cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Juni 2017" : 16 Documents clear
Pemodelan 3D pada Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Deep Mixed Column (Hal. 26-35) Permatasari, Widya Yunita; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.66 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.26

Abstract

ABSTRAKMasalah yang sering dijumpai pada konstruksi yang dibangun diatas tanah lunak adalah masalah penurunan. Melihat kondisi tersebut maka harus dilakukan perbaikan tanah untuk mengurangi penurunan yang terjadi. Banyak metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan, salah satu metode perbaikan tanah yaitu dengan menggunakan deep mixed column. Fungsi utama dari penggunaan deep mixed column adalah mengurangi penurunan di bawah timbunan. Ada berbagai macam pola penggunaan deep mixed column yang sering digunakan, namun pola yang digunakan pada pemodelan ini adalah pola persegi. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Program PLAXIS 3D AE yang berbasis Elemen Hingga. Pemodelan deep mixed column dilakukan dengan berbagai jenis variasi jarak (1,4 m ; 1,6 m ; 1,8 m dan 2 m) dan diameter (0,4 m ; 0,6 m dan 0,8 m). Hasil pemodelan yang telah dilakukan menunjukan bahwa penggunaan deep mixed column dapat mengurangi penurunan sebesar 93,44 %.Kata kunci: tanah lunak, penurunan, perbaikan tanah, deep mixed column. ABSTRACTProblems that often found is construction built on soft soil is settlement problem. As on that condition, to decrease the settlement, soil improvement should be provided. Many kinds of soft soil improvement can be used, one of them is using deep mixed column. Main function of using deep mixed column is to decrease the settlement under embankment. There are lots of pattern in using deep mixed column that commonly used, none the less the pattern that used in this modeling is rectangular pattern. This analysis was done by using PLAXIS 3D with finite element method based. The deep mixed column was modeled with some variation of distance (1.4 m : 1.6 m : 1.8 m and 2 m) and diameter (0.4 m : 0.6 m and 0.8 m). The result of the modeling showing that using deep mixed column could decrease 93.44 % of settlement.Keywords: soft soil, settlement, soil improvement, deep mixed column.
Analisis Daya Dukung Tiang Tunggal Dinamik pada Tanah Lunak di Gedebage (81-92) Tampubolon, Elvina Marianna; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.715 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.81

Abstract

ABSTRAKDalam setiap bangunan diperlukan pondasi sebagai dasar bangunan yang kuat dan kokoh. Istilah pondasi merupakan elemen bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada struktur tersebut ke dalam tanah, sampai kedalaman tertentu yaitu sampai lapisan tanah keras. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan kapasitas daya dukung aksial pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris. Secara analitis dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung berdasarkan data-data dari lapangan yang didapat yaitu SPT. Numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hingga menggunakan program. Hasil studi ini juga berdasarkan metode formula dinamik untuk mencari kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang ( ) dengan formula Hiley, formula PCUBC, formula Gates, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Kata kunci: SPT, kapasitas daya dukung, analitis, numeris, formula dinamik. ABSTRACTIn every building a foundation is needed as a strong layer. The term foundation is building element whose function is to distribute all loads acting on the structure into the ground to a certain depth until the hard soil. The purpose of this study was to compare the axial bearing capacity analytically and numerically. Analytically done by calculating the bearing capacity based on the data obtained from the field, namely SPT. The numerical count by using the finite element method using the program. The result of this study also based on the formula dynamic for bearing capacity ultimit piles ( ) with Hiley formula, PCUBC formula, Gates formula, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Keywords: SPT, bearing capacity ultimite, analytically, numerically, dynamic formula.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Rakit dan Tiang Rakit pada Timbunan di Atas Tanah Lunak (Hal. 36-47) Zaid, Naufal; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.079 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.26

Abstract

ABSTRAKTanah lempung memiliki tegangan geser dan permeabilitas yang rendah, oleh karena itu tanah lempung tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai landasan konstruksi agar diperoleh daya dukung yang baik. Perbaikan tanah dengan melakukan perkuatan dapat dilakukan. Analisis daya dukung dan penurunan Fondasi rakit dan tiang rakit pada timbunan di atas tanah lunak dengan melakukan pemodelan menggunakan metode elemen hingga. Variasi pada fondasi rakit yaitu tebal pondasi rakit. Pada Fondasi tiang rakit variasi yang digunakan yaitu ukuran penampang tiang, tinggi tiang, jarak antar tiang, dan tebal fondasi rakit. Tebal rakit pada Fondasi rakit mempengaruhi kapasitas daya dukung dan penurunan. Tinggi tiang dan jarak antar tiang berpengaruh pada kapasitas daya dukung dan penurunan pada fondasi tiang rakit. Hasil perbandingan antara fondasi rakit dan tiang rakit menunjukan bahwa adanya tiang pada fondasi tiang rakit dapat menambah kapasitas daya dukung dan memperkecil penurunan.Kata kunci: daya dukung, penurunan, fondasi rakit, fondasi tiang rakit, metode elemen hingga, metode Terzaghi, metode Hein & Lee, metode Randolph. ABSTRACTClay has low shear stress and permeability, therefore clay soil must be repaired before being used as the basis for construction to obtain good bearing capacity. Soil improvement by using reinforcement can be done. Capacity analysis and settlement of raft foundation and pile raft foundation on soft soil by performing modeling using finite element method. Variations on the raft foundation is thickness of raft foundation. In the pile raft foundation variations used are cross-sectional size of pile, pile height, space of pile , and thickness of raft foundation. Thickness of raft foundation affect to bearing capacity and  settlement. Pile height and the space of pile affect to bearing capacity and settlement of pile raft foundation. Comparison between raft foundation and pile raft foundation showed that their pile at the pile raft foundation can increase the bearing capacity and minimalizer settlement.Keywords: bearing capacity, settlement, raft foundation, pile raft foundation, finite element method, Terzaghi method, Hein & Lee method, Randolph method.
Analisis Model Fisik dan Model Numerik pada Daya Dukung Fondasi Lingkaran di Atas Tanah Lunak (Hal. 48-58) Wulandari, Devy Dhea; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.819 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.48

Abstract

ABSTRAKPada umumnya fondasi dangkal tidak cocok untuk tanah kompresif seperti tanah lunak karena daya dukungnya yang rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya perkuatan untuk meningkatkan daya dukung tanah dan meminimalisasi terjadinya penurunan. Analisis daya dukung pada fondasi dangkal dengan tipe lingkaran ini dilakukan dengan menambah lapisan perkuatan di atas tanah lunak berupa lapisan granular dan geogrid. Pada kedua jenis perkuatan tersebut dilakukan variasi ketebalan lapisan granular dan posisi kedalaman geogrid. Analisis dilakukan dengan metode numerik berbasis elemen hingga dan metode analitik yang selanjutnya dibandingkan dengan hasil uji fisik laboratorium yang telah dilakukan oleh Demir, A (2009). Semakin tinggi ketebalan lapisan granular dan geogrid maka daya dukung yang dihasilkan akan semakin besar. Daya dukung maximum berada pada tanah lunak yang diberi perkuatan lapisan granular 1,5D dan geogrid 0,25D.Kata kunci: fondasi dangkal, tanah lunak, lapisan granular, geogrid, daya dukung, penurunan, metode elemen hingga ABSTRACTShallow foundation generally not compatible on compressive soil like soft soil because of its poor bearing capacity therefore, soil improvement is required to increase its bering capacity and to decrease its settlement. In this circle type of shallow foundation, the bearing capacity analysed by adding reinforcement layer such as granular and geogrid above soft soil. On both reinforcements, variation of thickness granular layer and depth position of geogrid are applied. This study was analysed by numerical method with finite element based on analytical method, then the result from both methods compared to physical test result on laboratory which was done by Demir, A (2009). The more thick granular layer and geogrid applied on soft soil, the higher its bearing capacity. The maximum of bearing capacity was on soft soil that 1,50D granular layer and 0,25D geogrid applied.Keywords: shallow foundation, soft soil, granular layer, geogrid, bearing capacity, settlement, finite element method
Analisis Deformasi dan Tekanan Air Pori Ekses pada Tanah Lempung Lunak akibat Beban Timbunan (Hal. 1-12) Sukiman, Nurul Annisa; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.716 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.1

Abstract

ABSTRAKTanah diperlukan baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung beban. Dalam membangun suatu bangunan salah satu yang harus diperhatikan adalah tanah pendukungnya.  Jika tanah pendukung bermasalah maka akan mempengaruhi proses pembangunan tersebut. Tanah lempung lunak memiliki sifat antara lain gaya gesernya kecil, kemampatan yang besar, koefisien permeabilitas yang kecil dan mempunyai daya dukung rendah dibandingkan tanah lempung lainnya. Pemberian beban timbunan pada tanah lunak dapat menyebabkan meningkatnya tegangan yang bekerja pada tanah tersebut sehingga, menyebabkan timbulnya tekanan air pori ekses dan terjadinya penurunan konsolidasi. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis besarnya penunurunan dan tekanan air pori ekses yang terjadi berdasarkan kepada data pengujian di lapangan dan di laboratorium serta dengan menggunakan program PLAXIS 2D AE dengan model plane strain dan axisymmetric. Hasil analisis menunjukkan penurunan yang ditunjukkan oleh program PLAXIS lebih besar dari pada data hasil pengujian di lapangan.Kata Kunci: tanah lempung lunak, plane strain, axisymmetric, PLAXIS 2D AE ABSTRACTSoil is needed both as a construction material and as a load support. In constructing a building, one of the things to attend is its supporting soil. If it is problematic, the construction process would be adversely affected. Soft clay has some characteristics, among others, small shear force, great compression, small permeability coefficient, and low supporting force, relative to other clays. A placement of a pile load on a soft soil can result in an increasing strain working on the soil and thus result in excess pore water pressures and a decrease in consolidation. The objective of the present study was to analyze the extent of decreases and excess pore water pressures based on the data obtained from field and laboratory tests, by using a PLAXIS 2D AE program in plane strain and axisymetric models. The result of analysis revealed that the decrease shown by the PLAXIS program was bigger than the data obtained from the result of field test.Keywords: soft clay, plane strain, axisymmetric, PLAXIS 2D AE
Analisis Stabilitas dan Penurunan pada Timbunan Mortar Busa Ringan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 59-69) Fadilah, Rifki; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.789 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.59

Abstract

ABSTRAKSolusi penimbunan di atas tanah lunak di Indonesia sudah dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah penggunaan material ringan sebagai timbunan di atas tanah lunak. Analisis Stabilitas dan Penurunan akan dilakukan pada timbunan yang menggunakan mortar busa ringan di oprit jembatan Kedaton Kota Cirebon, Jawa Barat dan di ruas badan jalan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pemodelan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan 3 model tanah yang berbeda. Pada studi kasus di oprit jembatan model timbunan biasa terjadi penurunan rata rata sebesar 3,34 m dengan nilai faktor keamanan (SF) 1,129 sedangkan pada timbunan yang menggunakan material ringan penurunan yang terjadi sebesar 1 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 3. Pada studi kasus di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah model timbunan biasa terjadi penurunan sebesar 2,5 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 2,3 sedangkan pada timbunan ringan penurunan terjadi sebesar 1 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 6,1.Kata kunci: timbunan,  analisis geoteknik, faktor keamanan, metode elemen hingga, penurunan. ABSTRACTIn Indonesia there are many solution that has been applied for land work above poor ground condition, one of the solution is using a lightweight material as an embankment above the poor ground condition. Stability and settlement analysis will be calculated in approach embankment for bridge in Kedaton Cirebon, Jawa Barat and in road embankment Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah using Finite Element Method with 3 different soil models. In approach embankment using selected fill the value of settlement is 3,34 m with safety factor value 1,129 while using a lightweight material embankment the value of settlement is 1 m with safety factor value 3. In road embankment using selected fill the value of settlement is 2,5 m with safety factor value 2,3 while using a lightweight material embankment the value of settlement is 1 m with safety factor value 6,1.Keywords: embankment, geotechnical analysis, safety factor, finite element method, settlement.
Desain Pelabuhan Penyeberangan di Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau (Hal. 13-25) Sucilestari, Resti; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.042 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.13

Abstract

ABSTRAKTambelan merupakan salah satu pulau terluar dan terpencil di Kabupaten Bintan. Hal tersebut membuat kurangnya akses transportasi di wilayah tersebut. Masyarakat Tambelan umumnya berprofesi sebagai nelayan sehingga dalam memenuhi kebutuhan keseharian, masyarakat Tambelan memasok barang dan jasa dari luar pulau melalui pelabuhan laut Tambelan. Aktivitas pelabuhan laut yang lambat menjadi salah satu kendala utama dalam pendistribusian kebutuhan pokok dan mobilisasi masyarakat Tambelan dari luar pulau, oleh karena itu Tambelan membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan untuk memudahkan mobilisasi dan aksesbilitas masyarakat dari luar pulau.Desain pelabuhan dipengaruhi oleh volume angkutan dan tinggi gelombang yang berada di sekitar rencana lokasi pelabuhan. Tinggi gelombang rencana didapatkan dengan proses hindcasting yang berupa peramalan gelombang dengan data angin jam-jaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum (H25) sebesar 0,815 m selama 4,455 detik.Desain Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini berdasarkan analisis proyeksi pergerakan penumpang dan barang untuk kapal feri tipe Ro-Ro 1.000 GRT dengan elevasi dermaga 4,5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 6 m. Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini dilengkapi fasilitas darat dengan luas total 2.491,2 m2 dan area kolam pelabuhan seluas 53.000 m2.Kata kunci: hindcasting, pelabuhan, penyeberangan. ABSTRACTTambelan is one of the outer island and isolated area of district of Bintan. It made the lack of access to transport in that region. Population of Tambelan generally work as fisherman and to get supply of daily needs from outside the island through the seaports Tambelan. The fishermen needs the a convenience port to sells their fish to outside Bintan island. Tambelan also requires a ferry ports to facilitate the mobilization and accessibility of people from outside the island.Port design is influenced by the volume of freight and high waves that were around the planned location of the port. High waves hindcasting plan determine by the process in the form of forecasting waves with wind data an hour. The analysis showed that the maximum wave height is 0.815 m for 4.455 seconds.Design Tambelan ferry port is based on passanger and commodity movement analysis, that suit to ferry ship type Ro-Ro 1,000 GRT with dock elevation of 4.5 m and a depth of the shipping lanes is 6 m. Tambelan ferry ports is equipped many facilitiy with a total area of 2,491.2 m2 dan port basin area of 53,000 m2.Keywords: hindcasting, port design, ferry.
Analisis Stabilitas Lereng Tanah Berbutir Kasar dengan Uji Model Fisik (Hal. 70-80) Sartika, Diana Destri; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.921 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.70

Abstract

ABSTRAKPermasalahan mengenai kelongsoran sering dijumpai dalam rekayasa teknik sipil, masalah kelongsoran biasa dijumpai pada tanah lunak namun pada kenyataannya tanah pasir mempunyai potensi mengalami kelongsoran. Hal ini dikarenakan karateristik dari tanah pasir yang memiliki pori besar dan menyebakan tekstur tanah menjadi lepas. Berdasarkan hal tadi mengakibatkan stabilitas tanah menjadi buruk. Stabilitas tanah yang buruk menyebabkan mudahnya terjadi kelongsorran hal ini dikarenakan rendahnya kuat geser tanah. Oleh karena itu, untuk mengetahui kestabilan lereng maka dibuatlah pemodelan pada kasus ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kepadatan tanah dan kelandaian lereng terhadap kestabilan lereng. Metode yang digunakan pada analisis stabilitas lereng ini adalah menggunakan limit equilibrium method dan finite elemen method. Hasil nilai keamanan dari kedua metode tersbut dibandingkan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan nilai keamanan dari kedua metode tersebut.Kata kunci: stabilitas lereng, kuat geser, model fisik ABSTRACTProblems about sliding were frequently found in civil engineering, sliding usually found on soft soil but also could occur on sand soil. This problem occurred because of the characteristic of sand which has large void and caused the soil texture loose. That problem caused the stability become worst. Poor stability of soil make sliding could happen easier because the shear strength is poor. Therefore, the modelling was made to find the slope stability in this case. The purpose of this study is to find the effect of soil density and the sloping on slope stability. Methods used in this analysis were limit equilibrium method and finite element method. The safety factor from both methods then compared to find how big the difference of safety factor from both methods.Keywords: slope stability, shear strength, physical models
Pemodelan 3D pada Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Deep Mixed Column Widya Yunita Permatasari; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.26

Abstract

ABSTRAKMasalah yang sering dijumpai pada konstruksi yang dibangun diatas tanah lunak adalah masalah penurunan. Melihat kondisi tersebut maka harus dilakukan perbaikan tanah untuk mengurangi penurunan yang terjadi. Banyak metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan, salah satu metode perbaikan tanah yaitu dengan menggunakan deep mixed column. Fungsi utama dari penggunaan deep mixed column adalah mengurangi penurunan di bawah timbunan. Ada berbagai macam pola penggunaan deep mixed column yang sering digunakan, namun pola yang digunakan pada pemodelan ini adalah pola persegi. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Program PLAXIS 3D AE yang berbasis Elemen Hingga. Pemodelan deep mixed column dilakukan dengan berbagai jenis variasi jarak (1,4 m ; 1,6 m ; 1,8 m dan 2 m) dan diameter (0,4 m ; 0,6 m dan 0,8 m). Hasil pemodelan yang telah dilakukan menunjukan bahwa penggunaan deep mixed column dapat mengurangi penurunan sebesar 93,44 %.Kata kunci: tanah lunak, penurunan, perbaikan tanah, deep mixed column. ABSTRACTProblems that often found is construction built on soft soil is settlement problem. As on that condition, to decrease the settlement, soil improvement should be provided. Many kinds of soft soil improvement can be used, one of them is using deep mixed column. Main function of using deep mixed column is to decrease the settlement under embankment. There are lots of pattern in using deep mixed column that commonly used, none the less the pattern that used in this modeling is rectangular pattern. This analysis was done by using PLAXIS 3D with finite element method based. The deep mixed column was modeled with some variation of distance (1.4 m : 1.6 m : 1.8 m and 2 m) and diameter (0.4 m : 0.6 m and 0.8 m). The result of the modeling showing that using deep mixed column could decrease 93.44 % of settlement.Keywords: soft soil, settlement, soil improvement, deep mixed column.
Analisis Daya Dukung Tiang Tunggal Dinamik pada Tanah Lunak di Gedebage Elvina Marianna Tampubolon; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.81

Abstract

ABSTRAKDalam setiap bangunan diperlukan pondasi sebagai dasar bangunan yang kuat dan kokoh. Istilah pondasi merupakan elemen bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada struktur tersebut ke dalam tanah, sampai kedalaman tertentu yaitu sampai lapisan tanah keras. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan kapasitas daya dukung aksial pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris. Secara analitis dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung berdasarkan data-data dari lapangan yang didapat yaitu SPT. Numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hingga menggunakan program. Hasil studi ini juga berdasarkan metode formula dinamik untuk mencari kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang ( ) dengan formula Hiley, formula PCUBC, formula Gates, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Kata kunci: SPT, kapasitas daya dukung, analitis, numeris, formula dinamik. ABSTRACTIn every building a foundation is needed as a strong layer. The term foundation is building element whose function is to distribute all loads acting on the structure into the ground to a certain depth until the hard soil. The purpose of this study was to compare the axial bearing capacity analytically and numerically. Analytically done by calculating the bearing capacity based on the data obtained from the field, namely SPT. The numerical count by using the finite element method using the program. The result of this study also based on the formula dynamic for bearing capacity ultimit piles ( ) with Hiley formula, PCUBC formula, Gates formula, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Keywords: SPT, bearing capacity ultimite, analytically, numerically, dynamic formula.

Page 1 of 2 | Total Record : 16