cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 12 Documents clear
Tinjauan Desain Interior Hotel Stevie G Bandung Dengan Analisis Bahasa Estetika Posmodern Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.34 KB)

Abstract

Hotel Stevie G yang berlokasi di jalan Sersan Bajuri Kabupaten Bandung Barat, adalah hotel dengan konsep desain interior yang berbeda secara signifikan dengan hotel lain khususnya di Bandung. Setiap kamar tamu (guest-room) di hotel ini tidak sama karena memiliki tema yang berbeda satu sama lain.  Hotel ini mengabadikan Steven Gerard,  nama kapten kesebelasan Liverpool FC yang terkenal sebagai nama hotel.  Untuk merepresentasikan Steven Gerrad dan Liverpool FC, salah satu kamar tamu hotel  diberi nama This is Anfield. Anfield adalah nama stadion Liverpool FC.  Tema kamar-kamar lain tidak berkaitan dengan dunia sepakbola tetapi dengan berbagai bagian dari budaya pop lainnya. Penggunaan bahasa estetika Posmodern yaitu kitsch, pastiche, parody, dan schizoperenia sebagai alat analisis didasarkan pada prinsip Posmodern yang mengutamakan unsur keragaman (pluralisme) dan keragaman ini ada pada tema pada setiap kamar tamu. Secara keseluruhan pendekatan desain interior pada kamar tamu hotel Stevie G ini merupakan pendekatan Pop Art, sebagai bagian dari gaya desain Posmodern. Kata Kunci : hotel Stevie G,  desain interior kamar hotel, Posmodern, Pop Art.   AbstraCT Stevie G hotel located in Sersan Bajuri Street West Bandung is a hotel that has  interior design concepts that significantly differs with others hotel in Bandung area. Each guest room  of this hotel has different theme. This hotel perpetuated Steven Gerrard, the name of  the famous captain of Liverpool FC as its name. For represented Steven Gerrard and Liverpool FC, one of the guest-room named  This is Anfield. Anfield is a stadion of Liverpool FC. The theme of the other rooms are not related to the football world but from others part of pop culture. The use of  aesthetic language of Postmodern that are kitsch, pastische, parody, and schizopherenia as analitycal tool based-on the principle of Postmodern that is prioritizes diversity (pluralism) and this diversity can be found in each guest-room. Over all, interior design approach to the Stevie G hotel guest-rooms is a an approach of Pop Art, that is a part of Posmodern design. Keywords : Stevie G hotel, Interior design of guest-room, Pop Art, Postmodern.
Tinjauan Pembentukan Kawasan Heritage Budaya Kampung Glam di Singapura dengan Pendekatan Analisis Morfologi dan Tipologi Bangunan Primayudha, Novrizal
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.275 KB)

Abstract

Singapura merupakan salah satu negara yang memiliki banyak kawasan heritage multikultural, melalui eksistensi situs kawasan-kawasan cagar budaya China, Melayu, India serta beberapa etnik lain yang juga menetap di sana. Upaya pembentukkan kawasan ini dapat dieksplorasi melalui kajian morfologi kawasan dan tipologi bangunan untuk mengungkap nilai-nilai budaya dan perilaku masyarakat pada awal pembentukkan kawasan hingga dapat terus  eksis  saat ini. Kampong Glam merupakan  salah satu kawasan heritage kebudayaan yang merupakan sebuah bukti eksistensi kebudayaan Melayu dan Arab yang telah menjadi bagian dari keragaman budaya yang ada di negara ini. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk memahami upaya pelestarian kebudayaan lokal di Singapura dengan  mengungkap temuan-temuan  terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pola pembentukkan kawasan serta klasifikasi elemen arsitektural dengan pendekatan metode morfologi dan tipologi bangunannya. Kata Kunci : Kawasan Heritage Budaya, Morfologi dan Tipologi, Kampong Glam Abstract Singapore is a country that has a lot of areas of multicultural heritage, through the existence of sites of cultural heritage areas of China, Indonesia, India and some other ethnic groups are also settled there. Efforts to form the region can be explored through the study of the morphology of the area and typology of the building to reveal the cultural values ​​and behavior of people in the early formation of the region to be able to continue to exist today. Kampong Glam is one of ​​cultural heritage area, which is a proof of the existence of the Malay and Arab culture that has become part of the diversity of cultures that exist in this country. Therefore, this study was made to understand local cultural preservation efforts in Singapore to unveil the findings of the factors that influence the formation of the pattern of the region as well as the classification of architectural elements with the approach of morphological method and typology of the building. Keywords: Cultural Heritage Region, Morphology and Typology, Kampong Glam
Kajian Simulasi Desain Rambu Informasi Keselamatan di Tempat Wisata Pantai Parangtritis Berdasatkan Perilaku Budaya Wibowo, Ari
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.154 KB)

Abstract

ABSTRAKSecara umum kecelakaan di tempat wisata pantai selatan pulau Jawa cukup tinggi. Sebagian besar kecelakaan tersebut memiliki ciri yang sama yaitu terseret oleh ombak laut selatan. Padahal bila dilihat di lokasi wisata sudah terdapat informasi yang berisi peringatan bahaya ombak pantai selatan berupa informasi keselamatan (signage). Dari kondisi tersebut tampak bahwa signage yang terdapat di tempat wisata pantai selatan cenderung diabaikan oleh wisatawan. Hal ini terbukti dari sejumlah dokumentasi langsung di lapangan. Pertanyaan penelitian ini adalah adakah cara untuk meningkatkan perhatian wisatawan atas signage yang ada. Maka dari itu dilaksanakan kajian yang meliputi proses observasi, pendekatan uji survei, serta analisis atas hasil uji survei untuk mengetahui pendapat wisatawan terhadap informasi keselamatan. Kajian ini memanfaatkan faktor budaya terkait dengan interaksi wisatawan dengan lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Faktor budaya yang dikaji adalah yang memiliki pengaruh perilaku serta masih diperhatikan oleh wisatawan secara umum yaitu mitos dan artefak budaya. Fokus kajian ini adalah menggali dasar teori atas variabel survei berbasis perilaku yang akan diujikan kepada responden yaitu wisatawan, sehingga bila hal tersebut dapat diujikan dan dianalisa maka terdapat kemungkinan peningkatan perhatian wisatawan pada signage keselamatan. Metodologi dalam kajian ini analisa atas hasil survei menggunakan uji survei kuantitatif atas stimulan visual untuk membuktikan tingkat perhatian wisatawan atas pembaharuan desain signage pada informasi keselamatan wisata tersebut.Kata Kunci: rambu wisata, informasi keselamatan, perilaku budaya.ABSTRACTIn general crash on the south coast of Java island tour is quite high. Most accidents that have the same characteristics are swept away in the southern ocean. In fact, when viewed in the tourist sites that contain information already contained warnings of danger waves south coast of information safety (signage). From these conditions it appears that the signage located on the south coast tourist spots tend to be ignored by tourists. This is evident from a number of documentation directly in the field. This research question is there any way to increase the attention of tourists over the existing signage. Therefore conducted a study which includes the process of observation, survey testing approach, as well as the analysis of the test results to find out the opinion surveys of tourists to the safety information. This study utilizes cultural factors related to tourist interaction with the environment found in the study site. Cultural factors studied is that influence behavior and is still considered by tourists in general that myths and cultural artifacts. The focus of this study is to explore the basic theory of behavior based on survey variables to be tested to respondent that are tourists, so if it can be tested and analyzed so there is an increased likelihood of tourist attention on safety signage. The methodology in this study an analysis of the survey results using test a quantitative survey of visual stimulants to prove the level of attention of tourists on the renewal design of signage on the travel safety information.Keywords: tourist signs, safety information, cultural behavior.
Pendekatan Desain Interior untuk Hunian Lansia Sebagai Upaya Mengatasi Degeneratif. Studi Kasus Rumah Tinggal Jl. Bukit Dago Utara, Bandung Sati Zein, Anastasha Oktavia
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.578 KB)

Abstract

Semua orang membutuhkan kenyamanan pada rumah tinggalnya, namun kenyamanan untuk lansia membutuhkan pemahaman khusus mengenai kemunduran fisik dan mental yang tentunya berpengaruh terhadap fasilitas di dalam rumah tinggal. Kecelakaan yang  terjadi pada lansia merupakan perpaduan dari menurunnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi dan tidak didukung oleh lingkungan aktifitas, keadaan ini menuntut perhatian lebih terhadap perancangan tempat tinggal lansia untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. Menurunnya kualitas hidup lansia secara fisik dan mental juga berbeda pada setiap lansia, dengan dukungan keluarga akan membuat kemandirian dalam menjaga diri semakin tinggi, hal ini membuat lansia merasa masih tetap dihormati dan disegani dalam kehidupan sosialnya.   Kata kunci: Lansia, Rumah Tinggal, Degeneratif.     AbstraCT Everybody needs comfort in their home, nevertheless the comfort for elderly people needs special understanding about physical and psychological degeneration which influences to the house facilities. Accidences that happen to elderly people constitute agglutination from decreasing ability to adapt and are not supported by activities surroundings. This situation demands intensified awareness to the house planning for elderly to minimize the accidence. Decreasing quality of life phsically and mentally is different for each  elderly person. Family support will make positive self-supporting, and this  will make them feel respected and honoured.   Keywords: Elderly People, Home , Degenerative.
Eksperimen Perancangan Kemampuan Daya Serap Panel Akustik dari Sampah Kotak Karton Gelombang Andriyanto Wibisono, Oki Kurniawan, Pribadi Widodo,
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.262 KB)

Abstract

Kualitas lingkungan akustik yang baik merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar pada sebuah bangunan terutama ruangan sebagai tempat aktifitas manusia. Kualitas akustik dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan, produktifitas, serta kesehatan penghuni atau penggunanya. Pada kenyataannya pencapaian kualitas tersebut kerapkali terabaikan karena biaya penganan yang cukup tinggi terutama pada bangunan fasilitas umum non komersial termasuk fasilitas ruangan kelas. Eksperimen ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian mengenai studi penanganan kebisingan untuk memperbaiki kualitas akustik ruang kelas berbiaya rendah melalui pemanfaatan sampah kotak karton gelombang. Pada tahap eksperimen ini perancangan panel mengacu pada hasil eksperimen dan pengujian kemampuan akustik serta penambahan aplikasi seperti air-gap dan penambahan penutup belakang sebagai acuan pengembangan perancangan panel untuk perancangan interior, data koefisien serap (α) hasil pengujian panel adalah 0,22 pada frekuensi 500 Hz dan 0,52 pada frekuensi 1000 Hz, hal ini menunjukan karakter akustik penyerap atau absorber. Perancangan difokuskan pada bentuk, tekstur dan teknik pewarnaan panel serta aspek lainnya sehingga dapat memenuhi standar panel secara umum. Kata kunci: Panel akustik, koefisien serap, kotak karton gelombang   AbstraCT Acoustic environment quality considered as one of basic requirement for buildings environment quality, especially in a room where human activity take place in a building. This quality effect to comfort, productivity, and health for human as user or occupants. Yet, in reality good acoustic quality improvement often neglected or ignored because of high cost for acoustic treatment especially for non-commercial public building facility such as class room. This experiment are part of a serial research conducted as a study of low cost noise treatment to improve class room acoustic qualities using cardboard box waste. This research experiment used the result of materials tested in acoustic laboratory as a reference to develop acoustic panel design. This experiment conducted to implicate the result such as air-gap and back cover to the panel as design development. Result shows absorber coefficient (α) are 0.22 on 500 Hz and 0.52 on 1000 Hz, there for the panel have absorber characteristic as acoustic panel. Panel designing focused on shape, texture, coloring technic and other aspect to meet standard panel in general. Keywords: Acoustic panel, absorber coeffisien, corrugated cardboard.
Visualisasi Tulisan 14 Hanzi Dasar Berupa Piktograf Sebagai Metode Belajar Mudah Mengenal Aksara China Mohammad Ihsan, Sri Retnoningsih, Naomi Haswanto,
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.822 KB)

Abstract

Metode belajar penulisan Hanzi/Aksara China yang umum digunakan adalah menuliskan Hanzi berkali-kali, namun metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mempelajarinya. Metode pengajaran lain yaitu dengan cara menceritakan bagaimana sebuah Hanzi terbentuk, ternyata dapat memudahkan siswa dalam mengingat Hanzi. Oleh karena itu, metode tersebut dapat diterapkan dalam perancangan media bahan ajar Aksara China, yaitu dengan bercerita menggunakan metode visualisasi tulisan yang dikaitkan dengan evolusi, sehingga siswa mendapat kemudahan dalam mengingat arti dan bentuk Hanzinya serta mendapat kemudahan juga dalam belajar menuliskannya. Selain itu digunakan juga metode mnemonic untuk memudahkan mengingat 14 Hanzi dasar terpilih berupa piktograf yang dianjurkan dipelajari oleh pemula untuk pertamakalinya. Kata Kunci : Belajar Hanzi, Hanzi, Karakter China, Tulisan China, Visualisasi Tulisan.   AbstraCT A common method in learning Hanzi is writing continually in order to memorize each shape of the characters and how to write it with strokes. This method took quite a long time to learn. Another teaching method is to tell the history about how a Hanzi take form, this method allows students to better memorize the Hanzi. Thus, the method was applied to this teaching medium, a storytelling using character visualization related to evolution. This way, the student found it’s easier to remember the meaning and shapes, also in writing the Hanzi. Mnemonic method also used to help memorize 14 chosen basic Hanzi in pictograph, which is recommended for beginners to learn at first steps. Keywords : Learning Hanzi, Hanzi, Chinese Charaters, Chinese Writings, Letters Visualization.
Visualisasi Tulisan 14 Hanzi Dasar Berupa Piktograf Sebagai Metode Belajar Mudah Mengenal Aksara China Sri Retnoningsih, Naomi Haswanto, Mohammad Ihsan
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode belajar penulisan Hanzi/Aksara China yang umum digunakan adalah menuliskan Hanzi berkali-kali, namun metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mempelajarinya. Metode pengajaran lain yaitu dengan cara menceritakan bagaimana sebuah Hanzi terbentuk, ternyata dapat memudahkan siswa dalam mengingat Hanzi. Oleh karena itu, metode tersebut dapat diterapkan dalam perancangan media bahan ajar Aksara China, yaitu dengan bercerita menggunakan metode visualisasi tulisan yang dikaitkan dengan evolusi, sehingga siswa mendapat kemudahan dalam mengingat arti dan bentuk Hanzinya serta mendapat kemudahan juga dalam belajar menuliskannya. Selain itu digunakan juga metode mnemonic untuk memudahkan mengingat 14 Hanzi dasar terpilih berupa piktograf yang dianjurkan dipelajari oleh pemula untuk pertamakalinya. Kata Kunci : Belajar Hanzi, Hanzi, Karakter China, Tulisan China, Visualisasi Tulisan.   AbstraCT A common method in learning Hanzi is writing continually in order to memorize each shape of the characters and how to write it with strokes. This method took quite a long time to learn. Another teaching method is to tell the history about how a Hanzi take form, this method allows students to better memorize the Hanzi. Thus, the method was applied to this teaching medium, a storytelling using character visualization related to evolution. This way, the student found it’s easier to remember the meaning and shapes, also in writing the Hanzi. Mnemonic method also used to help memorize 14 chosen basic Hanzi in pictograph, which is recommended for beginners to learn at first steps. Keywords : Learning Hanzi, Hanzi, Chinese Charaters, Chinese Writings, Letters Visualization.
Tinjauan Desain Interior Hotel Stevie G Bandung Dengan Analisis Bahasa Estetika Posmodern Jamaludin Jamaludin
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Stevie G yang berlokasi di jalan Sersan Bajuri Kabupaten Bandung Barat, adalah hotel dengan konsep desain interior yang berbeda secara signifikan dengan hotel lain khususnya di Bandung. Setiap kamar tamu (guest-room) di hotel ini tidak sama karena memiliki tema yang berbeda satu sama lain.  Hotel ini mengabadikan Steven Gerard,  nama kapten kesebelasan Liverpool FC yang terkenal sebagai nama hotel.  Untuk merepresentasikan Steven Gerrad dan Liverpool FC, salah satu kamar tamu hotel  diberi nama This is Anfield. Anfield adalah nama stadion Liverpool FC.  Tema kamar-kamar lain tidak berkaitan dengan dunia sepakbola tetapi dengan berbagai bagian dari budaya pop lainnya. Penggunaan bahasa estetika Posmodern yaitu kitsch, pastiche, parody, dan schizoperenia sebagai alat analisis didasarkan pada prinsip Posmodern yang mengutamakan unsur keragaman (pluralisme) dan keragaman ini ada pada tema pada setiap kamar tamu. Secara keseluruhan pendekatan desain interior pada kamar tamu hotel Stevie G ini merupakan pendekatan Pop Art, sebagai bagian dari gaya desain Posmodern. Kata Kunci : hotel Stevie G,  desain interior kamar hotel, Posmodern, Pop Art.   AbstraCT Stevie G hotel located in Sersan Bajuri Street West Bandung is a hotel that has  interior design concepts that significantly differs with others hotel in Bandung area. Each guest room  of this hotel has different theme. This hotel perpetuated Steven Gerrard, the name of  the famous captain of Liverpool FC as its name. For represented Steven Gerrard and Liverpool FC, one of the guest-room named  This is Anfield. Anfield is a stadion of Liverpool FC. The theme of the other rooms are not related to the football world but from others part of pop culture. The use of  aesthetic language of Postmodern that are kitsch, pastische, parody, and schizopherenia as analitycal tool based-on the principle of Postmodern that is prioritizes diversity (pluralism) and this diversity can be found in each guest-room. Over all, interior design approach to the Stevie G hotel guest-rooms is a an approach of Pop Art, that is a part of Posmodern design. Keywords : Stevie G hotel, Interior design of guest-room, Pop Art, Postmodern.
Tinjauan Pembentukan Kawasan Heritage Budaya Kampung Glam di Singapura dengan Pendekatan Analisis Morfologi dan Tipologi Bangunan Novrizal Primayudha
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singapura merupakan salah satu negara yang memiliki banyak kawasan heritage multikultural, melalui eksistensi situs kawasan-kawasan cagar budaya China, Melayu, India serta beberapa etnik lain yang juga menetap di sana. Upaya pembentukkan kawasan ini dapat dieksplorasi melalui kajian morfologi kawasan dan tipologi bangunan untuk mengungkap nilai-nilai budaya dan perilaku masyarakat pada awal pembentukkan kawasan hingga dapat terus  eksis  saat ini. Kampong Glam merupakan  salah satu kawasan heritage kebudayaan yang merupakan sebuah bukti eksistensi kebudayaan Melayu dan Arab yang telah menjadi bagian dari keragaman budaya yang ada di negara ini. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk memahami upaya pelestarian kebudayaan lokal di Singapura dengan  mengungkap temuan-temuan  terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pola pembentukkan kawasan serta klasifikasi elemen arsitektural dengan pendekatan metode morfologi dan tipologi bangunannya. Kata Kunci : Kawasan Heritage Budaya, Morfologi dan Tipologi, Kampong Glam Abstract Singapore is a country that has a lot of areas of multicultural heritage, through the existence of sites of cultural heritage areas of China, Indonesia, India and some other ethnic groups are also settled there. Efforts to form the region can be explored through the study of the morphology of the area and typology of the building to reveal the cultural values ​​and behavior of people in the early formation of the region to be able to continue to exist today. Kampong Glam is one of ​​cultural heritage area, which is a proof of the existence of the Malay and Arab culture that has become part of the diversity of cultures that exist in this country. Therefore, this study was made to understand local cultural preservation efforts in Singapore to unveil the findings of the factors that influence the formation of the pattern of the region as well as the classification of architectural elements with the approach of morphological method and typology of the building. Keywords: Cultural Heritage Region, Morphology and Typology, Kampong Glam
Kajian Simulasi Desain Rambu Informasi Keselamatan di Tempat Wisata Pantai Parangtritis Berdasatkan Perilaku Budaya Ari Wibowo
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSecara umum kecelakaan di tempat wisata pantai selatan pulau Jawa cukup tinggi. Sebagian besar kecelakaan tersebut memiliki ciri yang sama yaitu terseret oleh ombak laut selatan. Padahal bila dilihat di lokasi wisata sudah terdapat informasi yang berisi peringatan bahaya ombak pantai selatan berupa informasi keselamatan (signage). Dari kondisi tersebut tampak bahwa signage yang terdapat di tempat wisata pantai selatan cenderung diabaikan oleh wisatawan. Hal ini terbukti dari sejumlah dokumentasi langsung di lapangan. Pertanyaan penelitian ini adalah adakah cara untuk meningkatkan perhatian wisatawan atas signage yang ada. Maka dari itu dilaksanakan kajian yang meliputi proses observasi, pendekatan uji survei, serta analisis atas hasil uji survei untuk mengetahui pendapat wisatawan terhadap informasi keselamatan. Kajian ini memanfaatkan faktor budaya terkait dengan interaksi wisatawan dengan lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Faktor budaya yang dikaji adalah yang memiliki pengaruh perilaku serta masih diperhatikan oleh wisatawan secara umum yaitu mitos dan artefak budaya. Fokus kajian ini adalah menggali dasar teori atas variabel survei berbasis perilaku yang akan diujikan kepada responden yaitu wisatawan, sehingga bila hal tersebut dapat diujikan dan dianalisa maka terdapat kemungkinan peningkatan perhatian wisatawan pada signage keselamatan. Metodologi dalam kajian ini analisa atas hasil survei menggunakan uji survei kuantitatif atas stimulan visual untuk membuktikan tingkat perhatian wisatawan atas pembaharuan desain signage pada informasi keselamatan wisata tersebut.Kata Kunci: rambu wisata, informasi keselamatan, perilaku budaya.ABSTRACTIn general crash on the south coast of Java island tour is quite high. Most accidents that have the same characteristics are swept away in the southern ocean. In fact, when viewed in the tourist sites that contain information already contained warnings of danger waves south coast of information safety (signage). From these conditions it appears that the signage located on the south coast tourist spots tend to be ignored by tourists. This is evident from a number of documentation directly in the field. This research question is there any way to increase the attention of tourists over the existing signage. Therefore conducted a study which includes the process of observation, survey testing approach, as well as the analysis of the test results to find out the opinion surveys of tourists to the safety information. This study utilizes cultural factors related to tourist interaction with the environment found in the study site. Cultural factors studied is that influence behavior and is still considered by tourists in general that myths and cultural artifacts. The focus of this study is to explore the basic theory of behavior based on survey variables to be tested to respondent that are tourists, so if it can be tested and analyzed so there is an increased likelihood of tourist attention on safety signage. The methodology in this study an analysis of the survey results using test a quantitative survey of visual stimulants to prove the level of attention of tourists on the renewal design of signage on the travel safety information.Keywords: tourist signs, safety information, cultural behavior.

Page 1 of 2 | Total Record : 12