cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA ELKOMIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Perancangan Modifikasi Air Conditioner dan Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai Sumber Catu Daya PEANUS, ARIAN DWI; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.611 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini, lebih dari 10 persen energi listrik dikonsumsi dalam bentuk DC dan diperkirakan di masa yang akan datang banyak peralatan elektronik menggunakan sumber arus DC. Dengan demikian modifikasi air conditioner (AC) dengan mengganti motor fan unit indoor dan outdoor dengan motor DC sehingga air conditioner (AC) bersumber DC dan penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber catu daya akan sangat penting. Dari pengujian dan pengukuran untuk keseluruhan unit air conditioner (AC), daya yang digunakan air conditioner (AC) sebelum modifikasi 282,2 watt dan setelah modifikasi 263,63 watt. COP (Coefficient Of Performance) air conditioner (AC) setelah dimodifikasi adalah 3,49. Asumsi penggunaan air conditioner (AC) 6 jam, kapasitas modul surya yang dibutuhkan untuk tegangan sistem 12 volt adalah 22 Wp dan untuk tegangan sistem 24 volt adalah 612 Wp. Kapasitas baterai yang diperlukan untuk tegangan sistem 12 volt adalah 7,6 Ah dan untuk tegangan sistem 24 volt adalah 299 Ah. Kata Kunci: Air conditioner (AC), Motor DC, PLTS ABSTRACT At this time, more than 10 percent of the electrical energy is consumed in the form of DC and expected future many electronic devices use DC current source. Thus, the modification of the air conditioner (AC) by replacing the fan motor of indoor and outdoor units with DC motors so that air conditioner (AC) DC source and application of Solar Power Plant (SPP) as a source of power supply is very important. Test and measurement data for the overall unit air conditioner (AC), power used by air conditioner (AC) before modification was 282,2 watts and after modification was 263,63 watts. COP (Coefficient Of Performance) air conditioner (AC) after modified was 3,49. Assuming the use of air conditioner (AC) was 6 hours, the capacity of solar modules required for system voltage of 12 volts was 22 Wp and 24 volt system voltage was 612 Wp. The battery capacity required for the system voltage was 12 volts 7.6 Ah and for 24 volt system voltage was 299 Ah. Key word: Air conditioner (AC), Motor DC, SPP
Audit Energi Listrik Di Gedung 20 Teknik Elektro Itenas PYRANTHI, ANDRINI MAHAR; HARIYANTO, NASRUN; ARFIANTO, TEGUH
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Audit energi listrik adalah proses evaluasi pemanfaatan energi listrik dan identifikasi peluang penghematan energi serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada suatu perusahaan. Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) menggunakan hasil dari penelitian ASEAN-USAID dengan standar IKE yang dipakai untuk gedung perkuliahan adalah 240 kWh/m2 pertahun.Sedangkan nilai IKE di Gedung 20 Teknik Elektro Itenas adalah 240,945 kWh/m2 pertahun sehingga diperlukan potensi penghematan yang merupakan hasil analisis IKE untuk selanjutnya dibandingkan dengan standar yang digunakan (SNI). Rekomendasi perbaikan sistem yang diberikan dibagi menjadi 3 yaitu low cost, medium cost dan high cost. Untuk rekomendasi low cost yaitu dengan melakukan sadar lingkungan untuk mematikan lampu dan AC ketika tidak dipakai, sedangkan untuk medium cost adalah mengganti lampu yang sudah terpasang dengan lampu LED 16 watt dengan biaya Rp. 16.580.000 dan untuk rekomendasi high cost dengan melakukan penambahan titik lampu dan penggantian lampu yang telah terpasang dengan lampu LED 23 watt demi memenuhi standar intensitas penerangan sesuai standar SNI 03-6575-2001. Kata kunci : Audit Energi Listrik, Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Standar IKE Gedung Perkuliahan, Rekomendasi Perbaikan.
Perancangan dan Implementasi Reflector Antena Wifi dengan Frekuensi 2,4 GHz YURANDI, NUGRAHA; JAMBOLA, LUCIA; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.589 KB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini wifi sudah banyak diaplikasikan di berbagai lokasi strategis. Di tempat - tempat tersebut biasanya para pengguna bebas menggunakan akses internet. Bagi yang tempat tinggalnya dekat dengan access point merupakan suatu keuntungan, bagi yang tempat tinggalnya jauh bisa mengakses access point tersebut dengan membangun antena dengan gain yang tinggi sebagai penerima, karena dengan gain yang tinggi maka jangkauan meningkat, salah satu contohnya ada antena directional dengan reflector parabola. Pada penelitian ini dirancang dan diimplementasi antena menggunakan reflector dengan bahan wajan dan kawat. Perancangan dibuat berdasarkan perhitungan rumus secara teoritis terhadap titik fokus reflector dan waveguide, dan diuji dengan kondisi di dalam ruangan dan di luar ruangan. Dari hasil pengukuran dan analisis, diperoleh gain wajanbolic dan gridbolic sama sebesar 17,065 dBi, sedangkan gain berdasarkan teori sebesar 17,18 dBi. Level sinyal wajanbolic sebesar -40,94 dBm ( indoor ) dan -75,38 dBm ( outdoor ) lebih besar dibandingkan level sinyal gridbolic sebesar -47,02 dBm ( indoor ) dan -83 dBm ( outdoor ). Wajanbolic menangkap 16 access point sedangkan gridbolic 14 access point. Dengan demikian wajanbolic lebih unggul dibandingkan gridbolic. Kata kunci : Reflector, Wajanbolic, Gridbolic, Access Point ABSTRACT   Currently wifi is widely applied in various strategic locations. In that place, usually the user is free to use internet access. Those who lived close to the access point is an advantage, for those who have access to their homes far away access point is to build a high gain antenna as a receiver, because when the gain is high then the range increases, there is one example of a directional antenna with a parabolic reflector . In this research, it was designed and implemented the antenna  using a reflector with frying pan and wire materials. The design was based on the calculation of the theory formula for the focal point reflector and waveguide, and tested in the indoor and outdoor conditions. From the measurement and analysis, it has obtained where the wajanbolic and gridbolic had the same gain of 17.065 dBi, while based on the theory the gain was 17.18 dBi. The wajanbolic signal levels were -40.94 dBm wajanbolic (indoor) and -75.38 dBm (outdoor), where it was greater than the gridbolic signal levels as -47.02 dBm (indoor) and -83 dBm (outdoor). The wajanbolic capture was 16 access points while that the gridbolic was 14 access point. Thus the wajanbolic better than the gridbolic.   Keywords : Reflector, Wajanbolic, Gridbolic, Access point
Analisis Motor Reluktansi Tipe Switched Reluctance Motor dengan Sumber Tiga Fasa TRIAJI, RYAN AGUNG; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.802 KB)

Abstract

Abstrak Switched Reluctance Motor (motor SR) merupakan motor kutub ganda yang memiliki beberapa kelebihan seperti struktur yang sederhana dengan konstruksi tanpa belitan di sisi rotor dan  tanpa menggunakan magnet permanen. Untuk melakukan penelitian maka telah dirancang motor switch reluktansi dengan diberi sumber tiga fasa. Pada perancangan dari stator menggunakan bahan letter E tipe M19, dan sedangkan pada rotor menggunakan bahan besi. Pada penelitian motor switch reluktansi ini dilakukan dengan mengatur besaran frekuensi secara bertahap berdasarkan kecepatan putaran generator. Dari hasil percobaan motor didapat bahwa kecepatan putaran rotor sebesar 588 rpm, dengan besaran jalur fluks magnetik yang melalui motor sebesar 8,03 x 10-3 Wb. Kata kunci : Motor SR, 3 Fasa, Putaran Rotor, fluks magnetik Abstract Switched reluctance motors (SR motors) are doubly salient pole which have some advantages such as simple structure with construction without winding on the rotor side and without use permanent magnet. To conduct the study, it has been designed a switch reluctance motor with a three-phase source. The design of the stator used material E letter M19 type, and the rotor used iron material. The switch reluctance motor research was done by adjusting the frequency gradually by the rotation of generator. From the motor testing, it was yielded the speed of rotor rotation on the switched reluctance motor was 588 rpm and the paths magnetic flux through on the switched reluctance motor was 8.03 x 10-3 Wb. Keywords : Motor SR, 3 Phase, Rotation Rotor, flux magnetic
Perancangan dan Realisasi Konverter Jembatan Penuh sebagai Pengaturan Kecepatan Putaran Motor Berbasis Microcontroller Atmega 8535 WAHYUDI, WAHYUDI; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.37 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat peralatan elektronik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peralatan elektronik tersebut membutuhkan sumber tegangan DC, salah satunya. Konverter dc-dc merupakan alat yang berfungsi untuk meregulasi tegangan dc statis menjadi tegangan dc yang variabel. Konverter jembatan penuh ini dirancang menggunakan trafo centre tap dimana nilai tegangan masukan dinaikkan hingga 2,5 kali, setelah itu disearahkan dengan diode MUR1560 sehingga tegangan yang diterima oleh beban adalah tegangan dc. Beban yang digunakan dalam penelitian ini adalah motor dc magnet permanen dengan daya ½ HP dimana untuk mengatur kecepatan motor magnet permanen ini adalah dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) sinyal PWM (Pulse Widht Modulation) yang dihasilkan dari generator sinyal berupa mikrokontroler ATmega8535. Metode yang digunakan dalam proses switching PWM adalah dengan metode Phase Correct PWM. Pembangkit sinyal dengan mikrokontroler ATmega8535 serta rangkaian optocoupler sebagai rangkaian proteksi antara rangkaian kontrol dengan rangkaian daya. Penggunaan komponen switching dan komponen pasif linier serta transformator center tap akan mempengaruhi hasil tegangan keluaran pada perancangan ini penulis melakukan pengamatan dari duty cycle 5% sampai 20% dan menghasilkan tegangan 12,44 V sampai 19 V dengan kecepatan motor 2654 rpm. Hal ini dikarenakan adanya induktansi bocor yang terjadi pada trafo penaik tegangan. Kata Kunci : Konverter, dc chopper, mikrokontroller ATmega8535, PWM, optocoupler.   ABSTRACT The rapid developments of technology makes electronic equipment are mostly used in daily activities. An example for this case is that electronic device requiring DC voltage. A dc to dc converter is an instrument that serves regulating static dc voltage into a DC voltage variable. A full bridge converter was designed using center trap trafo where the income voltage value was increased until 2,5 times after rectified with MUR1560 diode, so that the voltage recieved by the load was dc voltage. The used load in this research was ½ HP power permanent magnetic dc motor, to adjust the speed of permanent magnetic motor with adjusting the pulse widht (duty cycle) PWM signal resulting from signal generator, such as Atmega 8535 microcontroller. The used method in PWM switching process was PWM phase correct method. The signal generator with Atmega8535 microcontroller and optocoupler serie as the protection series between the control and power. The using of switching component, linear passive component and center tap transformator would influence the outcome result voltage in this design. The author conducted the testings from 5% to 20% of duty cycle, and generated the voltage of 12,44 to 19 V, with 2654 rpm motor speed. This case was caused by a leakage inductance in the step up transformer. Keywords: switching type of full bridge converter, microcontroler Atmega 8635, phase correct PWM, optocoupler series.
Penentuan Setting Rele Arus Lebih Generator dan Rele Diferensial Transformator Unit 4 PLTA Cirata II ISTIMAROH, ANAA; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.174 KB)

Abstract

ABSTRAK Generator dan transformator adalah dua peralatan utama untuk menghasilkan listrik. Dalam pengoperasiannya tidak selalu berjalan normal, melainkan kadang-kadang terjadi gangguan yang mengakibatkan keandalannya berkurang dan apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu kerja sistem bahkan kerusakan pada peralatan tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan yang disebut dengan proteksi. Dari sini akan dibahas bagaimana cara proteksi generator terhadap gangguan arus lebih dan proteksi transformator terhadap kemungkinan terjadinya gangguan hubung singkat. Gangguan yang dimaksudkan adalah gangguan dari arus hubung singkat yang berada pada wiring diagram generator unit 7 dan 8 pada transformator unit 4 cirata II. Untuk mempermudah perhitungan dan analisa gangguan, sistem ini disimulasikan menggunakan software dan menghitung manual. Rele proteksi yang digunakan dan di setting adalah rele arus lebih dan rele diferensial. Rele ini berfungsi memproteksi arus gangguan terhadap fasa-tanah, fasa-fasa, dan fasa-fasa tanah. Dengan mengetahui arus gangguan tersebut, maka diperoleh setting rela arus lebih generator dengan arus yang melewati rele 2,65 A dan waktu delay 0,068 detik. Sedangkan pada rele diferensial transformator, dengan cara yang sama diperoleh arus diferensial sebesar 14,01 A. Kata kunci : Gangguan hubung singkat, sistem proteksi, over current relay, relay differensial, generator, transformator.   ABSTRACT Generators and transformers are the two main tools to generate electricity. In normal operation does not always work, but sometimes it happens disorders (abnormal) resulting in reduced reliability and if not addressed can interfere with the system even damage to the equipment. Therefore, it takes the so-called protection.In this thesis, we discuss how to protect the generator against overcurrent interruption. Disorder is a disorder of the intended short-circuit current is the wiring diagram of generator units 7 and 8 on the transformer unit 4 Cirata II. To simplify the calculation and analysis of interference, the system is simulated using software. Protection relays are used or in the setting is over current relays and differential relays. Relay serves to protect against fault current phase-ground, phase-phase and phase-ground phase.By knowing short circuit currents, over current relay is 2,65 A and time dial 0,068 detik. Otherwise at differensial relay transformers with the same calculating, differensial relay currents value is 14,01 A. Keywords: Short circuit, system protection, over current relays, differential relays, generators and transformers.
Peramalan Beban Puncak Jangka Pendek Khusus Hari Libur Nasional Berbasis Algoritma Fuzzy Subtractive Clustering, Studi Kasus di Jawa – Bali RAHMAN, A. TAUPIK; HARIYANTO, NASRUN; ANWARI, SABAT
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.153 KB)

Abstract

ABSTRAK Peramalan merupakan upaya memperkirakan apa yang terjadi pada masa mendatang berdasarkan data pada masa lalu, berbasis pada metode ilmiah dan kualitatif yang dilakukan secara sistematis.Penelitian ini mengkaji tentang algoritma Fuzzy Subtractive Clustering (FSC) untuk peramalan beban puncak harian jangka pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan hasil peramalan beban puncak antara algoritma FSC dengan metode PLN, yaitu Koefisien Beban. Data historis menggunakan data pengeluaran beban listrik dari P3B PT.PLN (Persero) Area III Jawa Barat UPB-Cigereleng tahun 2006 sampai dengan 2012, setiap 30 menit dalam 6 jam mulai dari pukul 17.00 sampai dengan 22.00 WIB. Cara perhitungan dilakukan dengan menggunakan algoritma FSC untuk mengetahui tingkat akurasi prediksi dan nilai rata-rata error peramalan beban puncak. Melalui perhitungan dan hasil simulasi didapatkan rata-rata error peramalan beban puncak dengan menggunakan metode Koefisien Beban sebesar 3,11% dan rata-rata error peramalan beban puncak dengan menggunakan algoritma FSC sebesar 0,002%. Sehingga dapat menyimpulkan, bahwa peramalan beban menggunakan algoritma FSC memberikan hasil peramalan yang lebih akurat dibanding dengan algoritma Koefisien Beban. Kata kunci: Fuzzy Subtractive Clustering (FSC), Koefisien Beban, Prediksi Beban Puncak Jangka Pendek. ABSTRACT Forecasting is an attempt to predict what happens in the future based on the data in the past, based on the scientific method and qualitative systematic. This study examines the algorithm of Fuzzy Subtractive Clustering (FSC) for forecasting short-term daily peak load. The purpose of this study was to compare the results between the peak load forecasting algorithm with the method FSC PLN, i.e. Load Coefficient. The historical data used expenditure data from the electrical load PT PLN P3B (Persero) Area III West Java UPB-Cigereleng 2006 to 2012, every 30 minutes in 6 hours starting from 17:00 until 22:00 pm. The calculation was done by using FSC algorithm to determine the level of accuracy of prediction and the average value of the error in the FSC algorithm. Through the calculation and simulation results, it was obtained the average peak load forecasting error by using the method of Load Coefficient at 3.11% and the average error of peak load forecasting using FSC algorithm of 0.002%. So that, it could be concluded, that the load forecasting that using FSC algorithm gave more accurate forecasting results than the algorithm as well as the expense coefficient. Keywords: Fuzzy Subtractive Clustering (FSC), coefficient Expense, Short-Term Peak Load Prediction.
Perancangan dan Implementasi Alat Bantu Sistem Navigasi Menggunakan Modul Navigasi Berbasiskan Sistem Operasi Android EMMANUEL, DAVE; M. ICHWAN, M. ICHWAN; NOVIYANTORO, NOVIYANTORO
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.956 KB)

Abstract

Abstrak Navigasi adalah proses memantau dan mengendalikan pergerakan dari seseorang atau alat transportasi (mobil atau kapal atau pesawat) dari satu tempat ke tempat lainnya. Instrumen navigasi pun beragam, contohnya adalah accelerometer dan kompas. Accelerometer dapat digunakan untuk mengukur derajat kemiringan suatu kendaraan dan kompas digunakan untuk mengetahui arah heading dari kendaraan. Kedua instrumen ini mulai disematkan dalam perangkat mobile yang menggunakan sistem operasi android. Komunikasi andoid dengan perangkat luar dibantu oleh sebuah unit kontrol berupa Arduino ADK. Arduino ADK memiliki embedded USB Host sehingga dapat berkomunikasi dengan perangkat android menggunakan protokol USB Accessory. Data dari perangkat android diteruskan ke unit kontrol, kemudian ditampilkan oleh unit display yang berupa PC. Dari hasil perancangan, perangkat android dapat diimplementasikan menjadi sistem navigasi dengan memanfaatkan unit kontrol berupa Arduino ADK melalui protokol USB Accessory. Kata kunci: android, arduino adk, navigasi, usb accessory. Abstract Navigation is a process of monitoring and controlling the movement of a craft or vehicle from one place to another. Navigational instruments were varied, for example, is an accelerometer and a compass. Accelerometer can be used to measure the tilt angle of a vehicle and used a compass to determine direction of vehicle heading. Both of these instruments began embedded in mobile devices using the Android operating system. Andoid communication with external devices supported by a control unit of the Arduino ADK. Arduino ADK has an embedded USB host that can communicate with devices using the Android USB Accessory protocol. The data from android device transmitted to the control unit, and then displayed by the display unit of a PC. From the design, the android can be implemented into a navigation system using a control unit via the ADK Arduino using USB Accessory protocol. Keywords: android, arduino adk, navigasi, usb accessory.
Perancangan dan Realisasi Sistem Pengisian Baterai 12 Volt 45 Ah pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro di UPI Bandung BUDIMAN, WILDAN; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.916 KB)

Abstract

ABSTRAK   Aliran air sungai yang berada di UPI Bandung, telah dimanfaatkan untuk pembangkit pikohidro. Pembangkit tersebut menghasilkan daya 100 Watt dan digunakan untuk sistem penerangan dengan menggunakan lampu pijar atau lampu hemat energi. Pada penelitian ini telah dicoba memanfaatkan listrik tersebut untuk sistem pengisian baterai, dimana dirancang dan direalisasikan suatu alat untuk mengisi baterai dengan tegangan charging 14,2 Volt dan arus pengisian maksimal 4,5 Ampere yang bersumber dari pembangkit pikohidro. Metode pengisian yang digunakan adalah metode pengisian lambat, yaitu suatu pengisian baterai dengan memberikan arus pengisian 1/10 dari kapasitas baterai, sehingga memperpanjang usia baterai. Perancangan yang dihasilkan yaitu battery charger yang terdiri dari rangkaian penyearah arus, IC regulator tegangan LM338 dan rangkaian komparator IC LM741 sebagai pemutus arus pengisian. Jenis baterai yang digunakan adalah Lead Acid dengan tegangan 12 Volt dan kapasitas 45 Ah yang digunakan untuk penerangan ruangan menggunakan lampu LED (Light Emiting Diode) 12 Volt. Lama pengisian baterai Lead Acid 45 Ah adalah 12 Jam dengan tegangan awal 11,7 Volt, kemudian berhenti di 12,8 Volt dan arus pengisian menurun dari 3,9 Ampere menjadi 0,3 Ampere, sedangkan lama pembebanan 12 jam dengan tegangan awal 12,1 Volt dan 11 Volt tegangan saat kapasitas baterai telah kosong untuk arus beban 3 Ampere. Kata kunci : Battery Charger, Regulator , Komparator, Pikohidro, Lampu LED.   ABSTRACT   The water flow from the river which was in UPI Bandung, has been used for pikohidro power plant. The plant produced 100 Watts of power and used for lighting system using bulb lamp or fluorescent lamp. In this study it has been tested to utilize that electricity for the battery charging system, where designed and realized a device to charge the battery with a charging voltage of 14.2 Volts and 4.5 Amperes maximum charging current which sourced from pikohidro power plant. The charging method was used a slow charging, which was the battery charging with providing charging current one tenth of the battery capacity, so it can extend the battery life. The designing of battery charger consisted of a rectifier, IC LM338 as a voltage regulator and IC LM741 comparator circuit as a circuit breaker charging. The type of used batteries was Lead Acid with 12 Volts voltage and 45 Ah capacity used for an indoor lighting using LED (Light Emiting Diode) lamp 12 Volt. The time of charge for Lead Acid batteries for 45 Ah were 12 hours with the initial voltage of 11.7 volts, then it stopped at 12.8 Volts and the charging current decreased from 3.9 to 0.3 Amperes, while the time of discharge were 12 hours with the initial voltage of 12.1 Volts, and 11 volts voltage when the battery capacity was empty for the load current of 3 Amperes.   Keywords: Battery Charger, Regulator, Comparator, Picohydro, LED Lamp.
Pemodelan dan SimulasiAutomatic Voltage Regulator untuk Generator Sinkron 3 kVA Berbasis Proportional Integral ALAM, ABD. ASHAL; SYAHRIAL, SYAHRIAL; TARYANA, NANDANG
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.208 KB)

Abstract

ABSTRAK Beberapa yang menjadi indikator kualitas pada sistem tenaga listrik adalah kestabilan frekuensi dan tegangan. Kestabilan sistem tenaga listrik merupakan kemampuan sistem untuk kembali bekerja normal setelah mengalami suatu perubahan beban.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain pengendali PI digital untuk regulasi tegangan generator sinkron. Diperlukan suatu model dari generator untuk diintegrasi dengan instrument AVR berbasis pengendali PI, sehingga AVR yang dihasilkan dapat memenuhi kriteria. Kondisi steady state pada simulasi ini tercapai saat 1,86 detik pada saat generator dibebani tanpa menggunakan AVR dan kontrol P.I. Saat beban nol tanpa kontrol P.I keadaan stady state dicapai saat 0,15 detik dan pada saat beban penuh tanpa kontrol P.I keadaan steady state dicapai saat 1,2 detik. Kondisi stady state pada simulasi ini tercapai saat 1,86 detik pada saat generator dibebani tanpa mengguankan AVR menggunakan kontrol P.I. Saat beban nol dengan  kontrol P.I keadaan stady state dicapai saat 0,12 detik dan pada saat beban penuh dengan kontrol P.I keadaan steady state dicapai saat 0,6 detik.   Kata Kunci :SIMULINK, tegangan, eksitasi, penyearah, permodelan, AVR, pengendali PI, transient. ABSTRACT Some of quality condition indicators electric power system are frequency and voltage stability. The stability of the electric power system is the ability of the system for return to normal condition after experiencing a change in load. This research aimed to design a digital PI controller for synchronous generator voltage regulation. It was needed a model of the generator to be integrated with AVR instrument based on PI controller. The steady state condition in this simulation was achieved in 1.86 seconds, when the generator was loaded without using AVR and PI controller. When the load was zero without P.I control, the steady state was is achieved in 0.15 seconds and at full load without PI controller, the steady state was achieved when 1.2 seconds. The steady state condition in this simulation was achieved when 1.86 seconds when the generator was loaded without AVR using PI controller. When the load was zero with, PI controller was, the steady state achieved at 0.12 seconds and at the full load with PI controller, the steady state was achieved at 0.6 seconds. Keywords: SIMULINK, voltage, excitation, rectifier, modeling, AVR, PI controllers, transient.

Page 9 of 10 | Total Record : 96