cover
Contact Name
Mochamad Mochtar Masoed
Contact Email
aksiologijurnal@gmail.com
Phone
+6281231445793
Journal Mail Official
aksiologijurnal@gmail.com
Editorial Address
CV Omah Kreator JL. Roso Jati Perumahan Griya Cokromenggalan Blok BB 03 Babadan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia, 63491.
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Published by CV Omah Kreator
ISSN : -     EISSN : 30638097     DOI : 10.63199/aksiologi
This journal aims to provide a place for academics, researchers, and practitioners to publish original work on research and community engagement. The scope of articles published in this journal discusses various topics of social and disaster studies: Community empowerment, Development and Social Policy, Social welfare, Social Culture
Articles 13 Documents
Upaya Pengurus Ranting NU Karangjoho Dalam Mewujudkan Civil Society Di Desa Karangjoho Rizky Saputra
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2024): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i1.15

Abstract

Diskursus mengenai Civil Society sebenarnya baru populer di Indonesia sekitar awal tahun 1990-an. Kemunculan wacana Civil Society dalam banyak hal terkait erat dengan fenomena tentang kondisi sosial politik global dan meluasnya proses demokratisasi di seluruh dunia. NU sebagaimana organisasi sosial ataupun politik yang mencoba mengembangkan independensinya mempunyai potensi memperkuat civil society di Indonesia. Wacana Civil Society kembali marak diperbincangkan di Indonesia ketika terjadi perubahan kondisi sosial politik yang diseponsori oleh gerakan Reformasi. Dari latar belakang tersebut diambil rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana upaya Pengurus Ranting NU Karangjoho dalam mewujudkan Civil Society di Desa Karangjoho Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo?. (2) Apa hambatan Pengurus Ranting NU Karangjoho dalam membangun Civil Society di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada Pengurus Ranting NU Karangjoho. Observasi dilakukan langsung di lingkungan Ranting NU Karangjoho. Dan dokumentasi untuk mendapatkan data tambahan dalam penelitian. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Langkah yang diambil oleh Ranting NU Karangjoho dalam pengembangan Civil Society sebagai berikut, melakukan pengajian rutin dan safari ramadhan, koordinasi bersama tak’mir masjid/musholla se-Karangjoho, yasinan rutin, manaqiban, pengajian rutin kitab Al-Hikam, memiliki 2 lembaga pendidikan. 1 diantaranya berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan 1 pada pendidikan kanak-kanak, aktif dalam pagelaran Reog dan tahlilan, melakukan gerakan koin NU dalam bentuk kontak infak, selalu memberikan arahan agar mampu memilih calon pemimpin yang kelak akan menjadi wakilnya di pemerintahan dengan tetap memperhatikan asas kemanfaatan. Terdapat dua faktor yang menjadi hambatan Ranting NU Karangjoho dalam melakukan Civil Society yakni: Faktor internal yang meliputi, Kurangnya fasilitas infastruktur yang cukup, Kuranngnya masalah pendanaan, Minimnya modal sumber daya manusia, Kurangnya profesional pengurus dalam menjalankan roda organisasi, Semakin berkurangnya para tokoh sesepuh NU, Kurangnya antusiasme jamaah NU dalam kegiatan ranting. Faktor eksternal meliputi, Minimnya partnersip Ranting NU Karangjoho dan Kurang tertariknya masyarakat umum pada NU Ranting Karangjoho
Mengintegrasikan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat: Membangun Generasi Islami yang Mandiri Asyirotul Ridho; Azzah Kurniawati
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2024): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana konsep dasar dan sasaran pemberdayaan Masyarakat, dakwah dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu sebuah pendekatan yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai literatur. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber yang relevan, seperti jurnal, kitab, buku, dan tulisan-tulisan tertentu. Dakwah dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua konsep yang saling terkait dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik. Dakwah berperan sebagai sarana penyampaian nilai-nilai Islam yang mengarahkan individu dan komunitas menuju kehidupan yang lebih religius, etis, dan bermartabat. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelompok dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, dan pendidikan. Kombinasi dakwah dan pemberdayaan masyarakat menciptakan sinergi yang mampu mendorong perubahan positif secara holistik. Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, dakwah dapat memberikan motivasi spiritual, sementara pemberdayaan menyediakan keterampilan praktis yang diperlukan untuk memecahkan masalah sosial. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan dakwah dengan pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan transformasi yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat.
Konsep Pemberdayaan Masyarakat dalam Islam Nifa Aniar Antoni; Nurma Fatimatuzzahro; Muhammad Zaki
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2024): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i1.17

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari kegiatan dakwah yang seringkali dimaknai sebagai aktivitas oral (ceramah). Dakwah dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dikenal dengan dakwah billhal. Berdakwah dengan tindakan (bilhal) semata-mata tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan mad’u, akan tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sebagai mad’u. Peningkatan taraf kehidupan masyarakat bisa dilakukan dengan pola pemberdayaan. Seirama dengan paradigma pemberdayaan masyarakat, bahwa berdakwah mempunyai tujuan untuk mengubah keadaan mad’u melalui ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Pemberdayaan masyarakat memposisikan mad’u sebagai subjek maupun objek dalam kegiatan dakwah. Dalam perspektif Islam pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan yang mulia yakni menghilangkan kesenjangan sosial ekonomi antara satu dengan yang lain. Sehingga dalam Islam diajarkan prinsip-prinsip keadilan sosial, prinsip persamaan, prinsip partisipasi, prinsip penghargaan terhadap etos kerja,dan prinsip tolong menolong. Ada dua cara yang ditempuh dalam Islam dalam pemberdayaan masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat yang bersifat konsumtif dan pemberdayaan masyarakat yang bersifat produktif..
Kepemimpinan Kiyai dalam Pemberdayaan Jamaah (Studi Kiyai Ahmad Dairin Dalam Meningkatkan Nilai Religius Bagi Jamaah Di Masjid Baitut Taqwa Kelurahan Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo) M. Saiful Fanani
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2024): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i1.18

Abstract

Mengacu pada prinsip ajaran islam tentang keterpaduan ibadah mahdhah dengan ibadah sosial,masjid haruslah memancarkan cahaya yang menyinari lingkungan disekitarnya dan jamaahnya. Dari kegiatan spiriitual yang dilaksanakan di masjid.Oleh karena itu setiap aktifitas yang dilaksanakan didalam Masjid harus mengedepankan kemanfaatan dalam kehidupan masyarakat. Untuk memakmurkan masjid melalui optimalisasi peran dan fungsinya tidaklah mudah, diperlukan kemampuan manajerial (idarah) dan kesiapan waktu dari para pengelola masjid. rumusan masalah: (1) Bagaimana Upaya Ahmad Dairin Dalam Meningkatkan Nilai Religius Bagi Jamaah Masjid Baitut Taqwa Kelurahan Keniten? Apakah faktor penghambat dan pendukung Ahmad Dairin Dalam Meningkatkan Nilai Religius Bagi Jamaah Masjid Baitut Taqwa Kelurahan.Keniten? Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomologis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) Upaya Ahmad Dairin dalam meningkatkan nilai religius bagi jamaah Masjid Baitut Taqwa Kelurahan Keniten Ponorogo tergolong baik dan sukses, (2) ada beberapa faktor pendukung dan penghambat Ahmad Dairin dalam meningkatkan nilai religius bagi jamaah Masjid Baitut Taqwa Kelurahan Keniten Ponorogo.
Hubungan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Dhimas Muhammad Ramadhan; Karismatul Hidayah
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2024): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i1.19

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dakwah pemberdayaan masyarakat dan bagaimana keterkaitan antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Latar belakang penulisan artikel ini adalah adanya kegiatan dakwah di lingkungan masyarakat dan bagaimana dakwah tersebut mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Dakwah merupakan usaha mengajak dan memengaruhi seseorang untuk menuju jalan Allah yang dilakukan secara sistematik dengan memperhatikan kondisi objek dakwah. Selain itu dakwah juga dijadikan sebagai sarana untuk mengubah paradigma dan perilaku masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat menyediakan alat dan pengetahuan yang diperlukan agar transformasi tersebut terjadi. Pemberdayaan masyarakat juga mempunyai tujuan yang salah satunya yaitu untuk memperbaiki kelembagaan, perbaikan usaha, perbaikan pendapatan, perbaikan lingkungan, perbaikan kehidupan dan perbaikan masyarakat itu sendiri agar terciptanya kehidupan yang lebih baik. Jadi, dapat diketahui bahwa dakwah dan pemberdayaan masyarakat merupakan upaya dakwah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara lahir maupun batin. Sehingga dalam implementasi dakwah tersebut dibutuhkan suatu metode yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Adapun metode yang dapat digunakan dalam dakwah pemberdayaan masyarakat yaitu metode percontohan atau biasa kita sebut dengan dakwah bil-hal. Artinya dakwah pemberdayaan masyarakat lebih mengutamakan aksi ketimbang hanya wacana. Hasil dari pembahasan ini dapat diketahui bahwa antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat mempunyai keterkaitan erat dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, dakwah dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua konsep yang saling melengkapi dan dapat bersinergi untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat.
Mobilisasi Sumber Daya Adaptasi Mitigasi Perubahan Iklim Di Kelurahan Krapyak Kecamatan Tirto Kota Pekalongan: Mobilization of Climate Change Mitigation Adaptation Resources in Krapyak Village, Tirto District, Pekalongan City Fahruz, Muslim Afandi; Sumino; Daryanto; Fahruzzaman; Ronggo Dinoyo
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 2 (2025): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i2.34

Abstract

Penelitian ini fokus pada kerentanan masyarakat akibat dari perubahan iklim, jenis ancaman, dampak, upaya yang sudah dilakukan, valuasi dampaknya, dan jenis aksi adaptasi mitigasi. Tujuanya adalah untuk menganalisis aksi adaptasi mitigasi dari pengendalian perubahan iklim. Problematika fundamental yang terjadi akibat dari perubahan iklim adalah tingkat kerentanan yang tinggi karena ancaman terhadap sumber penghidupan masyarakat, sedangkan kapasitas masyarakat yang masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode PAR (participatory action research) dengan pendekatan partisipatif. Melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menganalisis masalah, merencanakan tindakan, dan tentu berusaha mengintegrasikan dengan kebijakan terkait. Pengumpulan data menggunakan teknik PRA (participatory rural appraisal) semisal kalender musim, pemetaan sosial-spasial, trend and change. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika ada berbagai potensi adaptasi mitigasi dalam mengendalikan perubahan iklim di masyarakat. Berbagai sumber daya yang bisa dikelola menjadi alternatif dalam meningkatkan aksi adaptasi mitigasi baik secara internal maupun eksternal.
Peran Pekerja Sosial dalam Penanganan Lansia Komorbid Covid-19 melalui Program Jiwong Jiga di Purwokerto Wetan: The Role of Social Workers in Handling the Comorbid Elderly with Covid-19 through the Jiwong Jiga Program in Purwokerto Wetan Siti Aisyah Rizkotul Amalia
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 2 (2025): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i2.37

Abstract

This study aims to analyze the role of social workers in assisting elderly individuals with comorbidities through the Jiwong Jiga application in Purwokerto Wetan, as an effort to reduce the spread of Covid-19. Elderly people with comorbid conditions are highly vulnerable to Covid-19 infection, thus requiring community-based approaches for their care and protection. The Jiwong Jiga application, meaning "one person, one guardian," is a local innovation that implements a one-on-one support system to enhance protection for at-risk elderly individuals. This research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving five volunteers from the comorbidity team. The findings indicate that the implementation of Jiwong Jiga positively contributed to reducing the risk of Covid-19 transmission among comorbid elderly by enabling direct social interventions. In addition to improving adherence to health protocols, the application also facilitated health monitoring and strengthened the role of social workers in community-based services. The study recommends institutional support and technological integration in future social intervention programs.
Transformasi Kesadaran Kesehatan Masyarakat dalam Program PPKM Mikro: Analisis Kontekstual di Wilayah Pedesaan: Transforming Public Health Awareness in Micro PPKM Programs: Contextual Analysis in Rural Areas Shofyan Tsauri; Rifa ‘Ulfah; Eki Safitri
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 2 (2025): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i2.38

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the PPKM Mikro (Micro-Scale Public Activity Restrictions Team) in raising public awareness and discipline regarding the implementation of Covid-19 health protocols in Sikapat Village, Sumbang Subdistrict. The research is motivated by the observed decline in public compliance with health protocols after the area was declared a green zone. A qualitative method was employed, using data collection techniques such as direct observation and in-depth interviews with the Village Head, Deputy Head of the PPKM Mikro Team, and local community members. The results indicate that the PPKM Mikro Team was relatively effective in promoting health protocol awareness during the early stages of the pandemic, as evidenced by increased public compliance. However, this effectiveness diminished over time, as public alertness declined with the improved status of the area. In conclusion, the success of the PPKM Mikro Team is situational and strongly influenced by social conditions and the community’s perceived risk of Covid-19
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Filantropi: Studi Kasus Komunitas GEBRAKAN di Kecamatan Gempol Pasuruan: Philanthropy-Based Economic Empowerment: A Case Study of the GEBRAKAN Community in Gempol District Pasuruan Achmad Syariel Afandi
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 2 (2025): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i2.39

Abstract

Indonesia mengkonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab covid-19 pada awal Maret 2020. Sejak saat itu berbagai upaya penanggualan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi covid-19 di berbagai sektor. Hampir seluruh sektor terkena dampaknya tidak hanya pada sektor kesehatan. Salah satunya ialah sektor ekonomi yang juga mengalami dampak serius akibat pandemi covid-19. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Kinerja ekonomi yang melemah turut berdampak pada ketenagakerjaan di Indonesia. Tidak sedikit perusahaan yang memilih merumahkan bahkan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Hal tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat yang menurun yang membuat mereka kesulitan dalam memnuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu kelompok mahasiswa dengan tujuh anggota memilih untuk membantu masyarakat dengan bermitra bersama komunitas GEBRAKAN yang memiliki slogan “Ambil Secukupnya, Beri Semampunya”. Melalui pendekatan service learning yaitu sebagai suatu metode pengabdian masyarakat berupa tindakan nyata yang didapatkan melalui pendidikan di kelas dan praktik lapangan. Metode dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu 1) tahap pra-pelaksanaan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap pasca pelaksanaan.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Keberlanjutan di Waduk Tukul, Desa Karanggede, Kabupaten Pacitan: Sustainability-Based Tourism Development Strategy in Tukul Reservoir, Karanggede Village, Pacitan Regency Sundari
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 1 No 2 (2025): AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v1i2.40

Abstract

Waduk Tukul di Desa Karanggede, Kabupaten Pacitan, tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengairan dan pengendalian banjir, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berbasis keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata Waduk Tukul dan merumuskan strategi pengembangannya dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan lokal, serta studi dokumentasi dari data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa Waduk Tukul memiliki kekuatan dalam hal keindahan alam, aksesibilitas, dan dukungan pemerintah, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas wisata dan promosi digital. Strategi pengembangan difokuskan pada peningkatan infrastruktur, promosi digital, pelibatan masyarakat, serta integrasi nilai budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan destinasi secara kolaboratif dan berkelanjutan agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan

Page 1 of 2 | Total Record : 13