cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2" : 24 Documents clear
Kajian Pola Ruang Terbuka Di Kawasan Taman Balai Kota Bandung Zulfina Astri; Muhammad Hardian Wiguna; Davi Rismunanda; Rio Bravo Brahmana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.261

Abstract

Abstrak Ruang publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari.Karakteristik dan pemanfaatan ruang publik perlu diketahui agar tercipta ruang luar yang responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Dengan memperhatikan pola ruang terbuka dan elemen-elemen landscape yang ada pada ruang terbuka dengan terkait fungsi dan aktifitasnya,maka dapat diketahui pengaruh keberadaan ruang terbuka tersebut terhadap kawasan sekitarnya. Seperti di Taman Balai Kota Bandung dengan keterkaitan antara dua fungsi publik dan privat yang berfungsi sebagai perkantoran dan taman.Taman Balai Kota Bandung memiliki karakteristik pola dan zoning yang berbeda dengan penerapan pola linear,radial dan terpusat.serta terbagi atas dua zona dalam satu tapak yaitu publik dan privat. Dengan pola demikian,maka perencanaan tata guna lahan lebih dioptimalkan agar mampu menciptakan keseimbangan ruang antara fungsi bangunan dan fungsi ruang terbuka yang dipadukan dengan elemen-elemen lansekapnya. Kata Kunci : Pola Ruang Terbuka, Elemen Lansekap, Taman Balai Kota Bandung Abstract Public space is a public place where people do normal routine activities of daily life. Characteristics and utilization of public spaces need to know in order to create the outdoor space that is responsive to community needs. Having regard to the pattern of open spaces and landscape elements that exist in the open space with associated functions and activities, it can be seen that the influence of the presence of open space to the surrounding area. Like the Bandung City Hall Park with the relationship between the two public and private functions that serve as offices and parks. Bandung City Hall park has a characteristic pattern and by applying different zoning patterns of linear, radial and centralized. And divided into two zones within a footprint that is public and private. With such a pattern, the land use planning is more optimized in order to be able make balance between function space structure and function of open space combined with elements of the landscape. Keywords: Pattern Open Space, Landscape Element, Bandung City Hall Park
Kajian Ekspresi Bangunan Eiger Adventure Store Jl. Sumatera Bandung Ditinjau Dari Eksterior Dan Interior Bangunan Irfan Afriandi; Hafiz Hafiz; Faliq Gharizi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.271

Abstract

ABSTRAK Dalam mendesain sebuah bangunan, desain eksterior dan interior bangunan tersebut memiliki peranan yang sangat penting. Desain eksterior dan interior dari sebuah bangunan dapat memperlihatkan suatu ekspresi yang ingin disampaikan oleh bangunan tersebut. Yang tidak terlepas dari tampilannya. Sehingga sebuah bangunan yang didalamnya berfungsi sebagai bangunan perbelanjaan, misalnya seharusnya dapat mengekspresikan suatu hal yang berhubungan dengan barang yang akan dijual. Bangunan yang dijadikan bahan kajian dalam penulisan karya tulis ini adalah bangunan Eiger Adventure Store yang terletak di Jl. Sumatera, Bandung. Bangunan ini dipilih karena ekspresi yang ingin dimunculkan bangunan ini sesuai dengan produk yang mereka jual yang merupakan barang atau benda-benda yang berhubungan dengan petualangan. Dengan kata lain ekspresi yang ingin dimunculkan bangunan ini adalah berkaitan dengan adventure (petualangan). Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan atap tenda yang memberi arti  sebuah gunung yaitu gunung Eiger Swiss, serta penggunaan material alam seperti kayu dan batu yang sangat dominan pada fasade bangunan ini. Kata Kunci: Perancangan Arsitektur, Desain Eksterior, Desain Interior, Ekspresi Bangunan ABSTRACT In designing a building, exterior and interior design have a very important role. Exterior and interior design of a building can show an expression to be conveyed by the building. Expression of the building design which is conveyed cannot be separated from the exterior and interior of the building itself. A building, such as mall building, should be able to express the things associated with the items to be sold. The building used as study material in this paper is “Eiger Adventure Store” building which is located at Jl Sumatra, Bandung. This building was chosen by considering the fact that the expression of this building appears to match the products they are selling which are every objects associated with adventure. In other words, an expression that is tried to deliver by this building is related to an adventure. It can be seen from the use of the tent roof that gives the sense of a mountain, which depicts Mount Eiger in Switzerland. And also, the use of natural materials such as wood and stone is very dominant in this building façade. Keywords: Architectural Design, Exterior Design, Interior Design, Building Expression
Kajian Bentuk Dan Tatanan Massa Di Kawasan Bangunan Ci-Walk ( Cihampelas Walk) Widji Indahing Tyas; Dadan Muhammad Danial; Agy Braja Izjrail
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.262

Abstract

Abstrak Cihampelas Walk (Ci-walk) di Bandung, open mall pertama di Indonesia beroperasi mulai tahun 2003 akhir dan berdiri di atas lahan seluas 3.5 hektar. Menurut tata letak ruang yang tercipta dalam konteks pembahasan bentuk dan tatanan massa yang terjadi dilihat dari tata guna lahan, luas terbangun pada lahan adalah ± 11.700 m² sedangkan luas ruang terbuka adalah ± 23.300 m². Main Building dan Plasa di desain dengan bentuk fasade yang menarik dan ditambah dengan penguatan corak warna dari kulit bangunan tersebut. Sirkulasi pejalan kakinya tidak linier, hanya ada plasa dan pedestrian di sekitar Main Building yang bersifat mengelilingi. Ruang terbuka di kawasan tersebut berupa lapang, tempatnya orang berkumpul. Pedestrian berorientasi linear sehingga memberikan kemudahan untuk ruang – ruang yang akan di tuju. Penunjang Aktivitasnya yaitu Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hote dan Embassy ( Tempat Hiburan Malam ). Upaya pelestarian atau upaya mempertahankan warisan arsitektur suatu kawasan kota dengan tujuan agar warisan sejarah arsitektur tidak musnah oleh karena pembangunan baru. Hal – hal yang di pertahankan oleh Perancangan yaitu kondisi kontur pada tapak, serta tumbuhan – tumbuhan atau pohon yang usianya lebih dari 100 tahun. Teridentifikasi bahwa tekstur yang dimiliki kawasan Ci-Walk adalah Tekstur Heterogen. Pola massa dan ruang yang disajikan oleh kawasan Ci-walk adalah Pola Organis. Tipologi solid and void yang terbentuk adalah Blok Medan, dan yang terakhir Ci-walk adalah kawasan yang memiliki elemen void sistem terbuka sentral. Kata Kunci : Bentuk, Tatanan, Tipologi.   Abstract Cihampelas Walk (Ci-walk) in Bandung, Indonesia's first open mall operation began in 2003 and stands on 3.5 hectares. According to the layout of the space created in the context of the discussion of the form and order of the mass that occurs views of land use on land is wide awake ± 11,700 m² while the wide open spaces is ± 23,300 m². Main Building and Plaza in the facade design with an attractive shape and coupled with the strengthening of the hue of the skin of the building. Pedestrian circulation isn’t linear, there is only pedestrian plaza and around the Main Building. Open space in the region is form field, where people gather. Pedestrian oriented so as to provide convenience for the linear space that will be on go. The activities supporting is Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hotel and Embassy (The Nightlife). Preserving or maintaining the architectural heritage of a city region with the aim of architectural heritage is not destroyed because of the new development. Defended by the design of the contour conditions at the site, as well as plants or trees that are over 100 years old. Identified that the region possessed texture Ci-Walk is a Heterogeneous texture. Mass and space patterns presented by Ci-walk area is Organic Patterns. Typology of solid and void is formed Block field, and the latter Ci-walk is the area that has elements of an open system central void. Keywords: Shape, Order, Typology.
Dual Faces Architecture of Nias Meridiani Trianandari Wananto; Afina Rahmani; Dadi Satria Ginandjar; Angga Kusumah Sukarya; Shirley Wahadamaputera
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.285

Abstract

Abstract Many Indonesian people built a traditional house based on beliefs of their ancestors for generations, without knowing the scientific reason. Meanwhile, indirectly, ancestors already thinking about housing that adapts the environmental conditions such as in Nias Island. Nias is an island that has two different forms of traditional houses which are affected by the differences geographic, highland and lowland. Geographic factors and beliefs not only affect the shape of the house but also the structure of the house. Located on the earthquake fault lines, Nias traditional houses was designed to withstand earthquakes that often befall. A study using description and analysis methods about design and structure which used in traditional houses in Nias Island, would develop a good sense of the idea to apply these materials on modern building to preserve the culture of Indonesia. Key Words: Nias Island, Nias Traditional House, Earthquake, Building Material

Page 3 of 3 | Total Record : 24