cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3" : 2 Documents clear
Perancangan Eco-Pesanteren Dengan Pendekatan Gaya Arsitektur Ustmani Di Desa Ciburial Kabupaten Bandung Melalui Metode Atumics Adryan, Alman Zaky; Rahadian, Erwin Yuniar
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i3.13482

Abstract

ABSTRAK Proyek pembangunan boarding school dalam bentuk pesantren di Kabupaten Bandung bukanlah hal baru. Model pendidikan pesantren sudah cukup populer di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki jumlah peminat pesantren terbanyak di negara ini.Pesantren ini dibangun di atas lahan seluas 40.000 m² dengan mempertimbangkan aspek geografis, demografi, kurikulum, dan sejarah arsitektur. Tujuan proyek ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan berkelanjutan. Pesantren ini dirancang sebagai kombinasi antara tempat tinggal dan sarana pendidikan bagi para siswa dalam mempelajari agama Islam serta pelajaran lainnya, dengan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai sejarah pesantren sejak era Turki Utsmani dan ekologi tropis Jawa Barat.Teori Transforming Tradition oleh Adhi Nugraha melalui metode ATUMICS digunakan untuk menggabungkan arsitektur tropis Jawa Barat dengan gaya arsitektur Utsmani. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan pesantren berbasis ekologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan memiliki nilai budaya tinggi, dengan penerapan elemen-elemen bangunan bersejarah Utsmani yang disesuaikan dengan adaptasi arsitektur tropis di Jawa Barat. Kata kunci: arsitektur tropis, arsitektur ustmani, boarding school, metode atumics, pesantren  ABSTRACTThe project to build boarding schools in the form of Islamic boarding schools in Bandung Regency is not new. The pesantren education model is quite popular in Indonesia, especially in West Java, which has the largest number of pesantren enthusiasts in the country. This pesantren was built on an area of 40,000 m² by considering geographical, demographic, curriculum, and architectural history aspects. The goal of this project is to create a harmonious and sustainable learning environment. This pesantren is designed as a combination of housing and educational facilities for students in learning Islam and other subjects, with an approach that integrates the historical values of the pesantren since the Ottoman era and the tropical ecology of West Java.The Transforming Tradition theory by Adhi Nugraha through the ATUMICS method is used to combine the tropical architecture of West Java with the Ottoman architectural style. This project aims to realize an ecology-based pesantren that is not only functional, but also aesthetic and has high cultural value, with the application of Ottoman historical building elements adapted to the adaptation of tropical architecture in West Java. Keywords: atumics method , boarding school, islamic boarding school, tropical architecture, ustmanic architecture,
Evaluasi penerapan prinsip Nature-Based Solutions pada Desain Guest House dan Meeting Room di Samboja, Kalimantan Timur Naazhir Nadzrin Najiib, Muhammad Nibraas; Muhsin, Ardhiana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i3.15341

Abstract

ABSTRAKStudi ini menginvestigasi sejauh mana prinsip-prinsip Solusi Berbasis Alam (Nature-Based Solutions/NBS) tercermin dalam desain sebuah Guest House dan Meeting Room yang berlokasi di Samboja, Kalimantan Timur, Indonesia. NBS didefinisikan sebagai strategi perencanaan dan desain yang memanfaatkan proses dan ekosistem alami untuk mengatasi tantangan sosial sembari meningkatkan kesejahteraan ekologis dan manusia. Dalam arsitektur tropis, prinsip-prinsip ini sering diekspresikan melalui pengembangan dampak rendah (low-impact development), penempatan yang peka terhadap tapak, responsivitas iklim, dan adaptasi material terhadap konteks lokal, dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Penelitian ini menguji data survei lokasi, dokumentasi desain, dan pengembangan konseptual untuk mengevaluasi keselarasan proyek dengan kerangka kerja NBS. Temuan menunjukkan adanya keselarasan parsial: proyek ini mempertahankan pohon-pohon yang sudah ada dan menggunakan sistem lantai panggung yang meminimalkan galian dan urugan (cut and fill), konsisten dengan prinsip pelestarian ekosistem. Namun, keterbatasan teridentifikasi pada penggunaan kaca mati (fixed glazing) tanpa ventilasi yang dapat dioperasikan (operable), strategi peneduhan yang terbatas, dan ketergantungan pada material industri yang hanya meniru estetika alami. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa meskipun proyek secara intuitif menggabungkan elemen-elemen NBS tertentu, diperlukan penerapan prinsip-prinsip NBS yang lebih sistematis untuk mencapai arsitektur yang berkelanjutan dan responsif terhadap iklim di Indonesia.Keywords: Arsitektur Berkelanjutan, Guest House dan Meeting Room, Kalimantan Timur, Solusi Berbasis Alam.ABSTRACT This study investigates the extent to which Nature-Based Solutions (NBS) principles are reflected in the design of a Guest House and Meeting Room located in Samboja, East Kalimantan, Indonesia. NBS are defined as design and planning strategies that utilize natural processes and ecosystems to address societal challenges while enhancing ecological and human well-being. In tropical architecture, these principles are often expressed through low-impact development, site-sensitive placement, climate responsiveness, and material adaptation to local contexts. Using a qualitative case study approach, this research examines site survey data, design documentation, and conceptual development to evaluate the project’s alignment with NBS frameworks. The findings indicate partial alignment: the project preserved existing trees and employed a raised-floor system that minimized cut and fill, consistent with ecosystem preservation principles. However, limitations were found in the use of fixed glazing without operable ventilation, limited shading strategies, and reliance on industrial materials that merely imitate natural aesthetics. These results suggest that while the project intuitively incorporates certain NBS elements, a more systematic application of NBS principles is needed to achieve sustainable and climate-responsive architecture in Indonesia.Kata kunci: East Kalimantan, Guest House and Meeting Room, Nature-Based Solutions, Sustainable Architecture.

Page 1 of 1 | Total Record : 2