irramah; Afriwardi Afriwardi; Arni Amir; Lili Irawati; Yose Ramda Ilhami; FIka Tri Anggraini; Hendra Permana; Mutia Lailani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4378

Abstract

Rendahnya pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar dapat berdampak pada pembentukan gaya hidup sedentari sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa melalui edukasi kedokteran olahraga di SDIT Adzkia Padang. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan terstruktur dan demonstrasi aktivitas fisik, dengan evaluasi penilaian awal dan penilaian akhir. Tingkat pengetahuan siswa dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tes tertulis dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, yang ditandai dengan meningkatnya proporsi nilai pada kategori tinggi serta tidak ditemukannya lagi nilai pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kedokteran olahraga yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai aktivitas fisik. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat digunakan sebagai pendekatan promotif berbasis sekolah untuk mendukung pembentukan perilaku hidup aktif pada anak usia dini.
Pelatihan dan Inkubasi Wirausaha Sosial Berbasis Homecare “Navoe” pada Mahasiswa dan Alumni Keperawatan di Kota Palu Taqwin Taqwin; Mardiani Mangun; Nasrul Nasrul; Kadar Ramadhan; Lucky Setiawan; Willy Andre Prayoga; Putu Muliarta
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4437

Abstract

Entrepreneurial interest among nursing students and alumni remains relatively low, while the demand for home-based healthcare services continues to increase. This condition highlights the need for empowerment programs based on healthcare entrepreneurship through homecare services. This community service program aimed to improve participants’ knowledge, skills, and entrepreneurial readiness in developing community-based homecare services through the “Navoe” Homecare-Based Social Entrepreneurship Training and Incubation Program. The program employed a one-group pretest-posttest design and was conducted in two stages: training on May 16–17, 2026, at Poltekkes Kemenkes Palu and field incubation on May 20–22, 2026, at Homecare Palu. The participants consisted of 20 nursing students and alumni. The methods included lectures, workshops, discussions, demonstrations, simulations, role play, hands-on practice, and field incubation. The training materials covered healthcare entrepreneurship, Business Model Canvas (BMC), digital marketing, homecare legal aspects, and homecare service skills. Evaluation was conducted using pretests and posttests. The results showed that the participants’ mean knowledge score increased from 85.5 in the pretest to 99 in the posttest, with the Wilcoxon test showing p<0.001. All participants also successfully completed the incubation program and developed simple homecare business model plans. This program had a positive impact on improving participants’ competencies and readiness to develop professional, innovative, and sustainable community-based healthcare service businesses
Improving Maternal Knowledge Through Pocketbook-Based Health Education Sumarah; Heni Puji Wahyuningsih; Indriana Indriana Widya Puspitasari; Linda Nur Wahyuni
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4461

Abstract

Stunting remains a major nutritional problem among children under five and requires preventive efforts through improving mothers' knowledge. In the target community, health education at the Integrated Health Service Post (Posyandu) was not supported by practical educational media that mothers could review independently. Therefore, the Preventing Stunting Matters pocketbook was introduced as a concise and portable educational medium. This community service program aimed to improve mothers' knowledge regarding stunting prevention. The program was conducted in Trimulyo Village, Sleman District, Special Region of Yogyakarta, Indonesia, involving 30 mothers with children aged 0–59 months. The intervention included pocketbook-based health education, interactive discussions, breastfeeding demonstrations, and pretest–posttest knowledge assessment. Data were analyzed descriptively using the Wilcoxon signed-rank test. The mean knowledge score increased from 94.80 ± 4.83 to 98.80 ± 2.14, with a statistically significant improvement (p < 0.001) and a large effect size (r = 0.70). Although participants had good baseline knowledge, scores increased in 60.0% of participants, while 40.0% maintained their high baseline scores, indicating limited room for further improvement. These findings suggest that the pocketbook has the potential to reinforce maternal knowledge regarding stunting prevention and may serve as a practical educational medium for community-based health promotion.
Optimalisasi Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Remaja dalam Penanganan Stroke Pra-Rumah Sakit melalui Video Animasi, Terapi Musik, dan Butterfly Hug Yoany Maria Vianney B. Aty; Trifona Sri Nurwela; Florentianus Tat; Pius Selasa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4465

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang mulai mengancam remaja akibat meningkatnya faktor risiko terkait gaya hidup tidak sehat. Namun, pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, gejala awal, dan penanganan stroke pra-rumah sakit masih terbatas sehingga diperlukan edukasi yang menarik. Kegiatan  bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam pencegahan serta penanganan stroke pra-rumah sakit melalui edukasi berbasis video animasi yang dipadukan dengan terapi musik dan Butterfly Hug. Kegiatan melibatkan   31 remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Naioni, Kota Kupang. Metode meliputi penyuluhan menggunakan video animasi "Bahaya Stroke pada Remaja" berdurasi 1 menit 23 detik yang dikembangkan bersama dosen IT Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, diskusi interaktif, praktik penanganan stroke pra-rumah sakit, serta latihan terapi musik dan Butterfly Hug. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan, penilaian media, kesadaran dan sikap, Spence Children's Anxiety Scale (SCAS), serta observasi keterampilan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (41,9%) dan cukup (41,9%), sedangkan kesadaran dan sikap didominasi kategori baik (67,7%). Sebanyak 51,6% responden tidak mengalami kecemasan, 41,9% mengalami kecemasan ringan, dan 6,5% mengalami kecemasan sedang. Peserta mampu mempraktikkan teknik relaksasi dan penanganan stroke pra-rumah sakit dengan benar. Edukasi berbasis video animasi  dipadukan dengan terapi musik,  Butterfly Hug berpotensi meningkatkan pemahaman stroke dan kesiapsiagaan remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 10