This Author published in this journals
All Journal REKA RACANA
Yati Muliati
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Optimasi Pelabuhan di Perairan Cirebon sebagai Alternatif Pengganti Pelabuhan Cilamaya (Hal. 89-99) Rizkyargo, Muhammad Ziko; Muin, Muslim; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.064 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.89

Abstract

ABSTRAK Daerah industri Indonesia yang berpusat di daerah Jawa Barat membuat banyak perusahaan memproduksi barang  dan jasa. Salah satu prasarana dalam menunjangkegiatan tersebut yaitu pelabuhan.Pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang membuat Pelabuhan Tanjung Priok semakin padat, maka dibutuhkan Pelabuhan alternatif lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merencanakan Pelabuhan Peti Kemas di Peraian Cirebon berdasarkan kapal rencana dan biaya yang paling optimum. Lokasi Pelabuhan Peti Kemas Cirebon berada pada koordinat 6o45’3.63” LS dan 108o36’23.53” BT. Pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi kebutuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Cilamaya serta data hidrooseanografi di lokasi Cirebon.Kebutuhan Pelabuhan Peti Kemas Cirebon pada jangka pendek adalah 3.750.000 TEUs, jangka menengah 7.500.000 TEUs, dan jangka panjang 12.000.000 TEUs. Hasil Analisis didapatkan Kapal optimum yang digunakan di Pelabuhan Peti Kemas Cirebon untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sama, yaitu kapal ukuran 2.000 TEUs.Kata kunci: optimasi, pelabuhan, peti kemas, Cirebon. ABSTRACTIndustrial area of Indonesia centered in West Java, making many companies producing goods and services. One of the infrastructure that support these activities, such as ports. Economic growth in the future that make the port of Tanjung Priok increasingly crowded, it needed alternative ports. The purpose of this research is to plan a Container Port in Cirebon based on ship and the most optimum cost. The location of Cirebon Container Port at 6o45’3.63” SL and 108o36’23.53” EL. The data were derived from the secondary data including containers demand at Tanjung Priok Port and Cilamaya and environmental data on Cirebon. Port of Tanjung Priok has a demand in the short term is 3,750,000 TEUs, 7,500,000 TEUs medium term and long term 12,000,000 TEUs. Analysis of the results obtained optimum vessel used in Container Port Cirebon for short term, medium term and long term are same, the size of 2,000 TEUs vessels.Keywords: optimization, port, container, Cirebon
Analisis Penentuan Debit dan Muka Air Rencana Bagi Perencanaan Dermaga dan Alur Pelayaran Batubara di Sungai Eilanden, Papua (Hal. 95-104) Ibrahim, Indriyadi Anugrah; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.225 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.95

Abstract

ABSTRAK PT. Obio Indo Energi membutuhkan pendistribusian batubara dari lokasi tambang ke mother vessel, menyebabkan dibutuhkannya suatu fasilitas terminal khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk melakukan perencanaan dermaga dan alur pelayaran, diperlukan beberapa analisis. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode HSS Nakayasu dimana hujan harian maksimum dihitung menggunakan distribusi frechet. Analisis hidraulika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 4.1 untuk mengetahui elevasi muka air.Ukuran kapal rencana adalah 1.000 DWT yang ditarik oleh tugboat dimana kebutuhan kedalaman minimal untuk alur pelayaran dan kolam putar sebesar 3,6 meter dari muka air minimum. Lebar alur pelayaran untuk dua jalur kapal sebesar 112 meter dengan luasan kolam putar sebesar 4.537 m2. Tipe dermaga yang dipilih adalah tipe jetty dilengkapi dengan 3 buah breasthing dolphin dan 2 buah mooring dolphin. Elevasi dermaga agar tidak tenggelam adalah +5,2 meter dari 0 meter.Kata kunci: analisis hidrologi, analisis hidraulika, HEC-RAS, muka air minimum ABSTRACTPT. Obio Indo Energi have to distribute coal from the mine to the mother vessel, causes a special terminal facility needed for fullfil they need. To planning the jetty and navigation channel, it may take some analysis. The discharge plan determinded by HSS Nakayasu method which the maximum daily rainfall determine by frechet distribution. Analysis hydraulics using software  HEC-RAS 4.1 for known the water surface.The switch of the ship size as 1.000 DWT who being towed by a tugboat which the minimally deep needs for navigation channel and turning basin as big as 3,6 meters from the minimum water surface. Navigation channel width for 2 ships as 112 meters with turning basin area as big as 4.537 m2. The result for jetty type is jetty type, which using 3 pieces breasthing dolphin and 2 pieces mooring dolphin. Jetty elevation that not floods is +5,2 meters from 0 meters.Keywords: hydrologic analysis, hydraulics analysis, HEC-RAS, minimum water surface
Peramalan Gelombang di Perairan Kabupaten Indramayu dengan Pemodelan Numerik SWAN 41.01A (Hal. 160-171) Widhiarno, Fajar; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.859 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.160

Abstract

ABSTRAKKarakteristik gelombang merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan bangunan pantai. Melakukan pengukuran gelombang dalam jangka waktu yang panjang membutuhkan biaya yang sangat mahal. Diperlukan alternatif lain untuk meramalkan gelombang yaitu dengan menggunakan data angin. Belum ada lembaga yang melakukan peramalan gelombang secara berkelanjutan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi gelombang signifikan , periode gelombang signifikan dan arah gelombang dengan menggunakan metode pemodelan numerik SWAN 41.01A yang selanjutnya divalidasi dengan menggunakan metode SPM. Hasil dari peramalan gelombang didapat nilai setinggi 0,4-0,5 m dengan selama 2-3 detik dengan musim timuran yang mendominasi arah angin, tinggi gelombang maksimum setinggi 0,8-0,9 m dengan periode 2-2,5 detik, dan adanya pembelokan arah gelombang diakibatkan oleh pendangkalan kedalaman laut.Kata Kunci: peramalan gelombang, SWAN, tinggi gelombang signifikan, periode signifikan, arah gelombang. ABSTRACTCharacteristic of wave is the important thing in seashore building construction planning. The cost for the wave forecast in long duration is very expensive. Wind data is an alternative method for the wave forecast. There is no institution yet to forecast waves sustainably in indonesia. The purpose of this research is to determine the significant wave height , significant wave period and direction of the waves using SWAN 41.01A numerical modelling method which is then validated using SPM method. The results of forecast obtains values wave height 0.4-0.5 m with during 2-3 second with easterlies season dominate the wind direction, the maximum wave height 0.8-0.9 m with a period of 2-2.5 second, and bending the direction of the waves caused by silting ocean depths.Keywords: wave forecast, SWAN, significant wave height, significant period, wave direction.
Perbandingan Peramalan Gelombang dengan Metode Groen Dorrestein dan Shore Protection Manual di Merak-Banten yang di Validasi dengan Data Altimetri (Hal. 1-11) Sofwatillah, Sofwatillah; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.05 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.1

Abstract

ABSTRAK Perhitungan besaran peramalan gelombang dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Namun, semua metode peramalan gelombang menggunakan parameter yang sama, yakni kecepatan (W), durasi (t) dan jarak seret (fetch). Hasil perhitungan peramalan gelombang divalidasi dengan data hasil pengukuran atau data hasil satelit altrimetri. Metode Shore Protectfon Manual (SPM) berlaku untuk mengolah data yang fetch terbatas maupun data dengan durasi yang terbatas Metode Groen Derrestein (GD) meru,aakan perhitungan peramalan gelombang dengan menggunakan graft. Kedua metode tersebut menghasilkan data tinggi gelombang dan periode gelombang di perairan dalam. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode SPM dan GD dl Merak (Banten), tinggi gelombang dominan adalah 0,0 - 0,6m, sedangkan berdasarkan hasil data satelit, tinggi gelombang dominan adalah 0,9 - 1,2m , Faktor koreksi dengan metode SPM adalah 4,37 dan Faktor koreksi dengan metode GD adalah 4, 00. Berdasarkan dari faktor koreksi, maka metode GD lebih sesuai untuk digunakan pada lokasi studi. Kata kunci: peramalan, gelombang, SPM, Groen-Dorrestein, altimetri ABSTRACT Forecasting waves can be done by various methods However, all the methods of forecasting using the same parameters, which is speed (W), duration (t) and fetch. The wave forecasting calculation results are validated with measurement data or satellite altimetry data. Shore Protection Manual (SPM) method applies to situations where the data limited fetch or limited duration. Groen Dorrestein (GD) method is a wave forecasting calculations by using charts Both methods produce the wave height and wave period in the deep waters: Based on the results of analysis by using SPM and GD in Merak (Banten), the dominant wave height is 0, 0 - 0, 6m. While biased on satellite data, the dominant wave height is 0.9 - 1.2m. The correction factor is 4.37 SPM method and correction factor by Me method of GD is 4.00. Based on correction factor, the GD method is more suitable for use in the study area.Keywords:  forecasting, waves, SPM, Groen-Dorrestein, altimetry
Perencanaan Pelabuhan Penyeberangan Desa Buton, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Hal. 56-65) Setiawan, Aji; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.054 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.56

Abstract

ABSTRAK Kondisi pelabuhan di desa Buton saat ini yang merupakan pelabuhan tradisional yang tidak memadai untuk menampung kapal-kapal yang berkapasitas besar untuk bersandar. Seiring dengan meningkatnya arus penduduk dan kendaraan di Desa Buton, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, maka dibutuhkan fasilitas pelabuhan yang memadai agar menunjang kemajuan perekonomian di desa Buton. Hasil perencanaan Pelabuhan di desa Buton menunjukkan bahwa dermaga jetty sesuai untuk kapal rencana penumpang maupun barang. Karakteristik kapal rencana pada pelabuhan ini adalah kapal dengan bobot 2000 GT agar terbesar pada daerah lokasi yaitu kapal Madani dengan 1106 GT dengan kapasitas 400 penumpang dan 22 kendaraan dapat berlabuh pada pelabuhan Penyeberangan Buton.Kata kunci: pelabuhan penyeberangan, buton, desain ABSTRACTButon port conditions in the village at this time which is a traditional port may be inadequate to accommodate ships of large capacity for lean. Along with the increasing flow of people and vehicles in the village of Buton, Morowali regency, Central Sulawesi province, it takes adequate port facilities in order to support economic progress in the village of Buton. Ports in the village planning results indicate that the pier jetty Buton according to plan boat passengers and goods. Characteristics ship in the port plans are ships weighing 2000 GT to be the largest in the location area that Madani ships with 1106 GT with a capacity of 400 passengers and 22 vehicles can be docked at the port of Buton Crossing. Keywords: ferry port, buton, design
Perencanaan Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Baruakol Kepulauan Sula Maluku Utara (Hal. 115-126) Narindra, Dwinanda; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.582 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.115

Abstract

ABSTRAKDesa Baruakol, Kabupaten Kepulauan Sula merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Provinsi Maluku Utara. Namun selama periode 2012-2014, total nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi mengalami penurunan menurut BPS (Badan Pusat Statistik). Pembangunan prasarana perikanan dibutuhkan untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Prasarana tersebut berupa pelabuhan ikan yang termasuk kedalam klasifikasi pangkalan pendaratan ikan (PPI). Analisis yang digunakan yaitu pasang surut dengan menggunakan metode Least Square dan metode Admiralty, dilanjutkan dengan perhitungan fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Hasil pasang surut yang digunakan adalah metode Least Square dengan hasil tunggang pasut yang didapat sebesar 2,04 m serta HWS pada elevasi +2,39 m dan LWS +0,35 m. Dengan dilengkapi fasilitas pokok dengan luas total sebesar 7.982 m2 sedangkan untuk fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang seluas 2.692 m2.Kata kunci: perencanaan teknis, metode pasang surut, pangkalan pendaratan ikanABSTRACTBaruakol Village, in Sula Islands Region is one of the largest fish resource in North Maluku Province. However, during the 2012-2014 period, the total additional value generated by the economic sectors are decreasing, according to BPS (Badan Pusat Statistik) / National Statistic Centre. Developing fishing port infrastructure is needed to help improving the regional economy. The infrastructure is formed as fishing port that classification type of PPI. The tidal analysis is Least Square method and Admiralty method, and  calculation of basic facilities, functional facilities and supporting facilities. The tidal ebb & flow test is using Least Square method the result obtained from tidal ebb & flow test is 2.04 m and HWS elevation at +2.39 m and LWS at +0.35 m. Equipped with basic facilities with total area of 7,982 m,2 meanwhile coverage area for functional facilities and supporting facilities is 2,692 m2.Keywords: technical planning, tidal method, fishing port type PPI
Studi Perencanaan Alur Pelayaran Optimal Berdasarkan Hasil Pemodelan Software SMS-8.1 di Kolong Bandoeng, Belitung Timur (Hal. 71-80) Syamsudin, Aldila Putri; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.961 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.71

Abstract

ABSTRAK Rencana pengembangan daerah pariwisata di Kolong (Danau) Bandoeng Kabupaten Belitung Timur menggunakan kapal rencana yaitu kapal Yacht 473 GT. Alur pelayaran yang menghubungkan Laut Serdang dan Kolong Bandoeng memiliki dimensi yang sempit tidak memungkinkan kapal rencana untuk berlayar, sehingga dibutuhkan dimensi alur pelayaran baru sebagai prasarana penghubung antara Kolong Bandoeng dan Laut Serdang. Analisis dilakukan pada dua alur rencana berdasarkan hasil perhitungan dimensi alur dan pemodelan arus serta sedimentasi menggunakan software SMS 8.1. Hasil analisis didapatkan lebar alur lurus sebesar 64 m dan membelok 81 m, radius sebesar 433 m dengan dan kedalaman alur sebesar -5 m. Kecepatan arus pada alur lurus 0,075 m/s lebih besar dibandingkan pada alur membelok 0,067 m/s. Sebaran sedimen pada alur lurus lebih besar dibandingkan alur membelok, dengan sedimentasi yang sama sebesar 0,0075 m-0,009 m per 15 hari. Alur membelok dipilih sebagai alur pelayaran optimal (1.800 m). Volume pengerukan sebesar 159,019 m³.Kata kunci: alur pelayaran, kecepatan arus, sedimentasi, SMS 8.1. ABSTRACTPlan of tourism area development in Kolong (Lake) Bandoeng, East Belitung as using Yacht 473 GT. The  narrow wide of navigation channel between sea Serdang and Kolong Bandoeng cause the ship is impossible to sail. Hence it we need to determine the dimention of new navigation channel, so it can be used for the yacht. Analysis was made for two navigation channel based on the product of channel dimension and current modeling along with sedimentation using SMS 8.1 software. The result shows that the width of straight channel is 64 m and curving 81 m, the radius is 433 m with and the depth of channel is -5 m. The current velocity of straight channel is 0.075 m/s bigger than on curving channel 0.067 m/s. Sedimentation spread on straight channel is bigger than on curving channel with same number of sedimentation 0.0075 m-0.009 m every 15 days. Curving channel selected as the optimal navigation channel (1,800 m). The dregging volume is 159.019 m³.Keywords: navigation channel, current velocity, sedimentation, SMS 8.1.
Analisis Hidrodinamika Menggunakan Software SMS 8.1 dalam Rangka Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Kaledupa, Sulawesi Tenggara (Hal. 124-135) Pratama, Angga Rizki; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.942 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.124

Abstract

ABSTRAKPulau Kaledupa membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan, untuk memudahkan mobilisasi roda 4 agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat. Perencanaan pelabuhan Kaledupa membutuhkan beberapa data, antara lain hidro-osenografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gelombang dan arus menggunakan software SMS 8.1 dan merencanakan pelabuhan. Hasil pemodelan software digunakan untuk menentukan posisi dermaga dalam kondisi aman, perencanaan fasilitas menggunakan Keputusan Menteri Perhubungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum di dermaga 0,065 m < 1 m, dan kecepatan arus 0,0018 m/s < 2 m/s  sehingga dermaga aman untuk kapal berlabuh dari arah arus timur laut. Tenggang pasut sebesar 1,90 m, maka dermaga yang digunakan adalah tipe moveable bridges untuk kapal feri tipe Ro-Ro. Kedalaman kolam pelabuhan adalah 5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 5,6 m.Kata kunci: desain pelabuhan, gelombang, arus, SMS 8.1 ABSTRACTKaledupa island need a ferry port to facilitate 4 wheels mobilization to ease an infrastructure. The planning of Kaledupa port need takes some data and one of it is hydro-oceanography data. The purpose of this study are to analyze wave and tides using SMS 8.1 software and to design a port. The result from software modelling used to determine the position of port in safety condition, design of facilities using The Transport Minister’s Decision. The analysis result shows that the maximum wave height at the dock was 0.065 m < 1 m and the speed’s current 0.0018 m/s < 2 m/s so the dock is safe for berthing the ship from Northeast direction. The tidal range is 1.90 m so the dock will be using is a “moveable bridges” for the ferry ship Ro-Ro type. The depth of the turning basin is 5 m and the depth of shipping channel is 5.6 m.Keywords: port design, waves, current, SMS 8.1
Analisis Karakteristik Gelombang di Perairan Pulau Enggano, Bengkulu. (Hal. 94-103) Usmaya, Akbar Hadiraksa; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.915 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.94

Abstract

ABSTRAKPulau Enggano merupakan pulau kecil terluar bagian Indonesia yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini memiliki beberapa potensi yang bisa meningkatkan ekonomi di daerah tersebut. Pemerintah sedang mengkaji berbagai sumber energi baru salah satunya adalah energi gelombang laut di perairan Pulau Enggano, maka pemerintah melakukan pengukuran gelombang laut di Perairan enggano. Alternatif lain untuk lain untuk mendapatkan informasi tinggi gelombang adalah memanfaatkan data altimetri dengan satelit. Data gelombang dari satelit perlu divalidasi dengan data hasil pengukuran di lapangan dengan metode statistik, sehingga dapat dirumuskan karakteristik gelombang. Faktor koreksi yang didapatkan dari validasi adalah sebesar 0,466. Faktor koreksi ini akan dikalikan dengan data gelombang altimetri dan menampilkan besaran tinggi gelombang di perairan Enggano.Kata kunci: validasi, tinggi gelombang, Perairan EngganoABSTRACTEnggano island are of small island of Indonesia located in the Indian Ocean. The island has some potentials that could generate the economy in the area. The Government is improve a non fosil energy by using wave energy of Enggano Island. The wave height is measured to determine of enggano. Altimetry data is another way to get wave height is utilizing satellite data with altimetri. Wave data from satellites needs to be validated with field measurements of results data with statistical methods, so it can be deduced the characteristics of waves. Correction factors obtained from validation is of 0.466. This correction factor will be multiplied by altimetri and wave data showing high wave magnitudes in the waters of Enggano.Keywords: validation, wave haight, Water’s of Enggano
Pengembangan Pelabuhan Batu Panjang Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau (Hal. 22-32) Yuwanda, Muhammad Ridho; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.542 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.22

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan perekonomian di wilayah Batu Panjang, fasilitas pelabuhan yang dimiliki masih terbatas jika dibandingkan dengan mobilitas pengunjung yang datang dari Kota Dumai menuju Pelabuhan Batu Panjang yang setiap tahunnya meningkat. Selain itu, kondisi Pelabuhan Batu Panjang yang merupakan pelabuhan tradisional tidak memadai untuk menampung kapal-kapal yang berkapasitas besar untuk bersandar. Pelabuhan Batu Panjang perlu dilakukan pengembangan pada fasilitas darat maupun fasilitas laut sesuai dengan prediksi kebutuhan dimasa yang akan datang.Perencanaan pada dermaga Pelabuhan Batu Panjang menggunakan dermaga tipe T sesuai untuk kapal rencana penumpang maupun barang hasil perkebunan. Kapal penumpang rencana menggunakan armada eksisting yaitu Dumai Ekspress, sedangkan untuk kapal barang menggunakan jenis kapal General Cargo berkapasitas 1.000 DWT dengan jam operasional pelabuhan selama 12 jam. Kedalaman alur pelayaran adalah -4,73 m LWS dengan radius kolam putar 27.357 m2.Kata kunci: pelabuhan penumpang, pelabuhan barang, Batu Panjang ABSTRACTAlong with the economic development in Batu Panjang distric, the facilities of port is limited compared to mobility of visitors from Dumai City to Batu Panjang port that increasing every year. In addition, conditions of Batu Panjang Port which is a traditional port is not adequate to accommodate the large capacity shipsto mooring. According to the prediction of the future that Batu Panjang port need the development facilities of onshore and offshore. The design of Batu Panjang pier used T-type pier which is suitable for passanger and cargo ship.The passanger ship plans is using the existing armada which is Dumai Express, meanwhile for the cargo ship is using the General Cargo which has 1,000 DWT capacity with 12 hour of port operational hour. The depth of navigation plot is      -4.73 m LWS with the radius of Turning basin 27,357 m2.Keywords: passanger port, port of goods, Batu Panjang