Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Tebal Lemak Bawah Kulit dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Rural Kota Padang Intan Nurwida Hayati Yasrial; Cimi Ilmiawati; Lili Irawati; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.407 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.356

Abstract

Background: Physical fitness is important for school-age children to improve their learning and playing abilities. Physical fitness is greatly influenced by environmental factors and body adiposity. Previous studies have shown that children in rural areas have higher level of physical fitness and lower skinfold thickness than children in urban areas. Objective: To determine the correlation of skinfold thickness and level of physical fitness in school-age children in rural area, Padang city. Methods: This study was an analityc observational study with cross – sectional design and involving 52 subjects. This research was conducted at SDN 13 Sungai Pisang, Padang City on Juni – November 2020. The independent variable was the skinfold thickness using skinfold caliper on the triceps and the dependent variable was the level of physical fitness assessed by the Indonesian Physical Fitness Level. Data were analyzed using the Pearson correlation test. Results: The median value of skinfold thickness was 2 mm. Most subjects (42.4%) had low level of physical fitness levels. There was no statically significant correlation between skinfold thickness and physical fitness (Pearson’s r=0.124; p= 0.380). Conclusion: There is no relationship between the skinfold thickness with the level of physical fitness
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Nikotin Dependen pada Mahasiswa Laki-Laki Perokok di Kota Padang Salsabila Oktaverina; Husna Yetti; Lili Irawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.419

Abstract

Latar Belakang: Merokok masih menjadi faktor risiko peyebab utama masalah kesehatan dan kematian dini di dunia. Senyawa yang berperan dalam kebiasaan merokok adalah nikotin yang dapat mengakibatkan nikotin dependen. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor usia inisial merokok, lama merokok, tipe kebiasaan merokok, dan aturan merokok dengan tingkat nikotin dependen perokok pada mahasiswa laki-laki di Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross-sectional study yang dilakukan di Kota Padang dari September-Desember 2020. Sebanyak 218 mahasiswa menjadi sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara online. Pengukuran tingkat nikotin dependen berdasarkan kuesioner Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND). Analisis data yang dilakukan adalah uji Mann-Whitney dan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar mahasiswa perokok laki-laki di Kota Padang memiliki tingkat nikotin dependen ringan (84,8%). Terdapat perbedaan rata-rata usia inisial (p=0,001) dan lama merokok (<0,001) antar tingkat nikotin dependen. Terdapat hubungan bermakna antara tipe kebiasaan merokok dan aturan merokok dengan tingkat nikotin dependen ((p<0,001, OR=9,537 (3,229-28,171); p<0,001, OR=7,635(3,466-16,820)). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor usia inisial merokok, lama merokok, tipe kebiasaan merokok, dan aturan merokok berpegaruh terhadap tingkat nikotin dependen.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kebugaran Kardiorespirasi Lansia Wanita di Puskesmas Padang Kandis Salma Aulia Zahirah; Fika Tri Anggraini; Lili Irawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.726

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan yang terjadi pada lansia berdampak terhadap penurunan berbagai fungsi organ tubuh yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kebugaran kardiorespirasi. Salah satu faktor yang memengaruhi hal tersebut adalah aktivitas fisik. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada lansia wanita di wilayah kerja Puskesmas Padang Kandis Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 sampel. Pengumpulan data menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan pengukuran tes jalan 6 menit. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata nilai aktivitas fisik lansia wanita sebesar 1162,94 MET/minggu dan kebugaran kardiorespirasi sebesar 16,07 ml/kgBB/menit. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan nilai p=0,864. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada lansia wanita.
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Dismenorea Primer pada Mahasiswi Kedokteran Dira Desfi Rahmayani; Lili Irawati; Yusrawati Yusrawati; Laila Isrona; Taufik Ashal
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.1044

Abstract

Latar belakang: Dismenorea primer adalah keadaan nyeri pada perut bagian bawah yang dialami wanita ketika mengalami menstruasi akibat terjadinya kontraksi otot-otot uterus yang berlebih karena tingginya kadar prostaglandin. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan dismenorea primer, seperti aktivitas fisik, merokok, masa menstruasi, tingkat stres dan status gizi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik total sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 68 orang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Data responden diperoleh dari kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian derajat dismenorea primer lebih dari separuh responden mengalami derajat sedang (56%), tingkat stres pada responden mayoritas mengalami tingkat stres ringan-sedang (91,7%) dan mayoritas responden memiliki status gizi normal (68,7%). Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer dengan p=0,069 (p>0,05), dan tidak terdapat hubungan status gizi dengan kejadian dismenorea primer dengan p=0,868 (p>0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer. Kata kunci: dismenorea primer, status gizi, tingkat stres
MITIGASI DAN EVAKUASI BENCANA PADA MASA PANDEMI COVID-19 BAGI MASYARAKAT PASIE NAN TIGO KOTO TANGAH KOTA PADANG Aisyah Elliyanti; Julizar Julizar; Lili Irawati; Miftah Irrahmah; Afriwardi Afriwardi; Yose Ramda Ilhami; Fika Anggraini; Rahmad Syawqi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 5 No. 4 (2022)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v5i4.333

Abstract

Disaster events both natural and non-natural factors such as epidemics can occur anytime and anywhere, which can affect communities and individuals. This natural or human-caused event or series of events can result in human casualties and suffering. Losses caused by disasters can be minimized or prevented if people's understanding of the disaster itself is sufficient, especially during the Covid-19 pandemic. Purpose: This activity is to conduct disaster mitigation training in the conditions of the Covid-19 pandemic for teachers at the Kanzul Ulum Islamic Boarding School, Kelurahan, in Pasie Nan Tigo, Koto Tangah District, Padang City. Activity target: the people of Pasie Nan Tigi Koto are able to carry out disaster mitigation and evacuation in the event of an earthquake followed by a tsunami, rising sea levels and waves. Method: activities in the form of lectures and exercises that begin with the distribution of masks to all participants involved in the activity, and filling out questionnaires on Covid-19 prevention and disaster management. After delivering the material, it was followed by a discussion on Covid-19 prevention, as well as drills on disaster mitigation and victim evacuation. The results of the activity were an increase in disaster mitigation and evacuation capabilities as well as an increase in participants' awareness in implementing health protocols for the prevention of Covid-19. Most of the participants' understanding of Covid-19 prevention and disaster management had increased, as evidenced by the increase in the number of correct questionnaire answers during the post-test compared to the pre-test from 50% to 80%. In addition, participants' skills have also increased regarding disaster mitigation, the implementation of evacuation techniques when a disaster occurs and how to evacuate victims when the disaster has subsided. Conclusion: Every individual left behind in a disaster-prone area needs to receive knowledge and training skills in disaster mitigation and evacuation techniques during the Covid-19 pandemic.
Quality of Life Profile of NPC Patients at ENT-HNS Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang Iffah Nisrina Reyatri; Sukri Rahman; Lili Irawati
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v5i1.106

Abstract

Quality of Life Profile of NPC Patients at ENT-HNS Department of RSUP Dr. M. Djamil Padang Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) and its treatment modalities, such as chemotherapy and radiotherapy, can impact various aspects of life, thereby affecting the patient's quality of life (QoL). This study aims to determine the QoL profile of NPC patients at the ENT-HNS Department of Dr. M. Djamil General Hospital, Padang. Methods: The study design used a quantitative descriptive approach. Primary data collection was conducted subjectively using questionnaires from the European Organization for Research and Treatment of Cancer (EORTC): the general QoL instrument (QLQ-C30) and the head and neck cancer-specific module (QLQH&N43), administered through interviews with NPC patients. Results: The majority of patients were male (67.4%), aged 25–64 years (89.1%), and at an advanced stage (80.4%). The majority had undergone or were undergoing concurrent chemoradiotherapy (43.5%). The worst QoL scores from the QLQ-C30 questionnaire were observed advanced-stage patients (QoL 63.96±16.44; functional 62.86±22.98; symptom 41.07±25.64) and patients before therapy (QoL 59.37±17.50; functional 58.29±62.85; symptoms 51.47±18.61). The worst QoL scores from the QLQ-H&N43 questionnaire were found in advanced-stage patients (multi-item 37.06±20.35; single item 36.42±24.18) and patients who had undergone and/or were undergoing concurrent chemoradiotherapy (multi-item 41.80±16.60; single item 39.76±22.08). Conclusion: Disease stage and treatment status significantly influencing QoL in NPC patients. General QoL was lower among advanced-stage and patients before therapy, whereas head and neck-specific complaints were more severe in advancedstage patients and those who had completed or were undergoing therapy.
Hubungan Rasio Neutrofil Limfosit, Rasio Platelet Limfosit, dan Rasio Limfosit Monosit dengan Stadium Klinis Karsinoma Nasofaring di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2020-2022 Rifna Alya Rahman; Sukri Rahman; Almurdi Almurdi; Elfira Yusri; Malinda Meinapuri; Lili Irawati
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v3i1.56

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan penyakit kanker ke-5 tersering di Indonesia yang berkaitan dengan infeksi Virus Epsteinn-Barr. Rasio neutrofil limfosit (RNL), rasio platelet limfosit (RPL), rasio limfosit monosit (RLM) merupakan biomarker inflamasi yang dapat mewakili respon inflamasi sehingga dapat menggambarkan progresivitas kanker. Stadion klinis juga digunakan untuk menentukan progresivitas kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan RNL, RPL, dan RLM dengan stadium klinis karsinoma nasofaring. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data rekam medis pasien di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik konsekutif sampling. Total sampel yang digunakan sebanyak 64 sampel. Uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh kasus karsinoma nasofaring lebih banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki (65,6%), kelompok umur 25–49 tahun dan terdiagnosis pada stadium IV A. Hasil pemeriksaan darah rutin berada pada rentang normal yaitu neutrofil (51,5 %), limfosit (76,9%), monosit (57,8%), dan trombosit (54,7%). Nilai RNL, RPL, dan RLM mengalami peningkatan yaitu RNL (85,9%), RPL (68,8%), dan RLM (50%). Hasil uji Chi-square yang diperoleh tidak ada hubungan RNL (p>0,05), RPL (p>0,05), dan RLM (p>0,05) dengan stadion klinis. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara RNL, RPL dan RLM dengan stadion klinis KNF di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Program Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat dengan Edukasi Digital, Parenting, Promosi Skrining IVA, dan Sirkumsisi di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Henni Fitria; Ida Rahmah Burhan; Zurayya Fadila; Elly Usman; Elmatris SY; Abdiana Abdiana; Eka Nofita; Desy Nofita Sari; Rahmadini Faricha Hakim; Annisa Rusdi; Etriyel Etriyel; Rauza Sukma Rita; Yulistini Yulistini; Westi Permata Wati; Roza Silvia; Selfi Renita Rusjdi; Lili Irawati; Feni Andriani; Husni Husni; Uliy Iffah; Yuniar Lestari; Nur Afrainin Syah; Nora Harminati; Adila Kasni Astiena
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27382

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Family Oriented Medical Education (FOME) Lapangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mendapatkan beberapa permasalahan prioritas. Permasalahan berupa rendahnya literasi kesehatan reproduksi, kurangnya pemahaman orang tua mengenai penggunaan gadget yang sehat pada anak, rendahnya kesadaran perempuan usia subur untuk melakukan skrining kanker serviks, serta masih perlunya peningkatan pemanfaatan pelayanan sirkumsisi yang dilakukan sesuai standar medis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga melalui edukasi, promosi kesehatan, dan pelayanan kesehatan preventif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pemerintah kelurahan, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, dan masyarakat sebagai mitra. Intervensi yang dilakukan meliputi edukasi penggunaan gadget yang sehat pada anak (digital parenting), edukasi kesehatan reproduksi dan promosi skrining IVA, serta pelayanan sirkumsisi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Sebanyak 30 perempuan usia subur mengikuti kegiatan edukasi dan 22 anak mengikuti pelayanan sirkumsisi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi dan penggunaan gadget yang sehat pada anak, dengan rata-rata skor meningkat 27,9% dibandingkan sebelum intervensi. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan, ditandai dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab saat edukasi. Program pengabdian yang terintegrasi dengan kegiatan FOME mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan pengasuhan digital serta memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan preventif.  Kata Kunci: Literasi Kesehatan Reproduksi, Digital Parenting, Skrining IVA, Sirkumsi.  ABSTRACT The Family Oriented Medical Education (FOME) field activity conducted by students from the Faculty of Medicine at Andalas University in Gates Nan XX Village, Lubuk Begalung Subdistrict, Padang City, identified several priority issues. These issues include low reproductive health literacy, parents’ lack of understanding regarding healthy gadget use among children, low awareness among women of childbearing age regarding cervical cancer screening, and the continued need to increase the utilization of circumcision services performed in accordance with medical standards. This community service activity aims to improve reproductive health and family health literacy through education, health promotion, and community-based preventive health services. The activities were carried out using a community empowerment approach that involved the sub-district government, health cadres, health workers, faculty members, students, and the community as partners. The interventions included education on healthy gadget use for children (digital parenting), reproductive health education and promotion of IVA screening, as well as circumcision services. An evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants knowledge. A total of 30 women of childbearing age participated in the educational activities, and 22 children received circumcision services. The results of the intervention showed an increase in participants’ knowledge of reproductive health and healthy gadget use among children, with average scores rising by 27.9% compared to pre-intervention levels. The community also demonstrated high enthusiasm during the activities, as evidenced by their active participation in the question-and-answer sessions during the educational sessions. This community service program, integrated with FOME activities, successfully increased the community’s knowledge of reproductive health and digital parenting and expanded access to preventive health services. Keywords: Reproductive Health Literacy, Digital Parenting, IVA Screening, Circumcision.
Peningkatan Pengetahuan Aktivitas Fisik pada Siswa Sekolah Dasar melalui Edukasi Kedokteran Olahraga Desy Nofita Sari; Rahmat Syawqi; Miftah Irramah; Afriwardi Afriwardi; Arni Amir; Lili Irawati; Yose Ramda Ilhami; FIka Tri Anggraini; Hendra Permana; Mutia Lailani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4378

Abstract

Rendahnya pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar dapat berdampak pada pembentukan gaya hidup sedentari sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa melalui edukasi kedokteran olahraga di SDIT Adzkia Padang. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan terstruktur dan demonstrasi aktivitas fisik, dengan evaluasi penilaian awal dan penilaian akhir. Tingkat pengetahuan siswa dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tes tertulis dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, yang ditandai dengan meningkatnya proporsi nilai pada kategori tinggi serta tidak ditemukannya lagi nilai pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kedokteran olahraga yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai aktivitas fisik. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat digunakan sebagai pendekatan promotif berbasis sekolah untuk mendukung pembentukan perilaku hidup aktif pada anak usia dini.