cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Maret 2019" : 25 Documents clear
Kajian Teknis Waktu dan Biaya pada Perbandingan Struktur Atap Kayu dan Struktur Atap Baja Ringan Muhamad Aldiansyah; Katarina Rini Ratnayanti; Erma Desmaliana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.118

Abstract

ABSTRAKRangka atap pada umumnya menggunakan material kayu sebagai struktur utamanya, tetapi kayu merupakan bahan yang didapatkan dari alam, jika digunakan terus menerus maka kayu akan habis. Maka dari itu produsen mencari altenatif lain yang dapat menggantikan kayu sebagai material utama membentuk struktur atap. Dibuatlah baja ringan sebagai pengganti material kayu yang semakin lama semakin langka dan juga mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan, biaya, dan waktu antara struktur atap kayu dengan struktur atap baja ringan sehingga dapat dipilih struktur mana yang lebih baik dipilih. Hasil penelitian menunjukan kekuatan struktur kayu lebih baik dibandingkan dengan baja ringan, untuk berat struktur baja ringan lebih ringan sebesar 25,11%, untuk biaya baja ringan bisa menghemat 17,93% biaya, sedangkan untuk waktu pelaksanaan kayu dan baja ringan sama-sama 85 hari. penilaian total kayu mendapatkan 1,5 poin sedangkan baja ringan mendapatkan 2,5 poin, sehingga material yang baik dipilih adalah baja ringan.Kata Kunci: baja ringan, kayu, kekuatan, biaya, waktu ABSTRACTIn general, roof truss using wood as its main structure, but wood is obtained from nature, if used continuously then the wood will be runs out. Therefore manufacturers are looking for other alternatively cansubtitute wood as the main material to form the roof structure. Cold formed steel was made to substitute wood material which is getting increasingly scarce and expensive as well. This research aims to find out a comparison of strength, cost, and time between the wooden roof structure with cold formed steel roof structure so that structure can be choosen which is the better one. Research results showed the strength of the wooden structure is better compared cold formed steel, for the weight of the structure cold formed steel lighter than wood, for the cost of cold formed steel 17,93% could save costs, for the timing of the implementation of wooden and cold formed steel is same need 85 days. Assestment of total wood get 1,5 points while cold formed steel get 2,5 points, so a better material chosen is cold formed steel.Keywords: cold formed steel, wood, strength, cost, time
Desain Tahan Gempa Jembatan Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat - Indonesia Nurul Hakim; Engkon K. Kertapati; Edward V. M.
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.19

Abstract

ABSTRAKJembatan Ngarai sianok dibuat dengan struktur jembatan cable stayed dengan panjang bentang 685 m. Memiliki tinggi pilar 173,5 m. Jembatan ini berada di samping sesar aktif Ngarai sianok sejauh 162 m. Kondisi jembatan yang berada sangat dekat dengan lokasi sumber gempa sesar Ngarai Sianok, membuat analisis bahaya gempa Jembatan Ngarai Sianok mengacu pada perilaku khusus Sesar. Dalam perencaan struktur bangunan, beban gempa rencana untuk analisis respon dinamik digunakan respon spektrum dari karakteristik sesar Ngarai Sianok.Metoda analisis yang digunakan yaitu metode Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Analisis perambatan gelombang menghasilkan rekomendasi respon spektrum desain permukaan untuk periode ulang gempa 950 tahun dengan PBA = 0,973 . Perbandingan respon spektrum permukaan di lokasi jembatan Ngarai Sianok menunjukkan bahwa hasil analisis perambatan gelombang cendrungan lebih dekat ke Tanah Keras untuk klasifikasi site dari SNI 03-1726-2016 untuk PBA = 0,97 .Kata kunci: cable-stayed, sesar, ground motion, respon spektrum. ABSTRACTNgarai Sianok Bridge is made with a Cable Stayed bridge structure with a span length of 685 m. Has a pillar height of 173.5 m. This bridge is beside the active canyon sianok as far as 162 m. The condition of the bridge which is very close to the location of the Ngarai Sianok fault source, made an earthquake hazard analysis of the Ngarai Sianok Bridge referring to the special behavior of Fault. In planning the structure of the building, the earthquake load planned to analyze the dynamic response used a spectra response from the characteristic character of the Ngarai Sianok fault.The analytical method used is the Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) method and Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Wave propagation analysis results in a recommendation of a surface design response for the return period of a 950 year earthquake with PBA = 0.973 . Comparison of the surface spectrum response at the Ngarai Sianok bridge location shows that the results of the wave propagation analysis tend to be closer to hard soil for the site classification of SNI 03-1726-2016 for PBA = 0.97 .Keywords: cable stayed, fault, ground motion, spectra response.
Pembesaran Gaya Dalam dan Rasio Kekuatan Elemen Struktur Baja untuk berbagai Zona Gempa di Indonesia Kamila Shaomi Nazila; Kamaludin Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.74

Abstract

ABSTRAKStruktur bangunan dapat dikatakan kuat jika dapat memikul semua beban salah satunya, beban gempa. Waktu mendesain struktur akibat beban gempa lebih lama daripada akibat beban tanpa gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembesaran gaya dalam dan prediksi rasio kekuatan pada struktur akibat adanya beban tanpa gempa. Penelitian ini dilakukan terhadap gedung 10 lantai dengan material baja. Tujuh model variasi beban pada gedung sebagai berikut: beban tanpa gempa,beban tanpa gempa dan percepatan 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; 1,0 ; juga 1,2 . Analisis gaya dalam dan pengecekan kekuatan struktur bangunan menggunakan software ETABS 2015. Hasil yang diperoleh pada balok yaitu, gaya lentur ( ) dengan pembesaran momen maksimum kurang lebih 0,9 kali terhadap momen akibat beban tanpa gempa. Pembesaran momen relatif antar variasi beban kurang lebih 1,2. Hal ini mengakibatkan rasio untuk desain awal kurang lebih 30% untuk daerah gempa kuat.Kata kunci: struktur baja, beban gempa, pembesaran momen, pembesaran rasio. ABSTRACTThe structure of the building can be said to be strong if it can carry all the loads, such as the earthquake loads. Time to design structures due to earthquake loads is longer than without earthquakes loads. This study aims to predict the magnification of internal forces and the ratio of strength to structures due to without earthquake loads. This research was conducted on 10-storysteel building. Seven models of load variations in the building are as follows: load without earthquake, load without earthquake and acceleration of 0.2 , 0.4 , 0.6 , 0.8 , 1.0 , and 1.2 . The internal force analysis and checking of building structure strengthare using ETABS 2015. The results obtained that flexural force ( ) with a maximum moment magnification of approximately 0.9 times the moment due to without earthquake loads on the beam. Enlargement of relative moments between load variations is approximately 1.2. Therefore, ratio of the initial design is approximately 30% for strong earthquake areas. Keywords: steel structure, earthquake load, moment magnification, ratio enlargement.
Evaluasi Kapasitas Spillway Bendungan Darma sebagai Salah Satu Dasar dari Aspek Keamanan Bendungan Gerry Prima Putra; Yiniarti Eka Kumala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.31

Abstract

ABSTRAK Kapasitas spillway Bendungan Darma perlu tinjauan kembali mengenai kemampuannya dalam menjaga agar tidak terjadi limpasan karena pada umumnya bendungan yang dibangun dibawah tahun 1980 tidak didesain untuk debit banjir ( ) Probable Maximum Flood (PMF). Dari analisis hidrologi dengan metode Gama 1 untuk penelusuran banjir reservoir didapatkan pada Q1000 yaitu Qinflow = 879,02 m3/s, Qoutflow = 574,44 m3/s dan  adalah Qinflow = 1546,63 m3/s, Qoutflow = 620,74 m3/s. Berdasarkan hasil perhitungannya didapatkan selisih muka air melimpah dan mercu bendungan pada Q1000 adalah 1,83 m dan pada QPMF adalah 0,54 m. Saat terjadi banjir PMF, bendungan mengalami overtopping karena menurut SNI batas maksimal banjir yang boleh terjadi adalah 0,75 di bawah puncak mercu bendungan.Kata kunci:  debit banjir, bendungan, limpasan, Probable Maximum Flood (PMF). ABSTRACTThe capacity of the spillway Dam Darma requires review regarding his ability to keep the spillway did not overflow because in general the dam built under the year 1980 is not in design for flood discharge ( ) the Probable Maximum Flood (PMF). Hydrological analysis method of Gama 1 for search flood reservoir obtained on the Q1000 are Qinflow = 879.02 m3/s, Qoutflow = 574.44 m3/s  and  are Qinflow = 1546.63 m3/s, Qoutflow = 620.74 m3/s. Based on the results of the calculations are obtained by difference advance water overflow and mercu dam on the 1000 is 1.83 m and on QPMF is 0.54 m. At the time of the flood, the dam suffered a PMF overtopping due to flood, according to the maximum limit of the SNI standartmay happen is 0.75 mercu beneath the dam.Keywords: flood discharge, dam, spillway, Probable Maximum Flood (PMF).
Studi Perbandingan Penurunan Fondasi Grup Menggunakan Program Plaxis 3D dan Settle3D Studi Kasus Jembatan Wampu Muhammad Farrel Dito; Ikhya Ikhya; Mufidhiansyah Fahmi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.%p

Abstract

ABSTRAKFondasi grup tiang adalah jenis fondasi yang umum digunakan pada struktur jembatan. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam analisis suatu fondasi adalah penurunan yang dapat terjadi pada fondasi tersebut. Penurunan dapat terjadi karena suatu lapisan tanah yang mengalami pembebanan akibat beban yang diperoleh mengakibatkan terjadinya penurunan elevasi tanah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan penurunan yang dapat terjadi pada program Plaxis 3D dan Settle3D. Analisis perbandingan juga dilakukan dengan melakukan variasi geometri berupa variasi ketebalan pilecap dan ketebalan lapisan tanah di bawah fondasi. Hasil berupa nilai penurunan yang terjadi pada Settle3D akan dibandingkan dengan hasil penurunan pada Plaxis 3D yang menggunakan pendekatan FEM (Finite Element Method).Kata kunci: fondasi grup, penurunan, Plaxis 3D, Settle3D ABSTRACTPile group foundations are a type of foundation commonly used in a bridge structure. One of the things to note in the analysis of a foundation is the settlement that can occur on that foundation. The settlement can occur because of the load obtained from the upper structure. The study aims to conduct a comparative analysis of the settlement that can occur in Plaxis 3D and Settle3D programs. Comparative analysis is also using geometric variations in pilecap thickness and soil layer thickness under the foundation. The result of a settlement value that occurs in Settle3D will be compared to the result of a settlement in Plaxis 3D which is using the FEM (Finite Element Method).Keywords: group foundation, settlement, Plaxis 3D, Settle3D

Page 3 of 3 | Total Record : 25