cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3" : 5 Documents clear
Transformasi Sirkulasi dan Pedestrian di Kawasan Paskal Hyper Square Tri Wahyu Handayani; Garnadi Garnadi; Razan Rayhan; Afif Hadi Wirsi; Yasinta Rachma
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3606

Abstract

ABSTRAK Paskal Hyper Square merupakan kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai macam fungsi. Adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar menjadi faktor utama dibangunnya Paskal 23 Shopping Center. Bangunan tersebut adalah mixed use building yang menyatukan berbagai macam fungsi seperti mall, hotel, dan universitas. Keberadaan bangunan tersebut menyebabkan terjadinya transformasi pada sistem sirkulasi dan pedestrian di kawasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan konsep dan karakteristik sistem sirkulasi dan pedestrian terhadap kenyamanan dan keamanan pengguna. Lingkup studi pada penelitian ini mencakup sistem sirkulasi, desain sirkulasi dan pedestrian, serta karakteristik sirkulasi dan pedestrian. Sirkulasi dan pedestrian ditinjau dari desain. Sedangkan, karakteristik pada sirkulasi dan pedestrian mencakup material, warna, dimensi, pemilihan vegetasi, dan pola sirkulasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan, cara mengumpulkan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan pengukuran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan saat mendesain suatu blok kawasan pada umumnya dan menjadi rujukan untuk sistem sirkulasi dan pedestrian yang menunjang. Kata kunci: Transformasi, sirkulasi, dan pedestrian ABSTRACT Paskal Hyper Square is an area in which there are various functions. The existence of demands to make ends meet of the market becomes a major factor Paskal 23 Shopping Cente builts. The building is a mixed use building that brings together many functions such as malls, hotels and universities. The existence of the building causes the transformation of the circulation and pedestrian system in the region. This research aims to understand the change of concepts and characteristics of circulation and pedestrian system to the user's comfort and safety. The scope of study in this research includes circulation system, circulation and pedestrian design, circulation and pedestrian. Circulation and pedestrian in terms of design. Meanwhile, the characteristics of circulation and pedestrian includes material, color, dimension, vegetation selection, and circulation pattern. The method of analysis used is quantitative and qualitative methods. While, how to collect data in this study using the method of observation and measurement. This research is expected to be a reference when designing a regional block in general and become a reference for circulation and pedestrian systems that support Key word: Transformation, circulation, and pedestran
Sirkulasi Dan Tatanan Massa Di Lahan Berkontur Pada Kawasan Dago Dreampark Zulfina Astri H.; Tita Elita; Rd. Tifana F.; Ilmaddini R.
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3607

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota Bandung secara geografis dikelilingi oleh pegunungan salah satu wilayahnya Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian ±768m. Kota Bandung adalah Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi adalah wisata rekreasi dan hiburan. Wilayah Kabupaten Bandung Barat terdapat tempat wisata alam yang memanfaatkan kontur sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun non lokal. tempat wisata yang dapat merasakan kontur salah satunya adalah Dago Dreampark yang berada di Jl. Dago Giri KM 2.2, Mekarwangi, Lembang, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40135. Dago Dreampark merupakan tempat wisata baru berada diantara dua bukit, dimana terdapat kontur yang curam serta pengolahan kontur sedikit dibanding dengan tempat wisata lain yang sebagian lahan kontur diratakan sebagai tempat objek wisata. Oleh karena itu kami mencoba menganalisi bagaimana sistem sirkulasi dan tatanan massa di lahan berkontur dengan menggunakan metoda kuantitatif umtuk mengetahui bagaimana presentase kelandaian sirkulasi di area tersebut, jarak antar bangunan. Dan menggunakan metoda kualitatif untuk mengetahui bagaimana keselarasan antara teori dan objek yang di teliti. Kata kunci: lanskap, sistem sirkulasi, tatanan massa, kontur ABSTRACT Bandung is the largest metropolitan city in West Java province, as well as being the capital of the province. Bandung city is geographically surrounded by mountains one of the regencies of West Bandung Regency with an altitude of ± 768m. Bandung City One of the most visited tourist attractions are recreational and entertainment tours. West Bandung Regency area there are natural attractions that take advantage of contours as a tourist attraction of local and non local. tourist attractions that can feel the contour one of them is Dago Dreampark located on Jl. Dago Giri KM 2.2, Mekarwangi, Lembang, Pagerwangi, Lembang, West Bandung Regency, West Java 40135. Dago Dreampark is a new tourist place between two hills, where there is a steep contour and contour processing a little compared to other tourist sites that partly contour land leveled as a tourist attraction. Therefore we try to analyze how the circulation system and the mass order in contoured land using quantitative methods umtuk know how the percentage of circulation in the area, the distance between buildings. And using qualitative methods to find out how the harmony between the theory and the object in the perusal. Keywords: landscape, circulation, contour.
Pola Tatanan Ruang Penunjang Terhadap Efektifitas Akses Keberangkatan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Adri Fadhilah; Rivan Anugrah; Muh Al Kautsar; Moch Risnul Hidayat; Erwin Yuniar
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3669

Abstract

ABSTRAK Bandar udara merupakan tempat yang penting bagi berlangsungnya suatu kegiatan transportasi udara. Pesawat terbang merupakan sarana transportasi cepat yang dapat menjangkau wilayah yang sangat luas sampai saat ini sehingga banyak masyarakat memilih menggunakan moda transportasi tersebut. Dalam proses perancangan Bandar Udara idealnya diperlukan pemahaman terhadap perilaku pengguna itu sendiri. Perancangan terkait dengan kebutuhan ruang pengguna untuk memperoleh rasa nyaman dan ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya, hal ini berkaitan dengan sirkulasi. Sirkulasi secara umum terbentuk dari susunan ruang dan organisasi ruang, serta tata letak dan fasilitas yang ada. Penataan ruang yang baik dan memenuhi standar dapat berpengaruh terhadap berlangsungnya kegiatan keberangkatan dan kedatangan penumpang. Kata kunci: Bandar Udara, sirkulasi, penataan ruang ABSTRACT Airport is an important place for an air transport activity. Airplane is a fast transportation that can reach a very wide area so many people choose to use the mode of transportation. In the process of designing the airport ideally required understanding of the user's own behavior. The design related to the needs of the user space to obtain a sense of comfort and space designed must be in accordance with its function, it is related to the circulation. Circulation is generally formed from the composition of space and organization space, as well as layout and existing facilities. A good spatial arrangement can affect the ongoing departure and arrival of passengers. Keywords: Airport, circulation, spatial arrangement
Perbandingan Biaya dan Waktu Pekerjaan Dinding Bata Merah dan B-Panel Tecky Hendrarto; Nida Fadhilah; Ferris Kurnia Rishanda; Muhammad Luthfi Hartanto; Riyan Rafie Wiranata
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3608

Abstract

ABSTRAK Semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi, menghasilkan berbagai inovasi material sebagai kebutuhan pembangunan. Diperlukan suatu bahan bangunan yang memiliki banyak keunggulan untuk dapat meningkatkan pembangunan yang lebih baik. Salah satu material yang digunakan untuk dinding saat ini adalah dinding pengisi berbahan bata merah, namun pada tahun 2007 mulai dikembangkan material B-panel di Indonesia. Pembahasan material ini bertujuan sebagai pemahaman, tolak ukur perbandingan tingkat efisiensi terhadap biaya dan waktu, metode pelaksanaan, pada penggunaan material. Lingkup studi kajian mencakup penggunaan material Bata merah dan Bpanel pada bangunan rumah tinggal. Keduanya mencakup spesifikasi material, harga, dan waktu pelaksanaan pembuatan dinding yang dilandasi oleh kegiatan observasi dan studi lapangan pada supplier. Hasil observasi dan studi literatur menunjukkan biaya pemasangan dinding bata merah untuk sebuah rumah tinggal dengan luas bidang dinding 236,2276 m2 berjumlah Rp. 22.015.181,- dan waktu yang diperlukan adalah 109 jam 48 menit 20 detik. Sedangkan untuk hasil biaya pemasangan dinding BPanel untuk luas yang sama berjumlah Rp.66.686.056 dan waktu yang diperlukan adalah 110 jam 2 detik dengan catatan luas bidang dinding, penggunaan SDM, peralatan, dan kondisi lapangan yang sama. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah biaya dan waktu yang diperlukan untuk membuat sebuah rumah tinggal berbahan dinding pengisi bata merah lebih cepat dan lebih murah dibanding menggunakan BPanel apabila SDM dan peralatan yang digunakan sama. Kata kunci: waktu, biaya, Bata merah, B-panel, bangunan hunian. ABSTRACT Rapid growth of knowledge and technology in the field of construction has resulting in various material innovations as a development need. It takes a building material that has many advantages to be able to improve the better development. One of the materials used commonly for the wall filler is a red brick, but in 2007 the development of a new materials for wall filler resulting in B-panel, a new material, being released in Indonesia. Discussion of this material aims as an understanding, benchmark comparison method of implementation, the level of efficiency against cost and time on the use of materials. Scope of studies including using B-panel and red brick in residential buildings. Both include material specifications, prices, distribution methods on buildings based on observation and field studies on suppliers. Observation and literature studies show the cost of red brick installation for a residential house with a wall area of 236,2276 m2 is Rp. 22.015.181,- and the required time is 109 hours 48 minutes 20 seconds. As for the results of installation costs of B-Panel for the same area amounted to Rp.66.686.056,- and the required time is 110 hours 2 seconds with the same human resource usage, equipment, and field conditions as red brick. The conclusion of this research is the cost and time needed to make a house made of red brick wall filler are faster and cheaper than using B-Panel if human resources and equipments used are the same. Keywords: time, cost, Red brick, B-panel, residential building.
Kontekstualitas Gaya Art Deco Hotel Prama Grand Preanger dan Wisma HSBC Ditinjau dari Fasad Udjianto Pawitro; Anne Rosmeiliana Bunga; Anisa Ulfa Mirananda; Vina Idamatusilmy; Fatya Karimah
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3609

Abstract

ABSTRAK Art Deco merupakan salah satu gaya arsitektur yang paling berkembang di Kota Bandung. Salah satu bangunan dengan langgam Art Deco di kota Bandung adalah Hotel Prama Grand Preanger yang didisain ulang oleh C. P. Schoemaker. Hotel Preanger berada di kawasan Grote Postweg (Asia Afrika), seiring berkembangnya zaman terdapat bangunan baru pada kawasan tersebut yaitu Wisma HSBC. Kedua bangunan tersebut memiliki jarak yang berdekatan pada lokasi yang sama tetapimemiliki fasad berlainan jika dilihat dengan kasat mata karena dibangun pada zaman yang berbeda. Pengamatan dan analisis ini dibatasi pada ada tidaknya langgam art deco pada kedua fasad tersebut serta selaras atau tidaknya kedua fasad bangunan tersebut.. Memberi perbandingan mengenai kajian teori arsitektur yang telah ada di dalam literatur-literatur dengan pengaplikasian nyata pada desain arsitektur terutama fasad bangunan. Kata kunci: arsitektur Art Deco, kontekstualitas ABSTRACT Art Deco is one of the most developed architectural styles in Bandung. One of the buildings with Art Deco style in Bandung is Hotel Prama Grand Preanger designed by C. P. Schoemaker. Preanger Hotel is located in the Grote Postweg (Asia Afrika) region, as the era of new buildings in the region that is Wisma HSBC. Both buildings have adjacent distances at the same location but have different facades when viewed visually as they were built in different times. These observations and analyzes are limited to the presence or absence of art deco styles on both facades as well as whether or not the two facades of the building are comparable. Provide a comparison of the existing sciences in the literature with real application on the architectural design of the building facade. Keywords: Art Deco architecture, contextuality

Page 1 of 1 | Total Record : 5