cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1" : 3 Documents clear
Penerapan Tema Festive Pada Kosambi Chic Avenue Di Segitiga Emas Kosambi Bandung Kaivalya, Locita Prajna
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13457

Abstract

ABSTRAK Segitiga Emas Kosambi di Bandung merupakan kawasan strategis dengan berbagai tantangan, seperti kepadatan penduduk, minimnya ruang hijau, dan kemacetan lalu lintas yang cukup parah. Selain itu, nilai properti di kawasan ini belum meningkat secara optimal, meskipun memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup. Sebagai solusi, kawasan ini akan dirancang proyek bangunan komersial dengan tema arsitektur festive yang mengusung konsep "Kosambi Chic Avenue Sebagai Destinasi Urban Stylish dan Inovatif" yang berfokus pada bangunan komersial mall fashion. Bangunan ini didesain secara vertikal untuk menghemat lahan, sekaligus mengintegrasikan ruang publik hijau, area retail, dan kafe guna menciptakan suasana yang lebih hidup. Elemen arsitektur yang diterapkan mencakup warna cerah, pencahayaan interaktif, serta desain atraktif yang dinamis dan inklusif. Dengan adanya proyek ini, Kosambi Chic Avenue diharapkan menjadi pusat perbelanjaan yang memenuhi kebutuhan gaya hidup modern yang inovatif, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menyediakan ruang kota yang lebih nyaman dan ramah bagi masyarakat, baik untuk berbelanja, bersantai, maupun berinteraksi sosial. Kata kunci: arsitektur festive , bandung, bangunan komersial, chic avenue, segitiga emas kosambi.  ABSTRACT The Kosambi Golden Triangle in Bandung is a strategic area facing several challenges, such as high population density, a lack of green spaces, and severe traffic congestion. Additionally, property values in this area have not yet increased optimally, despite its great potential as a hub for economic and lifestyle activities. As a solution, a commercial building project will be developed with a festive architecture theme, embracing the concept of "Kosambi Chic Avenue as a Stylish and Innovative Urban Destination." This project will focus on a fashion mall, designed vertically to optimize land use while integrating green public spaces, retail areas, and cafes to create a more vibrant atmosphere. The architectural elements will feature bright colors, interactive lighting, and dynamic, inclusive designs. With this project, Kosambi Chic Avenue is expected to become a shopping center that meets the needs of a modern and innovative lifestyle, stimulates local economic growth, and provides a more comfortable and welcoming urban space for the community—whether for shopping, relaxing, or social interaction. Keywords: festive architecture, bandung, commercial building, chic avenue, segitiga emas kosambi
Kajian Konsep Pengembangan Pariwisata Berbasis Warisan Budaya Lokal Pada Ruang Publik Taman Ismail Marzuki Riswanti, Sri; S, Natasya
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i1.13220

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi untuk menginvestigasi sejauh mana penggabungan faktor budaya dan warisan lokal dalam pengembangan pariwisata Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Indonesia melalui sudut pandang desain interior, arsitektur, dan psikologi. TIM sebagai pusat budaya terkemuka yang dikenal dengan warisan seni dan budaya yang beragam dan dinamis, dengan menggunakan teori Place Attachment, dan Psikologi Lingkungan, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana elemen desain dan arsitektur TIM berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan meningkatkan pengalaman pengunjung. Menggunakan metode penelitian kualitatif, berupa pengumpulan data, wawancara, observasi, dan analisis elemen desain dan arsitektur. Tantangan dalam menjaga identitas, karakter dan keaslian ekspresi budaya berupa keseimbangan antara tuntutan komersial dengan pelestarian budaya tetap akan menjadi perhatian. Temuan yang diperoleh mengungkapkan bahwa revitalisasi TIM mampu menggabungkan konsep tradisional Indonesia dan elemen modern sehingga menciptakan ruang budaya modern unik yang menumbuhkan keharmonisan yang secara signifikan meningkatkan kesejahteraan emosional dan apresiasi budaya. Kata kunci: budaya warisan lokal, jakarta , psikologi lingkungan, pariwisata berkelanjutan, taman ismail marzuki ABSTRACT This research is a study to investigate the extent of incorporation of local culture and heritage factors in the tourism development of Taman Ismail Marzuki (TIM) in Jakarta, Indonesia through the viewpoints of interior design, architecture, and psychology. TIM as a leading cultural center known for its diverse and dynamic arts and cultural heritage. Using Place Attachment theory, and Environmental Psychology, this research aims to understand how TIM's design and architectural elements contribute to cultural preservation and enhance the visitor experience. Using qualitative research methods, in the form of data collection, interviews, observations, and analysis of design and architectural elements. The challenge of maintaining the identity, character and authenticity of cultural expressions in the form of balancing commercial demands with cultural preservation will remain a concern. The findings obtained reveal that the revitalization of TIM is able to combine traditional Indonesian concepts and modern elements thus creating a unique modern cultural space that fosters harmony that significantly improves emotional well-being and cultural appreciation. Keywords: local heritage culture,  jakarta,  environmental psychology, sustainable tourism, taman ismail marzuki
Penerapan Konsep Desain Iklusif Dalam Perancangan Rumah Susun Laseta Zulkarnaen, Deden Hanif Iskandar; Kustianingrum, Dwi; Karnita, Rosa
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i1.13443

Abstract

ABSTRAK Ubanisasi di Kota Bandung semakin meningkat menjadikan kebutuhan hunian turut meningkat, terutama di area kawasan padat penduduk. Rumah susun vertikal menjadi solusi, namun sering kali mengabaikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, penerapan prinsip desain inklusif diperlukan untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua penghuni. Dalam merancang rumah susun Laseta di jalan Seokarno-Hatta Kota Bandung, dirancang dengan konsep desain inklusif. lokasi site terpotong oleh jalan umum jalan Sumber Sari selebar 5 meter. Komplek rumah susun ini di rancang dalam dua massa bangunan utama yang dapat menampung 2.500 orang. Rumah susun ini terdiri dari dua menara yang masing-masing memiliki ketinggian sembilan dan tujuh lantai, dua podium, dan satu basement semi-basement. Di dalamnya terdapat fasilitas apotek, tempat pengasuh anak, minimarket, dan area komersial. Metode perancangan mengutamakan analisis peraturan desain inklusif diantaranya adalah memenuhi kriteria jalur navigasi yang jelas, ramp yang memadai, dan elevator yang mudah diakses untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Dengan menggabungkan podium dengan area komersial dengan fasilitas umum diharapkan ekonomi dan kebutuhan masyarakat diperhatikan. Melalui perancangan rumah susun Laseta diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang inklusif  yang menerima berbagai kebutuhan hidup penghuninya baik yang umum maupun berkebutuhan khusus. Kata kunci: aksesibilitas, desain inklusif, rumah susun, penyandang disabilitas  ABSTRACT Urbanization in the city of Bandung is increasing, leading to a rise in housing demand, especially in densely populated areas.  Vertical apartment buildings become a solution, but often neglect the needs of vulnerable groups, including people with disabilities.  Therefore, the application of inclusive design principles is necessary to ensure accessibility and comfort for all residents.In designing the Laseta apartment complex on Seokarno-Hatta Street in Bandung City, it was conceived with an inclusive design concept.  The site location is cut by the public road Sumber Sari, which is 5 meters wide.  This apartment complex is designed with two main building masses that can accommodate 2,500 people.  This apartment complex consists of two towers, each with a height of nine and seven floors respectively, two podiums, and one semi-basement.  Inside, there are pharmacy facilities, a childcare center, a minimarket, and commercial areas.The design method prioritizes the analysis of inclusive design regulations, including meeting the criteria for clear navigation paths, adequate ramps, and easily accessible elevators to enhance user comfort.  By combining the podium with commercial areas and public facilities, it is hoped that the economy and the needs of the community will be taken into account. Through the design of the Laseta apartment complex, it is hoped to become an inclusive living space that accommodates the various needs of its residents, both general and special needs.. Keywords: apartment buildings, inclusive design, accessibility, people with disabilities

Page 1 of 1 | Total Record : 3