cover
Contact Name
Mochamad Mochtar Masoed
Contact Email
aksiologijurnal@gmail.com
Phone
+6281231445793
Journal Mail Official
aksiologijurnal@gmail.com
Editorial Address
CV Omah Kreator JL. Roso Jati Perumahan Griya Cokromenggalan Blok BB 03 Babadan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia, 63491.
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGI: Journal of Community Development
Published by CV Omah Kreator
ISSN : -     EISSN : 30638097     DOI : 10.63199/aksiologi
This journal aims to provide a place for academics, researchers, and practitioners to publish original work on research and community engagement. The scope of articles published in this journal discusses various topics of social and disaster studies: Community empowerment, Development and Social Policy, Social welfare, Social Culture
Articles 20 Documents
Strategi Pemberdayaan Komunitas Melalui Urban Farming dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan: Studi Kasus di Pradah Kalikendal Surabaya Sumiati; Nihlatul Falasifah
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2025): AKSIOLOGI : Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i1.56

Abstract

Rapid urbanization in Indonesia poses serious challenges to urban food security. This study examines a program to revitalize hydroponic urban farming in RW 04 Pradah Kalikendal, Surabaya, which had previously failed. The purpose of this study is to analyze how participatory community empowerment strategies can effectively revive this initiative and contribute to local food security. The method used is a qualitative case study with a Participatory Action Research (PAR) approach. This approach actively involves residents in all stages of the program, from problem identification to evaluation. The results show that the participatory approach has succeeded in transforming past failures into collective learning. The empowerment strategy focused on improving technical capacity and collective organization. Summary data showed that social innovations such as the establishment of a daily “duty roster” significantly increased community participation, sense of ownership, and social capital. This program has had a multidimensional impact, including strengthening social bonds, reducing household food expenditures, and increasing access to healthy vegetables. It is concluded that the sustainability of urban farming in dense environments does not only depend on technology, but is fundamentally determined by the success of the empowerment process. The scientific contribution of this research is the confirmation that a participatory empowerment model that transforms failure into collective learning through practical social innovation is the key to revitalizing community programs that have failed due to previous top-down approaches.
Penguatan Kapasitas Organisasi Perangkat Daerah melalui Sosialisasi Indeks Pembangunan Keluarga di Kota Samarinda Anif Muchlasin
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2025): AKSIOLOGI : Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i1.57

Abstract

The socialization of the Family Development Index (iBangga) in Samarinda City is part of a community service program with a descriptive-participatory approach, which aims to increase the understanding of local stakeholders regarding the importance of family development as the basis for human development. The activity was carried out by the Population Control and Family Planning Agency (DPPKB) of Samarinda City on September 25, 2025, at the DPPKB Office Hall in Samarinda City, involving 50 participants consisting of village heads, sub-district heads, Family Planning Assistant Cadres (PPKB), and Family Planning Field Officers (PLKB) from all sub-districts in Samarinda City. The activity was evaluated through pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' knowledge of the concept and application of iBangga. The analysis results showed an increase in the average score from 61.28 on the pre-test to 64.47 on the post-test, with the median increasing from 60 to 65. The distribution of participants' scores also shifted towards higher scores, indicating that the socialization had a positive impact on participants' understanding. Enthusiasm was evident from the many questions asked, particularly regarding budgeting, technical measurement of iBangga indicators, concrete steps for implementation at the sub-district and village head levels, and strengthening the role of cadres in the field. The results of this activity have practical implications for regional policy, namely the importance of drafting a Mayor Regulation (Perwali) on the Implementation of iBangga in Samarinda City as a legal umbrella that strengthens governance and reporting on family development. In addition, sustainable budget support, capacity building for officials and cadres, and the use of iBangga data in evidence-based family development planning at the village and sub-district levels are needed.
Pemberdayaan UMKM melalui Teknologi Tepat Guna: Alat Pengaduk Bumbu Otomatis di Desa Gisik Cemandi Awalina Hidayah; Vera Arida
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2025): AKSIOLOGI : Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i1.58

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa, namun keterbatasan teknologi produksi sering menghambat peningkatan produktivitas dan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Asset Based Community Development (ABCD) dan analisis data melalui reduksi, penyajian, serta verifikasi data model Miles dan Huberman. Tujuannya untuk mendeskripsikan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengaduk bumbu otomatis dalam rangka pemberdayaan UMKM olahan kerang macan di Desa Gisik Cemandi. Proses penelitian meliputi pemetaan aset desa dengan kerangka pentagonal aset, identifikasi potensi utama, perancangan inovasi produk, pembuatan alat pengaduk bumbu otomatis, serta pendampingan dan evaluasi bersama pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengaduk bumbu otomatis berhasil meningkatkan efisiensi produksi hingga 41,7%, menjaga konsistensi rasa, dan menambah kapasitas produksi sebesar 50%. Selain itu, masyarakat mengalami peningkatan keterampilan teknis dan kemandirian dalam mengelola usaha. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan ABCD dapat menjadi strategi pemberdayaan berbasis aset yang efektif untuk pengembangan UMKM di wilayah pesisir.  
Strategi Pengembangan Desa Wisata Pantai Natal Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Luqman Abdul Aziz Ibnu Mas’ud
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2025): AKSIOLOGI : Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Desa Wisata Pantai Natal berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Pantai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah, baik melalui sektor pariwisata maupun pemanfaatan sumber daya alam pesisir seperti perikanan dan usaha penunjang lainnya. Intensitas pembangunan kawasan pantai sebagai upaya peningkatan ekonomi perlu dikelola secara tepat agar tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pemanfaatan wilayah pesisir Pantai Natal yang semakin masif menuntut adanya strategi pengelolaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan partisipasi masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara untuk mengkaji peran masyarakat pesisir dalam proses pengembangan desa wisata serta mengidentifikasi strategi yang diterapkan sejak awal pembangunan hingga kondisi terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wisata Pantai Natal melibatkan masyarakat pesisir melalui penyediaan layanan wisata, pengelolaan fasilitas, serta aktivitas ekonomi lokal. Namun demikian, strategi pengembangan yang dijalankan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam aspek pemeliharaan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan keberlanjutan pengelolaan wisata. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik berupa gambaran strategi pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan desa wisata yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengorganisasian Ibu PKK dalam Mengembangkan Ekonomi Melalui Produk Keong Macan di Desa Gisik Cemandi Ain, Dinda Kurotul; Vera Arida
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2025): AKSIOLOGI : Journal of Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i1.60

Abstract

Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo memiliki beragam potensi yang dapat dilihat melalui pendekatan metode petagonal asset, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi Desa Gisik Cemandi melalui olahan produk keong macan (babilonia spirata l), metode yang digunakan adalah ABCD (Asset Based Community Development) dengan teknik pengumpulan data melalui obervasi, wawancara dengan masyarakat, pemangku kepentingan lokal dan studi dokumentasi dari data skunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Gisik Cemandi memiliki potensi alam, sumberdaya manusia, dukungan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi desa, meskipun memiliki potensi yang banyak masyarakat Desa Gisik Cemandi memiliki tantangan berupa kurangnya keterampilan berwirausaha, keterbatasan fasilitas, promosi digital. Dalam hal ini peneliti memfokuskan strategi pengembangan ekonomi pada keterampilan dalam mengolah produk, pembentukan kelompok GEMILANG (Gerakan UMKM inovatif dan go digital), serta promosi digital marketing. Masyarakat harus terlibat secara aktif dalam setiap proses awal hingga akhir agar tepat sasaran, dengan partisipasi aktif masyarakat bukan hanya sekedar menumbuhkan rasa kepemilikan saja namun juga memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi kesejahteraan masyarakat Desa Gisik Cemandi
Pendampingan Komunitas PKK Dalam Pengembangan UMKM Berbasis Asset Based Community Development Ahmad Zidan Al Maghribi; Ries Dyah Fitriyah
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pendampingan komunitas PKK dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suruh, Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion (FGD), dengan subjek penelitian pengurus inti PKK dan fasilitator pendamping yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ABCD mampu mengoptimalkan aset lokal berupa potensi hasil jagung yang dikembangkan menjadi produk jasuke melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri, partisipasi, dan peran ekonomi perempuan dalam komunitas. Meskipun masih menghadapi keterbatasan pada aspek permodalan dan manajemen usaha, pendekatan berbasis aset terbukti efektif dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan UMKM desa. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penguatan model pendampingan UMKM berbasis komunitas perempuan dengan pendekatan ABCD yang menekankan optimalisasi aset lokal secara partisipatif, khususnya dalam konteks pengolahan komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah di tingkat desa.
Inovasi Sosial dan Regenerative Agriculture dalam Pemberdayaan Petani Lahan Kering di Hulu Sub DAS Pusur Muslim Afandi; Titik Suzana; Rama Zakaria; Joko Santoso
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.59

Abstract

Kawasan hulu Sub DAS Pusur menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi, seperti rendahnya penerapan prinsip konservasi lahan, keterbatasan akses masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta tingginya risiko bencana erupsi Merapi. Kondisi tersebut berdampak pada keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani lahan kering. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi sosial dalam pemberdayaan petani lahan kering melalui penerapan regenerative agriculture di kawasan hulu Sub DAS Pusur. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, komunitas lokal, dan pengelola TNGM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), wawancara mendalam, pemetaan sosial-spasial, kalender musim, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan regenerative agriculture mendorong perubahan perilaku petani dalam pengelolaan lahan, terutama melalui penerapan pola tanam berbasis konservasi, penggunaan pupuk organik, serta pengembangan komoditas alternatif seperti kopi, anggrek, bunga krisan, dan teh lokal. Selain itu, inovasi sosial yang dibangun melalui kolaborasi multipihak berhasil memperkuat partisipasi masyarakat, mengurangi disharmonisasi hubungan antara masyarakat dan pengelola TNGM, serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap konservasi kawasan hulu. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian inovasi sosial berbasis regenerative agriculture dalam konteks pemberdayaan masyarakat di kawasan hulu DAS yang rentan terhadap degradasi lingkungan dan risiko bencana.
Potensi Pengembangan Destinasi Wisata Gunung Badut Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Sudadi
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.88

Abstract

Gunung Badut yang terletak di Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo memiliki potensi wisata alam yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Namun, optimalisasi potensi tersebut masih memerlukan sinergi antara pengelolaan sumber daya alam, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan destinasi wisata Gunung Badut serta mengkaji peran pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Badut memiliki potensi alam, sosial, dan ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Keterlibatan masyarakat melalui pengelolaan usaha mikro, penyediaan jasa wisata, dan partisipasi dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan destinasi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat mampu menciptakan pengelolaan wisata yang berorientasi pada aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sebagai strategi pengembangan wisata lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Peran UMKM Jamu Tradisional dalam Pelestarian Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Salsa Billa Izzatunnisa
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.89

Abstract

Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai kesehatan, sosial, dan ekonomi serta berpotensi dikembangkan sebagai basis penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, kajian yang mengintegrasikan fungsi jamu sebagai media pelestarian kearifan lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran UMKM jamu tradisional dalam melestarikan kearifan lokal serta kontribusinya terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada UMKM Jamu Anisatul Farida di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM jamu tradisional berperan penting dalam menjaga pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui pemanfaatan bahan herbal alami, teknik produksi tradisional, dan inovasi pengemasan serta pemasaran berbasis media digital. Selain berkontribusi terhadap pelestarian budaya, keberadaan UMKM jamu mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal. Meskipun demikian, pengembangan usaha masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, rendahnya pemanfaatan teknologi produksi, serta belum optimalnya perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap resep tradisional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian jamu tradisional tidak hanya sebagai produk kesehatan berbasis budaya, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mendukung pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM Desa Gisik Cemandi melalui Strategi Pemasaran Digital Berbasis Asset Based Community Development (ABCD) Nadia Julinisa Putri Lasya; Vera Arida
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.91

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, namun masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan pemasaran berbasis teknologi. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo melalui media sosial dan website dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan pemberdayaan berbasis aset lokal dengan strategi digital marketing untuk memperkuat kemandirian dan daya saing UMKM desa pesisir. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara partisipatif, diskusi kelompok, pelatihan, dan pendampingan terhadap 20 pelaku UMKM. Bentuk pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas digital, pendampingan branding produk, serta penguatan kemampuan pemasaran mandiri berbasis media sosial dan website. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu mengelola akun Instagram bisnis secara mandiri dan 75% peserta berhasil membuat media promosi digital berupa logo dan poster produk. Selain itu, seluruh peserta telah memiliki akun pemasaran digital dan website sederhana sebagai media promosi usaha. Program ini berdampak pada peningkatan literasi digital, penguatan branding produk, dan perluasan jangkauan pemasaran UMKM. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan keberlanjutan dan kemandirian UMKM berbasis potensi lokal.

Page 2 of 2 | Total Record : 20