cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA ELKOMIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 9 Documents clear
Perancangan Sistem Kelistrikan Pada Pusat Listrik Tenaga Minihidro Lapai 2x2000 kW di Sulawesi Tenggara TAOFEQ, TOPAN; ANGGORO, BAMBANG; ARFIANTO, TEGUH
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.57 KB)

Abstract

Abstrak Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk di provinsi Sulawesi Tenggara dengan rasio elektifitas yang mencapai 38 %, maka untuk menselaraskan kebutuhan energi di daerah terpencil yang jauh dari jaringan sistem tegangan tinggi yang ada di Sulawesi Tenggara, diperlukan percepatan pembangunan energi listrik melalui energi baru terbarukan. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro yang akan dirancang di kecamatan Ngapa, kabupaten Kolaka Utara, provinsi Sulawesi Tenggara, yang dialiri oleh sungai Wwatunohu dengan debit sungai 16-42 m3/detik. Dari kondisi hidrologi sungai maka didapatkan debit rencana sebesar 8,264 m3/detik.  Dengan gross head sebesar 39,3 m, maka digunakan turbin francis dengan daya keluaran yang dihasilkan generator mencapai 2.301 kW (per-unit). Kata kunci: Minihidro, Debit, Head, Turbin, Generator.   Abstract In line with the increase of population in Southeast Sulawesi province elektifitas ratio reached 38%, to harmonize energy needs in remote areas far from the high-voltage system networks in Southeast Sulawesi, needed accelerated development of electric energy through renewable energy. Minihidro Power Plant will be designed in sub Ngapa, North Kolaka district, Southeast Sulawesi province, which is fed by the river with river discharge Wwatunohu 16-42 m3/sec. From the river hydrological conditions are obtained discharge of 8.264 m3/sec. With a gross head of 39.3 m, then used a francis turbine with generator output power generated reached 2,301 kW (per-unit). Key words: Minihydro, Discharge, Head, Turbin, Generator.
Implementasi Sistem SMS Gateway untuk Kendali Air Conditioner DERI, GEMA ALFARISI; M.ICHWAN, M.ICHWAN; LIDYAWATI, LITA
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.624 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam suatu ruang server, pengaturan suhu sangatlah penting. Dimana dalam ruangan tersebut suhu harus tetap terjaga agar selalu dingin sekitar 20-25 derajat celcius. Keterbatasan sebuah AC dalam mengatur suhu pada ruang server untuk terus aktif dalam 24 jam tentu menjadi kendala tersendiri dimana membuat AC tersebut menjadi cepat rusak. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan beberapa AC dalam suatu ruang server. Untuk menghemat energi dan biaya dari listrik yang digunakan, melalui integrasi dari SMS (Short Message Service) dan dengan hardware serta software yang digunakan, dihasilkan ide untuk merancang remote AC dengan SMS gateway berbasis mikrokontroler ATMEGA 16. Perancangan ini dilakukan untuk dapat mengaktifkan atau mengnonaktifkan satu atau beberapa AC secara bergantian dari jarak jauh. Ada tiga pengujian yang dilakukan, yaitu pengujian pertama mengirim perintah SMS dengan Format yang benar dan salah. Percobaan kedua mengirim sms dengan nomor yang tidak masuk dalam pengaturan.Pengujian ketiga menghitung lama waktu akses pada saat mengirim perintah hingga user menerima sms balasan bahwa AC telah aktif atau tidak. Dihasilkan waktu akses tercepat 6,756 detik dan waktu akses terlama 8,012 detik. Kata Kunci : Ruang server, SMS, AC ABSTRACT In the server room, the temperature setting is very important. Where in the room temperature must be maintained to keep it cool around 20-25 degrees Celsius.  Limitations of an air conditioner in regulating the temperature in server room to continue being active in the 24 hours of course became an obstacle which makes air conditioner became easily damaged. To solve this problem use some air conditioning in the server room. To save energy and cost of electricity used, through the integration of SMS (Short Message Service) and the hardware and software used, generated the idea to design a remote AC with SMS gateway based microcontroller ATMEGA 16. The design was conducted to be able to activate or turn off the air conditioner one or alternately from long distance. There are three tests, the first test sending an SMS with the Format command is right and wrong. The second experiments sending sms to a number that is entered in the settings. Testing the three calculate long access time when sending commands to the user receives a SMS reply that the air conditioner was on or not. Resulting the fastest access time access time of 6.756 seconds and 8.012 seconds longest. Keywords : Server Room, SMS, AC
Perancangan dan Realisasi Remote Horizontal Tilting Base Station Antenna ADRIANI, FITRIA DEWI; JAMBOLA, LUCIA
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.149 KB)

Abstract

Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, khususnya telekomunikasi bergerak (mobile telecommunication), penggunaan handphone (HP) telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat dan menjadi hal yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan akan kualitas layanan dan coverage area yang lebih sesuai menjadi perhatian khusus para provider telekomunikasi bergerak. Resetting arah antena dilakukan dengan kontrol jarak jauh dengan menggunakan gelombang radio dan meminimalisir penggunaan kabel (wireless) serta mengurangi kecelakaan kerja saat akan dilakukan resetting arah antena. Salah satu solusi untuk dapat memenuhi persyaratan coverage area, kinerja jaringan seluler, dan juga keselamatan engineer adalah dengan metoda horizontal tilting antena melalui wireless. Dengan merancang perangkat sistem penggerak horisontal antena BTS yang dilengkapi dengan pengukur besaran pergerakan horisontal antena menggunakan kompas digital CMPS03 dan hasilnya ditampilkan secara digital pada layar LCD. Dari hasil pengujian didapatkan pergerakan antena pada arah horisontal dapat mencapai 206º, namun yang ditampilkan dalam tabel pengujian hanya sampai dengan 30º karena pada pergeseran sudut yang kecil pun berpengaruh pada posisi coverage area.   Kata kunci: Horizontal Tilting, Transceiver, Antena BTS, CMPS03.   Abstract In line with the development of telecommunication technology, especially mobile telecommunications, mobile usage (HP) has penetrated into all society and become commonly used in everyday life. Mobile telecommunications provider are paying special attention to demand for quality of service and coverage area. Resetting the antenna is done by remote control using radio waves and minimize the use of capable (wireless) which in turn reducing accidents when resetting the antenna. One solution to meet the requirements of the coverage area, the performancce of cellular networks, as well as safety ngineer is the horizontal method of tilting the antenna via wireless. By designing the drives system of horizontal antenna base stations equipped with measurng the amount of horizontal movement of the antenna using a digital compass CMPS03 and the results are displayed digitally on the LCD sreen. Test result show that horizontal antenna redirection can reach 206⁰, butonly up to 30⁰ are shown in the chart testing only up to 30⁰ are shown on test chart since even small angle shift is effecting the position of coverage area. Keywords: Horizontal Tilting, Transceiver, BTS antenna, CMPS03.
Analisis Benchmarking Jaringan 3G Operator HCPT dan XL di Area Jakarta SARI, ANITA PURNAMA; LIDYAWATI, LITA; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.1 KB)

Abstract

Abstrak Jumlah pengguna teknologi telekomunikasi yang bertambah bisa menjadi penyebab menurunnya kualitas layanan. Hal ini membuat operator harus menjaga kinerja jaringan dengan cara drive test dan mengoptimasi jaringan secara rutin. Analisis data untuk mengetahui penyebab masalah yang terjadi dan solusi untuk mengatasi penurunan kualitas jaringan. Pada penelitian ini, dilakukan benchmarking (perbandingan) antar 2 operator 3G yaitu HCPT dan XL di daerah Jakarta dengan pembagian 3 rute, dan parameter pembanding yaitu RSCP (Receive Signal Code Power), Ec/No (Energy Chip per Noise), Call Setup Success Ratio (CSSR) dari perbandingan call attempt dan call setup, Call Drop Ratio (CDR) dari perbandingan call attempt dan call drop, Call congestion ratio (CCR) dari perbandingan call attempt dan block call. Dari hasil pengukuran, pada operator HCPT persentase RSCP  terbaik (-74 s/d 0 dBm) yaitu 61%, 70% dan 81%, persentase Ec/No terbaik (-6 s/d 0 dB) yaitu 49%, 28%, dan 40%, CSSR sebesar 99.14%, CDR 0%, dan CCR 0%. Sedangkan operator XL persentase RSCP terbaik 36%, 36%, dan 55%, persentase Ec/No terbaik 48%, 28%, dan 35%, CSSR 99%, CDR 2%, dan CCR 0.99%. Kata kunci: kinerja jaringan, 3G, benchmarking. Abstract The increasing of telecommunication technology users could be cause of decreasing the quality of service. This make operators have to maintain performance with drive test and optimizing the networks regularly. Data analizing to determine caused of the problems occured and solution to solve the decreasing of network quality problems. This research, would be benchmarking (compare) two 3G operators, HCPT and XL in Jakarta with 3 routes, and comparison parameters were RSCP (Received Signal Code Power), Ec/No (Energy Chip per Noise), Call Setup Success Ratio (CSSR) from compared call setup and call attempt, Call Drop Ratio (CDR) from compared call setup and call drop, Call congestion ratio (CCR) from compared call attempt and call block. From the measurement result, the best percentage of RSCP in HCPT (-74 to 0 dBm) were 61%, 70% and 81%. The best percentage of Ec/No (-6 to 0 dB) were 49%, 28%, and 40%, CSSR were 99.14%, CDR 0%, CCR 0%. For XL, the best percentage of RSCP were 36%, 36%, and 55%, percentage of Ec/No were 48%, 28%, and 35%, CSSR 99%, CDR 2% and CCR 0.99%. Keywords: network performance, 3G, benchmarking.
Perancangan dan Realisasi Remote Tilting Antena Base Station Secara Vertikal PRATIVI, EKARIANI; JAMBOLA, LUCIA
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kondisi pembangunan jaringan seluler baru, permasalahan coverage area terkadang perlu penangan khusus. Jika coverage dari suatu base station terlalu besar maka akan mengakibatkan saling tumpang tindih dengan sel yang berdekatan, yang akan menurunkan kualitas layanan. Salah satu bentuk solusi untuk memenuhi persyaratan coverage area kinerja jaringan seluler dan juga memenuhi kinerja keselamatan petugas adalah dengan menggunakan metoda down tilting antenna secara vertikal melalui wireless. Perancangan bentuk bangun dua buah sistem pendukung utama seperti penggerak antenna sektoral pada base station (BTS) dan sistem pengendali penggerak antenna jarak jauh berbasis gelombang radio atau wireless. Metoda down tilting antenna secara vertikal ini dilakukan dengan membuat suatu peralatan penggerak antena secara vertikal sebagai penggerak motor DC, dengan mengetahui jarak terjauh yang dapat dicapai yang dilengkapi pengukuran besar perubahan sudut tilt pada antena. Pengoperasiannya dengan menggunakan sensor optocoupler dengan mikrokontroller AT89S52 yang ditampilkan layar LCD. Pengujian yang dilakukan pada ruangan terbuka remote control sebagai pemancar dapat mencapai jarak maksimal 27 meter dengan besar sudut tilt maksimal mencapai 24,71° ,dimana perubahan sudut tilt setiap 1° pada layar LCD akan berpengaruh pada coverage area. Kata kunci: Coverage Area, Motor DC, Down Tilting Antenna, Antena Sektoral, sensor optocoupler dengan mikrokontroler AT89S52. ABSTRACT On the state of development of new mobile networks, area coverage problems sometimes need special handling. If the coverage of a base station (BTS) is too large it will result in overlap with adjacent cells, which will degrade the quality of service. One form of solutions to meet the performance requirements of mobile network coverage area and also meet the safety performance of officers is to use the method of tilting down vertically through the wireless antenna. Designing the shape of two main support systems such as propulsion sectoral antenna at the base station (BTS) antenna drive and control system based distance or wireless radio waves. Method vertical antenna down tilting is done by creating a vertical antenna transmission devices as DC motor drive, knowing the furthest distance that can be achieved incorporating the measurement of the antenna tilt angle changes. Operation using optocoupler sensor with AT89S52 microcontroller LCD screen displayed. Tests were carried out on the open space as a remote control transmitter can reach a maximum distance of 27 meters with a large tilt angle reaches a maximum 24.71 °, which changes every 1 ° tilt angle on the LCD screen will affect the coverage area. Keywords : Coverage Area, Motor DC, Down Tilting Antenna, Sectoral Antenna, Sensor Optocopler with Microcontroler AT89S52
Perancangan, Realisasi, dan Pengujian Antena Helik Mode Axial pada Access Point Wireless-G 2,4 GHz Broadband Linksys ARSYAD, AHMAD; ARYANTA, DWI; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.377 KB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini kebutuhan komunikasi data terus meningkat, dimana mereka kebanyakan menggunakan perangkat access point yang memiliki jangkauan pancaran terbatas karena pola radiasi omnidirectional, sehingga diperlukan antena yang mempunyai pola radiasi directional untuk jangkauan pancaran user yang diam, dimana gain lebih besar dan jangkauan pancaran lebih jauh. Antena helik merupakan salah satu yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Dengan merancang dimensi antena helik seperti perhitungan panjang gelombang (λo), diameter (D), keliling (C), jarak antar putaran (Sλ), panjang kawat tembaga (Ltotal), panjang antena (A), pentanahan (a), dan impedansi (Zo), maka dapat direalisasikan dan dilakukan pengujian antena helik yang diaplikasikan terhadap antena access point yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Dengan demikian, berdasarkan hasil rancangan diperoleh level kuat medan dengan rata-rata peningkatan penguatan antena helik terhadap antena access point sebesar 14,2 dB. Selain itu juga diperoleh gain antena helik 16,7 dBi, beamwidth vertikal 570 dan horizontal 620, dan bandwidth antena 360 MHz, berdasarkan hasil pengukuran menggunakan spectrum analyzer dan pengujian menggunakan suatu software. Kata kunci : Access point, antena helik, omnidirectional, directional. ABSTRACT Data communication development, currently, mostly use the access point device that has a limited transmit range, because it has omnidirectional radiation pattern. Thus, it requires an antenna that has a directional radiation pattern for reach silent users (office area), which has large gain and reaches a far distance. Helik antenna is one of antennas that can be used to overcome this problem. By design of helik antenna dimension, such as wavelength calculations (λo), diameter (D), roving (C), distance between rounds (Sλ), length of copper wire (Ltotal), antenna length (A), ground (a), and impedance (Zo), it could be implemented as well as helik antenna tests those applied to access point antenna which worked at 2.4 GHz frequency. Based on the design of the field strength level, it was obtained an average increasing gain to the access point helik antenna as big as 14.2 dB. It also acquired the helik antenna gain as 16.7 dBi, 570 vertical beamwidth, 620 horizontal beamwidth, and 360 MHz antenna bandwidth, based on the result of measurement using a spectrum analyzer and testing using a software. Kata kunci : Access point, antenna helik, omnidirectional, directional.
Studi Load Shedding pada Sistem Kelistrikan Pengeboran Minyak Lepas Pantai, Kasus di Perusahaan X RUBIANTO, TRIWAHYU; SYAHRIAL, SYAHRIAL; WALUYO, WALUYO
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.878 KB)

Abstract

ABSTRAK Perubahan beban yang signifikan pada sistem kelistrikan dapat menyebabkan suatu sistem berjalan diluar batas stabil, Sehingga stabilitas sistem pada sistem kelistrikan sangat diperlukan, hal itu merupakan tujuan dilakukannya pembahasan kasus ini. Untuk menanggulangi suatu sistem agar mencapai kestabilan tersebut dilakukan proses load shedding dengan mengambil beberapa contoh asumsi menggunakan software simulasi dengan setting batas kerja UFR pada sistem untuk melakukan load shedding yang ditujukan jika terjadi perubahan frekuensi diluar batas standar perusahaan, dengan cakupan analisa pada saat generator load flow beban normal, saat kondisi pemasukan beban terbesar yaitu 1500HP, dan saat salah satu generator mengalami trip di t=1s dalam rentang waktu simulasi 100s, dengan melihat kinerja sistem dari sisi speed generator, perubahan frekuensi dengan melihat standar frekuensi yang diperbolehkan dengan rujukan dari pelepasan beban dari ANSI/IEEE C37 106-1987 dan perubahan tegangan dengan standard dari perusahaan adalah ±10%. Hasil yang didapatkan saat GTG trip, UFR bekerja di 58,5Hz dan 58,2Hz dengan total pelepasan beban sebesar 2727,25Kw, dan steady state pada t=80,011s. Kata kunci : Stabilitas sistem, Pengeboran minyak lepas pantai, Load Shedding. ABSTRACT In the Electrical System often occurs a change in load can cause a system goes beyond the limit of stability, because about that the stability system is important, so that the stability system must be need to be explain in here. To make system back to stabil, the load shedding can be use by taking a few examples of assumption with simulation is used software include setting UFR to make loadshedding work when GTG(01) collapse and frekuensi turn down. Desired results of this project used multiple data methods with the electrical systems associated look in to perform of synchronous generator, the system stability, and load shedding, that is doing by some case is reviewed the ability of generator at load flow condition normal, while the biggest load condition start is 1500HP, and while one generator having trip at t=1s in the 100s simulation period, and seen the response look at the performance of speed generator system, and changes frequency by looking at the standard frequencies allowed by referral from load shedding of ANSI/IEEE C37 106-1987 and for changing from voltage used company’s standard is ±10%. The result is, when GTG(01) collapse, then UFR will work at frequency 58,5Hz dan 58,2Hz with total final load shedding is 2727,25Kw, and steady state at time t=80,011s Key word: Stability system, Load shedding, offshore.
Perancangan dan Realisasi Model Sistem Monitoring Ruangan Menggunakan Webcam Berbasis Mikrokontroler ATMega16 ZUHRO, MURISA FARINA; SUSANA, RATNA; WIDOWATI, WIDOWATI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.884 KB)

Abstract

Abstrak Webcam pada umumnya digunakan sebagai media komunikasi dunia maya. Namun pada model sistem monitoring yang direalisasikan, penulis menggunakan webcam sebagai sensor yang mengganti indra penglihatan untuk melakukan monitoring di dalam ruangan. Dalam melakukan monitoring, webcam dapat digerakkan secara horizontal dan vertikal menggunakan 2 buah motor servo yang dikendalikan oleh mikrokontroller Atmega 16. Pada model sistem ini, dikembangkan pula program motion detection untuk mendeteksi adanya pergerakan di dalam ruangan. Jika terjadi pergerakan, maka tampilan gambar dari webcam akan direkam pada PC, dan mikrokontroler akan mengaktifkan buzzer.  Karena webcam memiliki keterbatasan pencahayaan ketika ruangan gelap, maka dilakukan penambahan modul infra merah yang dilengkapi sensor LDR. Dengan modul ini, pergerakkan di dalam ruangan yang gelap dapat terdeteksi sejauh 6 m. Untuk jarak antara ruang pengawas dan ruang yang dipantau, didapatkan panjang kabel sejauh 10 m. Kata kunci: webcam, program motion detection, mikrokontroler ATMega16, motor servo, buzzer. ABSTRACT Webcam is generally used as a medium of cyberspace communication. However, the monitoring system model that was realized, the authors used a webcam as a sensor that replaced the sense of sight to monitor in the room. In conducting the monitoring, the webcam could be moved horizontally and vertically using 2 pieces of servo motors were controlled by microcontroller Atmega16. In this model system, it was also developed a motion detection program to detect movement in the room. If there was movement, the display image from the webcam would be recorded by the PC, and the microcontroller would activate the buzzer. Since the webcam had a limited lighting when the room was dark, so at it was required a module additionthat equipped with infrared sensor LDR. By this module, the movement in the dark room could be detected as far as 6 m. For the distance between supervisor and monitored rooms, it was as far as10 m cable length. Keywords: webcam, program motion detection, microcontroller ATMega16, servo motor, buzzer.
Penentuan Setting Rele Arus Lebih Generator dan Rele Diferensial Transformator Unit 4 PLTA Cirata II ISTIMAROH, ANAA; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.174 KB)

Abstract

ABSTRAK Generator dan transformator adalah dua peralatan utama untuk menghasilkan listrik. Dalam pengoperasiannya tidak selalu berjalan normal, melainkan kadang-kadang terjadi gangguan yang mengakibatkan keandalannya berkurang dan apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu kerja sistem bahkan kerusakan pada peralatan tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan yang disebut dengan proteksi. Dari sini akan dibahas bagaimana cara proteksi generator terhadap gangguan arus lebih dan proteksi transformator terhadap kemungkinan terjadinya gangguan hubung singkat. Gangguan yang dimaksudkan adalah gangguan dari arus hubung singkat yang berada pada wiring diagram generator unit 7 dan 8 pada transformator unit 4 cirata II. Untuk mempermudah perhitungan dan analisa gangguan, sistem ini disimulasikan menggunakan software dan menghitung manual. Rele proteksi yang digunakan dan di setting adalah rele arus lebih dan rele diferensial. Rele ini berfungsi memproteksi arus gangguan terhadap fasa-tanah, fasa-fasa, dan fasa-fasa tanah. Dengan mengetahui arus gangguan tersebut, maka diperoleh setting rela arus lebih generator dengan arus yang melewati rele 2,65 A dan waktu delay 0,068 detik. Sedangkan pada rele diferensial transformator, dengan cara yang sama diperoleh arus diferensial sebesar 14,01 A. Kata kunci : Gangguan hubung singkat, sistem proteksi, over current relay, relay differensial, generator, transformator.   ABSTRACT Generators and transformers are the two main tools to generate electricity. In normal operation does not always work, but sometimes it happens disorders (abnormal) resulting in reduced reliability and if not addressed can interfere with the system even damage to the equipment. Therefore, it takes the so-called protection.In this thesis, we discuss how to protect the generator against overcurrent interruption. Disorder is a disorder of the intended short-circuit current is the wiring diagram of generator units 7 and 8 on the transformer unit 4 Cirata II. To simplify the calculation and analysis of interference, the system is simulated using software. Protection relays are used or in the setting is over current relays and differential relays. Relay serves to protect against fault current phase-ground, phase-phase and phase-ground phase.By knowing short circuit currents, over current relay is 2,65 A and time dial 0,068 detik. Otherwise at differensial relay transformers with the same calculating, differensial relay currents value is 14,01 A. Keywords: Short circuit, system protection, over current relays, differential relays, generators and transformers.

Page 1 of 1 | Total Record : 9