cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: Desember 2016" : 30 Documents clear
Peramalan Gelombang di Perairan Kabupaten Indramayu dengan Pemodelan Numerik SWAN 41.01A Fajar Widhiarno; Yati Muliati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.160

Abstract

ABSTRAKKarakteristik gelombang merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan bangunan pantai. Melakukan pengukuran gelombang dalam jangka waktu yang panjang membutuhkan biaya yang sangat mahal. Diperlukan alternatif lain untuk meramalkan gelombang yaitu dengan menggunakan data angin. Belum ada lembaga yang melakukan peramalan gelombang secara berkelanjutan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi gelombang signifikan , periode gelombang signifikan dan arah gelombang dengan menggunakan metode pemodelan numerik SWAN 41.01A yang selanjutnya divalidasi dengan menggunakan metode SPM. Hasil dari peramalan gelombang didapat nilai setinggi 0,4-0,5 m dengan selama 2-3 detik dengan musim timuran yang mendominasi arah angin, tinggi gelombang maksimum setinggi 0,8-0,9 m dengan periode 2-2,5 detik, dan adanya pembelokan arah gelombang diakibatkan oleh pendangkalan kedalaman laut.Kata Kunci: peramalan gelombang, SWAN, tinggi gelombang signifikan, periode signifikan, arah gelombang. ABSTRACTCharacteristic of wave is the important thing in seashore building construction planning. The cost for the wave forecast in long duration is very expensive. Wind data is an alternative method for the wave forecast. There is no institution yet to forecast waves sustainably in indonesia. The purpose of this research is to determine the significant wave height , significant wave period and direction of the waves using SWAN 41.01A numerical modelling method which is then validated using SPM method. The results of forecast obtains values wave height 0.4-0.5 m with during 2-3 second with easterlies season dominate the wind direction, the maximum wave height 0.8-0.9 m with a period of 2-2.5 second, and bending the direction of the waves caused by silting ocean depths.Keywords: wave forecast, SWAN, significant wave height, significant period, wave direction.
Perencanaan Pelabuhan Penyeberangan Desa Buton, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah Aji Setiawan; Yati Muliati; Fachrul Madrapriya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.56

Abstract

ABSTRAK Kondisi pelabuhan di desa Buton saat ini yang merupakan pelabuhan tradisional yang tidak memadai untuk menampung kapal-kapal yang berkapasitas besar untuk bersandar. Seiring dengan meningkatnya arus penduduk dan kendaraan di Desa Buton, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, maka dibutuhkan fasilitas pelabuhan yang memadai agar menunjang kemajuan perekonomian di desa Buton. Hasil perencanaan Pelabuhan di desa Buton menunjukkan bahwa dermaga jetty sesuai untuk kapal rencana penumpang maupun barang. Karakteristik kapal rencana pada pelabuhan ini adalah kapal dengan bobot 2000 GT agar terbesar pada daerah lokasi yaitu kapal Madani dengan 1106 GT dengan kapasitas 400 penumpang dan 22 kendaraan dapat berlabuh pada pelabuhan Penyeberangan Buton.Kata kunci: pelabuhan penyeberangan, buton, desain ABSTRACTButon port conditions in the village at this time which is a traditional port may be inadequate to accommodate ships of large capacity for lean. Along with the increasing flow of people and vehicles in the village of Buton, Morowali regency, Central Sulawesi province, it takes adequate port facilities in order to support economic progress in the village of Buton. Ports in the village planning results indicate that the pier jetty Buton according to plan boat passengers and goods. Characteristics ship in the port plans are ships weighing 2000 GT to be the largest in the location area that Madani ships with 1106 GT with a capacity of 400 passengers and 22 vehicles can be docked at the port of Buton Crossing. Keywords: ferry port, buton, design
Analisis Perilaku Timbunan Tanah Pasir Menggunakan Uji Model Fisik Fadi Muhammad Akmal; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.112

Abstract

ABSTRAKIlmu teknik pada dasarnya berhubungan dengan pemodelan untuk mencari solusi dari permasalahan yang nyata. Pemodelan dapat berupa model fisik atau model numerik. Pemodelan yang dilakukan pada studi ini adalah model fisik, yaitu model fisik timbunan menerus dengan material tanah pasir. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui besarnya penurunan timbunan tanah pasir setelah diberi beban yang dimodelkan di laboraturium dengan material tanah yang sama tetapi kondisi pemadatannya berbeda. Tingkat kepadatan tanah yang didapatkan dan dimodelkan ada tiga yaitu, sangat lepas, sangat lepas sampai lepas, dan lepas. Penurunan umumnya terjadi pada tanah dengan kondisi kepadatan sangat lepas hingga lepas. Hasil penurunan dari pemodelan ini kemudian dibandingkan dengan metode numerik dan analitik. Penurunan yang didapat dari pemodelan empirik untuk pemodelan pertama dengan kepadatan sangat lepas adalah 1,2 cm, kedua model timbunan dengan kepadatan sangat lepas sampai lepas sebesar 0,75 cm, dan model timbunan ketiga dengan kepadatan lepas sebesar 0,45 cm.Kata kunci: timbunan, tanah non-kohesif, penurunan, pemodelan geoteknik, model fisik: skala kecil. ABSTRACTEngineering is fundamentally concerned with modelling to find solutions of real problems. Modelling could be a physical model or numerical model. A model that had been analysed in this study was physical model of continuous embankment with sand as the material. The purpose of this analysis was to find the settlement of sand embankment after the embankment loaded through modelling in laboratory with same material but in different condition of compaction. The kinds of soil density that were modelling were, very loose, very loose-to-loose, and loose. Settlement commonly happened on very loose through loose density condition. The result from physical modelling were compare with numerical and analytical method. The settlement of the first modelling with very loose density was 1.2 cm, the second modelling with very loose-to-loose density was 0.75 cm, and the third modelling with loose density was 0.45 cm.Keywords: embankment, non-cohessive soil, settlement, geotechnical modelling, physical models: small scale.
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Campuran Renolith dan Kapur Gibral Maulana; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.11

Abstract

ABSTRAKTanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki kemampuan kembang susut yang tinggi akibat adanya perubahan kadar air. Perubahan kadar air ini dipengaruhi oleh perubahan musim, dimana hal tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini memiliki engineering properties yang tergolong buruk dengan nilai CBR rendamannya sebesar 2,88%.  Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan upaya perbaikan tanah. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kemampuan kembang susut tanah ekspansif adalah dengan cara dicampur dengan bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  campuran dari renolith dan kapur. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan nilai CBR rendaman menjadi 11,13% dan menurunkan nilai potensial pengembangan dari 29,54% menjadi 0,96%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan CBR rendaman hingga 286,45% dan menurunkan potensi pengembangan hingga 96,75%.Kata kunci: tanah ekspansif, renolith, kapur, CBR. ABSTRACTAn expansive clay soil that has high shrinkage capability development due to change in moisture content. Changes in water content are affected by the change of seasons, it caused the soil become unstable. The soil that used in this study had a relatively poor engineering properties which CBR soaked value of 2.88%. To overcome these condition the soil improvement is necessary to increase the soil stability. The one of the effective ways to overcome shrinkage and development capability of expansive soil are mixed with chemicals. The chemicals are used in this study is a mixture of renolith and lime. The result from using a mixture of renolith and lime showed that increase the value of soaked CBR into 11.13% and decrease the value of swelling potential from 29.54% to 0.96%. Summary of using this material can increase the value of soaked CBR up to 286.45% and decrease the swelling potential until 96.75%.Keywords: expansive soil, renolith, lime, CBR.
Kajian Pengaruh Panjang ‘Back Span’ pada Jembatan Busur Tiga Bentang Yuno Yuliantono; Aswandy Aswandy
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.66

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini melakukan kajian pengaruh variasi bentang ‘back span’ pada jembatan. Jembatan yang dikaji adalah jembatan baja profil persegi tubular dengan bentang utama 150 meter dan ‘back span’ 51,2 meter. Ada 6 variasi penambahan dan pengurangan terhadap bentang ‘back span’ jembatan acuan awal yaitu : Model 1 berupa penambahan 10 meter, Model 2 berupa penambahan 5 meter, Model 3 berupa penambahan 0 meter, Model 4 berupa pengurangan 5 meter, Model 5 berupa pengurangan 10 meter, dan Model 6 berupa pengurangan 25 meter. Hasil analisis nilai terbesar menunjukan Model 1 sebesar 78.693,89 kN untuk reaksi perletakan rol, Model 1 sebesar 305,8 mm di girder jembatan untuk lendutan, Model 1 sebesar 21.611,454 kN di girder untuk aksial, Model 1 sebesar 36.775,691 kN di girder untuk momen lentur, dan model 1 sebesar 5.020,33 kN di girder untuk geser. Hal ini menunjukkan beban dari lengkung dan main span jembatan disalurkan menuju ‘back span’ seiring bertambahnya bentang.Kata kunci: jembatan lengkung baja, ‘back span’ ABSTRACTThis research investigate the effect of variant ‘back span’ length in a bridge. The type of the studied bridge is a hollow tube steel bridge with 150 meter of main span and 51,2 meter of back span. There are 6 variations of the addition and subtraction of the bridge 'back span'  length, that is: Model 1 with 10 meters addition, Model 2 with 5 meters addition, Model 3 with 0 meters addition, Model 4 with 5 meters reduction, Model 5 with 10 meters reduction, and Model 6 with 25 meters reduction. Results of the analysis showed that Model 1 have the greatest value of 78693.89 kN for the for roll joint reaction, 1Model amounted to 305.8 mm in girder bridge for deflection, Model 1 amounted to 21.611,454 kN in girder for axial, Model 1 amounted to 36.775,691 kN in girder for momen, and 1 Model amounted to 5.020,33 kN in girder for shear. This show that with increasing of the length, loads from arch and main span are distributed towards ‘back span’Keywords: steel arch bridge, ‘back span’
Analisis Hidrodinamika Menggunakan Software SMS 8.1 dalam Rangka Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Kaledupa, Sulawesi Tenggara Angga Rizki Pratama; Yati Muliati; Fachrul Madrapriya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.124

Abstract

ABSTRAKPulau Kaledupa membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan, untuk memudahkan mobilisasi roda 4 agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat. Perencanaan pelabuhan Kaledupa membutuhkan beberapa data, antara lain hidro-osenografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gelombang dan arus menggunakan software SMS 8.1 dan merencanakan pelabuhan. Hasil pemodelan software digunakan untuk menentukan posisi dermaga dalam kondisi aman, perencanaan fasilitas menggunakan Keputusan Menteri Perhubungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum di dermaga 0,065 m < 1 m, dan kecepatan arus 0,0018 m/s < 2 m/s  sehingga dermaga aman untuk kapal berlabuh dari arah arus timur laut. Tenggang pasut sebesar 1,90 m, maka dermaga yang digunakan adalah tipe moveable bridges untuk kapal feri tipe Ro-Ro. Kedalaman kolam pelabuhan adalah 5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 5,6 m.Kata kunci: desain pelabuhan, gelombang, arus, SMS 8.1 ABSTRACTKaledupa island need a ferry port to facilitate 4 wheels mobilization to ease an infrastructure. The planning of Kaledupa port need takes some data and one of it is hydro-oceanography data. The purpose of this study are to analyze wave and tides using SMS 8.1 software and to design a port. The result from software modelling used to determine the position of port in safety condition, design of facilities using The Transport Minister’s Decision. The analysis result shows that the maximum wave height at the dock was 0.065 m < 1 m and the speed’s current 0.0018 m/s < 2 m/s so the dock is safe for berthing the ship from Northeast direction. The tidal range is 1.90 m so the dock will be using is a “moveable bridges” for the ferry ship Ro-Ro type. The depth of the turning basin is 5 m and the depth of shipping channel is 5.6 m.Keywords: port design, waves, current, SMS 8.1
Pengembangan Pelabuhan Batu Panjang Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Muhammad Ridho Yuwanda; Yati Muliati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.22

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan perekonomian di wilayah Batu Panjang, fasilitas pelabuhan yang dimiliki masih terbatas jika dibandingkan dengan mobilitas pengunjung yang datang dari Kota Dumai menuju Pelabuhan Batu Panjang yang setiap tahunnya meningkat. Selain itu, kondisi Pelabuhan Batu Panjang yang merupakan pelabuhan tradisional tidak memadai untuk menampung kapal-kapal yang berkapasitas besar untuk bersandar. Pelabuhan Batu Panjang perlu dilakukan pengembangan pada fasilitas darat maupun fasilitas laut sesuai dengan prediksi kebutuhan dimasa yang akan datang.Perencanaan pada dermaga Pelabuhan Batu Panjang menggunakan dermaga tipe T sesuai untuk kapal rencana penumpang maupun barang hasil perkebunan. Kapal penumpang rencana menggunakan armada eksisting yaitu Dumai Ekspress, sedangkan untuk kapal barang menggunakan jenis kapal General Cargo berkapasitas 1.000 DWT dengan jam operasional pelabuhan selama 12 jam. Kedalaman alur pelayaran adalah -4,73 m LWS dengan radius kolam putar 27.357 m2.Kata kunci: pelabuhan penumpang, pelabuhan barang, Batu Panjang ABSTRACTAlong with the economic development in Batu Panjang distric, the facilities of port is limited compared to mobility of visitors from Dumai City to Batu Panjang port that increasing every year. In addition, conditions of Batu Panjang Port which is a traditional port is not adequate to accommodate the large capacity shipsto mooring. According to the prediction of the future that Batu Panjang port need the development facilities of onshore and offshore. The design of Batu Panjang pier used T-type pier which is suitable for passanger and cargo ship.The passanger ship plans is using the existing armada which is Dumai Express, meanwhile for the cargo ship is using the General Cargo which has 1,000 DWT capacity with 12 hour of port operational hour. The depth of navigation plot is      -4.73 m LWS with the radius of Turning basin 27,357 m2.Keywords: passanger port, port of goods, Batu Panjang
Analisis Geoteknik Terowongan Batuan Geurutee Aceh Menggunakan Metode Elemen Hingga Ryan Achmad Fadhillah; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.78

Abstract

ABSTRAKGunung Geurutee Aceh memiliki kondisi standar alinyemen vertikal maupun horizontal masih belum terpenuhi, begitu juga waktu tempuh efektif. Timbul wacana pembangunan terowongan di kawasan Gunung Geurutee Aceh. Analisis geoteknik terowongan batuan Geurutee dibutuhkan untuk mengetahui gaya dalam yang terjadi pada terowongn tersebut dengan adanya sistem perkuatan sementara, nilai faktor keaamanan (FK) , dan face stability menggunakan metode elemen hingga. Metode konstruksi terowongan menggunakan metode New Austrian Tunneling Methode (NATM) dan Metode penggalian mengacu pada metode Japanese Society of Civil Engineers (JSCE). Model yang dibuat adalah terowongan dengan perkuatan sementara dengan tanpa perkuatan sementara, untuk membandingkan total displacement yang terjadi pada model tersebut dimana perkuatan sementara yaitu menggunakan rock bolt dan shotcrete. Kedua model tersebut menghasilkan nilai SF 7,076 untuk model dengan perkuatan sementara dan 4,525 untuk model tanpa perkuatan.Kata kunci: terowongan batuan,  analisi geoteknik, face stability, metode elemen hingga NATM, JSCE, rock bolt, shotcrete. ABSTRACTMount Geurutee Aceh has a standard condition horizontal and vertical alignment that are still not fulfilled, as well as effective travel time. Arising discourse construction of tunnels in the area of Mount Geurutee Aceh. Geurutee rock tunnel geotechnical analysis is required to determine the force that occurs in the tunnel with temporary reinforcement system, the value of the safety factor (SF), and face stability using the finite element method. Tunnel construction method using the New Austrian Tunneling Method (NATM) and the excavation method refers to the method of Japanese Society of Civil Engineers (JSCE). The model created is temporary reinforcement system tunnels and without temporary reinforcement system, to compare the total displacement that occurred on that model where temporary reinforcement system while using rock bolt and shotcrete. Both models come SF value 7.076 for the model with temporary reinforcement system and 4,525 for the model without temporary reinforcement system.Keywords: rock tunnel, geotechnical analysis, face stability, finite element method NATM, JSCE, rock bolt, shotcrete.
Efek Kadar Polycarboxylate Ether (PCE) terhadap Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash Eggidyo Parudhiwa Putra; Bernardinus Herbudiman; Rulli Ranastra Irawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.136

Abstract

ABSTRAKPenambahan superplasticizer kedalam campuran beton geopolimer memiliki peranan penting untuk kemudahan pekerjaan. Akan tetapi, kualitas beton geopolimer tersebut harus tetap terjaga. Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen dengan bahan pengganti semen harus berupa pengikat material yang mengandung silika dan alumunium yang tinggi seperti fly ash. Jenis fly ash yang digunakan pada penelitian yaitu fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar superplasticizer PCE terhadap sifat mekanik beton geopolimer yaitu slump flow, nilai pantul, cepat rambat gelombang, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat tarik lentur, dan modulus elastisitas. Kadar superplasticizer PCE yang digunakan kadar 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0%. Hasil dari penelitian diketahui bahwa kadar superplasticizer PCE optimum adalah 0,5% sampai 1,0% untuk beton geopolimer karena beton mendapatkan flow yang paling mengalir dan mutu dari sifat mekanik beton geopolimer yang baik.Kata kunci: beton geopolimer, superplasticizer PCE, slump flow, uji destruktif, uji non-destruktif ABSTRACTThe Addition of superplasticizer into geopolimer concrete mix  has an important role to improve the workability of concrete. However, the quality of the geopolimer concrete must always be maintenad. Geopolomer concrete is a concrete without cement where it can be replaced with binder material with high silica and alumunium content such as fly ash. The variant of fly ash used in this study is fly ash Suralaya 1 and Suralaya 2. The study was conducted to determine the effect of dosage PCE superplasticizer on mechanical properties of geopolymer concrete which is slump flow, rebound number, pulse velocity, compressive strength, splitting, flexural, and modulus elasticity. Dosage of PCE superplasticizer used 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0%. The results of the study can be conclusion that the optimum dosage is 0,5-1,0% which best flow and best mechanical properties.Keywords: geopolimer concrete, superplasticizer PCE, slump flow, destructive test, nondestructive test
Ketahanan Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash terhadap Sulfat dan Klorida Rafli Andaru Ikomudin; Bernardinus Herbudiman; Rulli Ranastra Irawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.33

Abstract

ABSTRAKKetahanan beton dalam lingkungan yang korosif sangat diperlukan, beton geopolimer memiliki ketahanan yang lebih baik dari beton biasa. Beton geopolimer dalam penelitian ini menggunakan campuran fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2 sebagai material pengganti semen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan beton geopolimer berbasis fly ash terhadap zat kimia berupa asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi sebesar 10%. Parameter yang diamati adalah kuat tekan, cepat rambat gelombang dan pH yang dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Benda uji kuat tekan dan pH menggunakan kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm sebanyak 3 buah dan benda uji cepat rambat gelombang menggunakan silinder berukuran 10 cm × 20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi larutan sebesar 10% yang digunakan untuk perendaman beton geopolimer berbasis fly ash terlalu tinggi sehingga ketahanan beton geopolimer tersebut mengalami penurunan yang signifikan baik dari segi kekuatan, kepadatan, kandungan dan kondisi fisik.Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, kuat tekan, ketahanan ABSTRACTResistance concrete in corrosive environments is necessary, geopolymer concrete have better resistance than ordinary concrete. Geopolymer concrete in this study using mixing fly ash Suralaya 1 and Suralaya 2 as a cement replacement material. The study was conducted to determine the resistance of geopolymer concrete based on fly ash use chemicals such as sulfuric acid (H2SO4) and hydrochloric acid (HCl) at a concentration of 10%. The observed parameter is compressive strength, fast propagation and pH that was made on the concrete 7, 14 , 21 and 28 days. The test specimen compressive strength and pH using a cube of 5 cm × 5 cm × 5 cm 3 pieces and fast propagation of the test specimen using cilinder measuring 10 cm × 20 cm. The results of the study showing that the concentration of 10% were used for soaking of fly ash-based geopolymer concrete is too high so that the resistance of geopolymer concrete is experiencing a significant decline both in terms of strength, density, content and physical condition.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, compressive strength, resistance

Page 3 of 3 | Total Record : 30