cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): rekarupa" : 12 Documents clear
Distro Sebagai Bentuk Komunikasi dan Identitas Anak Muda di Kota Bandung Zein, Anastasha Oktavia Sati
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.145 KB)

Abstract

ABSTRAK Kehadiran toko pakaian dan asesoris dengan nama distro telah memunculkan fenomena baru di Kota Bandung. Berdasarkan karakteristik desainnya, produk-produk yang dijual toko distro ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak  muda. Hal ini ditandai dengan berbagai keunikan produk distro yaitu menjadi ciri khasnya yaitu  jumlah setiap produk terbatas, ilustrasi atau gambar pada produk berupa T-Shirt yang unik merepresentasikan karakteristik khas anak muda dalam upaya membentuk identitas. Demikian halnya dengan desain interior  setiap distro. Pengaruh desain kaos dari Barat dan Jepang terasa sangat kuat mengingat negara maju umumnya menjadi arah orientasi gaya hidup. Distro dianggap berhasil sebagai bentuk  usaha baru  dengan caranya yang khas yaitu menjawab upaya pencarian identitas para remaja dengan mengakomodasi kebutuhan komunikasi identitas remaja. Kata Kunci: desain pakaian, desain interior, identitas,  produk distro,  remaja. ABSTRACT The presence of a clothing store and accessories named  distro name has created a new phenomenon in Bandung. Based on the characteristics of  the product design sold in distro, the products are   aimed to fullfill young people’s need. It is characterized by a variety of unique products that became the trademark,  distributions are limited to the amount of each product, product illustrations or images in the form of a unique T-Shirt represents the typical characteristics of young people in an effort to establish an identity. Likewise with the interior design of each distro. Effect of t-shirt designs from the West and Japan was very strong considering the developed world generally become orientation for towards lifestyle. Distro considered successful as a new establishment with a distinctive way that answers the search for the identity of the juvenile accommodate the communication needs of adolescent identity. Keywords: clothing design, interior design, identity, distro product,  juvenile.
Persepsi dan Citra Identitas Visual Logo Bank Mandiri Atsar, Fanhas
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Every companies and organizations are aware about how very important having a logo as a visual identity to expression and show their personalities and vision mission to target audience. Logo consist of elements form, color, tipography and all out perform of logo. All that logo elements, designed and have concepts and meanings to express and show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. Every elements on logo making response and perceptions on target audience or stakeholder is mind. Stakeholder are respons and perceptions is an image about what or how company visual identity looks. And that image company, should be same or fit with company visual identity to show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. This research is to know and analize response and perceptions about Bank Mandiri Logo image in stakeholder or consumer is mind, by using kualitative descriptive method. All the answers and response consumers on quesitioners about concepts and meanings form, color, tipography and all out perform of logo Bank Mandiri get descriptive analize to having a result for this visual identity image and perceptions reserach. Keywords: logo, visual identity, corporate image, perception ABSTRAK Setiap organisasi dan perusahaan menyadari bahwa logo sebagai identitas visual merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam menunjukan, memperlihatkan dan mengekspresikan kepribadian dan visi misi mereka kepada khalayak yang dituju atau target sasaran. Logo yang terdiri dari elemen bentuk, warna, rangkaian huruf dan penampilan keseluruhan logo tersebut tersebut, dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan, memvisualisasikan dan mengkomunikasikan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Elemen-elemen yang terdapat dan membentuk logo sebagai identitas visual perusahaan tersebut memicu dan menimbulkan respon atau tanggapan dan persepsi didalam benak stakeholder atau pelanggan. Persepsi yang muncul dan terbentuk didalam benak pelanggan adalah citra merek perusahaan yang harus sesuai dan mampu serta mewakili, menyimbolkan dan mewujudkan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Penelitian didalam makalah ini adalah untuk mengetahui persepsi dan citra yang terbentuk didalam benak stakeholder atau pelanggan terhadap identitas visual merek logo Bank Mandiri dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu menggunakan angket kuesioner dengan berisikan pernyataan-pernyataan konsep makna bentuk, warna, tipografi dan penampilan keseluruhan logo, dan hasil jawaban pertanyaan angket kuesioner tersebut akan dianalisa secara deskriptif, sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian. Kata kunci: logo, identitas visual, citra perusahaan, persepsi
Sistem Produksi Sederhana Pengolahan Bonggol Jagung Sebagai Bahan Baku Dalam Perancangan Produk Ismail, Dedy
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Berbagai material sisa produksi pertanian seperti bonggol jagung memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku produk-produk fungsional, khususnya produk-produk kriya (craft). Bonggol jagung memiliki karakteristik yang khas, sehingga pengolahannya harus mempertimbangkan karakteristik khas tersebut. Melalui pendekatan ekperimen dengan menggunakan berbagai mesin yang ada, potensi tersebut dapat digali sehingga dihasilkan   berbagai kemungkinan bentuk berupa modul dari bonggol jagung yang dapat dipakai sebagai bahan baku produk kriya. Eksplorasi dilakukan berdasarkan pada potensi olahan bonggol jagung sebagai bahan baku produk kerajinan yang merupakan dari eksperimen material. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin-mesin sederhana yaitu mesin serut, mesin ampelas (belt and disc sander), dan mesin gerinda. Produk-produk yang dihasilkan dengan mesin-mesin sederhana itu merupakan bukti nyata bahwa melalui pendekatan eksplorasi material dapat diperoleh peluang kreatif pengembangan produk yang memiliki potensi komersial, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bermacam produk karena keunikannya, sehingga dapat menjadi bahan baku alternatif untuk memperkaya potensi eksplorasi bahan alam secara optimal. Kata kunci : bonggol jagung, explorasi, kebaruan, sistem produksi sederhana. Abstract Various agricultural waste materials such as corncob  has the potential to be used as raw materials of functional products , especially craft  . Corncob has distinctive characteristics , so the processing must consider the distinctive characteristics . Through experimental approach using a variety of existing simple machines , the potential can be explored to produce a variety of possible forms of corncobs module that can be used as raw material craft products . Exploration carried out based on the potential of processed corncobs as feedstock handicraft products which are of experimental material . Experiments are performed using simple machines like belt and disc sander , and grinding machines . The products are produced with simple machines it is clear evidence that the approach through the exploration of materials can be obtained creative product development opportunities that have commercial potential , which is expected to be used to support the local economy . Through this study showed that the characteristics of corncob can be harnessed into a variety of products because of its uniqueness , so that could be an alternative raw material to enrich the exploration potential of natural materials optimally. Keywords: corncob, exploration, novelty, simple production system
Kajian Historis dan Filosofis Kujang Kurniawan, Aris
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berangkat dari penelusuran kujang ke berbagai wilayah di Jawa Barat  untuk melengkapi berbagai penelitian kujang terdahulu yang masih menyisakan pertanyaan mendasar terutama makna filosofis dan simbolis kujang serta hubungannya dengan kosmologi Sunda. Dari penelusuran kujang tersebut banyak ditemukan berbagai bentuk perupaan kujang yang sama sekali belum diinventarisasi dan dikaji sebagai varian kujang dalam berbagai penelitian sebelumnya. Keragaman perupaan kujang hasil temuan tersebut sangat menarik untuk di kaji dan diteliti lebih dalam. Wilayah temuan kujang tersebut meliputi Bandung dan sekitarnya, kabupaten Sumedang, Cirebon, Garut, Ciamis, dan Kanekes Provinsi Banten. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam penamaan, bentuk kujang memiliki struktur yang hampir sama. Bentuk tersebut mengarah kepada bentuk burung, atau manuk dalam bahasa Sunda. Kujang mempunyai latar belakang sejarah dan  periode penciptaan yang panjang. Sebagai karya seni tradisi, kujang sarat akan makna filosofis dan simbolis. Kata kunci: kujang, Sunda, makna filosofis dan simbolis,       Abstract This study departs from research of kujang,  a traditional Sundanese cleaver, to various areas in West Java to complete complements previous studies that still leaves the fundamental question is mainly philosophical and symbolic significance relationship with kujang and Sundanese cosmology . Of the many research, kujang found in various shapes of kujang that have not inventoried as a variant of kujang , and studied in many previous studies. The diversity shape of kujang are very interesting for consideration and investigated more deeply . Region where kujang  found include Bandung and its surroundings , Sumedang district , Cirebon , Garut , Kudat, and Baduy Banten Province . Although there are slight differences in naming , the shape of kujang has a similar structure . The shape leads to a form of a bird , or manuk in Sundanese . kujang has a historical background and a long period of creation . As a work of art traditions , kujang full of philosophical and symbolic meaning . Keywords: kujang, Sunda, philosophical and symbolical meaning
Pendekatan Semantik Rupa Sebagai Metoda Pengembangan Desain Produk Dengan Studi Kasus Produk Mug di Industri Kecil Keramik Waskito, M. Arif
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menentukan bentuk suatu produk  tidak saja berdasarkan pada pertimbangan fungsional, tapi penentuan bentuk tersebut merupakan wujud dari sebuah proses komunikasi visual yang didalamnya memiliki ragam informasi, berupa komunikasi teknis yang biasanya bersifat “tangible”(nyata), juga informasi nonteknis yang bersifat pemaknaan. Faktor-faktor teknis pada sebuah produk akan dapat dibaca sebagai suatu informasi yang berkaitan dengan fungsi dari produk, material yang digunakan, proses produksi yang dilakukan, berat benda yang dimilikinya, ataupun ukuran benda tersebut. Informasi-informasi yang bersifat pemaknaan akan dapat dipahami apabila konsepnya yang dibangun dan disampaikan oleh seorang desainer relevan dengan konsep informasi yang direstruktur oleh pembacanya, dalam hal ini konsumen atau pengguna produk tersebut. Pada penelitian ini metode perancangan yang digunakan akan berbasis pada konsep semantika rupa, dimana aspek yang mendominasi dasar perancangannya akan merujuk pada unsur pemaknaan visual. Analisis terhadap kualitas semantika visual tersebut kemudian akan dijadikan dasar penggalian nilai-nilai inovasi bentuk dari sebuah produk keramik. Pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran singkat tentang proses pengembangan bentuk sebuah produk yang dapat dilakukan oleh industri kecil hingga industri manufaktur untuk mendapatkan sebuah karakteristik desain yang unik sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan nilai jual produk yang mereka hasilkan.   Kata kunci : Desain, semantik rupa, produk keramik Abstract Determining the shape of a product is not only based on functional considerations, but the determination of the shape is a manifestation of a process in which visual communication has a variety of information. Information can be " tangible " ( real ) such matters relating to the technical aspects inherent in the product, and may also be related to the non-technical aspects as well as the meaning that can be recognized by its shape. Technical factors in a product will be read as the information relating to the function of the product, the materials used, the production process is carried out, it has a heavy object, or the object size. The information that is of meaning will be understood if the concept were built and delivered by a designer that information relevant to the concept of restructured by the reader, in this case the consumer or user of that product. In this study design method used will be based on such a concept visual semantic, which dominate basic design aspects will refer to elements of visual interpretation. Analysis of a visual semantic quality then be used as the basis of extracting the values ​​of innovation form of a ceramic product. In this study is expected to provide a brief overview of the form development a product which can be done by small industries to manufacturing industry to gain a unique design characteristics as one effort to increase the sale value of the products they produce. Keywords: Design, Visual Semantics, ceramic product
Optimalisasi Program Perancangan Interior Museum Konferensi Asia-Afrika Fitriani, Detty
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gedung Merdeka dan bangunan sayapnya yang sejak tahun 1980 dijadikan Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu Bangunan Cagar Budaya di kota Bandung  yang dilindungi oleh undang-undang dan sangat dijaga keaslian/keotentikannya. Sebagai bangunan yang awalnya bukan peruntukan museum, diperlukan optimalisasi  perancangan (desain) interior dengan tetap menjaga keutuhan bangunan dan interior asli. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perancangan interior Bangunan Cagar Budaya dapat dioptimalkan ketika difungsikan menjadi sebuah museum. Jenis penelitian ini adalah penelitian teoritis yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deksriptif-analitis kualitatif.   Hasil akhir penelitian adalah berupa kesimpulan kondisi umum interior Museum Konferensi Asia Afrika dan langkah-langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi dan tampilan ruang museum. Kata kunci : Interior, Museum Konferensi Asia Afrika, Cagar budaya, Bandung. AbstraCT Gedung Merdeka and the wings of the building that used as Asian-African Conference museum since the 1980  is one of the heritage buildings in the city of Bandung that are protected by law and are very guarded originality/ authenticity.  As the building was not originally a museum designation, its required optimization of the interior design while maintaining the original integrity of the building and interior. This study was conducted to determine the extent to which the design of the interior of Heritage Buildings can be optimized when the function changed into a museum. This research is a theoretical study performed using descriptive-analytical method of qualitative research. The final results are conclusion of the general condition of theAsian-African Conference Museum interior and what steps can be taken to optimize the function and appearance of the museum space. Keywords: Interior, Museum of the Asian-African Conference, Reserve culture, Bandung
Persepsi dan Citra Identitas Visual Logo Bank Mandiri Fanhas Atsar
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Every companies and organizations are aware about how very important having a logo as a visual identity to expression and show their personalities and vision mission to target audience. Logo consist of elements form, color, tipography and all out perform of logo. All that logo elements, designed and have concepts and meanings to express and show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. Every elements on logo making response and perceptions on target audience or stakeholder is mind. Stakeholder are respons and perceptions is an image about what or how company visual identity looks. And that image company, should be same or fit with company visual identity to show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. This research is to know and analize response and perceptions about Bank Mandiri Logo image in stakeholder or consumer is mind, by using kualitative descriptive method. All the answers and response consumers on quesitioners about concepts and meanings form, color, tipography and all out perform of logo Bank Mandiri get descriptive analize to having a result for this visual identity image and perceptions reserach. Keywords: logo, visual identity, corporate image, perception ABSTRAK Setiap organisasi dan perusahaan menyadari bahwa logo sebagai identitas visual merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam menunjukan, memperlihatkan dan mengekspresikan kepribadian dan visi misi mereka kepada khalayak yang dituju atau target sasaran. Logo yang terdiri dari elemen bentuk, warna, rangkaian huruf dan penampilan keseluruhan logo tersebut tersebut, dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan, memvisualisasikan dan mengkomunikasikan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Elemen-elemen yang terdapat dan membentuk logo sebagai identitas visual perusahaan tersebut memicu dan menimbulkan respon atau tanggapan dan persepsi didalam benak stakeholder atau pelanggan. Persepsi yang muncul dan terbentuk didalam benak pelanggan adalah citra merek perusahaan yang harus sesuai dan mampu serta mewakili, menyimbolkan dan mewujudkan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Penelitian didalam makalah ini adalah untuk mengetahui persepsi dan citra yang terbentuk didalam benak stakeholder atau pelanggan terhadap identitas visual merek logo Bank Mandiri dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu menggunakan angket kuesioner dengan berisikan pernyataan-pernyataan konsep makna bentuk, warna, tipografi dan penampilan keseluruhan logo, dan hasil jawaban pertanyaan angket kuesioner tersebut akan dianalisa secara deskriptif, sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian. Kata kunci: logo, identitas visual, citra perusahaan, persepsi
Sistem Produksi Sederhana Pengolahan Bonggol Jagung Sebagai Bahan Baku Dalam Perancangan Produk Dedy Ismail
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Berbagai material sisa produksi pertanian seperti bonggol jagung memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku produk-produk fungsional, khususnya produk-produk kriya (craft). Bonggol jagung memiliki karakteristik yang khas, sehingga pengolahannya harus mempertimbangkan karakteristik khas tersebut. Melalui pendekatan ekperimen dengan menggunakan berbagai mesin yang ada, potensi tersebut dapat digali sehingga dihasilkan   berbagai kemungkinan bentuk berupa modul dari bonggol jagung yang dapat dipakai sebagai bahan baku produk kriya. Eksplorasi dilakukan berdasarkan pada potensi olahan bonggol jagung sebagai bahan baku produk kerajinan yang merupakan dari eksperimen material. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin-mesin sederhana yaitu mesin serut, mesin ampelas (belt and disc sander), dan mesin gerinda. Produk-produk yang dihasilkan dengan mesin-mesin sederhana itu merupakan bukti nyata bahwa melalui pendekatan eksplorasi material dapat diperoleh peluang kreatif pengembangan produk yang memiliki potensi komersial, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bermacam produk karena keunikannya, sehingga dapat menjadi bahan baku alternatif untuk memperkaya potensi eksplorasi bahan alam secara optimal. Kata kunci : bonggol jagung, explorasi, kebaruan, sistem produksi sederhana. Abstract Various agricultural waste materials such as corncob  has the potential to be used as raw materials of functional products , especially craft  . Corncob has distinctive characteristics , so the processing must consider the distinctive characteristics . Through experimental approach using a variety of existing simple machines , the potential can be explored to produce a variety of possible forms of corncobs module that can be used as raw material craft products . Exploration carried out based on the potential of processed corncobs as feedstock handicraft products which are of experimental material . Experiments are performed using simple machines like belt and disc sander , and grinding machines . The products are produced with simple machines it is clear evidence that the approach through the exploration of materials can be obtained creative product development opportunities that have commercial potential , which is expected to be used to support the local economy . Through this study showed that the characteristics of corncob can be harnessed into a variety of products because of its uniqueness , so that could be an alternative raw material to enrich the exploration potential of natural materials optimally. Keywords: corncob, exploration, novelty, simple production system
Kajian Historis dan Filosofis Kujang Aris Kurniawan
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berangkat dari penelusuran kujang ke berbagai wilayah di Jawa Barat  untuk melengkapi berbagai penelitian kujang terdahulu yang masih menyisakan pertanyaan mendasar terutama makna filosofis dan simbolis kujang serta hubungannya dengan kosmologi Sunda. Dari penelusuran kujang tersebut banyak ditemukan berbagai bentuk perupaan kujang yang sama sekali belum diinventarisasi dan dikaji sebagai varian kujang dalam berbagai penelitian sebelumnya. Keragaman perupaan kujang hasil temuan tersebut sangat menarik untuk di kaji dan diteliti lebih dalam. Wilayah temuan kujang tersebut meliputi Bandung dan sekitarnya, kabupaten Sumedang, Cirebon, Garut, Ciamis, dan Kanekes Provinsi Banten. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam penamaan, bentuk kujang memiliki struktur yang hampir sama. Bentuk tersebut mengarah kepada bentuk burung, atau manuk dalam bahasa Sunda. Kujang mempunyai latar belakang sejarah dan  periode penciptaan yang panjang. Sebagai karya seni tradisi, kujang sarat akan makna filosofis dan simbolis. Kata kunci: kujang, Sunda, makna filosofis dan simbolis,       Abstract This study departs from research of kujang,  a traditional Sundanese cleaver, to various areas in West Java to complete complements previous studies that still leaves the fundamental question is mainly philosophical and symbolic significance relationship with kujang and Sundanese cosmology . Of the many research, kujang found in various shapes of kujang that have not inventoried as a variant of kujang , and studied in many previous studies. The diversity shape of kujang are very interesting for consideration and investigated more deeply . Region where kujang  found include Bandung and its surroundings , Sumedang district , Cirebon , Garut , Kudat, and Baduy Banten Province . Although there are slight differences in naming , the shape of kujang has a similar structure . The shape leads to a form of a bird , or manuk in Sundanese . kujang has a historical background and a long period of creation . As a work of art traditions , kujang full of philosophical and symbolic meaning . Keywords: kujang, Sunda, philosophical and symbolical meaning
Distro Sebagai Bentuk Komunikasi dan Identitas Anak Muda di Kota Bandung Anastasha Oktavia Sati Zein
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kehadiran toko pakaian dan asesoris dengan nama distro telah memunculkan fenomena baru di Kota Bandung. Berdasarkan karakteristik desainnya, produk-produk yang dijual toko distro ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak  muda. Hal ini ditandai dengan berbagai keunikan produk distro yaitu menjadi ciri khasnya yaitu  jumlah setiap produk terbatas, ilustrasi atau gambar pada produk berupa T-Shirt yang unik merepresentasikan karakteristik khas anak muda dalam upaya membentuk identitas. Demikian halnya dengan desain interior  setiap distro. Pengaruh desain kaos dari Barat dan Jepang terasa sangat kuat mengingat negara maju umumnya menjadi arah orientasi gaya hidup. Distro dianggap berhasil sebagai bentuk  usaha baru  dengan caranya yang khas yaitu menjawab upaya pencarian identitas para remaja dengan mengakomodasi kebutuhan komunikasi identitas remaja. Kata Kunci: desain pakaian, desain interior, identitas,  produk distro,  remaja. ABSTRACT The presence of a clothing store and accessories named  distro name has created a new phenomenon in Bandung. Based on the characteristics of  the product design sold in distro, the products are   aimed to fullfill young people’s need. It is characterized by a variety of unique products that became the trademark,  distributions are limited to the amount of each product, product illustrations or images in the form of a unique T-Shirt represents the typical characteristics of young people in an effort to establish an identity. Likewise with the interior design of each distro. Effect of t-shirt designs from the West and Japan was very strong considering the developed world generally become orientation for towards lifestyle. Distro considered successful as a new establishment with a distinctive way that answers the search for the identity of the juvenile accommodate the communication needs of adolescent identity. Keywords: clothing design, interior design, identity, distro product,  juvenile.

Page 1 of 2 | Total Record : 12